AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Meminta Izin


__ADS_3

Siska masuk kedalam kamar Kenzo lalu mengunci pintunya dari dalam.


Buuggh...buuggh...


Sisak memukuli tubuh kenzo, yang terbaring tak sadarkan diri karena pengaruh alkohol.


"Bangun Ken. Sadar." teriak Siska namun dengan suara tak terlalu kencang.


"Kenapa kamu jadi seperti ini?" Ucapnya menarik pakaian Kenzo agar tebangun.


Namun Kenzo yang mabuk hanya melenguh, tak peduli apa yang mamanya lakukan.


Siska kesal melihat Kenzo lemah seperti ini karena seorang wanita. tidak terlintas sedikitpun di pikiran siska kenzo akan lemah kepada seorang wanita. Dia merasa menyesal telah membiarkan perjodohan itu pernah terjadi.


Setelah meluapkan kekesalan kepada Kenzo, siska pun keluar dari kamar Kenzo.


"Mam," Panggil Keanu saat baru saja keluar dari kamar Kenzo.


Siska menoleh dan berbalik menghampiri anaknya.


"Kamu belum tidur?" Tanya Siska.


"Bisa kita bicara." Ucap Kenau ragu. Keanu akan membicarakan hubungannya dengan Gea.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya siska khawatir, karena jarang sekali Keanu mendatanginya dengan wajah serius.

__ADS_1


"Aku akan memperkenalkan seseorang. Aku minta waktu mama dan papa." Lanjut Keanu yang membuat siska tercengang.


"Kamu akan menikah lagi? Kamu baru saja bercerai Nu." Siska tidak yakin dengan apa yang Kenau bicarakan. Dia hanya takut hubungan Keanu akan berakhir lagi.


"Kali ini aku sangat yakin. Dia wanita yang baik, dan aku sangat nyaman di dekatnya." Jelas Keanu kepada mamanya.


"Itu juga yang kamu katakan saat akan menikah dengan Diana." Sela Rian yang rupanya mendengar obrolan antara ibu dan anak itu.


"Papa, sejak kapan papa datang?" Tanya Siska yang terkejut melihat suaminya yang ternyata sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.


"Papa sudah dari tadi berada disini." Jawabnya kepada sang istri. "siapa wanita itu?" Tanyanya lagi kepada anaknya.


"Papa dan mama tidak mengenalnya, dia seorang yatim piatu." Jawab Keanu.


"Nu kamu sadar,itu bukan cinta. kamu dan Diana dulu juga seperti itu, kamu hanya merasa iba. Dan kali ini kamu bersama wanita yang sama." Ucap Siska, mengingat dulu saat Keanu mengenalkan Diana yang bukan siapapun ke tengah keluarganya, bahakan latar belakang Diana jauh berbeda dengan keluarganya.


"Tidak mam, pah. Aku benar-benar mencintai dia. mama dan papa bertemu saja dulu, nanti mama dan papa akan tahu betapa baiknya dia." Jelas Keanu yang kekeh dengan keputusannya.


"Baiklah, bawa dia bertemu kami. Tapi jika untuk menikah, kamu harus berpikir lebih jauh lagi. Apa lagi ada lexa, kamu harus mengambil tanggung jawab mengurus anakmu itu, dan calon istri kamu harus siap dengan itu semua." Ucap Rian menasehati anaknya.


...****************...


Hari ini adalah hari terakhir Aura ada di rumah sakit, kondisinya sudah membaik. dan di hari ini juga hubungannya dengan Seteven akan di publikasikan.


"Ini surat perjanjian kita." Ucap Seteven memberikan kertas berisi perjanjian.

__ADS_1


Aura menerima kertas dari tangan keanu, dan segera membacanya. Halaman demi halaman terus aura baca, tak ada yang aneh. rupanya Seteven sangat professional.


"Baiklah aku setuju, hanya saja aku ingin menambahkan satu poin lagi." Ucap Aura lalu menuliskan point tambahannya.


"Tes DNA?" Tanya Seteven menautkan kedua alisnya.


"Iya. Setelah anak ini lahir aku ingin segera melakukan tes DNA."


"Untuk Apa? Dia anakku!" Ucap tegas Seteven.


Aura terkekeh melihat reaksi Seteven.


"Terserah kamu saja. Setuju atau kita batalkan perjanjian ini." Jawab aura memberikan kembali surat perjanjian kepada Setevenm


Seteven sejenak mempertimbangkan syarat dari Aura, memang tidak sulit hanya saja akan melukai harga dirinya. Namun jika tidak menyetujui syarat yang Aura berikan maka nama baik nya dan perusahaan akan tercoreng.


"Baiklah, Aku setuju." Ucap Seteven mengalah.


Setelah mendengar keputusan dari Seteven Aura kembali mengambil surat itu lalu ia bubuhi tanda tangannya.


"Aku akan bersiap, silahkan kamu tunggu di luar." Ucap Aura mengusir Seteven secara halus.


Setelah Seteven keluar, barulah Aura menanggalkan pakaian rumah sakitnya, di ganti dengan pakaian yang Seteven bawa atas intruksi darinya.


Aura meminta beberpa hal untuk sedikit merubah penampilannya, Agar tidak terlalu terlihat seperti seorang Aura.

__ADS_1


Setelah itu, Aura melihat wajahnya di cermin yang menggantung, dia belajar merubah eksprsi wajahnya. Dengan tatapan tajam dan sinis, Aura mulai mendalami karakter barunya.


__ADS_2