AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Rencana Diana


__ADS_3

Pagi hari melly di sibukan dengan resto Denis. Dia harus menggantikan pelayan resto yang tiba-tiba jatuh sakit, sebagai pacar dan juga calon istri Denis, Melly tidak bisa membiarkan kekasihnya sibuk sendiri melayani pelanggan, yang mulai berdatangan untuk sarapan di restonya.


"Please kali ini kamu bantu aku." Pinta Melly kepada Gea yang kebetulan sedang berada siana.


Kemudian Melly memberikan apron untuk Gea kenakan.


"Gak gratis ya mel." Ucap Gea mengambil apron dari tangan Melly lalu memakainya.


Suasana saat itu nampak sibuk, Gea dan Melly berusaha memberikan pelayanan yang baik untuk pelanggan resto, meskipun itu bukan bidang pekerjaannya.


"Terimakasih atas bantuan kalian hari ini." Ucap Denis memberikan dua gelas minuman untuk Gea dan Juga Melly.


"Ya, walau harus membatalkan beberapa janji hari ini." Ucap Gea sambil meminum air yang di berikan Denis.


"Baiklah, kamu bisa makan disini satu minggu gratis." Ucap Denis yang disambut teriakan dari Gea.


Melly hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat Gea sangat bersemangat.


Kondisi Gea lebih memperhatinkan dari pada dirinya, Melly pernah merasakan berada di saat-saat dia tidak memiliki uang sama sekali, namun setidaknya dia masih memiliki keluarga. Tapi Gea yang sudah terbiasa hidup mewah saat bersama kakaknya, kini dia harus kehilangan orang yang dia andalkan. Kini Dia tidak memiliki siapapun selain melly dan juga Aura.


"Ge, bukankah kita akan menemui Aura?" Tanya Melly yang lupa dengan rencana yang telah di sepakati.


Geapun melirik jam yang menggantung di dinding Resto,"Apa tidak terlalu malam?" Tanya Gea saat melihat jam menunjukan pukul sembilan malam.


"Ah... terpaksa kita undur lagi." Ucap Melly kecewa.


"Kalian besok akan menemui Aura, lebih baik siang saja, pagi hari Aura tidak ada di rumah." Ucap Denis ikut masuk obrolan para wanita.


"Tahu dari mana?" Tanya Melly


"Pokoknya aku selalu tahu jadwal Kenzo." Ucap Denis berbangga diri.


Karena ucapan Denis terdengar meyakinkan, Melly dan Gea pun mengikuti saran dari Denis.


...※※※※...


Sudah berhari-hari Keanu mengacuhkan Diana, sepertinya keputusan Keanu memang sudah bulat. Awalnya Diana berharap bahwa Keanu tidak sungguh dengan ucapannya, keputusan yang sesaat karena marahnya.


Jika seperti ini terus lebih baik bercerai dari Keanu, namun itu hanya akan terjadi di mimpinya saja, tidak mungkin Keanu menceraikannya, karena dia lebih takut kepada orang tuanya. Diana tidak bisa selamanya seperti ini, dia harus menemukan cara agar keanu kembali lagi seperti dulu. Atau Dia akan membuat Keanu merasakan sperti dirinya.

__ADS_1


Diana akan mencari rencana untuk membuat Keanu tidak bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan. Satu-satunya cara adalah mengganggu Aura. Diana yakin jika sesuatu terjadi kepada Aura, Keanu tidak akan berdaya karena dia tidak bisa berbuat apapun untuk menolong Aura. Diana Akan menjadi rantai yang akan selalu menarik Keanu saat dia ingin mendekat dan mengharap Aura.


Diana menoleh saat pintu di buka oleh Keanu, Kemudian Diana melihat ada yang aneh dengan wajah Keanu, sudut bibirnya berdarah dan juga sedikit bengkak.


Keanu melemparkan pakaiannya dan duduk bersandar di kursi, menatap langit-langit kamarnya, terlihat bahwa Keanu sedang memendam amarahnya. Entah apa yang membuatnya semarah itu.


Diana segera mencari kotak obat untuk mengobati suaminya.


"Aku obati lukamu." Ucap Diana mendekati suaminya dan hendak mengobati dengan mengoleskan obat oles di sudut bibirnya yang berarah.


Awalnya Diana ragu, namun Keanu hanya diam saja tidak mengiyakan dan juga tidak menolak, itu Artinya Keanu bersedia untuk di obati Diana.


"Kenapa bibir kamu bisa berdarah? siapa yang berbuat seperti ini?" Tanya Diana, Nanun Percuma saja menanyakan itu semua, karena Keanu hanya Diam saja, tidak menjawab pertanyaannya, bahkan mungkin saja ia juga tidak mendengar kan semua ucapan Diana sedari tadi.


