AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Waktu Bersama


__ADS_3

Diana berjalan di koridor sebuah Apartment, menurut alamat yang Nina Berikan, ia sudah di tempat yang benar.


Saat Ia berjalan di sepanjang koridor, ia melihat sekelibat bayangan mirip dengan suaminya, yang sebentar lagi sudah akan menjadi mantan suami.


Iapun diam-diam segera mengikutinya, dengan berpikir itu akan membawanya lebih cepat ke tempat Aura . Karena sudah pasti tujuan Keanu datang kesini adalah untuk menemui Aura.


"Jadi selama ini kalian seperti ini di belakangku. Awasa saja, tidak ada ampun. terutama kamu Aura. aku akan membuat kamu merasakan apa yang belum pernah kamu rasakan." Ucap kesalnya dalam Hati.


Diana menghentikan langkahnya, ketika Keanu berhenti di depan sebuah pintu, dan dia masih menjaga jarak agar tidak ketahuan oleh Keanu.


Lalu Keanu masuk tanpa mengetuk, seolah-olah dia memiliki kunci untuk dia keluar masuk apartment ini.


Diana semakin kesal melihatnya, selama ini ternyata Keanu lebih jahat dari dirinya.


Begitu Keanu masuk, Diana segera mendekati pintu Apartmentnya dan berniat untuk menyuslnya masuk. Namu tiba-tiba suara pintu Apartment sebelahnya terbuka, Diana segera berlari untuk bersembunyi. Dan ternyata Aura keluar dari pintu itu. Itu berarti Keanu tidak masuk kedalam apartment Aura, melainkan mereka bertetangga.


Diana terkejut melihatnya, Ternyata Keanu memang sudah merencanakan semuanya, jika tidak, mana mungkin mereka kebetulan bertetangga.


Setelah mengetahu itu, Diana membatalkan tujuannya yang semula datang untuk menemui Aura, kini dia sudah tahu semuanya, hubungan mereka rupanya kembali bersama lagi, tanpa perlu mencari lebih jauh lagi, kebenarannya sudah terlihat di depan matanya.


...****************...


Hani berlari menuju ruang kerja Aura, sambil sesekali menengokan kepala kearah belakangnya. Dia merasa seperti tengah ketahuan mencuri. Karena dia sempat berpapasan dengan Haris, dan dia menanyakan tentang Aura yang sering mengadakan rapat dadakan tanpa menunggu kehadirannya.


"Ternyata Haris sudah mulai curiga." Ucap Aura menaggapi laporan dari Hani.

__ADS_1


Aura pun duduk dengan kedua tangan menopang kepalanya, mencari jalan keluar agar tidak selalu di awasi kakeknya.


"Sudah ada kabar dari Kenzo?" Tanya Aura kepada Hani. Aura masih menunggu Kenzo mengirimkan contoh desain untuk produknya.


"Belum bu. Justru Pak Reza ada menghubungi. Dia ingin bertemu dengan Anda."


"Baiklah, atur jadwal pertemuan ku dengan pak Reza. Hari ini aku harus bertemu Kenzo terlebih dahulu."


Aurapun pergi meninggalkan ruangannya, tak lupa ia membawa tas dan kunci mobilnya. Hari ini dia yang akan menemui Kenzo di kantornya. Jika mengingat dulu dia sering datang ke kantor Kenzo dengan membawa makan siang. Namu kali ini ia merasa agak aneh saja, datang kekantor Kenzo sebagai rekan Kerjanya.


Saat Aura masuk kedalam kantor, Terlihat beberpa yang menundukan kepala tanda hormatnya, mungkin mereka adalah karyawan lama yang masih mengingatnya. banyak juga di antara mereka yang tidak mengenalnya.


"Maaf bu,Apa anda sudah membuat janji dengan pak Kenzo?" Tanya salah satu pegawai disana.


Memang tidak ada yang berubah dari kantor ini, selalu saja peraturan menjadi nomor 1.


Tak butuh waktu lama, karena pria di sebelahnya membisikan sesuatu, yang membuat Aura di persilahkan untuk masuk begitu saja. Entah apa yang di bisikannya, mungkin mengenai dirinya yang mantan istri bosanya atau hal lainnya, Aura pun tidak bisa menebaknya.


"Terimakasih." Ucap Aura segera masuk kedalam kantor yang sudah sangat berbeda dari terakhir kali ia lihat.


"Mari bu saya antar!" Ucap pegawai tadi yang ternyata mengikutinya dari belakang, mungkin karena dia melihat Aura yang kebingungan dengan arah di kantor ini.


"Kebetulan Pak Kenzo sedang di ruangan rapat bersama bu Gea." Ucap pegawai tersebut, menujukan sebuah ruangan yang di kelilingi kaca yang tembus pandang. sehingga terlihat siapa saja yang ada di salam ruangan tersebut.


Aurapun menoleh keruanga rapat tersebut, dan dia melihat kezno bersama Gea sedang berduaan di dalam sana. Mereka terlihat sangat dekat, mungkin karena jarak duduk mereka yang begitu dekat. Tapi bukan itu yag Aura lihat.

__ADS_1


Tiba-tiba ada hawa panas di sekujur tubuh Aura, saat melihat pemandangan itu. Rasanya enngan untuk mendekat, dan mengganggu mereka. Namun ia tidak bisa begitu saja berbalik, sebab pegawai tadi masih menunggunya untuk segera masuk kedalam ruangan itu.


"Silahkan bu." Ucapnya lagi. Namun kaki Aura terasa kaku sekali untuk ia gerakan.


"Terimakasih." Jawab aura yang kemudian melangkahkan kakinya dengan ragu.


Aura menepuk dadanya berulang, tak lupa ia juga mengambil nafas dalam sebelum mengetuk ruangan itu.


Tok...tok...tok...


"Hai, ganggu ya..." Sapanya sedikit kaku.


Kenzo dan Gea menoleh bebarengan, Aura semakin canggung di tatap dua pasang mata yang tertuju kearahnya.


"Sini Ra, kebetulan kita sedang membahas desain baru untuk produk kamu." Ucap Gea dengan santainya, lagi pula di dalam ruangan ini tak ada siapapun selain mereka bertiga.


Geapun menggeser duduknya, mengosongkan kursi tengah untuk Auar duduk, dan itu tepat bersebelahan dengan Kenzo.


Setelah Aura duduk, Gea tiba-tiba berdiri.


"Kalian lanjutkan saja beruda, aku buatkan minuman dulu." Lanjut Gea, seolah-olah membiarkan Kenzo mengambil waktu berduaan dengan Aura.


Gea segera keluar dari ruang rapat tersebut, sambil menahan tawanya, kemudian tanpa sepengetahuan mereka berdua ia memotretnya dari arah belakang, kemudian ia kirimkan kepada Melly dan juga Denis.


Entah mengapa momen saat Kenzo bersama aura selalu saja membuat Gea ataupun melly ingin tertawa, melihat kecanggungan dari mereka berdua, padahal mereka sudah sering berbagi ranjang. Berhubungan kembali setelah perceraian tak membuat mereka menjadi terlihat akrab ataupun nyaman satu sama lain. Justru mereka seolah-olah menjadi pasangan yang baru di pertemukan, masih kaku dan cangung satu sama lain.

__ADS_1


Perasaan Gea terhadap Kenzo pun sudah lama hilang, Karena Kenzo memberitahunya secara gamblang bahwa dirinya tidak mungkin mencintai wanita lain selain Aura. Dari mulai saat itu Gea belajar untuk melupakan Kenzo sampai kini tak tersisia sedikit perasaanpun yang tertinggal.


__ADS_2