
Dengan berbalut handuk kimono, Aura keluar dari kamar mandi, tubuhnya sangat segar dan juga harum, sambil bersenandung ria, Aura menatap dirinya di depan cermin, dengan rambut yang hendak ia keringkan menggunakan hairdryer.
Jika biasanya para pelayan membantu di semua aktifitas Aura, Kini Aura membuat semua pelayan menunggu di luar kamar.
Sampai ia terkejut dan hampir menjatuhkan hairdryer dari tangannya, untung saja tangan Seteven dengan cepat menangkap hairdryer yang terlepas dari tangan Aura.
"Kenapa, kamu terkejut?" Tanya Seteven yang sedikit memamerkan gigi putihnya.
"Ya jelas aku terkejut, karena kamu tiba-tiba datang tanpa suara." Jawab kesal Aura sambil merebut kembali hairdryer dari tangan Seteven.
Namun Aura kesulitan memgambilnya karena Seteven menahannya dengat kuat.
Aura mengerutkan keningnya, dan mencoba menghindar ketika Seteven mulai menghidupkan kembali hairdryer itu dan menyentuh rambut Aura.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanyanya dengan mata melotot kearah Seteven.
"Kamu lebih baik duduk." Ucap Seteven yang kemudian memegangi bahu Aura dan memaksa Aura untuk duduk di kursi depan meja riasnya.
Seteven mulai mengeringkan rambut Aura, dia hanya menatap lekat wajah Aura dari pantulan cermin di depannya, tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya lagi.
Sama halnya dengan Aura, dia hanya menatap lurus dirinya kearah cermin, menerima perlakuan dari Seteven yang memang baru pertama kali dia dapatkan.
Begini rasanya di manjakan seorang pria, meskipun Seteven pria yang angkuh juga arogan, namun ternyata dia memiliki sisi lembutnya.
"Tidak Ra, Kenzo masih lebih dibandingkan Seteven." Ucap Aura dalam hatinya. memenangkan kekasihnya dari pria yang saat ini sedang bersamanya.
__ADS_1
Tak terasa bibir Aura tertarik keatas membentuk senyuman tipisnya.
Samar-samar Seteven melihatnya, dan ada rasa yang menggelitik didadanya. Seteven merasa mendaptkan sinyal-sinyal bahwa dirinya sudah memasuki hati Aura.
"Kamu sudah boleh berhenti." Ucap Aura yang kemudian berdiri menjahui Seteven.
"Kamu bisa keluar, karena aku harus mengganti pakaianku." Tutur Aura meminta Seteven beserta kedua pelayannya meninggalkan kamar Aura.
"Baiklah. Itu gaun yang kamu inginkan." Unjuk Seteven kepada gaun yang sedari tadi di pegang pelayannya.
"Gantung saja di sana, Terimakasih." Ucap Aura kepada pelayan yang kemudian menggantung gaun Aura di tempatnya.
Seteven pun masuk ke kamarnya melalui pintu yang terhubung dari kamar Aura. beserta pelayan yang memang akan membantunya bersiap.
"Tampilah sesuai dengan keindahan gaun yang kamu inginkan itu." Ucap Seteven sebelum benar-benar masuk kedalam kamarnya.
"Kamu lihat saja, bagaimana penampilanku nanti, aku yakin kamu tak akan bisa mengedipkan mata." Ucapnyanya geram.
Aura kemudian menuju meja riasanya lagi, mulai memoles wajahnya, dia keluarkan kemampuan make up nya. mulai membuat alis sesuai dengan karakter yang ia mainkan. Tak lupa eye shadow dan blush on dengan warna natural namun tetap terlihat tegas. Terakhir pewarna merah yang akan di usapkan di bibirnya.
"Ini lah Laura Gerald." Ucapnya setelah selesai dengan wajahnya.
Karena rambutnya yang pendek, dia tak perlu membuat apapun di rambutnya, hanya tergerai lurus sudah cukup baginya.
...****************...
__ADS_1
Kenzo keluar dari kamar dengan jas biru dongker juga kemeja putih di dalamnya. Tentu saja itu membuat sang adik berdecah kagum saat melihatnya.
"Wah... kakak luar biasa." Puji Keanu, karena melihat Kenzo nampak berbeda. Ternyata perbedaan itu ada di rambutnya.
"Kamu juga luar biasa." Ucap Kenzo memuji balik adiknya.
"Kita berangkat sekarang?" Tanya Keanu kemudian.
"Sepertinya Alex belum datang, Aku Hubungi dulu." Jawab Kenzo yang kemudian mengambilnponselnya dan menjauh dari Keanu.
Sementara menunggu, Keanu berinisiatif menelphon Gea, karena semenjak keberangkatnya Gea seikit terlihat murung.
Namun berkali-kali Keanu menghubungi Gea, tak satupun panggilannya di terima Gea.
"Kamu kemana sih sayang." Tanyanya dalam hati.
Namu tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ia mengira itu dari Gea, ternyata bukan, karena dia mendapat sebuah pesan masuk dari nomor yang tak ia ketahui.
PASTIKAN UNTUK TIDAK HADIR DI PERNIKAHAN KAMI.
Tulis pesan yang di terima Keznu juga photo sebuah surat undangan.
Keanu kemudian memperbesar photo tersebut, dan ternyata sebuah undangan pernikahan mantan istrinya. Dan sudah pasti yang mengirimkan pesan kepadanya adalah calon suami dari mantan istrinya.
"Untuk apa aku datang." Ucap Keanu mematikan ponselnya, mengabaikan pesan yang ternyata dari Reza itu.
__ADS_1
Keanu sudah lama tak mendengar kabar dari Diana, dan ternyata Diana menikah dengan selingkuhannya. itu tak membuat sedikitpun timbul rasa cemburu di hati Keanu, hanya saja dia merasa kesal karena pernah di bodohi Diana. Itu adalah pengalaman buruk dan terbodoh yang Keanu pernah alami.