
Aura sedang bersandar di sofa dengan selimut menutup setengah tubuhnya. Setelah meminum obat yang di belikan Keanu, Aura merasakan kantuk, mungkin kandungan obat itu membuatnya agar bisa beristirahat.
Tiba-tiba Suara ponsel Aura berbunyi. dengan Cepat Keanu menolak panggilan itu tanpa tahu siapa yang menelphon Aura. Karena dia tidak ingin Aura yang baru saja tertidur harus terbangun.
Namun Lagi-lagi ponsel Aura berbunyi, dan Keanu pun melihat Nama Melly yang menelphonnya, dengan ragu Keanu pun menggesernya dan menjawab panggilan dari Melly,
"Hallo..." Ucap Keanu pelan.
Melly di sebrang sana nampak terkejut karena yang mengangkat telphonnya seorang pria, dan dari suaranya sepertinya tidak asing lagi.
"Keanu, kenapa kamu bisa...." Tanya Melly yang terpotong karena suara Aura tiba-tiba saja terdengar dari ponselnya.
"Hallo mel, kamu sudah pulang?" Tanya Aura yang mengambil ponsel dari tangan Keanu.
Mata Aura penuh Tanya menatap kearah Keanu. Namun Keanu hanya mengangkat kedua bahunya, lalu memebri ruang untuk Aura berbicara dengan Melly.
Aura menutup telphonnya begitu melly mengatakan tujuan menelphonnya, hatinya cukup lega karena Melly tidak menanyakan tentang Keanu yang mengangkat ponselnya.
"Kenapa kamu menjawab panggilan itu Nu?" Kesal aura karena Keanu telah berani memegang ponselnya.
"Tadi ponsel kamu tiak berhenti berdering, sedangkan aku tidak ingin kamu terganggu, jadi terpaksa aku mengangkat telphonnya. dan aku pikir itu tidak masalah, karena yang menelphon adalah melly."
"Sudahlah, itu sudah terjadi, lebih baik kamu pulang, Terimakasih untuk hari ini." Ucap Aura sambil memasukan ponselnya kedalam tas hendak pergi menemui Melly.
Keanu tidak bisa membiarkan Aura pergi saat kondisinya sedang tidak baik.
"Kamu mau kemana? kamu sedang tidak sehat Ra." Cegah Keanu saat tahu Bahwa Aura akan pergi.
"Aku harus menemui Melly, sebaiknya kamu juga pulang." Ucap Aura melanglang kearah pintu.
"Tunggu!" Ucap kenau menahan tangan Aura. "Aku antar, pengaruh obat tadi sepertinya belum hilang." Lanjut Keanu mengajukan dirinya. dia takut terjadi hal buruk dalam perjalanannya.
langkah kakinya terhenti, kemudian Aura berbalik dan menatap tangannya yang di genggam erat keanu .
"Tidak perlu, aku sudah lebih baik." Tolak Aura melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Aku memaksa." Jawab Keanu yang kemudian merebut kunci mobil Aura dari tangannya. lalu keluar mendahului Aura.
Aura tidak bisa berbuat apa-apa, selain menurut dan membiarkan Keanu mengantarkannya.
...****************...
Kenzo sudah berdiri di depan kaca jendela yang mengarah ke tempat parkir resto milik Denis, dia sempat mencuri dengar saat Melly menelphon Aura, Tadi Dengan jelas Kenzo mendengar melly menyebutkan nama Keanu, dan Dibenaknya kini sedang membayangkan adiknya sedang bersama mantan istrinya.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" Tanyanya geram.
Kenzo terus saja mengeluarkan pertanyan-pertanyaan yang membuatnya gundah. berbagai kemungkinan yang sudah membuat hatinya patah.
Tibalah sebuah mobil yang kenzopun sudah tahu siapa pemiliknya. dia memfokuskan pandangannya, hatinya cemas, detik demi detik seakan berjalan lambat. seorang pria keluar dan membukakan pintu untuk si wanita. Kemudian sang pria masuk kembali dan pergi dengan mobilnya. Benar saja dugaannya Ternyata Aura datang dengan diantar oleh Keanu.
Cemburu, ya... itu yang saat ini Kenzo rasakan, belum lagi pria yang kemarin dilihatnya bersama Aura di salah satu resto bintang lima. dan hari ini dia kembali melihat pria lain bersama Aura. Tak terasa tangannya mencengkram dengan kuat melampiaskan rasa kesal dan juga marahnya.
