AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Tempat Hati Berlabuh


__ADS_3

Tahun demi tahun Keanu lewati tanpa sosok Aura lagi. Berat harus melupakan wanita yang pernah menolongnya di masa-masa sulit, menyemangatinya dalam menjalani kehidupan. Meski keberadaannya hanya sekejap, namun sangat membekas di hati Keanu.


Setelah kepergian Aura, Keanu kembali ke rumah mewahnya, kembali hidup bersama kedua orang tuannya, tanpa mengkhwatirkan masalah apapun.


Papanya masih mengizinkan Keanu untuk tetap berkuliah di kampus pilihannya, dengan satu syarat. Setelah lulus, Rian akan menugaskan Keanu mengatur perusahaannya di jerman. Dan itu di setujui Keanu.


Mengawali lagi kehidupan baru pasca kepergian Aura. Kesepian, kehampaan, kekosongan yang keanu kembali rasakan. Di masa-masa sulit itu ada sosok yang selalu memberikan semangat, selalu menemani, bahkan rela menunggu untuk Keanu. Meskipun pada awalnya keanu merasa tidak nyaman, namun Kenau tidak menampik bahwa dia berhutang banyak untuk Diana.


Diana sangat berusaha untuk menjadi pengganti Aura di hidup Keanu, walaupn sosok Aura tidak akan pernah terganti, setidaknya kehadiran dirinya perlahan bisa membuat Keanu melupakan Aura.


Meskipun cukup lama bagi Diana untuk bisa memasuki hati Keanu. Namun semua usahanya membuahkan hasil. Kini Kenau sudah miliknya.


"Happy aniversary...!" Diana menerobos masuk ke kamar Keanu, memberi kejutan dengan membawa cake dengan hiasan lilin angka 3. Yang artinya mereka sudah menjalin hubungan selama tiga tahun lamanya.


"Happy aniversary juga sayang." Mereka pun meniup lilin tersebut.


"Ah... maaf selalu saja kamu yang ingat hari ini!" Ucap Keanu sambil memberi suapan ke mulut Diana.


Memang kenau sring melupakan hari jadinya dengan Diana, namun tidak sekalipun Diana mengeluh.


"Hupt...aku sudah tahu, pasti kakak lupa hari ini." Ucap Diana memajukan bibirnya.


Keanu tersenyum, kemudian diapun berjalan membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah kotak.


"Aku ada hadiah untuk kamu." Keanu memberikan kotak tersebut kepada Diana, dengan senyuman yang sangat lebar Diana membuka kotak itu. Matanya berbinar melihat isi dari kotak tersebut.


Keanu memang selalu lupa hari jadinya tapi dia tidak pernah lupa menyiapkan hadiah untuk Diana.


"Cincin. sangat indah!" Ucapnya saat melihat isi kotak tersebut adalah sebuah cincin.


Keanu mengambil cincin itu lalu ia sematkan di jari manis Diana.


Diana tak bisa menyembunyikan kebahagiaanya dia tak bisa lepas dari senyumannya.


"Apa cincin ini ada artinya?" Tanya Diana dengan penuh harap.


"Aku mau kita menikah."


"Menikah?" Tanya diana seolah tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Kamu mau menikah denganku?" Keanu menggengam tangan Diana dan mengucapkan kembali ajakannya.


"Aku mau." Jawab Diana cepat. ini pertama kali dalam hubangannya, Keanu mengabil keputusan sendiri. Keputusan sesuai dengan keinginannya sendiri.


Diana mengingat kembali awal mereka bisa menjadi sepasang kekasih adalah, karena Diana yang mengutarakan rasa cintanya terlebih dahulu. Bahakan semua rencana apapun dalam hubungannya selalu Diana yang mengusulkan dan ini kali pertama Keanu memutuskannya sendiri. Dan Diana sangat bahagia akan hal itu.


...※※※※...


