AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Resmi Bercerai


__ADS_3

Kenzo masih merasakan berat dikepalanya, mungkin karena semalam dia terlalu banyak minum. Begitu masuk kedalam ruangannya, Kenzo segera duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi kebangganya. Cukup lama sampai matanya menatap ke satu arah, dan menyadari sudah ada map coklat tepat di hadapannya.


"Map apa lagi ini?" Tanyanya kesal, Karena baru saja kemarin dia berusrusan dengan map coklat yang sama, sampai membuatnya frustasi.


Dan benar saja, seperti dugaannya, map yang sama dengan isi yang sama pula. di pagi hari dengan kondisi tubuh yang masih lemah Kenzo harus dihadapkan dengan gugatan cerai dari istrinya lagi.


Kali ini kenzo merenungkannya, mempertibangkan dengan kepala dingin, Mengingat kembali saat kemarin secara jelas Aura mengatakan akan kembali bersama Keanu, namun saat menatap matanya terlihat bahwa Aura tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya, dia hanya ingin Agar Kenzo cepat untuk mengakhiri semuanya.


Sambil membaca surat gugatan itu dengan tangan kanan yang sudah memegang pulpen, siap untuk ia gorsekan di kertas gugatan itu.


"Kirim kembali surat ini." Ucap Kenzo kepada Sekertarisnya.


Selesailah tugas Kenzo mengenai gugatan dari istrinya. Selama ini dia merasa telah melakukan yang terbaik untuk Aura namun jika memang ini keinginan dari aura,maka Kenzo dengan terpaksa mengikutinya. Berusaha mempertahankan sudah ia lakukan, walaupun hasil yang nihil. Maka ia akan melepaskan demi rasa cintanya, untuk kebahagiaan Aura. Mungkin bersamanya tidak membuat Aura bahagia.


Kenzo meninggalkan ruangannya untuk menenangkan diri, dia butuh udara segar, diapun menaiki lift untuk naik ke rooftop bangunan kantornya.


Namun ternyata tidak hanya kenzo seorang diri, ada seseorang lagi yang lebih dulu berada disana.


"Sedang apa kamu disini?" Tanya Kenzo saat melihat gea sedang duduk dengan minuman di tangannya.


"Saya selalu disini setiap jam istirahat. Kalau pak Kenzo sendiri sedang apa disini?" Gea balik bertanya, sebab selama kerja disini baru sekali ini Gea melihat kenzo datang ke rooftop kantor.


"Kebetulan saja saya butuh udara segar. Saya tidak tahu kamu ada disini."


"Tidak masalah pak, lagi pula tak hanya saya, ada beberpa karyawan juga yang sering datang kesini." Ucap Gea sedikit canggung, setelah menedengar ucapan kenzo kemarin cukup menggorekan luka dihatinya.


Kenzo merasa hari ini Gea menjaga jarak darinya, dan Kenzo menyadari itu mungkin karena ucapannya kemarin.


"Ge, maafkan saya masalah bekal kemarin, saya tidak bermaksud seperti itu."


"Ah... tidak apa-apa, saya sudah melupakannya."


"Kamu melakukan itu karena Aura bukan?saya tidak ingin hubungan kita menjadi canggung gara-gara masalah kemarin"


"Pak Kenzo sudah tahu?" Tanya Gea terkejut,


"Sejak kapan Kenzo tahu bahwa ini semua permintaan Aura?"


"Ge, Aku sudah menganggap kamu seperti teman bahkan sahabat seperti halnya Densi juga Melly. Sahabat istriku maka sahabatku juga. jadi aku mau kamu berhenti bersikap seperti itu lagi. Meskipun aku dan aura telah bercerai, tapi aku masih sangat mencintainya." Lagi dan lagi Gea mendengar ucapan Kenzo yang kembali menusuk di hatinya. Memang dia melakukan itu atas permintaan Aura, namun yang sebnarnya dirinyapun menginginkan itu.

__ADS_1


"Maaf, telah membuat kamu tidak nyaman. Aku yakin suatu saat kamu bisa mendapatkan hati Aura lagi." Jawab Gea berusaha menahan air matanya agar tidak keluar di hadapan Kenzo.


"Aku permisi dulu." Gea tida bisa lagi membendungnya akhirnya dia pamit dan berlari menuju kamar mandi untuk menumpahkan airmata yang sudah berusaha ditahannya sejak tadi.


...****************...


Dengan wajah sembab Gea masuk kedalam Resto Denis untuk mencari keberadaan sahabatnya.


"Kamu kenapa Ge?" Tanya Denis yang melihat mata bengkak Gea. Namun Gea tak menghiraukan pertanyaan Denis dan lekas menaiki tangga.


Begitu pintu terbuka Gea langsung memeluk Melly yang saat itu sedang menonton acara kesukaannya.


"Mell, semuanya sia-sia." Ucap Gea di sela-sela tangisannya.


