AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Bertemu sang Pemilik Anting


__ADS_3

Keesokan harinya, Aura mengunjungi sahabat Kenzo. Dia datang ke resto milik Denis. dia ingin menanyakan tentang keberadaan suaminya, mungkin saja prihal kepergiannya ke inggris hanyalah alasan kenzo untuk menghindarinya saja.


Aura berharap Kenzo saat ini ada di tempat Denis. karena hanya Denis yang Aura tahu dekat dengan suaminya.


Aura sampai di depan resto milik Denis. Dia sempat ragu, karena dirinya belum pernah bertemu dengan Denis.


"Pak Denisnya ada?" Tanya Aura kepada salah satu pelayan di resto tersebut.


"Belum turun Mba, Paling 30 menitan lagi. Mau saya panggilkan?"


"Tidak usah, biar saya tunggu disini." Aurapun berniat untuk menunggu Denis


"Baik mba, mau pesan sesuatu?"


"Ice coffee late." Pelayan itu pun pergi, setelah Aura memesan minuman.


Setelah 30 menit menunggu, benar saja Denis turun dan pelayan tadi memberitahukan bahwa ada seorang wanita yang sedang menunggunya.


"Pak, ada yang cari. cewek, cantik lagi." Ucap pelayan tadi. menggoda Denis.


"Pacar baru ya pak?" Tanya pelayan sebelahnya.


"Hush... kalian ini." Denis di buat penasaran dengan yang di ucapkan pelayannya tadi.


Aura segera berdiri ketika Denis menghampiri mejanya. Diapun lekas mengulurkan tangan untuk memperkenalkan dirinya.


"Saya Aura, istri Kenzo!" Ucap Aura.


Denis sempat terkejut melihat Aura, karena Aura sangat berbeda dengan yang dilihatnya di fhoto yang pernah di tunjukan Kenzo.


"Saya Denis, silahkan duduk."


Denis sudah tahu dengan maksud kedatangan Aura. pasti dia akan menanyakan keberadaan suaminya. Denis menyayangkan sikap Kenzo yang memilih pergi dari pada menyelesaikan masalah dengan istrinya. Jika dia jadi Kenzo, dia tidak akan menyianyiakan wanita secantik ini. Bahkan sekarang dia menyadari, wajar bagi Keanu jika tidak bisa melupakan Aura. karena diapun akan demikian jika mempunyai mantan kekasih seperti Aura.


"Aku tahu kamu mengetahui keberadaan kenzo. Semalam setelah dia menerima telphon, dia pergi begitu saja, dan dia mengatakan akan bertemu seorang wanita. Aku tahu itu hanya alasan dia saja. Bukankah begitu?" Tanya Aura memastikan. sayangnya otu adalah kebenarannya, dan Denis merasa simpati terhadap Aura.


"Aku tidak tahu kalain sedang ada masalah apa, tapi lebih baik kamu tunggu saja Kenzo pulang. Dia mungkin butuh waktu sendiri dulu." Jawab Denis menyembunyikan keberadaan Kenzo.


"Aku sangat tidak mengerti Kenzo, mungkin karena aku memang baru mengenalnya beberapa bulan. Tapi kamu mungkin jauh lebih memahami Kenzo."


Denis menghela nafasnya, Dia pun sama, meski sudah mengenal kenzo sejak lama, dia belum terlalu memahami sahabatanya ini.


"Aku yakin Kamu nanti tahu cara mengerti Kenzo."


"Kamu benar tidak tahu kemana Kezno pergi, karena aku bingung harus cari dia kemana lagi. Kalau pun benar dia ke inggris, aku minta alamatnya." Aura tetap membujuk Densi, dia yakin Denis tahu sesuatu.

__ADS_1


"Sorry ra, aku benar-benar tidak tahu. kamu tunggu saja Kenzo di rumah, dia pasti akan pulang dan menyadari kesalahanya." Denis tidak tega melihat Aura yang sedih.


"Makasih Den, kamu sudah mau mendengar sedikit keluh kesahku."


Denis merasa sangat bersalah, harus berbohong kepada Aura. Namun jika di jujur, Kenzo pasti akan membencinya.


Aurapun pamit, dia keluar dari resto Denis, dia tidak tahu harus mencari kemana lagi, kemudian dia putuskan untuk pulang.


Sampai di rumahnya, dia melihat mobil Keanu terparkir di halaman rumahnya.


"Kenapa kamu selalu datang di saat aku sedang terlihat buruk." Keluh Aura.


"Nu, sudah lama disini?" Tanya Aura begitu masuk kedalam rumahnya.


"Aku baru sampai, tadi ada bi ningsih yang membukakan pintu." Jawab Keanu. jika tidak ada bi ningsih mungkin Kenau tidak akan masuk dan memilih untuk pulang.


"Ooh... Ada apa nu?"


"Mama titip ini." Keanu menyerahkan titipan mamanya kepada Aura.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya Keanu, yang melihat wajah pucat Aura.


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing, mungkin karena cuaca panas di luar sana." Jawab Aura sembari memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


"Ra, kamu kenapa?" Teriak Keanu menepuk-nepuk wajah Aura.


Dengan sigap Keanu mengangkat Aura dan di bawanya untuk berbaring di dalam kamarnya.


