AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Mulai Beraksi


__ADS_3

Flashback.


Jasmin muda sedang berkumpul bersama teman-temannya, selepas kelulusan dia habiskan waktunya bersama beberapa teman dekat dan juga satu orang pria. Dia adalah Rudi, seorang kekasih yang sudah menemani Jasmin dari awal-awal mereka masuk kuliah.


"Aku akan menemui papamu." Bisik rudi di telinga Jasmin.


Jasmin terkejut, sebab papanya sudah menjodohkan dia dengan seseorang anak sahabatnya.


"Ada apa?" Tanya Rudi yang melihat Jasmin hanya diam saja.


"Sebenarnya papa sudah sudah menjodohkanku dengan Rian. Tapi aku tidak mencintainya. Aku mohon jangan temui papa, aku tidak mau kamu terluka." Ucap Jasmin mencegah Rudi untuk datang kerumahnya.


"Lalu bagaimana hubungan kita kedepannya?"


"Bawa saja aku pergi. Aku mohon." Ucap Jasmin lagi.


Bermula dari malam itu, Rudi memutuskan membawa jasmin pergi, tanpa berpikir panjang. Bahkan mereka saat itu baru lulus kuliah dan belum memiliki pekerjaan apapun.


Rudi sendiri hanya orang biasa, bahakan dia kuliah mengandalkan beasiswa. Namun dia berani membawa pergi Jasmin. Dengan bermodalkan cinta yang ia punya.


Rudi dan Jasmin harus bersembunyi karena papanya Jasmin mencari anaknya kesemua tempat.


Beberapa bulan setelah pelariannya, Jasmin hamil, sedangkan Rudi belum memiliki pekerjaan yang tetap, Namun dia berusaha sekuat tenaganya demi menghidupi istri dan calon anaknya.


Namun Jasmin yang sudah terbiasa hidup mewah sangat tersiksa dengan hidup yang sedang ia alamai.


Daipun berinisatif untuk menemui papanya, dengan berharap jika papanya melihat dia sedang mengandung, kemungkinan papanya akan menerima Rudi dan anak yang ada di kandunganya itu.


Jasmin menatap rumah mewah yang selama beberpa bulan ini ia tinggalkan. semuanya nampak sama tidak ada yang berubah sedikitpun.


"Pah, aku sedang hamil." Ucap Jasmin ketika menghadap papanya.


Tanpa Jasmin beritahupun papanya pasti sudah tahu karena perutnya yang sudah membesar.


"Pah, maafkan jasmin, tolong terima Rudi dan anak ini." Ucap Jasmin memohon dengan sangat tulus.


Namun bagaikan petir di siang hari, ucapan papanya sangat menyakitkan.


"Jangan harap papa akan terima anak itu, yang tidak jelas asal usulnya." Ternyata penolakan yang Jasmin daptkan.


Setelah menerima jawaban dari papanya, Jasmin lekas pergi dari rumah itu.


Harapannya punah, dia mengira dengan papanya mengetahui kehamilannya akan sedikit luluh. Namun semua perkiraanya salah, yang ada bayinya tidak di terima papanya.

__ADS_1


"Mas, Kita harus segera pergi dari sini, tadi aku menemui papa, aku takut kalau papa datang kesini." Ucap Jasmin dengan tergesa-gesa, ketika sampai kerumahnya.


Rudi pun mengepak semua pakaiannya bahkan dia meminjam mobil temannya untuk kembali membawa Jasmin bersembunyi dari kejaran papanya.


"Kenapa kamu datang menemui papa?"


"Aku pikir papa akan menerima kita jika papa melihat kehamilanku." Jawab Jasmin tertunduk.


"Sudahlah, kita harus cari tempat aman, jauh dari jangkawan papamu." Rudi tidak ingin memperkeruh keadaan, dia hanya takut jika anaknya dalam bahaya, karena papa jasmin sangat berbahaya.


Bahkan dirinya tidak bisa bekerja di sebuah perusahaan karena papa jasmin.Peranannya sangat penting. Dia benar-benar ingin membuat Rudi jatuh, dan menyerah. Sehingga anaknya bisa kembali.


Namun Rudi yang sangat mencintai jasmin berusaha untuk membuat istrinya bahagaia, apalagi akan hadirnya seorang anak yang juga sangat dinantikan.


...※※※※...


Aura sudah duduk di sebuah cafe menunggu kedatangan Diana, dia sengaja datang lebih dulu karena ingin sedikit menikmati suasana Cafe yang begitu asri.


"Sorry aku terlambat, jalanan sangat macet." Ucap Diana begitu datang, diapun segera duduk di kursi tepat di sebrang Aura.


Sedangkan Aura yang sudah cukup lama menunggu hanya tersenyum, memakluminya.


"Ada perlu apa?"Tanya Aura. Sebenarnya Aura malas bertemu Diana, karena Aura masih mengingat apa yang telah Diana lakukan kepadanya, bahkan sampai saat ini belum terucap kata maaf dari mulutnya, dia seolah tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


Aura hanya menghela nafasnya. Memang berhadapan dengan Diana selalu saja membuatnya emosi.