Semua orang menatap kearah pintu yang terbuka, kecuali Kenzo, dia sengaja membuang wajahnya, dia menghindar untuk melihat Aura.
"Hai Ra..." Ucap Melly yang segera menghampiri Aura dan memeluknya.
"Hai Ra..." Sapa Denis dan juga Gea yang berada disana, Namun tidak dengan Kenzo, dia hanya sedikit mengangkat bibirnya, tanpa menyapa.
"Duduk sini." Ucap Gea menepuk tempat kosong di sampingnya dan itu tepat di depan Kenzo. Terpaksa Aurapun duduk di tempat itu, karena hanya tempat itu yang tersisa.
"Ini buat kamu Ra," Melly memberikan oleh-oleh untuk Aura.
Aura tersenyum menerimanya, dengan mata tetap sesekali melirik Kenzo yang masih fokus menatap posnelnya.
Denis menangkap sinyal-sinyal aneh diantara sikap Kenzo juga Aura, kemudian iapun mengajak istrinya dan juga Gea untuk memberi ruang untuk Kenzo dan Aura menyelesaikan masalahnya.
"Sayang, bantu aku bawa cemilan dibawah, kamu juga Ge." Ucap Denis dengan mengedipkan matanya memberi kode.
Untung saja Gea dan Melly mengerti dan mengikuti Denis. Kini tersisa Aura dan Kenzo saja dia sana.
Suasana menjadi hening, Aura hanya diam sesekali melirikan mata kepada Kenzo, sedangkan Kenzo masih memainkan ponselnya, menahan kepalanya untuk tidak mengangkat dan melihat Aura.
__ADS_1
Aura gugup karena apa yang telah terjadi dianatara mereka berdua beberapa malam yang lalu.
"Soal malam itu, anggap saja sebuah kesalahan." Ucap Aura sambil mendundukan kepala merasa malu dengan ciumannya malam itu.
Kenzo mengangkat kepalanya perlahan, segaris senyumnya terlihat walaupun hanya sebentar, ternyata Aura masih memikirkan malam itu, malam yang membuat dirinya pun menjadi gundah gulana.
"Baiklah, anggap itu sebagai kesalahan." Ucapnya, memang diapun tidak beraharap lebih atas kejadian itu.
Kenzopun berdiri dan hendak meninggalkan Aura, Namun rasa penasaran akan apa yang di lihatnya tadi mampu menghentikan langkahnya.
"Ternyata kalian kembali bersama." Ucap Kenzo yang kemudian berbalik menghadap Aura lagi.
Aura tertegun dengan apa yang di maksud Kenzo.
"Apa maksud kamu?" Tanya Aura bingung. Aura sama sekali tidak mengerti.
"Aku harap kamu tidak salah dengan pilihan kamu. semoga kamu bahagia." Lanjut Kenzo, yang kemudian meneruskan langkahnya.
Kini Aura mengerti, yang di maksud Kenzo adalah dirinya dan Keanu.
"Tunggu, kamu salah paham. aku dan Keanu tidak memiliki hubungan apapun." Ucap Aura dengan nada sedikit berteriak, karena Kenzo sudah menjauh darinya.
Aurapun segera berlari dan mengejar Kenzo. dia tidak ingin ada kesalah pahaman, apa lagi Keanu adalah adiknya, Aura tidak ingin mereka kembali bermusuhan karena dirinya.
"Aku dan Keanu hanya berteman. Aku mohon kamu tidak salah paham lagi." Jelas Aura, yang kini tepat di belakang Kenzo.
Kenzopun berbalik menghadap Aura, sehingga dua pasang mata mereka beradu. Terlihat kerinduan ada di mata mereka masing-masing.
"Bagaimana denganku? Apakah aku bisa menjadi teman seperi Keanu?" Tanya Kenzo.
Aura membelakan matanya, tiba-tiba ada debaran keras di dadanya. Pertanyaan Kenzo seakan menjadi pernyataan cinta baginya.
"Oh tuhan... ada apa dengan diriku ini?" Teriak Aura dalam hatinya.
"Baiklah, teman!" Ucap Aura mengulurkan tangannya menunggu jabatan tangan dari Kenzo.
__ADS_1
Kenzo pun tersenyum lebar sambil menerima uluran Tangan Aura. Kini mereka saling berjabat tangan, mengesahkan status mereka menjadi teman, bukan lagi mantan suami ataupun mantan istri.