"Sudah selesai, aku siapkan air hangat untuk kamu mandi. Dan jangan biarkan wajah kamu terkena air." Ucap Diana, kemudian dia masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapka air hangat untuk suaminya.


Diana harus kuat menjalani misinya kali ini, meskipun beribu penolakan akan datang kepadanya, dia harus bertahan sekuat mungkin.


Keanu menoleh melihat kepergian Diana, Dia heran dengan sikap Diana yang mendadak peduli kepadanya. Biasanya dia akan membiarkan Keanu menyiapkan air untuk mandinya sendiri. Dengan nada manjanya seolah-olah dirinya orang yang paling lelah di rumah ini.


Dulu Keanu hanya berusaha menerima Diana karena diapun tidak ingin membebani Diana, sekalipun dia adalah istrinya. Karena Dia sadar tidak bisa memberikan sepenuhnya perhatian dan cinta untuk Diana.


Karena Tidak ada tempat lagi bagi Keanu untuk tidur. Karena orang tuanya tidak boleh tahu tentang masalah rumah tangganya


"Pagi Mah, pah." Sapa Keanu, kemudian duduk di kursi makan.


"Kamu tahu Nu, akhirnya Aura bersedia menemui psikiater, dan Kenzo juga mengatakan Aura sudah sedikit berubah seperti Aura yang dulu." Ucap mamanya memberikan kabar terkini Aura.


"Syukurlah, Kakak pasti sangat senang."


"Jangankan kakak, mama dan papa saja merasa senang." Ucap Papanya menambahkan.


"DI, kamu sudah baikan?" Tanya Siska kepada Diana yang baru turun dari kamarnya. Sebab kemarin diana mengeluhkan sakit di bagian perutnya.


"Kamu harus periksakan ke dokter, Nu antarlah istri kamu menemui Dokter." Perintah Rian yang tidak mungkin di tolak Keanu.


"Aku tidak apa-apa pah, tidak perlu sampai menemui Dokter." Ucap Diana menolak saran papanya.


"Kamu jangan menyepelekan masalah kesehatan."

__ADS_1


"Nanti aku akan antar Diana pah." Jawab Keanu, Dia hanya ingin papanya berhenti memerintahkan sesuatu yang tidak ingin ia lakukan.


Diana menoleh, dia menyembunyikan senyumnya, dia melupakan sesuatu hal Bahwa Keanu tidak bisa menentang keinginan orang tuanya. Munculaah ide di kepalanya, dia yakin ini akan berhasil. Keanu pasti akan kembali seperti dulu lagi.


Setelah menyelesaikan sarapan Kenau hendak berangkat ke kantor, namun sebelum itu ia mengajak bicara Diana terlebih dahulu.


"Nanti siang aku jemput."Ucap Keanu dengan wajah acuhnya.


"Kemana?" Tanya Diana pura-pura tidak tahu.


"Kamu tidak dengar, papa minta aku antar kamu."


"Aku bisa pergi sendiri, dan aku pastikan papa tidak akan tahu." Ucap Diana pergi meninggalkan Keanu.


Keanu tidak ambil pusing dengan sikap Diana, dengan itu dia tidak perlu mengantarkan Diana ke rumah sakit.


Lagi pula sakitnya Diana Keanu tidak tahu, mungkin saja hanya berpura-pura karena selama ini dia pandai melakukan itu.


...※※※※...


Diana membawa mobilnya tidak menuju rumah sakit, melainkan dia pergi kerumah sahabatnya. Dia akan meminta tolong sahabatnya untuk membantu rencananya itu.


Namun Diana di kejutkan dengan hal lain, Sahabatnya memberikan kabar yang membuatnya sulit percaya, tapi ini adalah kesempatan yang sangat besar.


"Di, dia kakak ipar loe kan?" Tanya sahabatnya menunjukan sebuah photo di ponselnya.


"Ini, loe dapat dari mana?" Tanya Diana dengan senyuman mengembang.


"Gw lihat sendiri, bahakan bukan sekali, tapi dua kali gw lihat kaka ipar loe."


"Kirim photo ini ke Gw, kalau loe lihat dia lagi, jangan lupa kabari gw." Ucap Diana yang terus memandangi photo itu.


Tak hanya disitu, Diana pun memperbesar sampi benar-benar terlihat jelas wajab Kenzo.


"Makasih ya Na, gak sia-sia Gw datang kesini." Ucap Diana. kepada sahabatnya.


Diana belum tahu akan di gunakan untuk apa photo itu, namun di yakin Photo itu akan menghancurkan hubungan Kenzo dan juga Aura.


Jika sudah begitu tak hanya Diana yang tersakiti oleh keluarga hartanto. Dia akan menyert serta Aura untuk sama sepertinya. Dan itu akan membuat Suaminya juga ikut tersakiti melihat pujaan hatinya tidak bahagia dengan kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2