"Di, aku tidak punya banyak waktu." Desak Aura kesal karena Diana tidak juga membahas tujuan bertemu dengannya.


"Baiklah. Ra, aku seperti ini karena peduli kepada kamu, walaupun hubungan kita kurang baik, tapi dulu kita adalah teman, dan sebagai teman aku tidak ingin kamu menjalani hidup tanpa mengetahui kebenarannya." Kemudian Diana menunjukan photo di ponselnya.


Aura terbelak melihat photo suaminya bersama seorang wanita, terlebih lagi Aura sangat mengenal wanita itu.


"Bukan kah itu kak Kenzo, tapi dia bersama siapa? kamu mengenalinya?" Tanya Diana berusaha menyembunyikan senyumannya.


"Kamu dapat ini dari mana? Aku yakin ini bukan Kenzo."


"Kamu coba lihat lebih jeli lagi, Karena aku dapat dari sahabatku, dia melihatnya sendiri." Diana menzoom photo itu sehingga jelas terlihat wajah Kenzo.


Tanpa di lihat secara jelaspun Aura sudah tahu itu suaminya namun dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Terserah kamu saja Ra, jika memang kamu tidak percayapun tidak masalah, aku sangat peduli sebagai teman dan adik ipar kamu." Kemudian Diana pamit dari tempat itu dan melepaskan tawanya ketika sudah berada di dalam mobil. Menahan tawa dan bberpura-pura sedih itu sangat menyusahkan.


Diana sudah lama menahan tawanya, melihat eksprsi terkejut Aura sangat membuatnya lucu.

__ADS_1


Sementara Aura masih duduk di dalam cafe dengan terus memandangi ponselnya.


"Kalian membohongiku. Pura-pura tidak saling mengenal di depanku. Apa sebenarnya yang kalian sembunyika." Ucap Aura dala. hati, dengan segenap kemarahanya.


Kemudian Aura hendak menghapus photo yang Diana kirimkan, namun dia urungkan niatnya itu, Aura akan menjadikan photo itu sebagai bukti.


...※※※※...


Keanu melirik ponselnya ketika terdengar suara notif pesan masuk. kemudian Keanu membukanya. Rupanya pesan dari nomor yang tidak ia kenali. Diapun segera membuka dan sangat terkejut ketika melihat isi pesannya itu.


Ternyata berisikan sebuah photo Kenzo bersama seorang wanita yang dia sendiripun tidak memgenalinya.


"Siapa yang berani mengirimkan photo ini?" Tanya Keanu. Namun entah mengapa hatinya tertuju kepada seseorang yang sangat mungkin melakukannya.


Siapa lagi selain istrinya, yang kini tidak ia anggap. Meskipun itu bukan nomornya namun hati Kenzo yakin seratus persen.


Keanupun bergegas pulang, selain sudah waktunya untuk pulang dia juga ingin segera menanyakan kepad Diana.


Sesampainya di rumah Keanu segera masuk kamar dan menemui Diana.


"Kamu sudah pulang." Ucap Diana menyambut suaminya.


Sudah beberpa hari ini sikap Diana aneh, Diana menjadi lebih peduli kepadanya.


"Apa kamu yang mengirimkan photo itu?" Tanya Keanu begitu sampai.


"Photo apa?" Diana sudah memulai lagi sandiearanya dengan berpura-pura tidak mengerti ucapan Keanu.


"Sudahlah, jangan terus berbohong." Ucap Keanu yang sudah muak dengan sandieara istrinya.


"Aku benar-benar tidak mengerti apa dengan ucapanmu."


"Lihat ini, kamu pasti yang mengirimkannya. Untuk Apa Di, untuk apa kamu melakukannitu, selain aku kamu kirim photo itu kesiapa lagi? Aura? iya, kamu sudah pasti mengirimkan kepada Aura!" Ucap Keanu tanpa menunggu jawaban dari istrinya. Karena dia sudah yakin jawabanya benar.


"Kenapa selalu aku saja yang menjadi sasaran kamu jika itu menyangkut soal Aura? Aku benar-benar tidak tahu apapun. Lagi pula seharusnya aku yang marah, selama ini aku harus menerima getahnya."


"Apa maksud kamu? jangan memutar balikan."


"Gara-gara Aura aku hidup seperti ini, kamu yang selalu menuruti apa kata papa, Ternyata itu semua karena Aura, cek 100 juta yang kamu berikan untuk Aura dengan kepatuhanu jadi jaminannya. Tapi apa yang kamu dapat dari Aura? Sebuah penghianatan! Dan sekarang kamu masih membelanya." Diana mengeluarkan semua kemarahan yang ingin ia lampiaskan kepada Keanu.


"Ternyata kamu sudah mengetahuinya. Meskipun begitu aku tidak pernah menyesalinya." Ucap Keanu keluar dari kamarnya.


Sangat menyakitkan mengetahui bahwa selama ini bayangan Aura pun tidak lepas dari suaminya. Padahl Diana sudah berusaha menjadi wanita yang baik dan setia, sampai beberapa waktu lalu. Saat Diana bertemu kembali dengan Om Reza.

__ADS_1


__ADS_2