
Aura dibuat bingung lagi dengan sikap Kenzo, Setelah kesalah pahaman yang dibuat Diana, Dia tiba-tiba berubah menjadi perhatian kembali.
Mekipun begitu Aura masih cemas, karena seperti sebelumnya, Aura takut Kenzo akan kembali lagi menjadi pria dingin dan pemarah. Sebab hubungannya masih belum ada kejelasan, meskipun mereka sepasang suami istri, tapi belum ada kata cinta yang terlontar dari mulut mereka.
"Mau kemana?" Tanya Kenzo menggengam Tangan Aura. mencegahnya untuk meninggalkan tempat tidur.
"Aku harus bangun, ini sudah pagi." Jawab Aura, menoleh kearah Kenzo yang sudah bangun namun enggan membuka matanya.
"Aku masih ingin seperti ini." Kenzo menarik Aura hingga Aura kembali berbaring, lalu ia memeluknya.
Lagi-lagi jantungnya dibuat berdebar. sambil menatap wajah Kenzo dengan mata yang masih terpejam.
"Andaikan kamu terus seperti ini?" Ucapnya Dalam hati.
Kenzo membuka matanya, kemudian menatap Aura, dia seolah mendengar suara dari dalam hati Aura.
"Aku mencintai kamu." Ucapnya kemudian. Entah semalam Kenzo bermimpi Apa, tiba-tiba di pagi hari dia mengutarakan perasaannya.
Sepertinya dia tidak butuh jawaban dari Aura, karena perlahan bibirnya mendekat dan terjadilan pertukaran silva di pagi hari.
Tangannya menarik pakaian yang aura gunakan. sampai terlepasa dan tak ada lagi penghalang diantara keduanya.
Bibirnya terus turun menyusuri setiap inci leher Aura, lidahnya bergerak aktif menuju sela-sla dari dua gundukan yang menjadikan keindahan tersendiri.
Sura erangan, lenguhan, saling saut-menyaut, mengisi suasana pagi hari. Berlomba dengan kicauan burung di luar sana yang menyambut sang surya.
Deru nafas memacu untuk lebih cepat mencapai puncak dari segala puncak di dunia ini.
"Aahh...." Kenzo terkulai lemas dengan dada yang naik turun seirama.
"Aku mencintaimu Aura." Ucapnya lagi di sela-sela hembusan nafasnya. Dua sudut bibirnya terangkat memperlihatkan barisan gigi putihnya.
"Kenapa diam saja? kamu tidak mencintaiku?" Tanya Kenzo saat Aura hanya diam tidak memberikan jawabanya.
"Jika tidak, tidak mungkin aku melakukan ini denganmu." Jawb Aura.
Sejak memberikan seluruhnya untuk Kenzo, pada hari itu Aura sudah jatuh cinta. Namun melihat Kenzo yang sering berubah-ubah, membuat Aura tidak yakin dengan pernyataan cinta suaminya itu.
"Apa artinya itu? Kenapa sulit sekali aku untuk mengartikannya?" Tanya Kenzo, yang ingin mendengar kalimat yang sama seperti yang di ucapkannya keluar dari mulut Aura.
"Aku juga, mencintai kamu." Ucap Aura. kini mereka saling bertatapan.
"Aku akan coba percaya dengan kata cintamu, semoga tidak akan pernah berubah."
Kenzopun bangun dari tidurnya. memakai kembali pakaian yang tadi di bukanya.
"Kamu bisa tidur sebentar lagi, aku akan siapkan sarapan." Ucap Kenzo mengecup kening Aura.
...※※※※...
"Sayang, kamu bisa liburkan hari ini? Tanya Diana memainkan jari jemarinya di dada Keanu.
"Tidak bisa, tidak semudah saat papa yang memimpin." Jawab Kenzo.
"Huft... Andai saja kamu, pasti aku akan banyak menghabiskan waktu bersama kamu." Sudah lama Diana tidak menghabiskan waktunya bersama Keanu. Setelah beberpa masalah yang membuat kacau pikirannya, saat ini dia butuh refreshing.
