
Aura dan Gea sudah sampai hotel dimana pernikahan Melly akan di selenggarakan.
Dengan berbalut kebaya yang sudah di persiapkan mereka pun mendatangi kamar Melly.
Aura melihat melly sudah cantik bak ratu sejagat. Aura menjadi teringat saat dirinya menikah dengan Kenzo. dia tidak sebahagia seperti sahabatnya.
"Kamu cantik sekali." Puji Aura tersenyum bahagia.
"Aku deg-degan banget." Ucap Melly, memegang dadanya sendiri. memang melly terlihat sangat gelisah.
"Kamu tenang saja. coba atur pernafasanmu." Ucap Gea, yang menuntun Melly untuk bernafas dengan benar agar lebih relex.
Tak lama datang intruksi untuk membawa pengantin wanita menuju pelaminan. Melly dengan di dampingi Aura dan Gea di sebelah kiri dan kanannya masuk memuju ballroom, Terlihat di ujung jalan sana telah berdiri Denis siap menyambut kedatangan calon istrinya.
Denis terlihat sangat bahagia, apalagi senyumnya sudah mengembang begitu melihat kedatangan Melly.
Lagi-lagi Aura mengingat momen yang sama seperti itu, namun bedanya saat itu Aura tidak di sambut dengan senyuman oleh Kenzo.
"Kita duduk disana." Ucap Gea menarik lengan Aura untuk duduk di kursi yang telah di siapkan, dan mereka mengikuti semua rangkaian Acara pernikahan sahabatnya.
Aura duduk persisi di sebelah Gea dan juga kursi kosong di sebelahnya, entah milik siapa kursi itu. Aura menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri, ia bermaksud mencari Kenzo di tengah pesta pernikahan Sahabatnya.
"Kenapa Ra?" Tanya Gea yang melihat tingkah aneh Aura.
"Nggak apa-apa." Jawab Aura kembali memfokuskan pandangannya ke arah depan untuk melihat jalannya Acara pernikahan melly dan Denis.
"Aku ke toilet dulu ya Ge." Izin Aura kemudian kepada Gea, Lalu ia berjalan mencari toilet.
Sepanjang perjalanan menuju toilet, Mata Aura tak berhenti menyisir setiap sudut untuk mencari keberadaan Kenzo. Bukan Aura mengharapkan untuk bertemu dengan mantan suaminya disana. Melainkan Aura berharap untuk tidak bertemu dengannya.
"Mungkin saja dia tidak datang. Syukurlah kalah begitu." Ucap Aura sedikit lebih lega.
Kemudian ia pun kembali dari toilet ke tengah-tengah acara, Namun kakinya tiba-tiba menjadi ragu untuk terus melangkah, matanya tertuju kepada sosok yang saat ini sedang mengobrol ringan dengan sahabatnya.
__ADS_1
Aura bingung harus bersikap seperti apa, lanjut atau pergi dari acara yang sangat penting bagi sahabatnya.
Namun semuanya sudah terlambat, karena saat ini Kenzo sudah melihat keberadaanya.
Mengambil nafas dalam sebelum meneruskan langkahnya kembali ke tempat duduknya.
"Aku pikir kamu tidak datang." Ucap Kenzo pelan, namun masih terdengar jelas di telinga Aura.
"Tidak mungkin aku tidak menyaksikan acara penting Melly." Jawab Aura juga dengan nada pelan. Tidak mungkin baginya mengabaikan pertanyaan dari Kenzo yang jelas tepat disampingnya."
"Bagaimana kabar kamu?" Tanyanya lagi.
Aura menutup matanya, menarik nafas dalam, saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Kenzo lagi.
Dia sangat berharap bahwa Kenzo akan mengabaikannya, dari pada terlihat akrab seperti saat ini.
"Aku baik-baik saja." Jawab Aura tanpa menoleh sedikitpun.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Ucap Kenzo menanggapi lagi jawaban Aura.
Acara terus berjalan bahkan sampai malam nanti. Namun Aura terpaksa untuk pulang lebih Aual, Karena selain masalah pekerjaan yang sudah menunggunya dia juga tidak berada di tempat yang sama dengan Kenzo lebih lama lagi.
Dengan masih memakai kebaya, Aura menunggu jemputan dari Hani. Namun sudah beberapa menit dirinya menunggu, tak juga terlihat tanda-tanda kedatangan Asisten yang merangkap sebagai sekretarisnya itu.
