AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Hamil


__ADS_3

"Kamu dari mana? kenapa jam segini baru datang."


"Aku banyak pekerjaan di kantor Di, sudah ya, aku mau mandi dulu."


"Pekerjaan macam apa di hari minggu?" Tanya Diana sedikit berteriak, Namun Keanu tidak meresponnya. Karena dia sudah berlalu dan masuk kedalam kamar mandi.


Diana yang seharian ini di tinggal Keanu, merasa terabaikan, dia kesal karena Keanu semakin berubah.


"Mau kemana lagi?" Tanya Diana saat Keanu sudah berpakaian rapi seperti hendak pergi.


"Aku ada keperluan, kamu tidak usah menungguku." Ucap Keanu membelai lembut kepala istrinya.


Diana hanya menghela napasnya melihat suaminya pergi.


Keanu bergegas membawa mobilnya kembali kerumah kakaknya. Namun dia mampir kesebuah minimarket untuk membeli ice cream kesukaan Aura. Karena jika Aura sedang sakit, atau bad mood pasti dia akan mencari sesuatu yang manis.


Keanu masuk kedalam rumah Aura dengan membawa pelastik berisi ice cream, namu tiba-tiba dia mendengar suara sesuatu dari arah kamar Aura.


Kenaupun segera berlari dan masuk kedalam kamar Aura.


"Kamu tidak apa-apa Ra?" Tanya Keanu memapah Aura menjauhi serpihan pecahan gelas.


Rupanya Aura memecahkan gelas ketika hendak minum. Keanu segera memberskan serpihan pecahan gelas yang berceceran di bawah dan mengambilkan kembali Air minum untuk Aura.


"Kenapa kamu ada disini? kamu tidak pulang?" Tanya Aura, karena yang ia tahu tadi Keanu sudah pulang.


"Aku pulang. Tidakkah kamu lihat aku sudah berganti pakaian?"


Aura melihat pakaian Keanu yang sudah berganti, dan itu artinya dia tidak lagi memakai pakaian kita.


"Iya sih, tapi kenapa kamu kembali lagi? Tanya Aura kemudian.


"Aku tidak tega meninggalkanmu sendiri. Apa lagi saat ini kondisi kamu sedang tidak baik."


"Bagaimana kalau Diana tahu kamu beradai disini, dia pastinakan semakin membenciku."


"Kamu tenang saja, Diana tidak mengetahuinya." Jawab Kenau.


"Itu dia. Kamu akan terbiasa membohonginya." Ucap Aura yang tidak ingin memperkeruh keadaanya bersama Diana.


"Tidak bisakah kamu menerima niat baiku. Aku belikan ice cream kesukaan kamu." Keanuberikan ice cream yang ia beli tadi.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu bersikap seperti ini?" Tanya aura sambil memakan ice creamnya


"Seperti apa?" Kenau balik bettanya, namun sebenarnya dai paham perkataan Aura.

__ADS_1


"Sudah lah, kamu pulang sana. aku bisa di sini sendiri." Auravtidak ingin menggabtukan diri lagi kepada Keanu. Dia khawatir jika perasaannya tumbuh kembali.


"Sebenarnya suami kamu kemana?"


"Suami aku itu kakak kamu Nu. jaga Ucapan kamu." Ucap Aura memalingkan wajahnya.


"Maaf, kamu istirahat saja, aku akan tidur di bawah."


"Kamu nggak akan pulang Nu?"


"Tidak, aku akan temani kamu dan besok aku akan mengantar kamu ke rumah sakit. Tidak ada penolakan." Ucap Kenau menyelimuti Aura kemudian pergi dari dalam kamar Aura.


"Tunggu Nu." panggil Aura kembali.


"Kamu bisa ambil selimut di lemari sana." Tunjuk Aura kepada Keanu.


Pagipun tiba, dia dibangunkan dengan bau harum dari arah dapur, rupanya Aura sudah bangun dan sedang membuat sarapan.


Keanupun menghampiri dan duduk menopang dagu melihat Aura yang sedang memasak. Susana seperti ini yang selalu ada di kepala Keanu sebagai gambaran kekuarganya, Namun Diana tidak pernah melakukan seperti itu.


"Bagaimana keadaan kamu Ra?" Tanya Keanu yang melihat Aura sudah segar kembali.


"Aku baik-baik saja. Kamu sarapan dulu sebelum pulang." Aura meberikan satu piring nasi goreng untuk Keanu.


"Aku sudah bilang akan mengantarkan kamu ke rumah sakit." Jawab Keanu menerima nasi goreng buatan aura.