Keanu sudah memiliki rencana hidupnya, dia akan menikah dengan Diana, karena tidak ada wanita lain lagi di kehidupan Keanu selain Diana. Bahakan orang tuanya sudah sangat mengenal Diana, karena dia sering berkunjung kerumah Keanu.

__ADS_1


Namun sebuah pernikhan tentu harus atas izin kedua orang tua mereka. Kenau berharap Rian belum memilil rencana sendiri atas pernikahan Keanu.


Saat ini Keanu sedang berdiri menghadap Papanya, Keanu akan memberitahukan tentang hubungannya dengan Diana.


"Pah, aku akan menikahi Diana. Karena setelah lulus aku harus ke jerman, maka sebelum pergi aku akan menikah terlebih dahulu, dan berangkat ke Jerman bersma Diana."


"Kamu serius akan menikah? usia kamu masih muda, apa kamu sanggup menjalaninya. Karena papa tidak mau mendengar perceraian di keluarga ini." Rian sedikit terkejut anak bungsunya akan menikah mendahului sang kakak. dia ingin Keanu mempertimbangkan kembali, karena ada nama baik keluarga yang harus Keanu jaga.


"Aku sudah yakin, keputusanku sudah bulat." Jawab Keanu menatap mata papanya dia ingin papanya melihat keseriusan di dalam dirinya.


"Baiklah, kalau kamu sudah yakin!"


Setelah Keanu pergi, Rian memanggil istrinya dan membicarakan apa yang tadi ia bicarakan dengan Keanu.


"Mas, bukankah kita sudah punya rencana untuk Keanu."


"Iya, tapi Keanu dan Diana sudah lama bersama. rasanya tidak adil memaksa mereka untuk berpisah. Kita masih ada Kenzo."


"Iya, dia pasti tidak akan menolaknya." Ucap siska sepakat dengan suaminya.


Meskipun Rian sangat keras kepala, tapi Rian sangat mengutamakan rasa cinta, dia sangat menghargai itu, karean dia pernah merasakan perjuangan mempertahankan cintanya bersama siska di masa lalu.


...※※※※...


Memiliki dua sahabat yang kebetulan berasal dari negara yang sama, membuat Aura bahagia menjalani rutinitas kampusnya. bersama Melly dan Gea, Aura bisa melupakan Keanu.


Tidak banyak yang bisa Aura lakukan, dia bagaikan terpenjara. Ingin dia mendatangi Keanu, menanyakan sebabnya, namun terhalang jarak yang sangat jauh yang tak bisa ia tempuh. Bahakn untuk menanyakan lewat daring pun jari-jarinya menjadi kaku. karena Aura sudah tidak di inginkan lagi.


Aura melihat kebahagian di diri Keanu, Aura tidak ingin mengganggu itu, karena memang itu sudah keputusan Aura meninggalkan Keanu, dan keputusan Keanu untuk tidak menunggunya.


"Mereka akan menikah." Gumam Aura dalam hatinya.


Hatinya jelas sakit melihat kabar pernikahan mantan kekasihnya, meskipun tidak pernah ada kata putus terucap.


"Ada apa Ra?" Rupanya Melly dan Gea menyadari perubahan wajah Aura saat setelah membuka laptopnya.


Merekapun serentak melihat ke layar laptop Aura.


"Undangan pernikahan...!" Seru Melly dan Gea bersamaan.


"Lebih baik kita pergi dari sini, aku ada tempat seru!" Ajak Melly menutup laptop Aura.


"Ya, lebih baik kita ikut melly. hapus air mata ini babe!" Ucap Gea menghapus air mata yang telah membanjiri wajah Aura, tak lupa Gea pun memberikan masker untuk menutupi wajah Aura yang bengkak. Jika tidak, maka akan ada gosip beredar di kampus tentang Aura. itu jelas bukan gosip yang mengenakan.


"Aku turut bahagia Nu!" Ucap Aura sembari mengusap air matanya.


Sesuai rencana mereka bertiga pergi ke tempat yang melly tuduhkan. untuk melupakan semua kesedihan yang Aura rasakan tadi. Melly mengajaknya menonton live musik yang sudah menjadi rutinitas mingguan di kampusnya.