"Itu tidak mungkin terjadi, meskipun aku yang memimpin. aku harus jadi panutan pegawai lainnya." Ucap Keanu.
"Iya, iya. Aku mengerti, hanya saja sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama."
__ADS_1
"Kita harus segera bangun, mama pasti butuh bantuan kamu." Keanu segera bangun dan meninggalkan tempat tidur.
Diana hanya menghembuskan nafasnya kasar, melihat Keanu yang pergi meninggalkan tempat tidur.
Padahal dia masih ingin bermesraan dan bermanja-manja dengan suaminya itu, namun nampaknya Keanu sedang tidak mood.
Akhir-akhir ini Kenau sibuk dengan pekerjaan dan dirinya sendiri. Ada saja alasan Keanu untuk menghindarinya. Bahkan setelah kepergian Aura pun Diana masih sulit meraih Keanu.
"Mah, kenapa banyak sekali orang?" Tanya Diana saat turun dari kamar menemui Siska.
Hari ini rumah siska sudah dipenuhi orang-orang yang akan mendekor halaman belakang untuk pesta ulang tahun pernikahanya.
"Kamu lupa, hari ini ulang tahun pernikahan mama dan papa." Jawab siska melototi menatunya.
"Ya ampun, maaf ma. Aku kira bukan malam ini." Diana menutup mulutnya, dia benar-benar lupa.
"Hhmm... pasti hadiah untuk mama juga kamu lupa?"
"Kalau itu aku tidak lupa, aku dan Keanu sudah mempersiapkannya. mama tenang saja." Ucap Diana merangkul siska.
"Ya sudah kita sarapan dulu!" Ajak Siska kepada Diana.
...※※※※...
Aura sedang membantu Kenzo memakaikan dasinya. Semenjak hubungannya kembali membaik, Kenzo tidak pernah menolak apapun perlakuan Aura untuknya.
"Kamu jangan lupa, nanti malam pesta ulang tahun pernikahan mama dan papa, Hari ini aku akan mencari hadiah untuk mereka." Ucap Aura.
"Kita cari hadiah bersama!" Kenzo ingin sekali menemani istrinya berbelanja, karena dia belum pernah melakukan itu.
"Tidak Ken, Kamu harus bekerja!"
Aura menarik nafasnya sebelum mencoba memanggil suaminya dengan panggilan barunya.
"Mas Kenzo!" Panggil Aura pelan.
Kenzo tersenyum saat Aura mengucapan namanya.
"Iya Sayang!" Jawab Kenzo yang di warnai gelak tawa dari Aura.
"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Kenzo yang juga sedang menahan tawanya.
"Lucu saja. mungkin karena belum terbiasa." Aura merasa geli sendiri harus memanggil Kenzo dengan panggilan barunya.
"Maka dari itu, mulai sekarang kamu harus membiasakan diri memanggilku mas Kenzo."
Aura memgantar suaminya sampai depan rumah, setelah menyelsaikan sarapan yang dibuat suaminya.
"Ya sudah sana cepat berangkat. Nanti siang aku ke kantor."
"Aku jalan dulua ya." Kenzo mengecup kening istrinya sebelum pergi, ini adalah kebiasan baru untuk Kenzo.
Aura berharap ini akan seterusnya Kenzo lakukan kepadanya. Setelah melihat Kenzo pergi, Aura masuk dan menutup pintu, kembali ke dapur untuk membersihkan bekas sarapan mereka.
Di rumah ini hanya ada mereka berdua, dan satu orang pembantu rumah tangga, itupun hanya datang satu minggu dua kali. Karena Aura masih sanggup untuk mengurus rumah, dan juga dia tidak memiliki kegiatan apapun.
tok...tok...tok....
Suara pintu rumahnya di ketuk. Aura bergegas membuka pintunya, karena dia pikir Kenzo yang datang kembali, mungkin ada sesuatu yang tertinggal.