"Apa yang sia-sia Ge?" Tanya Melly mengusap punggung sahabatnya itu. Melly tidak tahu apa yang telah terjadi sehingga Gea mendatanginya dengan menangis.


"Kenzo menolakku lagi, dia mengatakan untuk aku berhenti memberi perhatian kepadanya karena dia pikir semua yang aku lakukan karena Aura. Padahal aku melakukan itu tulus dari hatiku ini. Dia juga mengatakan bahwa meskipun dia bercerai dengan Aura dia akan tetap mencintai aura." Gea bercerita dengan tersedu-sedu.


"Aku sudah katakan berulang kali, tidak akan mudah membuat Kenzo berplaing dari Aura. Hal ini yang selalu aku khwatirkan, kamu akan terluka lagi Ge." Melly sebagai sahabat sudah memperingati Gea, namun Gea tetap memaksa seolah ingin membuktikan sesuatu.


"Tapi Mell, aku tidak tahu apa bisa melupakan kenzo." Jawab Gea lirih.


"Kamu harus mencobanya, perlahan saja, karena Kenzo sudah membuat dinding dan akan sulit untuk kamu menghancurkan dinding itu."


"Sudahlah, lebih baik kamu minum dulu." Ucap Mellymemverikan segelas air.


"Makasih ya mell."


"Pasti kamu juga belum makan, kita turun, Denis pasti menunggu." Ajak melly kemudian.


"Kamu saja mell, aku masih kenyang. Aku akan pulang saja." Jawab Gea mengambil tasnya kemudian turun bersama Melly.


"Hati-hati ya." Ucap Melly mengantarkan gea sampai masuk kedalam mobilnya.


Melly menghela nafas panjang sebelum kembali masuk kedalam resto.


"Gea kenapa lagi?" Tanya Denis yang sudah penasaran sedari tadi.


"Biasa gara-gara Kenzo. Dia ditolak Kenzo lagi."

__ADS_1


"Sudah aku peringati berkali-kali, jadi beginikan akibatnya. Kedua sahabat kamu memang gila." Ejek Denis kepada ide Aura dan Gea.


"Huuushh... jangan sembarangan. Mereka sangat berarti untuk aku sayang." Jawab Melly cemberut.


Denis tersenyum gemas melihat Melly,


"Iya maaf, ayo kita makan." Ajak denis mencubit kedua pipi calon istrinya itu.


...****************...


Braaakk....


Suara pintu di buka Rian dengan kasarnya. Tanpa mengetuk ataupun permisi, Rian mendatangi ruangan Kenzo.


"Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa kamu melakukan hal yang di larang keluarga kita?" Dengan raut wajah marah Rian menanyakan alasan di balik berita perceraiaan yang di dengarnya, bahkan yang membuanya semakin marah dia mengetahui semua itu dari orang lain.


"Papa tenang dulu, Aku bisa jelaskan semuanya!" Jawab Kenzo segera berdiri mendekati Rian, mencoba meredakan amarah papanya.


"Apa lagi yang akan kamu jelaskan, Mau di simpan dimana wajah papa ini? Semua kerabat sudah mendengar kabar perceraian kalian. Kenapa kamu menyembunyikannya dari papa?" Kali ini Marah Rian tidak terkontrol. Memang pada dasarnya dia sangat membenci perceraian.


"Apa lagi yang harus aku lakukan sementara Aura terus mendesak ingin bercerai?" Tanya kenzo yang tak kalah kesalnya dengan Rian,


"Permasalahan apa yang tidak bisa kamu selesaikan?"


"Sudahlah pah memang aku dan Aura tidak ditakdirkan untuk bersama, lagi pula kita berawal dari perjodohan yang papa rencanakan sendiri. dan seperti inilah hasilnya."


"Jadi kamu menyalahkan papa atas semua ini?"


Rupanya ucapan kenzo disalah artikan papanya.


"Bukan seperti itu, hanya saja aku dan Aura sudah tidak ada kecocokan lagi."


Sejenak Rian terdiam, dia melihat wajah putranya yang sama dengannya, kesal,marah dan pastinya frustasi dengan keadaan ini.


"Kamu memang benar, jika saja papa tidak meminta kamu menikahi Aura, nungkin kamu akan mendapatkan wanita yang kamu inginkan." ucap Rian mereda.


"Sudahlah pah. Tidak usah khawatir. Aura juga mengatakan kerjasama perusahaan kita tidak akan ada yang berubah, hanya status kami saja yang tidak lagi bersama."


"Baiklah, papa tidak ingin ada masalah lainnya imbas dari perceraian kalian."

__ADS_1


"Baik pah." Jawab Kenzo mengiringi Rian keluar dari ruangannya.


Kenzo sudah bisa menebak, jika papanya marah bukan karena perceraiannya, tapi karena nasib perusahaan. Rian khawatir jika winston akan menarik sahamnya, karena perceraian mereka.


__ADS_2