
Bagaimana makan malamnya? Kamu tidak membuat Gea kelaparan dengan pergi begitu saja?" Tanya Aura begitu Kenzo masuk kedalam kamarnya.
"Ra, kamu kenapa? ada apa? Ayo kita bicarakan!" Kenzo melihat istrinya sedang tidak baik-baik saja. Ada sesuatu hal yang disembunyikan Aura.
"Aku baik-baik saja, tidak ada yang harus di bicarakan." Jawab Aura menolak.
"Lantas kenapa kamu pulang bersama Melly? kamu kan bisa pulang denganku." Sorot mata Kenzo mengikuti setiap langkah pergerakan.
"Aku sengaja meninggalkan kamu dengan Gea." Ucap Aura dengan santai, seolah itu bukan hal menyakitkan baginya. Namun wanita mana yang tidak sakit melihat suaminya berduaan dengan wanita lain, meskipun itu rencananya sendiri.
"Sengaja? maksud kamu apa? aku tidak memahaminya." Kenzo semaik tidak paham dengan arah pembicaraan istrinya.
"Aku ingin kalian lebih dekat lagi."
"Tapi untuk apa Ra?"
"Sudahlah, aku lelah sekali." Ucap Aura segera membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kenzo punenghela nafasnya, dia harus lebih sabar menghadapi Aurad dan dia tidak bisa lagi memaksa Aura untuk kembali menjelaskan tentang maksud Aura meninggalkannya tadi.
Kenzopun keluar dari kamarnya untuk menyegarkan diri karena ketegangan tadi, Kenzo berusaha menahan rasa kesal dan amarahnya, mendengar penjelasan yang rancu dari istrinya.
Saat turun dari kamarnya Kenzo melihat Melly yang juga sedang termenung, diapun segera menghampiri Melly untuk menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi, sebab Kenzo yakin melly mengetahui sesuatu.
"Hai Mell, Belum tidur?" Sapa kenzo duduk disebarang melly.
"Belum, Aura sudah tidur?" Tanya Melly. Melly sadar dia akan dijadikan target penanyaan oleh Kenzo.
"Ya dia sudah tidur. Mel, apa kamu tahu sesuatu?" Tanya kenzo kemudian.
"Maksud kamu apa? sesuatu apa?"
"Ada yang aneh dengan Aura, Aura pasti sudah memberitahumu!"
Melly ragu, apakah dia harus menceritakan kepada Kenzo atau menyimpannya sendiri, tapi melihat Kenzo kebingungan seperti ini membuat Melly simpati.
"Ken, sebenarnya Aura.... Bagaimana ya, aku sulit untuk mengatakannya. Lebih baik kamu tanya Aura saja." Jawab melly terbata-bata. bahakn Melly tidak bisa begitu saja apa yang telahbia dengar dari Aura, sebab itu haknya Aura untuk menjelaskan.
"Sudah, tapi aku tidak bisa memahami jawbannya, bagaimana bisa dia mengatakan agar aku lebih dekat dengan Gea. Untuk Apa?"
"Kamu lebih baik tanya lagi saja, karena aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku saja sebagai sahabatnya tidak setuju dengan keputusannya. Tapi jika itu memang bisa terbaik untuk Aura, aku hanya bisa mendukung sebagai seorang sahabat."
"Jadi kamu tidak akan memberitahu apapun?"
"Sorry!" Jawab Melly merasa bersalah.
"Tidak masalah." Ucap Kenzo sebelu. kembali ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Setelah kembali masuk kedalam kamar, Kenzo pun membaringkan tubuhnya di samping Aura, menatap lekat wajah aura yang sudsh terlelap seperti gadis kecil.
"Apa yang terjadi selama aku tidak ada disini?" Tanyanya membelai wajah sang istri.
Meskipun pertanyaannya tidak mungkin terdengar dan dijawab Aura.
...****************...
Hari ini adalah hari terakhir dari kedua sahabat Aura berada di rumahnya, Di hari ini Aura akan membuat permintaan kepada Gea. Aurapun menerobos masuk ke dalam kamar Gea.
"Hai Ge, ganggu gak?" Tanya Aura saat melihat Gea sedang membereskan pakaiannya.
"Gak kok, sini masuk!"
"Melly mana?" Tanya Aura basa-basi sebelum ke inti pembicaraannya. Padahal dirinya sudah bertemu Melly sesaat sebelum masuk ke dalam kamar.
"Baru saja keluar."
Aura perlahan menarik tangan Gea kemudian digenggamnya. Gea yang melihat wajah Aura berubah menjadi serius diapun menghentikan kegitannya dan fokus dengan apa yang akan Aura utarakan sedangkan dalam hatinya bertanya-tanya.
"Ge, jadilah istri Kenzo." Ucap Aura menatap tajam kedua bola mata Gea.
Gea terkejut, seketika ia melepaskan tangannya dari genggaman Aura.
"Kamu sadar apa yang kamu bicarakan?" Tanya Gea dengan nada marahnya.
Meskipun dia pernah menyukai Kenzo bukan berarti dia ingin memiliki Kenzo, suami dari sahabatnya.
"Ngaco kamu Ra!"
"Aku akan bercerai dengan Kenzo, dan dia pasti butuh sosok seperti kamu. Aku mohon Ge, aku hanya bisa rela jika Kenzo bersama kamu." Bujuk Aura.
Bibir Gea kaku, dia tidak tahu harus mengatakan apa ataupun menolak seperti apa, karena saat ini hati dan pikirannya sedang tidak selaras.
