
Denis terlihat kesal saat memasuki resto, melihat itu Melly segera menghampiri suaminya untuk menanyakan penyebab wajahnya yang menjadi kesal seperti itu.
"Kamu kenapa sayang kok kesal begitu?" Tanya Melly mengusap lembut pundak suaminya.
"Ini ada orang buang sampah sembarangan." Jawab Denis menujukan apa yang saat ini ada di tangannya, ternyata sampah yang dimaksud adalah sebuah Majalah tebal.
Melly mengambil majalah itu dari tangan suaminya, lalu ia buka secara cepat. Dan terbesit ide di kepalanya.
"Sayang, bagaimana kita adakan pojok baca di sana." Denis mengikuti kemana telunjuk Melly mengarah.
"Kebanyakan pengunjung resto kita itu para pekerjaan kantoran, banyak juga para pasangan, kita bisa menyediakan berbagai buku yang menarik untuk mereka selama menunggu hidangan. Bagaimana?" Ide brilliant Melly terlontar. Mungkin bawaan bayinya sehingga banyak ide-ide yang keluar dari mulutnya selama kehamilannya itu.
Denis menopang dagu, menimbang apa yang baru saja ia dengar. Memang sudah banyak pojok baca seperti yang Melly utarakan tadi, tapi kebanyakan di lokasi yang dekat sekolah atau perguruan tinggi. Namun ide itu patut di coba.
Denis kemudian meraup wajah Melly.
"Kamu memang luar biasa sayang." Ucapnya dan memberi kecupan singkat di bibir istrinya.
"Aku harus menghubungi seseorang untuk merelisasikan ide kamu itu." Lanjutnya meninggalkan Melly.
Melly hanya menggelengkan kepalanya, yang melihat Denis langsung bersemangat untuk mewujudkan idenya.
Tersisalah Melly dengan majalah yang sedari tadi di pegangnya. Sebetulnya Melly tidak tahu Majalah apa yang di pegang sampai ia membacanya, dan ternyata majalah bisnis dan yang membuatnya semakin tertarik adalah ada nama Seteven Gerald tertulis dengan sangat besar di jilid majalah itu.
"Wanita dibalik kesuksesan Seteven Gerald." Melly membaca tulisan besar di majalah itu. Iapun segera membuka halaman demi halaman untuk melihat berita tentang Seteven Gerald.
__ADS_1
Dia tercengang saat Melihat photo Seteven bersama seorang wanita yang terlihat mirip dengan sahabatnya yang sudah lama tak mengirim kabar.
Mellypun lebih mendekatkan kedua matanya untuk melihat lebih jeli wanita yang sedang menggandeng tangan Seteven itu.
"Ini mirip sekali, tapi tidak mungkin ini Aura." Sangkalnya berkali-kali.
Aura yang ia kenal tidak mungkin membuang rambutnya sampai sependek itu, Juga dia tidak memiliki tahi lalat di dekat dagunya, bisa di katakan Aura tidak memiliki tahi lalat apapun di wajahnya. Juga yang membedakan wanita itu dengan Aura adalah cara berpakaiannya. Jelas Aura tidak mau memperlihatkan lekuk tubuhnya. dia tidak akan nyaman dalam pakaian itu.
"Jelas dia bukan Aura! Tapi, dia sangat mirip. mata, hidung, dagu, semuanya sama." Dalam hatinya Melly sedang beragumen sendiri tentang wanita yang masih di pandanginya sejak tadi.
Di tengah perdebatan hatinya datang Denis yang membuatnya terkejut dan refleks menutup Majalah itu.
"Hey... kamu kaget sayang." Ucap Denis yang tak tahu kedatangannya membuat istri terkejut.
Melly bingung, matanya tak fokus menatap Denis. Dan seolah-olah sedang menyebunyikan sesuatu.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Denis yang melihat Melly tak merespon ucapannya.
Melly kemudian membuka majalah yang menujukan wanita mirip Aura yang sedang bersama Seteven Gerald.
"Kamu harus lihat ini." Unjuk Melly kepada wajah wanita yang ada di majalah itu.
"Iya, siapa dia?" Tanya Denis yang ternyata tak mengenali wanita di majalah itu.
"Ayolah sayang, lihat lebih teliti lagi." Ucap Melly menunggu reaksi dari Suaminya.
__ADS_1
Denis masih menatap wanita dalalm majalah itu, dan membuat Melly kesal karena Denis tak juga mengenali kemiripan wanita itu dengan Aura.
"Bukankah dia mirip Aura?" Ucap Melly pada akhirnya.
Denis menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia masih mencari kemiripan wanita itu dengan Aura.
"Mirip sih, tapi mereka orang yang berbeda. Memangnya siapa Dia?"
"Dia istri dari Seteven Geral. Dan namanya Laura gerald." Jawab Melly yang hanya mendapat anggukan Dari suaminya.
Denis lalu melihat pria di samping si wanita, dan memang itu adalah Seteven Gerald.
"Kamu tidak usah khawatir mereka hanya mirip, Aura tidak mungkin menikah tanpa memberitahukan kepada kita, apa lagi kamu tahu bahwa pria yang ada di hati Aura adalah Kenzo." Ucap Denis menenangkan Melly yang saat ini sedang hamil besar, dia khawatir jika Melly terus memikirkan hal ini, itu akan berdampak pada kehamilannya.
"Tapi mereka sangat mirip, Bagaimana jika wanita itu adalah Aura? dari namanya saja hampir sama."
"Kamu tenang saja, kenzo akan menemui Seteven secara langsung, jika itu memang Aura, Kenzo pasti mengenalinya." Jawab Denis, yang kemudian membawa Melly masuk kedalam rumahnya untuk beristirahat.
Setelah mengantar Melly, Denis kembali turun ke restonya dan kembali mengambil majalah itu untuk ia lihat lebih teliti lagi.
"Memang sangat mirip." Denis kemudian mengabil ponselnya dan mengambil gambar untuk ia kirimkan kepada Kenzo. Dia yakin Kenzo belum mengetahui tentang ini.
Tak sampai disitu Denis juga membuat ponselnya untuk melakukan pencarian tentang Seteven Gerald dan istrinya.
Setelah dia baca hampir setiap artikel yang memberitakan Seteven dari semuanya yang membuat janggal adalah kemunculan istrinya yang bersamaan dengan hilangnya kabar dari Aura.
__ADS_1
Dari semu itu Denis menjadi yakin bahwa wanita itu adalah Aura.