AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Pertengkaran


__ADS_3

Berada di rumah sebesar ini, mungkin orang akan mengira sangat menyenangkan, banyak yang bisa di lakukan, terlebih semuanya serba ada di rumah ini. Namun berbeda dengan apa yang Aura rasakan. Dia seperti terpenjara di dalam kastil yang sangat besar, menunggu di selamatkan oleh sang oangeran, seperti dongeng yang selalu ia baca saat dirinya kecil.


"Mereka pasti mengkhawtirkanku." Keluh Aura saat teringat pada sahabatnya dan juga Kenzo.


Aura mengambil ponsel di atas nakas, kemudian mengetikan nama Melly di ponselnya. Bimbang dan ragu menyelimuti apa yang saat ini akan ia lakukan. Dia meyakinkan dirinya untuk memberitahu keberadaan dan kondisinya saat ini kepada Melly seorang, karena Melly adalah sahabat yang ia percayai.


Namun setelah berpikir ulang, Aura meletakan ponselnya kembali, ia urungkan rencana sebelumnya. Ia akan tetap pada rencana Awal yang telah ia sepekati bersama Seteven.


Suara ketukan pintu membuat Aura terperanjat. Dia lupa bahwa dirinya sedang menunggu seorang penata rambutvuntuk merubah gaya rambutnya, agar terlihat berbeda. Karena kini dirinya bukan lagi Aura winston Melainkan seorang istri dari pengusaha muda yang sangat sukses, bahakan di jadikan kiblat oleh pengusaha-pengusaha lainnya. LAURA GERALD.


"Saya ingin rambut saya di potong seukuran ini." Pinta Laura menyentuh bahunya. Yang berarti rambutnya akan di pangkas sangat banyak.


"Anda serius? Rambut anda sangat indah."


Memang berat harus membuang rambut panjangnya, apalagi kenzo sangat menyukai rambutnya. Namun ini demi misi yang akan ia jalani.


Cukup lama rambut Aura di tata, karena ia juga merubah warna rambutnya, warna hitam kesayangannya kimi berubah menjadi sedikit berwarna abu.


"Rupanya Seteven menyembunyikan kamu disini!" Seru Abigail masuk kedalam kamar Aura tanpa permisi, dan juga mengusir semua pelayan termasuk penata rambut dari kamar Aura.


"Sedang apa kamu disini?" Tanya Aura menatap pantulan Abigai di cermin. Tanpa menatapnya secara langsung.


"Trik apa yang kamu mainkan sampai Seteven berakhir dengan wanita sepertimu?" Dengan tatapan nya kesetiap detail tubuh Aura. Yang menurutnya tidak sebanding dengan apa yang milikinya.

__ADS_1


Aura menaikan sebelah bibirnya, kemudian dengan bantuan kaki memutar kursi sehingga berhadapan langsung dengan Abigail.


Sekarang giliran Aura yang balik menatap Abigai dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Yang jelas bukan trik murahan seperti yang kamu lakukan." Jawab Aura yang kemudian berdiri menjauh dan menghindar Abigail.


Mendengar itu bibir Abigail bergetar, kedua tangannya mengepal dengan seluruh emosinya. Baru kali ini dia merasa dihinakan oleh seorang wanita.


"Apa, murahan?" Abigail menarik Aura, lalu ia hadapkan Aura ke depan cermin besar yang ada di kamar itu.


"Lihatlah, bukankah kamu yang lebih murahan. Hamil, tanpa tahu siapa ayah dari anak yang ada di kandunganmu itu." Ucap Abigail mencengkram pundak Aura erat.


Aura meringis, kemudian dengan sekuat tenaga ia hempaskan kedua tangan abigail.


Aura sudah tersulut emosinya, kini Abigail tak hanya menghina dirinya dia juga menghina anak yang masih suci dalam kandungnya.


"Karena yang dia inginkan adalah seorang anak dari wanita yang sebanding dengannya, bukan dengan pelayan seperti kamu." Bisiknya tajam di telinga Abigail.


Suara deru nafas Abigail semakin cepat, kini kemarahannya sudah berada di puncak kepalanya. Ucapan Aura tak bisa ia sangakal karena memang kenyataanya seperti itu. Sudah bertahun-tahun mendampingi Seteven tak sekalipun Seteven menunjuk rasa cintanya karena dirinya hanya budak n***sunya saja.


Abigail yang kehilangan kata-katanya pergi membawa semua kemarahannya.


...****************...

__ADS_1


Keanu mengunjak pedal Rem begitu sampai di depan rumah Gea, Kemudian Keanu bergegas turun lalu dengan cepat ia sudah berada di depan pintu, menunggu Gea membukakan untuknya.


Tak berapa lama Gea pun membuka pintu, dan berlalu begitu saja, tanpa menyapa bahkan menyambunya.


Keanu sudah tahu bahwa Gea pasti akan seperti ini. Diapun mengikuti Gea, dan tak lupa menutup pintu terlebih dahulu.


Rupanya Gea tengah menonton televisi, dan dia kembali duduk dan fokus menatap layar besar di depannya. Suasana sangat sunyi, hanya suara dari televisi yang terdengar.


"Ge, Kenapa kamu diam saja?" Tanya Keanu yang membawa tangan Gea kedalam genggamannya.


Gea menoleh, melihat kedua bola mata Keanu yang terlihat sedih. Namun dia kembali mengingat betapa sedihnya juga dirinya saat Keanu membatalkan rencanannya saat Gea sudah berdandan cantik hanya untuk Keanu.


"Aku gak apa-apa." Jawab Gea menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Keanu.


"Kalau kamu seperti ini aku tidak tahu apa yang kamu rasakan." Ucap Keanu lagi.


Gea kembali menoleh dan menatap tajam kedua mata Keanu.


"Lalu, apa yang kamu lakukan, yang hanya diam tak memberitahu ku. Bahakan aku tahu dari orang lain." Ucap Gea kesal. dengan air mata yang sudah memenuhi pelupuknya.


"Aku minta maaf, hanya saja Aku tidak mau membuat kamu salah faham, lagi pula aku bersama kak Kenzo dan kak Denis."


"Aku selama ini diam saja setiap kamu membicarakan masalalu kamu dengan Aura, bahkan aku sudah hafal bagaimana kisah kalian bermula. Tapi aku anggap itu semua masa lalumu. Tapi yang kamu lakukan hari ini adalah kamu lebih memilih membatalkan kepergian kita dan mencari Aura. Aku tahu dengan mengatakan ini aku akan terlihat egois, tapi aku juga ingin kamu prioritaskan." Ucap Gea dengan airmata yang terus menetes, bahakan setelah ia usap pun air mata itu terus mengalir seakan tak ingin berhenti.

__ADS_1


Keanu menarik Gea kedalam pelukannya, Dia sangat merasa bersalah, dia tidak tahubkeputusan sepihaknya akan membuat Gea sedih dan tersakiti.


"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucapnya yang terus memeluk Gea erat.


__ADS_2