AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Mencoba Untuk Tegar


__ADS_3

Bela duduk termenung di depan meja rias sambil memegangi ponselnya. Dia melihat sebuah photo yang baru masuk di ponselnya. setelah Aura mendengar kabar bahagia dari mama mertuanya. Aura turut bahagia mendengar kabar kehamilan Diana, namun jauh di lubuk hatinya menyimpan rasa sedih, rasa kecewa kepada dirinya sendiri karena tidak seberuntung Diana.


"Sayang, Kenapa melamun saja? kamu sudah siapkan?" Tanya Agam begitu masuk kedalam kamarnya.


Agam hendak memanggil istrinya untuk memberitahu bahwa sudah waktunya mereka berangkat. Kebetulan malam ini Mereka akan makan malam di luar rumah.


Namun saat masuk kedalam kamar, Agam melihat Aura sedang duduk melamun memandangi ponselnya. Bahkan kehadiran Agam saja tidak di rasakannya.


"Mama baru saja telphon, Diana masuk rumah sakit, dan ternyata Diana sedang mengandung, bahakan sudah menginjak 7 bulan tapi Diana tidak menyadarinya." Ucap Aura dengan tatapan lurus memandangi dirinya di pantulan cermin.


Keanu melihat ada kesedihan di mata istrinya saat menceritakan kehamilan Diana, Keanu hanya bisa membelai bahunya, sebab dia tidak ingin satu kata yang keluar dari mulutnya akan menambah kesedihan Aura.


"Nu, apa mungkin untuk aku bisa hamil lagi?" Tanya Aura mendongkakan wajahnya menatap Keanu.


"Kamu lupa apa kata dokter, dokter bilang, kamu bisa untuk hamil lagi. Jadi jangan khwatir ya sayang, lagi pula aku masih ingin berduaan dulu dengan kamu."


"Terima kasih ya Nu, kamu sudah mau bersabar."


Keanu memeluk istrinya yang kembali bersedih jika membahas tentang kehamilan.


Dia tahu bahwa Aura akan sulit memiliki anak secara normal. Kenzo bisa saja melakukan inseminasi, tapi dia tidak ingin membuat Aura merasa berkecil hati. Setidaknya jikapun ingin melakukan itu, maka atas keputusan berdua. Kenzo tidak ingin membuat Aura kembali lagi ke masa saat terpuruknya. Apa lagi kejadian itu baru saja berlalu dan masih bisa di hitung dengan jari.


...※※※※...


Ponselnya terlepas begitu saja saat setelah panggilan telphon berakhir. Keanu di buat terkejut dengan berita yang di sampaikan papanya. Berita kehamilan Diana sangat membuatnya frustasi. Di satu sisi dia ingin berpisah dengan Diana, Di sisi lain dia meragukan kehamilan istrinya.


Keanu ragu akan bayi yang saat ini ada di perut Diana, sebab Keanu mengetahui hubungan gelap istrinya dengan pria lain. Namun mengingat usia kehamilan Diana, ada debaran lain yang di rasakan jantungnya. sebab saat itu hubungan dengan Diana masih baik-baik saja.


"Apa mungkin Diana mengandung anakku?" Tanyanya dalam hati.

__ADS_1


Berpikir sendiri seperti ini hanya menambah pusing kepalanya, Keanu pun segera memesan tiket pesawat untuk kepulangannya ke Jakarta. Dia ingin segera menanyakan kepada Diana tentang siapa ayah dari anaknya.


Sampailah Keanu di Jakarta, Dia segera menaiki taksi dan dia juga minta diantar langsung kerumah sakit.


"Mah, bagaimana Diana?" Tanya Kenau begitu masuk kedalam kamar tempat Diana mendaptkan perawatan.


"Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan keturunan untuk keluarga ini." Siska segera memeluk Anaknya penuh rasa syukur. Kebahagiaan yang saat ini ia rasakan tidak akan pernah tergantikan dengan apapun di dunia ini.


Keanu hanya diam mendaptkan pelukan dari mamanya, jika saja ia tidak pernah tahu kelakuan Diana di belakangnya, pasti Dia akan menjadi pria paling bahagaia. Bahakan lebih dari yang orang tuanya rasakan.