__ADS_1
Namun begitu pintu di buka, Aura terkejut karena yang datang bukan suaminya.
"Keanu, ada perlu apa?" Tanya Aura bingung.
"Pagi Ra, Aku bawa kue, tadi mama titip untuk kamu." Keanu memberikan satu kotak kue untuk Aura.
"Ah..., Sampaikan terim kasih dariku." Ucapnya, mengambil Kue dari tangan Keanu.
"Aku pergi dulu, sampai bertemu nanti malam." Ucap Keanu tersenyum melambaikan tangannya.
Aura merasa ada yang aneh dari sikap Keanu, namun ia segera menyingkirkan pikirannya itu.
Sampai di dalam Aura membuka kue pemberian mamanya itu, namun saat ia membukanya, ia menjadi ragu jika kue itu dari mamanya.
"Kue ini kan kesukaanku, mama tidak mungkin tahu. Ah... Mungkin ini hanya kebetulan saja." Ucapnya sambil mencicipi satu potong kue itu.
Ini Kue yang selalu Keanu belikan saat Aura sedang lelah dengan tugas sekolahnya. pada saat itu harga kue ini sangat mahal, namun Keanu selalu menyisikan uang gajinya untuk membeli kue ini.
"Ada apa denganku, Kenapa aku harus mengingat masa lalu." Ucap Aura tersadar, sebab setiap gigitannya mengingat akan masa lalu bersama Keanu.
"Ya ampun, sudah jam segini, aku harus segera berangkat."
Aura terkejut saat melihta jam di dinding rumahnya. Dia pun bergegas mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kantor Kenzo.
Aura sudah sampai di parkiran, dia beberapa kali menelphon suaminya, namun tidak di juga diangkatnya.
Satu-satunya cara adalah dia harus masuk dan menghampiri Kenzo. Namun Aura sempat ragu sesaat, dia tidak ingin jika nanti bertemu dengan Keanu, setelah memakan kue itu, aura tak lepas dari memikirkan Keanu di masa lalu.
"Cari siapa bu?" Tanya salah satu pegawai kantor ini.
"Saya istri pak Kenzo. tunjuka saya ruangannya." Ucap Aura lugas.
"Baik bu, mari ikut saya."
Namun langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan dari seseorang di belakangnya.
"Biar saya saja yang mengantar."
Aurapun menoleh, dan ternyata orang yang ingin ia hindari ada di dekatnya.
Dengan terpaksa Aura menerima tawaran Keanu, untuk mengantarnya. Berjalan berdampingan dengan Keanu, membuat hatinya cemas.
Aura merasa menjadi pusat perhatian, karena semua karyawan yang ia lewati saat ini sedang menatap ke arahnya.
Mungkin pegawai yang tadi menyambutnya, telah menyebar informasi, menjadikan Aura gosip terhangat perusahaan.
"Kak Kenzo sedang rapat, kamu bisa tunggu di dalam. Mau aku temani?" Ucap Keanu menawarkan diri.
"Terima kasih, kamu bisa kembali bekerja." Tolak Aura.
Aurapun menunggu kenzo di dalam kantornya sendirian, karena tawaran Keanu telah di tolaknya.
Namun sepertinya Aura salah, Karena saat ini Keanu datang kembali dengan membawa dua cangkir minuman.
"Kopi late, kesukaan kamu." Keanu memebrikan minuman itu untuk Aura.
"Terima kasih, bukankah kamu harus bekerja?" Tanya Aura Ketika Kenzo sudah duduk di hadapan Aura.
"Pekerjaanku sudah selesai. aku bisa menemani kamu disini. Kebetulan Kak Kenzo masih agak lama." Ucap Keanu duduk dengan santai.
__ADS_1
Namun disini Aura yang gelisah, berada di dekat Keanu lagi, membuat hatinya kembali berdebar. apa lagi Keanu selalu membawa keenangan masa lalu, tadi pagi kue, dan saat ini kopi late.