Baru kali ini Aura datang ketempat tersebut, karena jadwal live musik sama dengan jadwal klub bukunya.

__ADS_1


"Ra, kamu cari tempat duduk, Aku akan request lagu, dan Gea pesen makanan." Ucap Melly membagi tugas.


"Oke mel!"


Ketiga orang itu berpencar melakukan tugas masing-masing. Aura yang baru pertama kali datang, terlihat kebingungan memilih tempat, karena disna sangat acak, tidak ada satu tempat duduk pun. merka semua duduk di bawah dengan beralaskan bantal duduk.


Buugghhhh.....


Aura bertabrakan dengan seorang lelaki, yang menyebabkan semua yang di bawanya berceceran di bawah.


"Sorry, aku gak lihat kamu berdiri di sini." Ucap lelaki tersebut sembari membatu mengambil barang-barang Aura.


"Aku baik-baik saja." Jawab Aura menelisik menatap wajah pria tersebut namun terhalang topinya.


"Sepertinya kamu sedang kebingungan. di sana! kamu bisa ambil bantalan duduk." Unjuknya sedikit berlari meneruskan langkahnya. Seolah-olah sedang mengejar sesuatu.


Melly yang melihat Aura terjatuh berlari menghampiri.


"Kamu gak papa Ra? tadi siapa?" Tanya Melly nampak khawatir.


"Nggak tahu Mell." Ucap Aura mengangkat kedua bahu. Dan mengajak Melly duduk.


Mereka pun duduk di tempat yang sudah Aura pilih, tempat dimana dia tadi terjatuh. siap mendengarkan live musik sambil menikmati sore hari, dan menghilangkan semua kesediah Aura dengan lagu-lagu rock pilihan Melly.


"Sepertinya Laptop aku rusak deh!" Ucap Aura saat sedang mengecek kembali barang-baranya.


"Mungkin karena tadi terjatuh!" jawab melly


"Ra, anting kamu juga cuman sebelah!" Ucap Gea saat melihat telinga Aura. sontak saja Aura memegangi kedua daun telinganya, dan benar antingnya hanya ada sebelah.


"Anting aku? aduh, kemana sebelahnya?" Mereka bertiga pun mulai mencari di bawah, di sekitar tempat duduk mereka. Namun tidak satu pun dari mereka yang menemukannya.


"Argh... jangan-jangan tersangkut di coat lelaki tadi?" Aura mengingat kembali saat dirinya bertabrakan, telingannya memang terasa sedikit sakit, mungkin karena antingnya yang tertarik paksa.


"Bisa jadi, kamu kenal orangnya?" Tanya Gea, sebab jika tahu orangnya akan mudah untuk mencarinya.


"Aku gak tahu, bahkan wajahnya tertutup topi."


"Wah... kalau benar tersangkut di pakaianya, untung banget." Ucap Gea kemudian


"Kenapa jadi untung?" Tanya Melly yang tidak mengerti dengan maksud Gea.


"Itu limited babe, kalau di jual pasti mahal." Ucap gea menahan kesal karena melly tak memahami maksud ucapannya.


"Sayangnya ngak bisa sembarang jual, ada no serinya dan pasti ketahuan bahwa dia bukan pemilik anting tersebut. Kecuali dia jual di sembarang tempat." Aura menengahi kedua sahabatnya.


"Ah... sayang banget." Ucap Gea di sambut gelakan tawa Melly dan Aura.


Aura sangat berterimakasih karena memiliki kedua sahabat yang sangat peduli. meskipun mereka bertiga dari golongan yang berbeda. Melly yang mengandalkan beasiswanya, Gea yang mengandalkan bantuan kakaknya karena kakanya menikah dengan orang inggris yang kebetulan cukup berada. Dan Aura sendiri yang meskipun dia anak orang kaya tapi hidupnya tak sebebas Melly dan Gea.

__ADS_1


__ADS_2