
Semua sahabat Aura sudah berkumpul, mereka terlihat sangat sibuk karena mempersiapkan pesta penyambutan yang cukup sederhana untuk Aura.
Menurut Keanu, Kakaknya memberitahukan bahwa hari ini Dia akan membawa Aura dan anaknya untuk pulang. Hanya saja untuk sementara mereka akan tinggal di apartemen Aura, sampai ada obrolan lebih Lanjut tentang masa depan hubungan mereka.
"Tolong bantu aku menempelkan ini." Teriak Gea kesulitan untuk menempelkan dekorasi.
Semua orang sudah memiliki tugasnya masing-masing, Sehingga tak ada yang mendengarkan permintaan Gea, Kecuali Keanu yang kini menunggalkan pekerjaannya dan menghampiri Gea. Padahal ada Denis dan Melly yang posisinya sangat dekat dengan Gea.
"Aku bantu." Ucap Keanu mengambil alih pekerjaan Gea.
"Hati-hati Nu." Ucap Gea saat Keanu mulai naik.
"Makanan datang." Melly membawa beberpa box makanan.
Melly sengaja memesan makanan online dari restonya sendiri.
Karena sejak tadi mereka belum memakan apapaun, mereka pun segera meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri melly dan mengambil jatah makanan masing-masing.
"Nu, orang tua kamu sudah tahu tentang Aura dan Kenzo?" Tanya Denis yang sejak kemarin penasaran dengan hal itu.
"Belum, biarkan itu menjadi urusan Kak Kenzo.
"Kamu betul, jangan turut campur menjelaskan hubungan mereka. biar orang tua kamu tahu dari Kenzo langsung." Melly sependapat dengan Keanu, karena hubungan Keanu dan Gea sudah mendaptkan lampu hijau, Melly tidak mau jika Keanu ikut dalam masalah Aura akan berdampak bagi hubungannya dengan Gea. Dan Melly tidak ingin membuat Gea sedih dan kecewa lagi.
"Menurutku kali ini mama dan papa akan menyetujui mereka, apa lagi ada keluarga baru yang akan mereka perkenalkan." Gea sangat yakin Aura da Kenzo akan mendaptkan restu, karena mereka telah melewati ujian yang cukup berat. Rasanya tak adil jika mereka masih saja mendaptkan kesulitan.
"Sudah lah, Ayo habiskan makananya, kita lanjut lagi, karena sebentar lagi mereka datang." Keanu menyudahi obrolan tentang bagaimana tanggapan orang tuanya nanti, jika bertemu dengan Aura lagi.
Karena mereka hanya bisa menebak, dan tidak tahu apa yang orang tuanya inginkan.
'
...****************...
__ADS_1
Tibalah Aura dan Kenzo di bandara, dengan membawa kezara di pelukannya, mereka terlihat sangat bahagia, terlihat senyuman penuh haru ketika mata menatap sang bayi mungil, seolah ini semua hanya mimpi, karena kehadiran Kezara melewati proses yang sangat sulit.
Berjalan merangkul Aura, Kenzo merasa saat ini dia sebagai pelindung bagi dua perempuan ini. Dia berjanji akan selai menjaga dan tak kan mernah menyakiti Aura dan anaknya lagi. Akan memperjuangkan mereka di hadapan kedua orang tuanya, karena hanya itu masalah yang harus ia hadapi.
"Aura..." Suara Gea dan Melly memanggil.
Mereka pun segera berlari untuk mendekat, kemudian berpelukan.
"Ya ampun, lucu sekali." Gemas Gea ketika melihat Kezara di pelukan Aura.
"Bagaimana kabar kamu Ra?" Tanya Melly dengan air mata yang sudah menetes namun bibir tetap tersenyum. Melly merasa sangat merindukan Aura, bagaimana selama berbulan-bulan dia selalu mencemaskan sahabatnya itu.
"Aku, baik-baik saja. kalian apa kabar?"
"Kami semua baik, dan sangat merindukanmu." Jawab Gea yang kembali memeluk Aura.
Melihat Aura yang datang dengan menggendong bayi, ingatannya pun kembali ke beberpa bulan saat Keanu merahasiakannya. wajar saja jika Keanu ingin membantu Aura, karena pasti dia tidak tega membiarkan Aura dalam kesulitan. Sama halnya dulu, saat dirinya harus hidup sebatang kara, ada Melly dan Denis yang bersedia menampung dirinya sementara waktu.