Sampai Ponselnya tiba-tiba berdering.
"Halo, Kenapa belum sampai juga?" Tanya Aura Kesal saat mengangkat telphonnya.
"Maaf Bu, ban mobil Kempes, saya masih di bengkel, terpaksa anda harus naik taksi."
"Kenapa bisa kempes sih HANI?" Tanya Aura semakin kesal. Kenudian dia pun mematikan ponselnya dan hendak menghuhungi taksi.
Namun dirinya di kagetkan dengan suara yang sangat ia kenal dari arah belakangnya.
__ADS_1
"Sepertinya kamu sedang terburu-buru, bagaimana jika aku yang antar." Ucap Kenzo menawarkan bantuannya. Tak sengaja Kenzo melihat aura yang tengah gelisah, kemudian dia mendekatinya dan mendengar apa saja yang di ucapkannya.
Aura pun menolah dan sudah ada Kenzo di belakanya, sepertinya Kenzo mendengar semua yang di ucapkannya.
"Tidak perlu, aku bisa naik taksi." Jawab Aura acuh.
Kemudian sebuah mobil berhenti tepat didepannya, Rupanya itu adalah mobil milik Kenzo. Diapun membukaan pintu, mempersilahkan Aura untuk masuk kedalam mobil yang sepertinya baru di belinya, sebuah mobil sport keluaran terbaru, dan itu tidak di milikinya ketika masih menjadi suami Aura.
"Masuklah, sepertinya akan hujan." Ucap Kenzo kemudian.
Memang cuaca hari itu sudah mendung, awan hitam sudah berkumpul di sekitarnya. Aura sempat ragu, namun jika menolak sudah pasti dia akan telat untuk datang ke kantor sedangkan sebentar lagi tamunya pasti sudah datang.
"Baiklah, terimkasih." Ucap Aura yang kemudian masuk kedalam mobil Kenzo.
Aura pasrah, karena setelah Kenzo mengantarkan Auar, sudah pasti dia tahu tentang kepindahaan Aura, tentang pekerjaannya, bahwa saat ini Aura bekerja di kantor pusat twins grup. dan Mungkin masih banyak hal lain yang Kenzo akan ketahui.
"Aku harus antar kemana?" Sura Kenzo menanyakan tujuan Aura.
"Ke jln xxx." Jawab Aura dengan mata lurus kedepan, melihat jalanan yang sudah basah karena hujan.
"Bukan kah itu alamat kantor twins grup?" Tanya Kenzo lagi, yang juga tahu alamat kantor milik keluraga winston.
"Iya." Jawab Aura singkat tanpa penjelasan.
"Baiklah Aku akan antar kamu kesana." Ucap kenzo kemudian.
Kenzo masih penasaran dengan keperluan aura mendatangi kantor itu, karena dulu dia sering menghindar bahkan tak pernah turut hadir jika perusahaan itu mengadakan acara atau hal lainnya. tapi kali ini dengan sukarela Aura mendatangi kantor tersebut. Meskipun penasaran Kenzo tidak berani untuk menanykan lebih lanjut lagi, sebab saat ini dia bukan siapa-siapa bagi Aura.
Kenzo menginjak Rem ketika mereka sudah sampai di depan gedung kantor milik Keluarga winston. Maka berakhirlah pertemuan mereka di hari itu. Entah kapan lagi Kenzo akan kembali bertemu dengan Aura. Kembali duduk berdekatan lagi seperti saat ini.
"Terimakasih atas bantuannya." Ucap Aura, membangunkan Kenzo dari lamunannya.
"Sama-sama, aku senang membantu kamu." Jawab Kenzo kemudian pergi meninggalkan Aura yang masih mencerna kalimatbyang baru saja di ucapkannya.
__ADS_1
Aura sedikit tercengang, mendengar ucapan Kenzo karena ini bukan kali pertama Kenzo mengucapkan kata senang di hari ini. Sebelumnya dia juga mengatkan kata yang sama saat menanyakan kabar di pernikahan Melly, Aura tidak mengerti maksud kata senang yang di ucapkan Kenzo.
"Ayolah Aura itu hanya kalimat biasa." Suara hatinya, menyangkal semua pikiran-pikirannya. sampai Aura tersadar dan membuang pikiran yang tadi mengganggunya.