"Kamu jaga Diana dengan baik, kamu perlakukan dia harus lebih dari sebelumnya. ingat, jangan pernah membuatnya bersedih, itu akan mempengaruhi bayi di dalam perutnya. Dia akan tahu bagaimana perlakuan papanya kepada mamanya meskipun dia didalam sana." Nasihat siska untuk Keanu yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


"Iya ma."


"Ya sudah, karena sudah ada kamu disini, mama dan papa akan pulang dulu, tapi kami pasti akan datang lagi." Ucap siska yang kemudian pergi mencari suaminya untuk pulang.


Keanu duduk lemas di kursi sebelah tempat tidur Diana. Ucapan mamanya seakan melarangnya untuk menanykan rasa keraguannya.


"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Keanu.


"Aku baik-baik saja, Nu ini bayi kita!" Ucap Diana membawa telapk tangan Keanu kemudian ia letakan di perutnya yang sedikit membuncit.


Keanu teresntak saat tangannya merasakan gerakan lembut dari dalam perut Diana.


"Kamu merasakannya Nu? Sepertinya anak kita senang dengan kedatangan kamu." Ucap Diana mengartikan gerakan dalam perutnya.


Keanu tersenyum kaku, dia tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Ada sesuatu yang akan meledak dalam hatinya.


"Apakah dia bergerak?" Tanya Keanu menahan senyumannya.

__ADS_1


"Iya dia menyambut papanya."


"Apa benar ini anakku?" Tanya Keanu lirih.


"Iya sayang, ini anak kamu. aku bisa bersumpah atas nama anak kita." Jawab Diana menyentuh wajah Keanu yang masih menatap kearah perutnya.


"Tidak sayang, aku percaya kamu." Ucap Keanu segera memeluk Diana.


Meskipun semula sempat ragu, Namun setelah merasakan gerakam lembut tadi ragunya hilang, perasaannya tidak mungkin salah, seolah ada ikatan yang saling tarik menarik antara Keanu dan bayi di dalam kandungan Diana.


...※※※※...


Di rumah, siska sibuk dengan pesta penyambutan untuk merayakan kehamilan menantunya. Dengan Dibantu Rian, mereka mendekor halaman belakang rumah.


"Pah, bagaimana jika perusahaan itu kita berikan kepada Keanu. Dia berhak dapat sesuatu. Lagi pula Keanu sudah banyak pengalamannya."


"Tetap saja, Papa akan membicarakannya dengan Kenzo, karena perusahaan itu sudah papa percayakan kepada Kenzo."


"Lebih baik biarkan Kenzo sedikit bersantai, jangan terlalu berat bekerja, supaya Aura bisa secepatnya memberi keturunan untuk kita."


"Iya ma, papa akan pertimbangkan. tapi mama jangan pernah bahas masalah ini dengan Kenzo langsung, serahkan saja pada papa. Dan juga saat nanti ada Aura jangan terlalu menunjukan rasa bahagia mama. karena Aura masih sedih setelah keprgian bayinya." Rian memperingati istrinya untuk lebih menjaga sikapnya nanti.


"Iya papa, mama juga tahu itu, tapi tetap saja aura harus ikut bahagia, mendengar kakak iparnya akan memiliki anak. ya ampun, ini sudah jam berapa, kenapa Kenzo dan Aura belum datang? mereka juga harus membantu menata meja ini." Tanya Siska kepada Rian.


"Tunggu saja, mungkin mereka terjebak macet."


selang beberapa lama, Kenzo dan Aurapun datang, berjalan sambil berpegangan tangan menyapa kedua orang tuanya yang tengah sibuk menyiapkan pesta menyambut kedatangan Diana.


"Nak Aura, tolong bantu mama di dapur." Ucap Siska memanggil Aura untuk membantunya memasak di dapur. Hal yang selalu Aura inginkan akhirnya terjadi, bisa dilibatkan dalam urusan perdapuran.

__ADS_1


Aurapun mendekati mertuanya. Mencoba untuk memendam rasa sedihnya, karena dia mengingat saat mama mertuanya menyiapkan hal yang sama untuknya. Namun Aura tetap Mencoba ikut turut bahagia, di tengah kesedihan hatinya.


Wajar saja jika Aura merasakan kesedihan disana, kini acara ini bukan untuk dirinya. bukan merayakan kehamilannya. Namun semua hal yang terlintas di pikirannya segera ia buang. Karena itu hanya akan menambah kesedihanya, menambah luka di hatinya.


__ADS_2