"Sudah, kangen-kangenannya di rumah saja, kasihan Bayi Kezara." Ucap Keanu dengan candaannya, yang membuat mereka tertawa mendengarnya.
Aura terperangah, karena apartemennya di sulap, penuh dekorasi bernuansa pink.
"Wah... kalian menyiapkan semua ini?" Tanya Aura terharu.
Aura sangat senang karena akhirnya kembali ke tempat asalnya, ketempat penuh kenyamanan bersama para sahabatnya. Setelah merasakan kesendirian di belahan dunia lain, kemudian berjuang sendiri, dan akhirnya bisa pulang kembali itu semua patut ia syukuri, karena telah berhasil melewati masa-masa sulitnya.
...****************...
Kenzo harus segera bicara kepada orang tuanya tentang keadaan sesungguhnya. Dia akan bicara kepada sang papa terlebih dahulu, karena menurutnya Rian lebih bijaksana, dan pasti tidak akan terbawa emosi seperti mamanya.
tok...tok...tok...
Kenzo mengetuk pintu ruang kerja Rian. Dia tahu sebagai waktu papanya di habiskan di ruangan itu.
__ADS_1
Mendorong handel pintu ketika suara Rian terdengar mempersilahkannya untuk masuk.
"Akhirnya kamu pulang." Kalimat pertama yang terucap dari mulut papanya. Karena kenzo pergi tanpa kabar sama sekali, Rian hanya tahu Kenzo pergi karena pekerjaannya.
"Bagaimana, semuanya lancar?" Tanya Rian, karena jarang sekali anaknya datang ke ruangannya dengan wajah tegang, jika bukan akan mengatakan hal yang sangat penting.
"Pah, aku akan menikah." Ucapnya sebagai pembuka pembicaraan.
Rian nampak terkejut, karena selama ini Kenzo selalu menghindari pembicaraan tentang pernikahan.
"Baik, kenalkan kepada kami." Jawab Rian santai, karena ia belum tahu siapa wanita yang akan di nikahi Kenzo.
"Aku akan rujuk dengan Aura." wajah Rian seketika berubah, ia sangat terkejut mendengarnya. Bukannya tak mau berbesanan lagi dengan keluarga winston, namun ia takut kenzo akan berpisah lagi.
"Aku sudah memikirkannya, perceraian itu membuat ku sadar bahwa aku memang sangat mencintai Aura. Jadi aku minta restu papa."
Rian hanya terdiam mencerna ucapan anaknya, sementara Kenzo menunggu dengan cemas dan penuh harapan.
"Kamu yakin dengan keputusan kamu? kalian sebelumnya pernah gagal,dan papa tidak punya muka lagi di hadapan pak Winston, kamu pun tahu itu."
"Aku sudah sangat yakin pah, dan satu hal lagi yang papa harus tahu, mungkin ini akan lebih mengejutkan." Kenzo memberikan satu lembar photo bayi.
Rian terbelak, melihat bayi mungil di pangkuan Kenzo, persis seperti wajah Kenzo saat bayi. saat pertama kali ia menggendongnya.
Kemudian menghembuskan nafas beratnya, karena anak sulungnya telah melakukan kesalah besar.
"Kamu sadar apa yang telah kamu lakukan?" Rain kecewa dengan perbuatan Kenzo.
"Aku tahu, aku salah. Tapi ini adalah anugrah, bukankah papa sangat tahu bagaimana kondisi Aura, selama kami menjalin rumah tangga kami selalu berusaha untuk mempunyai keturunan sampai kita memutuskan untuk bercerai karena hal itu. Dan Kezara hadir di tengah-tengah kami yang sudah bercerai, itu artinya kami memang harus bersama."
"Baiklah jika itu sudah keputusan kamu. Dan papa tidak akan menerima perceraian lagi."
"Terimakasih pah, aku janji akan menjaga Aura dan anak kami. dan aku pastikan papa tidak akan mendengar lagi kata itu."
__ADS_1
Kenzo pun keluar dari ruangan kerja Rian, setelah mendapatkan persetujuan Rian, kini tersisa satu, yaitu memberitahu tentang ini kepada sang mama.