"Bi panggil dokter sekarang." Ucap Keanu kepada bi ningsih.


Bi ningsihpun segera mencari nomor dokter keluarga yang ada di samping telphon rumah. Kemudian dia menghubunginya untuk segera datang kerumah majikannya.


...※※※※...


Kenzo yang sudah datang di bandara, segera mengaktifkan ponselnya, dan dia melihat banyak panggilan tak terjawab dari Aura juga ada beberpa pesan dari Sahabatnya.


"Tadi Aura datang, dia mencari keberadaan loe. gw terpaksa berhohong, karena tidak ingin membuat dia sakit hati." Bunyi pesan dari Denis.


"Loe bodoh Ken, wanita secantik Aura loe acuhkan begitu saja. sekarang gw paham kenapa Keanu masih belum melupakan Aura." Pesan Denis berikutnya.


"Sial Denis. apa maksudnya pesan ini?" Tanya Keanu kesal setelah membaca pesan dari sahabatnya.


"Jangan bilang loe juga tertarik dengan istri gw. Awas aja loe Den." Ancam Kenzo menyematkan emot tinju untuk Denis.


"Makanya loe pulang, jaga istri loe dari para mata lelaki jomblo di luar sana. hahaha."

__ADS_1


Kenzo kembali mematikan ponselnya, dia kesal, karena Denis tidak mendukung dirinya.


"Arghh... kenapa gw kepikiran Auar." Ucap batin Kenzo.


Kenzo harus begegas, karena taksinya sudah menunggu dan akan mengantarkannya ke hotel yang sudah di bookingnya.


Sesampainya di kamar hotel Kenzo mengirim pesan, meberitahu Alex bahwa dirinya sudah sampai dan akan menemui wanita pemilik anting itu. Namun rupanya Alex sedang sibuk sehingga pesan Kenzo belum di balasnya.


Rencananya Alex akanmenemani Kenzo menemui wanita itu bersama. Namun Alex tak juga membalas pesan Kenzo. akhirnya Kenzo berangakt sendiri menemui wanita itu.


Malam ini rencananya dia bertemu dengan wanita misterius pemilik anting ini, sudah hampir dua tahun, akhirnya Kenzo bisa menamukannya.


Menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri, mencari sosok wanita yang ditunggunya, di kepalanya sudah banyak bayangan-bayangan wajah yang mungkin sama dengan aslinya.


"Hai, Pria anting?" Tanya seoarang wanita, yang datang menghampiri Kenzo.


"Betul, kamu wanita anting?" Tanya Kenzo kepada wanita yang ada di depannya.


"Iya. perkenalkan nama saya Gea." Ucap Gea menyebutkan namanya. Dia terpesona dengan ketampanan pria di depannya, dia tidak menyangka akan bertemu pria lebih dari ekspetasinya.


"Aduh Aura, kamu melewatkan pria sperti ini." ucapnya dalam hati.


"Saya Kenzo. silahkan duduk." jawab Kenzo. masih menatap lekat dua bola mata Gea, Karea selain anting, ciri wanita itu adalah kedua bola matanya. Kenzo pasti akan langsung mengenalinya.


"Ternyata kamu orang indonesia."


"Aku orang indonesia tapi tinggal disini. aku tidak menyangka kita akan di pertemukan kembali, setelah kejadian dulu."


"Maaf, dulu aku tidak sengaja meneabrak kamu. Ini, anting ini tersangkut di pakaianku. aku tidak bisa begitu saja membuangnya, karena ini terlihat mahal, dan mungkin sangat berarti." Kenzo menjnjukan anting yang selama ini selalu di simpannya dengan baik.


"Aku bersyukur, kamu masih menyimpannya, karena ini adalah hadiah dari mamiku." Ucap Gea hendak menganbil anting dari tangan Keanzo. Namun Kenzo kembali memasukkan antingnya dan tidak membiarkan di sentuh Gea.


"Tapi, sebelum itu aku ingin melihat anting sebelahnya. maaf sebelumnya bukannya tidak percaya, untuk berjaga-jaga saja." Ucap Kenzo. Sebenarnya Kenzo tidak yakin dengan Gea. apakah wanita ini adalah pemilik asli anting itu, atau dia hanya berpura-pura saja.


"Itu dia yang membuat aku sedih. Dan aku bersikeras untuk menemukan antingnya, karena aku juga kehilangan sebelahnya. Tapi, aku bisa tunjukan beberapa photo saat aku masih memakai anting itu dan juga setelah kehilangan sebelahnya."


Gea membuka galery photo di ponselnya, dia menujukan fhoto saat dirinya memegang anting itu, dan juga photo saat ia menggunakan anting itu.


"Ini kamu?" Tanya Kenzo kepada Photo Gea yang nampak samping. Karena tidak ada kemiripan sama sekali.


"Iya, ini aku saat masih menjalankan diet, agak tirus kan?" Gea sudah menduga Kenzo akan menyadarinya.


"Iya, seperti orang yang berbeda." Jawab Kenzo ragu.


"Banyak yang bilang begitu." Gea tersenyum berusaha menyembunyikan kecemasan didirinya.

__ADS_1


__ADS_2