
Gea bersyukur memiliki Melly di sampingnya. Dengan menyibukan diri membantu Melly, membuat Gea melupakan keresahannya, walaupun hanya sementara.
"Hey, kok melamun?" Tanya Melly yang datang dengan dua gelas minuman di tangannya.
Gea merasa bingung bagaimana cara menceritakan masalahnya kepada Melly, karena rasanya memang egois jika dirinya cemburu dengan Aura, karena ketidak jujuran Keanu.
"Apa ada perkembangan tentang Aura?" Tanya Gea yang menyembunyikan masalahnya di ganti dengan topik membahas sahabatnya yang sudah beberpa minggu ini tak ada kabar.
"Belum." Jawab Melly dengan wajah sedihnya.
"Apa jangan-jangan Aura jadi tawanan Seteven?" Ucap melly mulai menduga-duga, karena pria yang menjadi rekan baru Aura adalah pria bre****k.
"Aku penasaran seperti apa pria itu." Ucap Gea yang kemudian membuka ponselnya dan mengetikan nama Seteven gerald di pencarian.
Tak lama keluarlah beberpa Artikel tentang Seteven gerald, Artike tentang kecelakaan sampai tentang pernikahan Seteven.
"Mell, dia sudah menikah?" Tanya Gea yang terkejut setelah membacanya sebuah Artikel tentang kehamilan istri dari Seteven.
"Gak mungkin dia menikah, dia hanya sering ganti-ganti wanita." Jawab Melly, yang sebelumnya sudah mencari tahu latar belakan Seteven melalui internet.
"Kamu harus lihat ini." Gea memberikan ponselnya untuk di lihat Melly.
Melly tercengang, dia membaca keseluruhan artikel yang menyangkut Seteven.
"Jangan-jangan wanita itu Aura?" Tebak Gea kemudian.
__ADS_1
"Wanita itu sedang hamil, jadi tidak mungkin itu Aura. Apa tidak ada photo wajah jelasnya?" Tanya Melly kesal, karena semua photo tidak menujukan wajah si wanita. wanita itu memakai masker dan kaca mata.
"Laura Gerald, kok rasanya seperti Aura." Ucap Gea lagi.
"Sudah Ge, itu tidak mungkin Aura." Melly mematikan ponsel Gea dan meletakannya begitu saja di atas meja.
"Lalu dimana Aura? kenapa kita sangat khawatir sedangkan keluarganya baik-baik saja." Ucap Gea yang kini tersulut. Mengingat Keanh yang saat ini tengah memperdulikan Aura dari pada dirinya.
"Kamu kenapa marah Ge? Tanya melly memegang kedua bahu Gea.
Gea mengsuap wajahnya, dia telah kehilangan kendali, membiarkan emosinya mempengaruhi pikirannya.
"Sorry Mell, Aku hanya kesal, Karena aku tidak tahu, Keanu ternyata ikut bersama Kenzo." Air mata Gea lolos begitu saja membasahi pipinya.
Melly segera menarik Gea untuk di peluknya, mengusap punggung Gea mencoba menengkan sahabatnya itu.
Melly sangat tahu persaan Gea, namun ini menyangkut sahabat satunya lagi, dan melly harus bisa menengahi. Agar tidak berdampak pada persahabatan mereka. Awalnya Melly terkejut saat Gea mengakui hubungannya dengan keanu, dia sempat ragu, karena selama ini Keanu jelas belum sepenuhnya melupakan Aura. Dan hal- hal seperti ini yang di takutkan Melly.
...****************...
Aura berdiam diri di dalam kamar yang sangat luas, duduk diatas kasur memandang keseluruh sudut ruangan, banyak beberpa lukisan vintage, dan beberpa barang di dalam kamarpun sepertinya memiliki makna tersendiri.
"Maaf nona, Tuan memanggil." Ucap salah satu pelayan yang menghampiri Aura. Tak ada yang Aura harus ucapkan selain berdiri mengikuti pelayan itu.
Ternyata Aura di bawa menuju kolam renang, yang entah di bagian sebelah mana dari rumah ini. Karena jika Aura disuru kembali sudah pasti iabakan salah jalan.
__ADS_1
Disana sudah Ada Seteven dengan beberpa pelayan yang menunggunya. Nampaknya tubuh atletis nya sudah terlalu banyak di umbar, mungkin saja pelayan wanitanya sudah bosan melihat hal itu. Tapi semua dugaan Aura salah, meskipun para pelayan menundukan kepalanya, masih saja ada beberpaa diantara mereka yang masih curi-curi pandang.
Aura pun mendengus melihat hal itu.
"Kamu sudah datang." Ucap Seteven beranjak dari dalam kolam.
Aura terbelak melihat pemandangan yang sangat indah, bagaimana air melewati setiap lekukan tubuh atletisnya, bahakan dadanya sangat lebar, itu tidak di miliki para pria yang pernah bersama Aura.
Aura merutuki dirinya yang kehilangan kewarasannya, Bisa-bisanya matanya tak berkedip melihat itu.
"Kalian boleh pergi!" seru Seteven kepada seluru pelayan yang sedari tadi hanya berdiri melihat dirinya berenang.
"Ada apa kamu memanggil ku kemari?" Tanya Aura dengan membuang wajahnya, menghindar dari pemandangan yang cukup membuatnya sesak.
"Hey, kenapa membuang muka seperti itu, wanita disini sangat ingin melihat ini." Ucap Seteven dengan kepercayaan dirinya.
Nafas Aura semakin cepat, serta hawa panas semakin terasa, dia tahu saat ini Seteven tengah berjalan mendekatinya.
"Jika tak ada yang ingin di katakan, lebih baik aku pergi." Kesal Aura, karena merasa di permainkannya
Namun Dengan sigap Seteven menahan tangan Aura, "Sorry, aku hanya bercanda." Ucapnya dengan di barengi tawa.
"Aku hanya ingin mengajak kamu ke tempat paling indah di rumah ini." Lanjutnya dengan merangkul Aura. dan melangkah bersama menuju tempat yang tak jauh dari kolam berenang.
Aura merasa tidak nyaman, Berkali-kali Aura mencoba melepaskan diri dari rangkulan Seteven, namun Semakin Aura mencoba melepas semakin erat pula Seteven merangkul.
__ADS_1
Seteven menahan tawanya, dia baru kali ini bertemu wanita yang tak goyah saat di dekatnya. Sehingga itu membuatnya sangat penasaran. Semua wanita yang melihatnya pasti selalu berharap dapat menyentuhnya. Namun Aura berbeda, dia selalu menolak setiap sentuhan yang ia berikan. Jika kemarin bukan karena alkohol, mereka tidak mungkin berada di ranjang yang sama.