
Jasmine terbang langsung ke indonesia, setelah mendengar apa yang baru saja terjadi kepada anaknya. Awalnya dia sangat takut jika papanya mengambil lagi perusahaan yang telah di berikan untuk Aura, meskipun belum sepenuhnya di lepaskan oleh papanya. Namun saat mendengar kabar dari Haris, bahwa winston masih memberi kesempatan untuk Aura, Jasmine pun merasa lega.
Dengan langkah cepat Jasmine masuk mencari papanya. Dan dia tidak melihat ada papanya di ruang kerja.
"Kalian lihat papa?" Tanya Jasmine kepada dua pengawal yang berdiri di depan pintu ruang kerja winston.
"Tuan sedang di pavilium belakang." Jawab salah satu pengawal dengan kaku dan tanpa eksprsi. Jasmine jengah melihat itu semua. Dan dengan alasan itu jasmine lebih memilih tinggal di inggris, dari pada terus di ikuti pengawal yang entah apa fungsi mereka terus mengikutinya. dengan dalih menjaga keselamatan.
Setelah tahu dimana papanya berada, Jasmine segera menemuinya di pavilium belakang, yang tak jauh dari rumahnya.
Jasmine melihat papanya duduk di kursi goyang dengan menyesap cangklong yang sejak lama di milikinya. Jika sedang seperti itu, berarti papanya sedang memikirkan masalah berat di kepalanya. Dan biasanya papanya tidak bisa di ganggu.
Jasmine yang semula akan berterimakasih karena sudah memberikan kesempatan kepada Aura, akhirnya berputar balik, menundanya untuk mengatkan semua itu.
"Mendekatlah!" Ucap winston yang membuat Jasmine menghentikan langkahnya, lalu datang menghampiri.
"Pah," Sapanya dengan sedikit gemetar, Jasmine masih saja takut setiap berada di dekat papanya sendiri. Mungkin karena semua perlakuan winston kepadanya dulu.
"Jasmine ingin minta maaf karena kebodohan Aura, dan juga berterimakasih karena papa sudah memberi kesempatan untuk Aura." Lanjutnya.
"Ajari anak kecil itu. Sebenarnya dia tidak layak untuk menggantikan papa. jika saja dia tidak membuat penawaran itu, papa sudah mencabut semuanya." Ucap Winston dengan nada bicara yang keras dan juga tegas. Dia masih saja kesal jika mengingat apa yang telah terjadi. Apa lagi Aura menyandang nama belakang dirinya.
__ADS_1
Dari ucapan papanya, ada sesuatu yang Jasmine belum tahu, kesepakatan diantara papanya dan Aura yang tidak di ceritakan Haris.
"Penawaran? apa yang Aura tawarkan?" Tanya Jasmine.
"Kamu tidak perlu tahu." Ucap Winston yang langsung membuat jasmine terdiam dan tak berani bertanya lagi. Jasmine pun bersimpuh dan memegang tangan papanya.
"Apapun itu, Jasmine sangat berterimakasih kepada papa karena masih menjaga Aura." Ucapnya mencium kedua tangan papanya.
...****************...
Keanu menenteng pelastik yang berisi sarapan menuju tempat tinggal Gea, menu sarapan yang sama seperti yang ia berikan untuk Aura. Dia berniat untuk datang kembali menemui Gea sebelum berangkat menuju kantornya. Meskipun Gea mengatakan untuk tidak datang mengurusnya lagi, Keanu masih merasa harus bertanggung jawab, minimal dengan mengetahui kondisi Gea secara berkala, sampai Gea benar-benar sembuh.
"Kami lagi!" Ucap Gea saat melihat Keanu sudah ada di depan rumahnya.
"Kenapa kamu yang membukakan pintu?" Tanya Keanu yang menelusuri kedalam rumah Gea tanpa di persilahkan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Gea segera memutar kursi rodsnya mengejar Keanu masuk kedalam rumahnya.
Kenau melihat rumah Gea yang sedikit berantakan, apa lagi di bagian dapur, terlihat sekali bahwa tak ada satu orang pun dirumah ini selain Gea, itu berarti tidak ada orang yang Gea pekerjakan, seperti apa yang dikatakannya kemarin.
Gea menggigit bibirnya, dia panik. Kini Keanu tahu bahwa dia hanya seorang diri dari kemarin. Dapur yang berantakan itu adalah ulahnya. karena setelah kepulangan Keanu kemarin, tak ada yang membantunya. Sedangkan dirinya butuh makan dan minum. Alhasil tak ada satu makanan pun yang ia makan kecuali cemilan yang ada di dalam kulkasnya dan itu pun tak banyak.
__ADS_1
"Dimana orang yang kamu pekerjakan?" Tanya Keanu lagi.
Gea hanya menggelengkan kepalanya, lidahnya kaku, dia tidak bisa berbohong lagi kepada Keanu.
"Tidak ada!" Ucap Kenau mengartikan isyarat kepalanya.
Keanupun mengehala nafasnya kasar, kemudian bertolak pinggang. "Mulai saat ini aku yang akan menjaga kamu. tidak ada penolakan." Ucap Keanu dengan tegas.
Mendengar itu Hati Gea menjerit kegirangan, Dia sangat senang ada pria yang memaksakan kehendak untuk kebaikannya. Dia singkirkan semua pikiran-pikiran yang sejak kemarin mengganggu. Dia hanya ingin bahagia. Tidak salah menerima semua perhatian dari Keanu, bahkan Keanu bukan milik siapapun. Jika pada ujungnya dia akan tersakiti, biarlah itu menjadi urusannya nanti. yang terpenting baginya adalah hari ini. Hari yang sedng di jalaninya.
"Pasti kamu belum sarapan. Ini, aku sudah bawakan." Ucap Keanu membuka pelastik bawaannya. dan kemudian memberikannya kepada Gea.
"Kamu bisa makan sendiri kan? Aku harus membersihkan kekacawan yang kamu buat." Ucap Keanu menunjuk kearah dapurnya yang sudah berantakan.
Gea tak bisa untuk tidak tertawa melihat wajah Keanu yang menurutnya menggemaskan.
"Baiklah, maaf merepotkan." Jawab Gea di sela-sela tawanya.
Keanu pun ikut tertawa, dia merasa terhibur dengan melihat Gea tertawa. Seakan dia mendaptkan Aura positif dari Gea. dan melupakan kekecewaan yang tadi pagi ia dapat dari Aura yang mengabaikannya.
Ini pernah terjadi kepadanya saat pertama kali kabur dari rumahnya dan bertemu Auar. Orang yang dapat membuat dia melupakan kesedihannya. Dan kali ini terjadi lagi, namun dengan wanita yang berbeda.
__ADS_1