
Diana memarkirkan mobilnya tak jauh dari rumah Gea,agar dia bisa melihat apa yang di lihat sahabatnya, bukan hal baru baginya untukmelakukan hal semacam ini, sebelumnya pun dia pernah melakukannya.
Diana terus saja memantau dari kejauhan,matanya tak lepas dari menatap rumah Gea. Tatapannya menajam ketika dia melihat seorang pria keluar dari rumah tersebut, Diana mengepalkan tangannya kesal, karena ucapan Nina terbukti.
"Kenapa? Kenapa bukan aku?" Teriak Diana memukul setir berkali-kali.
Diana yang kesal kemudian pergi meninggalkan kawasan rumah Gea.
Sepanjang perjalannya Diana mencari cara untuk bisa menjauhkan Keanu dari wanita itu. Ternyata perjuangannya masih oanjang, setelah sukses menyingkirkan seorang Aura, dan kini ada seorang wanita yang harus segera ia singkirkan seperti hama yang harus segera di basmi.
"Ini akan sangat mudah, tunggu saja!" Ucapnya saat menemukan ide yang dipastikan akan berhasil.
...****************...
"Dia tidak menyentuhmu!" Ucap sinis Abigail saat datang kembali ke kamar hotel dan menemukan Aura sedang memeluk dirinya sendiri seolah telah terjadi sesuatu kepadanya.
Mendengar itu Aura merasa lega, dan segera beranjak dari tempat tidur.
" Lagi pula Tuan tidak akan menyentuh yang bukan miliknya." Lanjutnya dengan menatap Aura dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.
Memang jika di bandingkan Abigail lebih terlihat menarik dengan bagian tubuh atas yang berisi, dan membuat iri semua wanita. Karena itu adalah bagian yang membuatnya terlihat menarik.
Aura sangat kesal mendengar itu, dia seperti sedang di rendahkan, semantara kedatangannya adalah sebagai tamu dari tuannya.
"Dimana Pak Seteven?" Tanya Aura yang mulai mengeluarkan sisi lain dirinya. Tak hanya Abigail, dia pun bisa berbicara sinis dan angkuh sepertinya.
__ADS_1
"Kedatangan saya memang untuk membawa anda ke hadapan Tuan." Ucap Abigail yang mulai melangkah kearah luar kamar hotel itu. " Ikuti saya!" Lanjutnya.
Aura pun mengikuti Abigail dengan berjalan di belakangnya. Dia harus tetap menahan rasa kesalnya karena keangkuhan Abigail yang hanya seoarang Sekrtetaris, yang nasibnya bergantung pada tuannya. Jika bosan bisa saja Seteven mendepaknya.
Aura terus berjalan mengikuti Abigail, bahkan mereka turun kelantai paling bawah hotel itu, ternyata Aura di bawa sampai parkiran basement.
"Tuan menunggu di mobil itu." Unjuk Abigail kepada mobil yang hanya ada satu terparkir di basement itu.
Aura ragu untuk memasukinya, baru saja dia berakhir di ranjang pria asing, kini dirinya harus masuk kedalam mobilnya juga.
Namun jika tidak, maka semuanya sia-sia, Sedangkan surat perjanjian sudah ditangannya, sisanya dia hanya membicarakan kerjasama kedepannya.
Menarik dalam nafasnya, sebelum tangannya benar-benar menarik pintu mobil untuk kemudian ia masuk kedalamnya.
"Apa sudah lebih baik?" Tanyanya menoleh saat Aura duduk tepat di sampingnya.
"Maaf, saya tidak tahu kalau anda tidak bisa meminum minuman beralkohol." Ucap Seteven sopan.
Mendengar itu Aura merasa dirinya yang sudah menilai terlalu jauh seoarang Seteven. Sedangkan dia belum menganalnya sama sekali. Dia hanya tahu Seteven hanya dari gosip yang beredar saja. Bahkan apa yang di lihatnya tadi saat Seteven bersama Abigail tak cukup memberi penilaian buruk tentang Seteven. Karena yang mereka lakukan wajar di lakukan orang yang sama-sama dewasa. Sedangkan dirinya saja melakukannya bersama Kenzo disaat tak ada lagi status jelas diantara mereka.
"Tidak masalah." Jawab Aura mulai lebih santai berduaan di dalam mobil bersama Seteven.
"Karena saya sudah setuju, kita bisa mulai kerjasama kita, saya sangat tertarik dengan apa yang di tawarkan twins grup. Melebarkan sayap dalam industri bahan pangan cukup membuat saya menyetujui semuanya." Ucap Seteven terang-terangan memuji Aura.
"Terimakasih." Jawab Aura tak lepas dari senyumannya.
__ADS_1
"Sebelum saya akan menunjukan kepada anda bagaimana saya bekerja disini." Ucap Seteven yang kemudian memerintahkan supirnya untuk mulai melajukan mobilnya.
"Saya menatikannya." Ucap Aura antusias. dia sudah sangat penasaran dengan pekerjaan yang membuat seorang Seteven sukses di usia muda.
...****************...
Kenzo dalam perjalanan menuju rumah Gea, dia ingin tahu kondisi Gea sebenarnya. Karena Gea hanya mengatakan dirinya baik-baik saja dan akan secepatnya masuk kerja.
tok...tok...tok....
Kenzo berdiri sambil menunggu tuan rumah membukakan pintu untuknya.
"Kakak!" Keanu terkejut karena yang tadi mengetuk adalah Kenzo kakaknya sendiri.
"Sedang apa kamu disini? Tanya Kenzo yang sama terkejutnya dengan kehadiran adiknya di rumah Gea.
"Siapa Nu?" teriak Gea dari dalam. Dan itu membuat Kenzo semakin terkejut karena Gea memanggil Keanu dengan hanya nama, dan terdengar seperti sudah saling mengenal lama.
"Ada hubungan apa diantara kalian?" Tanya Kenzo menatap lekat adiknya.
Kenzo merasa mendaptkan angin segar, dan ini akan menjadi kabar paling baik untuknya jika sang adik tak lagi mengejar wanita yang sama dengannya.
"Aku sedang belajar mengenal Gea lebih jauh lagi. jadi, jangan khawatir aku tidak akan mengganggu hubungan kalian." Ucap Keanu, yang tentu saja membuat Kenzo senang.
"Selamat. dan pegang ucapanmu." Jawab kenzo menepuk bahu adiknya.
__ADS_1
Mendengar kabar itu membuat bebannya hilang sebagian, karena hubungan dia dan sang adik pasti akan kembali seperti dulu lagi. Namun Kenzo harus tetap waspada, karena bisa saja Keanu mengulang kesalahannya, bersikap plin plan seperti sebelumnya.