"Biarkan saja aku bolos satu hari, lagi pula bosnya pun tidak akan datang bekerja."


"Terserah kamu Nu."


Merkapun melanjutkan sarapannya bersama, meski merka baru pertama lagi makan hanya berdua, namun tidak ada kecanggungan di anatara mereka.


"Aku sudah selesai. kamu bisa mandi di kamar mandi bawah, aku akan pinjamkan pakaian Kenzo."


"Tidak perlu, aku sudah bawa pakaianku sendiri." Memang Keanu sudah berencana untuk menginap dan diapun sudah menyiapkan keperluan pribadinya.


Aura sangat terkesan dengan sikap keanu, meskipun diantara mereka sudah tidak ada hubungan apapun, tapi Keanu masih saja mempedulikannya. walaupun hanya sebatas kakak ipar.


...※※※※...


Kenzo membuka ponselnya, karena terakhir dia membuka ponselnya ketika datang di negara ini.


"Aura tidak ada menelphon sama sekali." keluhnya ketika tidak ada satu panggilan masukpun dari Aura, tidak seperti sebelumnya.


"Keanu? ada apa dia menelphon sebanyak ini?" Tanyanya ketika melihat nama adiknya tertera di layar ponselnya. Karena tidak biasanya Keanu menelphon sebanyak ini.

__ADS_1


Namun bukannya menghubungi Keanu kembali, Kenzo justru mematikan ponselnya lagi. Karena dia akan segera naik pesawat untuk pulang.


Jadwal pulangnya di percepat karena dia tidak ada kepentingan lagi. Bahkan kedatangannya terbilang sia-sia, karena dia tidak menemukan apapun.


Menempuh perjalanan belasan jam, Akhirnya Keanu sampai. Namun saat masuk kedalam rumahnya dia tidak melihat Aura ada di dalamnya. Dia menjadinkhwatir, dia khawatir jika Aura pergi sama seperti dirinya.


Kenzo pun menghubungi ponsel Aura namu ponselnya tidak Aktif. Kemudian dia menelphon Keanu. entah mengapa, Karen adiknya yang tiba-tiba terlintas di kepalanya.


"Halo Nu, kamu dimana?" Tanya Kenzo


"Aku harusnya yang tanya, kakak kemana saja. Pasti kakak mencari kak Aura kan?" Bukannya menjawab Keanu justru balik bertanya. dia kesal karena baru sekarang kakanya menelphonnya kembali.


"Iya. Kamu tahu di mana dia?" Kenzo sedikit lega, karena setidaknya Aura tidak kabur.


"Kakak datang ke rumah sakit, kami ada disini." Keanu memberitahukan posisinya.


"Apa yang terjadi, mengapa kalian ada di rumah sakit?" Tanya Kenzo yang kembali khwatir dengan Aura.


"Nantipun kakak tahu." Ucap Kenau mematikan telphonnya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Kenzo di buat gelisah, dia sudah memeikirkan hal buruk telah terjadi kepada Aura. Dan itu menjadi alsan Aura tidak menelphonnya kemarin.


Kenzo berlari menuju ruangan yang di tunjukan Keanu.


"OBGYN?" Tanya Kenzo ketika membaca arah papan petunjuk.


"Mengapa Aura menemui Dokter kandungan?"


"Kakak!" Teriakan pelan dari seseorang yang memanggilnya.


Kenzopun mencari dan melihat Keanu sedang melambaikan tangan kearahnya.


"Nu, kenapa kamu bawa Aura kesini?" Tanya Kenzo penasaran.


"Menurut kakak kenapa Aura bisa berada di sini?"


"Apa Aura hamil?" Tebak Kenzo ragu-ragu.


"Kakak bisa masuk, karena Aura masih si dalam." Kenzopu hendak masuk namu ia terlintas pertanyaan yang membuat hatinya kesal.


"Nu, kenapa kamu yang harus bawa Aura kesini?" Tanynya mebalikan badan lagi mengarah ke Keanu.


"Kakak mau mama dan papa tahu, kalau kakak pergi tanpa pamit kepada kak Aura. dan mereka mengetahui kalau kakak dan kak Aura sedang ada masalah." Ucap Keanu mampu mendiamkan Kenzo seketika.


"Oke kakak mengerti." Ucap Kenzo menghela nafas kasar. Kemudian masuk kedalam ruangan Dokter untuk menemui Aura.

__ADS_1


Meski alasan yang di kemukakan Keanu masuk di akal dan Kenzopun memahaminya, namun di dalam hati kecilnya masih saja ada rasa ragu dan ketidak percayaan terhadap adiknya.


__ADS_2