AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Pengaruh


__ADS_3

Rapat kali ini terasa sangat singkat, meskipun begitu Kenzo amat bersyukur bisa berduaan lagi dengan Aura, bahkan mereka tadi sangat dekat sekali.


kenzopun dengan senang hati mengantar Aura sampai depan kantornya, yang kebetulan mobil Aura sudah berada di depan kantornya.


"Sampai bertemu di rapat berikutnya." Ucap Aura mengulurkan tangan menunggu sambutan dari Kenzo.


Kenzo dengan senang hati menyambut uluran tangan Aura,


"Ya, sampai bertemu lagi." Ucapnya membukakan pintu mobil, kemudian mempersilahkan Aura untuk masuk sebelum pintu mobil ia tutup kembali.


Kenzo berdiri dengan mata mengarah ke mobil Aura yang melesat semakin jauh meninggalkan kawasan kantornya. Dan setelah mobil itu tak terlihat lagi, iapun kembali masuk.


Namun saat akan menuju ruanganya ia di kagetkan dengan kedatangan Gea yang entah dari Arah mana.


"Cie...kesempatan langka tuh." Ejek Gea kepada bosnya. Karena kesempatan hanya berduaan saja dengan Aura sangat jarang terjadi, karena biasanya Aura selalu bersama Sekertarisnya. Dan itu pula yang menyebabkan Gea keluar dan tak juga kembali menemani rapat dua sejoli itu.


"Iya, tanks ya Ge...," Jawab Kenzo kesal namun juga berterima kasih atas kepekaan Gea.


Namun seolah tak cukup dengan ucapan terimakasih dari Kezno, Gea masih saja mengekori bosnya.


Kemudian Kenzopun menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Iya. Aku traktir makan malam di resto Denis." Lanjut Kenzo mengerti dengan konsep tak ada yang geratis di dunia ini.


Gea pun terkekeh dan tak lupa memuji bosnya itu.

__ADS_1


Kenzo hanya menggelngkan kepala melihat tingkah karyawannya itu.


Sesampainya di ruang kerja, Kenzo mendapta telphon dari seseorang suruhannya untuk menyelidiki lelaki yang malam itu bersama dengan Aura. Pria di telphon memberitahu Kezno semua informasi yang telah ia dapat.


Kini Kenzo tahu bahwa lelaki yang bersama Aura adalah hanya rekan bisnisnya, namun ada satu hal yang sangat mengganggu pikirannya, yaitu nama Diana juga di sebutkan dalam informasi yang ia dapat.


Jika belajar dari setiap kejadian yang telah lalu, apapun jika menyangkut Diana, pasti ada akhir buruk yang siap menanti. Itu sangat membuat Kenzo frustasi.


...****************...


"Om mau pergi?" Tanya Diana, segera bangun dari tempat tidur, mendekati Reza yang tengah memakai pakaiannya.


Seharian ini Reza tidak keluar dari rumahnya, bahkan dia rela tidak masuk kerja, karena dia harus menemani kekasih hatinya seharian diatas tempat tidur. lagi pula sudah lama ia tidak bermalas-malasan seperti ini.


"Iya, Om ada rapat dengan Aura!" Jawabnya masih berdiri di depan cermin, mengancingkan pakaiannya.


"Om tidak lupakan janji om kepadaku?" Tanyanya diakhiri dengan menggigit lemput telinga Reza.


Reza yang merasakan itu semua menggeliat geli bercampur tegang di sekujur tubuhnya.


Kemudian Rezapun berbalik dengan kedua tangan membelai kedua lengan Diana pelan. Menatap tajam kesetiap bola matanya.


"Itu memang tidak mudah, tapi om pasti akan menepatinya." Jawab Reza dengan pasti. selangkah lagi mendaptkan Diana, ia akan mencoba memenuhi syarat dari wanitanya itu.


Diana kini menghempaskan perlahan kedua tangan Reza dari lengannya, dia kemudian berjalan mundur sambil terus saling menatap.

__ADS_1


"Itu yang paling penting, karena kalau tidak Om tidak akan melihat aku disini." Ucapnya tersenyum menggoda.


Kemudian Diana kembali keposisi Awalnya yaitu berbaring diatas tempat tidur. menyaksikan Reza kembali bersiap.


"Sampai jumpa nanti malam, sayang." Ucap Diana sebelum Reza keluar meninggalkannya.


Baru saja semalam bersama Diana, membuat Reza terlihat lebih muda beberapa tahun dari usianya. Reza bisa lebih semangat dalam menghadapi pekerjaannya. Sebisa mungkin Reza harus berhasil dengan syarat kedua yang di ajukan Diana. karena setelah itu selesai, misi berikutnya adalah membuat keluarganya menjadi keluarga yang utuh. Keluarga yang ia dambakan. Ada seorang istri merangkap sebagai ibu, suami sebagai Ayah dan juga anak.


"Maaf menunggu lama." Ucap Reza begitu sampai di kantor Aura. Reza memang telat satu jam dari janji temunya.


"Tidak masalah,kebetulan saya juga baru saja menerima tamu." Jawab Aura yang memang benar baru saja pertemuan antara Aura dengan rekan kerja baru yang sudah setuju untuk memajang produk milik aura di tempatnya Dan itu tanpa sepengtahuan Siapapun.


"Jadi kapan tepatnya produk baru itu akan di umukan? Tanya Reza, setelah semua pembahasan selesai."


"Bulan depan, saya ingin di hari pertama ada semacam diskon atau apapun itu untuk memperkenalkan produk barunya. Tapi anda tenang saja, saya akan buat tim sendiri."


"Bagaimana jika percayakan saja kepada kami, kami akan membuat promosi yang berbeda." Ucap Reza mengajukan idenya.


Aura masih diam dan berpikir untuk menjawab usulan Reza, sampai ia pun melanjutkan ucapannya lagi.


"Kami akan kirimkan perencanaannya."


Aurapun mengangguk setuju, dia tidak ingin gegabah, semua mengenai pekerjaannya harus ada laporan secara sistematis.


"Saya tunggu laporannya." Jawab Aura yang kemudian mengantarkan Reza sampai luar ruangannya.

__ADS_1


Reza menganggp ini adalah kesempatan, dan ia akan membuat kesempatan ini jadi miliknya.


__ADS_2