"Aku tidak bisa terus bersama Kenzo Ge, aku divonis tidak bisa memiliki anak. Ge aku mohon." Ucap Aura lagi.
Aura semakin terkejut saat mengetahui Alasannya.
"Apa? Itu salah, aku yakin itu salah Ra, kamu harus cari dokter baru!" Pinta Gea.
"Itu kenyataannya Ge, jadi aku harap kamu bisa menggantikan peranan aku, dan aku akan menghilang dari kehidupan Kenzo." Setelah mengutarakan semua kepada Gea, Aurapun lekas meninggalkan kamar Gea, dan Gea hanya bisa diam dengan sejuta kebisuan.
Selepas kepergian Aura, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang saat hatinya mengiyakan semua keinginan Aura, Bayang-bayangan manis jelas terlukis di kepalanya saat ini.
"Apa benar ini semua akan terjadi?" Tanya Gea dalam hatinya. Membayangkannya saja mampu membuat hati dan bibirnya tersenyum lebar.
"Jika memang ini yang terbaik, maka aku akan berusaha membuat Kenzo bersamaku!" Gea memantapkan niatnya, ini semua selain memang demi dirinya juga demi memenuhi keinginan dari sahabatnya.
__ADS_1
Gea sendiri merasa kasihan melihat Aura yang berjuang untuk memulihkan diri setelah kehilangan anaknya, apalagi saat ini dia tidak bisa lagi memberi keturunan untuk Kenzo dan itu kekurangannya itu bisa semakin menyakiti hatinya.
...****************...
Suara mesin mobil berhenti di pekarangan rumah keluarga hartanto, Diana yang sedang menggendong anaknya lekas menghampiri untuk menyambut kedatangan suaminya.
"Aku pikir besok kamu akan datang?" Tanya Diana, karena tidak biasanya Keanu datang di hari kerja.
"Ternyata papamu sudah sangat merindukan kamh nak!" Ucapnya kepada bayi mungil dengan suara dibuat-buat seperti anak kecil.
Namun bukannya membalas sapaan Diana ataupun mngambil bayi mungil itu dari tangan Diana, Keanu justru segera masuk mengabaikan istri dan juga anaknya.
"Mas kenapa kamu mengabaikan kami?" Tanya Diana mengekori suaminya.
Namun terikan kesal Diana tak juga Keanu hiraukan. Kenau semakin melangkah cepat memasuki kamarnya.
"Mas Ada apa?" Tanya Diana lagi, diapun membaringkan Anaknya di atas kasur terlebih dahulu sebelum menghampiri Keanu dan meminta penjelasan atas sikap abainya.
"Cukup Di, Aku tahu apa yang kamu lakukan di belakangku!" Bentak Keanu saat merspon semua pertanyaan Diana.
"Memangnya apa yang aku lakukan, setelah melahirkan aku hanya menggendong dan menyusui anak kita."
"Jangn kira aku tidak tahu. Dia datangkan? Dia datang untuk melihat anaknya." Keanu sudah tahu tentang kedatangan Reza untuk menjenguk anaknya, bahakn Reza semakin yakin setelah melihat langsung wajah sang bayi.
"Kamu tahu dari mana? kamu memata-mataiku?"
Keanu terkekeh mendengar tuduhan dari Diana.
"Untuk apa, tidak ada untungnya. Mama yang memberi tahu semua, bahkan kamu memperkenalkannya sebagai adik dari papa kamu. memang berbohong adalah keahlian kamu." Ejek Keanu kepada Diana.
"Ya memang dia datang, dan sesaat aku bingung harus memperkenalkannya sebagai apa dan aku terpaksa melakukannya." Ucap Diana mencoba menjelaskan kebenarannya pada saat itu.
"Kenapa tidak kamu perkenalkan saja dia sebagai ayah dari anak kamu itu." Ucap Keanu tepat di hati Diana. Diana sangat terkejut, bagaimana Keanu masih beranggapan demikian.
"Cukup Nu, harus berapa kali aku katakan bahwa kamu adalah papanya." Diana menghampri Keanu menyentuh lembut kedua pipi suaminya. mencoba lebih meyakinkan Keanu.
"Sayangnya sekarang aku tidak seyakin pria itu." Ucap Kenau menghempaskan tangan Diana dan begrak menjauh.
Keanu mulai mengemasi seluruh pakaian di lemarinya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Diana panik, sebab Diana tidak ingin jika dia harus pergi dan berpisah dari Keanu. Bagaimana dengan nasib anaknya kelak.
"Aku akan pergi, mungkin di depan orang tuaku, kamu masih istriku, tapi aku sudah tidak ingin ada urusan dengan kamu. Aku Ceraikan kamu Di." Keanu mengeluarkan map Coklat yang sudah ia persiapkan dari beberapa bulan lalu.
Jelas Diana tidak menermanya, Diana melemparkannya sembarang.
"Tidak bisa Nu, kamu tidak bisa membuang aku dan anak kita begitu saja."
__ADS_1
"Aku tidak pernah membuang kamu, tapi justru kamu yang membuat dirimu pantas untuk di buang." Ucap Keanu menusuk tepat dihati Diana.
Segera Keanu meninggalkan rumah orang tuanya, dia akan membiarkan perceraiannya tetap di rahasiakan dari keluarganya. Dia tidak ingin mama dan papanya turut campur dan membuat perceraiannya menjadi batal.