AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Suasana haru menyelimuti acara pernikahan Kenzo dan Aura,bagaimana dua insan di pertemukan kembali ,di ikat kembali oleh janji suci yang telah mereka ucapkan.


"Aku sangat bahagia sekali." Bisik Kenzo tepat di telinga Aura, Seraya menyalami semua tamu undangan.


Aura hanya tersenyum tersipu, nampak pipinya memerah karena ia pun merasakan kebahagiaan serupa.


Tak hanya sepasang pengantin yang sedang berbahagia, nampak jelas kebahagiaan serupa terlihat di wajah para orang tua, bahkan siska yang semula menolak Kenzo untuk kembali bersama Aura. Karena dengan kembainya dua keluarga, semakin mempererat hubungan yang semula renggang imbas perceraian mereka.


Senyumam tak lepas dari bibir Aura, dia benar-benar merasakan perbedaan dari pernikahan pertmanya. Aura menoleh kearah Kenzo, pria yang menatapnya penuh cinta. Tatapan Aura pun melihat keseluruh tamu undangan, yang datang dengan suka cita. Tidak seperti dulu penuh tatapan dan bisikan.


Aura menatap lama sebuah pintu keluar, dia seakan tak percaya apa yang baru saja di lihatnya, meski hanya sekelibat, namun mampu mengganggu pikirannya.


"Aku pasti salah lihat" Ucapnya mencoba sadar, bahwa yang ia lihat hanyalah ilusi.


"Ada apa sayang?" Tanya Kenzo menyadari Aura hanya termenung. "Apa kamu lelah?, kita istirahat saja." Kenzo merangkul tubuh istrinya. ia khawatir jika Aura kelelahan karena sudah berdiri sejak pagi.


"Aku baik-baik saja." Jawab Aura menoleh, dan menyungingkan senyumnya.


Aura mencoba tidak memperdulikannya dan melanjutkan menyambut para undangannya.


Namun, apa yang tadi di lihatnya Lagi-lagi terbayang, dan membuat Aura semakin penasaran.


"Sayang, kamu tunggu disini." Ucap Aura kemudian hendak pergi.


"Mau kemana? jangan sendiri ajak melly atau Gea."


"Iya, hanya sebentar ." Aura pun bergegas pergi di ikuti Melly di belakangnya.


Aura mencoba mencari sosok pria di kursi roda yang tadi di lihatnya, dia yakin itu adalah Seteven, jika memang benar, mengapa dia tidak menyapanya dan hanya pergi begitu saja.


"Siapa yang sedang kamu cari?" Tanya Melly yang masih mengekori.


"Tadi aku lihat Seteven Mel." Jawab Aura gusar.


"Tunggu Ra." Ucap Melly menarik tangan Aura. sehingga langkah Aura terhenti.


"Memangnya kenapa jika di Seteven?" Tanya Melly kesal, karena Aura masih saja menyebut nama Seteven bahakan di hari pernikahannya.

__ADS_1


"Kamu salah paham Mel, aku hanya ingin memastikan saja, aku hanya..."


"Baiklah," potong Melly tanpa mendengar penjelasan Aura.


"Karena kenyataannya dia tidak ada,ayo kita kembali, kamu sudah meninggalkan pelaminan cukup lama." Ucap Melly, menarik Aura untuk kembali masuk.


...****************...


Seteven bersembunyi di balik dinding, dia tidak siap untuk memperlihatkan dirinya di depan Aura. Dia paksakan untuk datang kepernikahan Aura dan Kenzo karena dia ingin melihat Aura secara langsung.


Namun nampaknya itu bukan jalan terbaik, karena begitu mata Aura menatap kearahnya, tiba-tiba nyalinya menghilang, ia berusaha pergi dan bersembunyi.


"Kenapa Tuan harus sembunyi?" Tanya Abigail, yang juga turut hadir di pernikahan Aura.


Flashback


Setelah pembicaraannya dengan Abigail, Seteven merenung di kamarnya, tiba-tiba dia berubah pikiran, dia harus menemui Aura untuk terakhir kalinya. Dia ingin melihat wajah berbeda Aura, karena semenjak dengannya ia tak pernah melihat Aura tersenyum bahagia.


Iapun segera menghubungi Abigail untuk segera berangkat menggunakan jet pribadinya.


Seteven pun senang, karena melepaskan Aura adalah hal yang tepat baginya, ia lebih menginginkan melihat Aura bahagia dari pada harus hidup tertekan bersamanya.


Dan sang bayi kecil yang juga ia lihat meski dari jauh, Meskipun hanya sebentar menemani Aura di kehamilannya, Namun Seteven merasa ada keterikatan saat melihat bayi tersebut.


Ia harus mengalami kekecewaan karena ternyata anak yang di kandung Aura bukan anaknya, selembar kertas yang membuatnya kehilangan seluruh angan dan harapannya.


Tapat sebelum kecelakaan, Seteven meminta orang suruhannya membatalkan misi terakhir, misi terjahatnya yang akan memisahkan sang anak dengan ayah kandungnya.


Jika saja kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin pernikahan Kenzo dan Aura tidak akan terjadi, karena Seteven akan membawa Aura dan Keyzara sesuai misi jahatnya.


Flashback end


"Ayo kita pulang." Ajak Seteven, memutar rodanya menjauh dari acara pernikahan Aura.


"Jadi kita hanya melihat dari jauh saja, Tuan tidak akan melakukan apapun?" Tanya Abigail meminta penjelasan Seteven, karena dirinya sudah ikut jauh-jauh hanya melihat bosnya meratapi nasib dirinya saja.


...****************...

__ADS_1


Aura pun kembali bergabung dengan Kenzo, menganggap apa yang tadi di lihatnya hanyalah sebuah ilusi. Karena setelah di cari pun ternyata memang tidak ada, mungkin saja itu salah satu tamu undangan yang kebetulan memakai kursi roda.


Setelah selesai acara Kenzo dan Aura berjalan berdampingan dengan tangan saling berpegangan untuk menuju kamar mereka. kamar pengantin mereka. Namun di tengah perjalanan terdengar suara yang memanggil. Mereka pun dengan serentak menoleh dan melihat Hani sedang berlari kearahnya.


"Maaf bu, mengganggu." Ucap Hani dengan tergopoh-gopoh, kemudian Hani memberikan satu surat yang di tujukan untuk Aura dan kenzo seperti ucapan selamat atas pernikahannya, namun surat itu justru datang ke kantor Aura.


"Terimakasih." Aura pun kembali melanjutkan langkahnya, setelah menerima surat itu.


"Dari siapa?" tanya Kenzo


"Tidak tahu,tidak ada nama pengirimnya." Aura memulak balik amplop surat itu dan tak ada satu namapun yang tertera.


Kenzo mengaangkat Aura begitu mereka sampai di depan pintu kamar, di gendongnya ala bridstyle.


Aaaa....


Teriaknya karena terkejut, tiba-tiba di gendong Kenzo.


"Aku akan membukanya di dalam." Goda Kenzo, dengan maksud membuka surat yang mereka dapat tadi bersama.


Aura terkekeh karena tatapan Kenzo yang menggelikan.


Kini surat itu ada di tangan Kenzo, perlahan Kenzo mesobek amplopnya dan mengeluarkan isinya yang ternyata dua tiket pesawat dan paket berlibur untuk mereka.


Waaah.....


Ucap Aura takjub karena mereka akan berbulan madu di tempat yang Aura inginkan.


"Siapa yang memberi kita hadiah pernikahan seperti ini?" Tanya Kenzo yang bingung karena tidak ada keterangan siapa yang mengirikannya.


Namun berbeda dengan Aura, karena dia pernah menceritakan tempat itu kepada Seteven, dan dia yakin yang memberi hadian pernikahan semahal ini pasti Seteven orangnya.


Tak hanya dari Seteven, Aura dan Kenzo mendapat hadiah perjalanan berbulan madu dari Rian dan Siska. jika dulu mereka pergi bersama, kini kedua orang tua Kenzo membiarkan hanya Kenzo dan Aura saja, untuk lebih menikmati momen berdua mereka.


"Siapapun itu, kita harus berterimakasih. karena kita akan berbulan madu di banyak tempat." Teriak Aura penuh semangat.


Aura hanya akan menyimpan untuk dirinya sendiri, yang terpenting kini Seteven sudah benar-benar melepaskan dirinya untuk bersama Kenzo, entah bagaimana itu bisa terjadi, yang pasti dengan adanya hadiah ini, menandakan Seteven sudah menerima pernikahan ini dan tidak akan mengganggunya dengan Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2