
Kenzo merasa dirinya sedang di permainkan oleh takdir, disaat kebahagiaan di depan mata mengapa datang masalah yang membuat kebahagiaan Kenzo semakin menjauh.
Setelah tidak mendaptakn informasi apapun dari keanu, Kenzopun meninggalkan kantor cabang perusahannya. Dia bingung harus kemana lagi mencari istrinya. Sampai tiba-tiba ponselnya berdring, Kenzo terkejut karena ada pesan masuk dari wanita yang sudah beberapa hari ini menghilang dari pandangannya.
Segera Kenzo memesan penerbangan menuju jakarta. Dia ingin segera memeluk istrinya melepas rasa rindu dan rasa khawatir yang sudah beberpa hari ini menyelimuti hatinya.
Sesampainya di bandara, Kenzo melihat sosok wanita yang ia rindukan berdiri tepat beberapa meter di depannya.
Kakinya terus memacu untuk berlari Agar segera sampai tepat di hadapan Aura.
Ternyata wanitanya selama ini berada di jakarta. Hanya saja Kenzo tidak mengetahuinya.
"Maafkan aku sayang!" Ucap Aura memeluk Kenzo begitu Kenzo sampai di hadapannya.
Sontak saja Kenzo terdiam dan membalas pelukan istrinya.
Aura memeluk erat Kenzo, dia telah bersalah karena sudah salah paham, dia terlalu mengedepankan egonya tanpa menunggu penjelasan dari suaminya.
"Aku salah, aku sudah tahu bahwa kamu dan Gea tidak ada hubungan apapun, lagi pula saat itu ada Melly dan juga Denis disana." Ucap Aura masih dalam dekapan Kenzo.
"Dan alasanku pura-pura tidak mengenal Gea adalah..." Kenzo berusaha melanjutkan sisa kebenarannya, namun Aura menempelkan jarinya di bibir Kenzo.
"Itu pun aku sudah tahu, dan aku sangat bahagia sekali, ternyata selama ini kamu tidak menyerah mencariku." Ucap Aura meneruskan.
"Aku juga sangat bahagia. Ternyata kita di takdirkan untuk bersama."
Merekapun berjalan menuju mobil dengan tangan Kenzo merangkul pinggul istrinya.
"Bagaimana kalau seandainya wanita anting itu bukan aku? Apakah masih kamu akan mempertahankanku?" Tanya Aura mengentikan langkahnya, lalu kembali saling berhadapan.
"Itu tidak akan terjadi, karena kamu adalah wanita itu, takdir sudah menentukannya."
"Seandainya sayang...." Ucap Aura memaksa.
"Tidak bisa di andaikan. karena memang orang yang sama. Yang jelas aku sangat mencintai kamu." Kenzo tidak suka berandai-andai. Diapun kembaliemeluk istrinya dan mengucapkan kata cintanya.
"Aku juga."
"Kamu harus janji tidak akan pergi-pergi lagi. Jika kita dalam masalah, Kita harus bisa menyelsaikan masalah saat itu juga."
"Aku janji. Aku juga tidak akan membuat kamu khawatir lagi." Ucap Aura memberikan jarr kelingkingnya.
...※※※※...
Gea sedang membersekan setiap meja di resto milik Denis. Sudah beberapa hari ini Gea membantu pekerjaan calon suami sahabatnya itu. Karena itu satu-satunya pekerjaan yang membuat Gea nyaman dari pada bekerja di sebuah perusahaan.
"Bagaimana pertemuan kalian dengan Aura?" Tanya Denis yang sudah duduk menunggu cerita dari Melly dan juga Gea.
__ADS_1
"Syukurlah Aura bisa mengerti. Tapi terpaksa kita mengabil moment milik Kenzo untuk mengatakan bahwa Aura adalah wanita anting itu." Jawab Melly.
"Mau bagaimana lagi, karena itu penjelasan yang paling masuk akal. dan memang kenyataannya begitu." Ucap Gea meneruskan.
"Aku turut senang, hubungan kalian baik-baik saja. Memang persahabatan itu harus melalui cobaan demi cobaan agar bertambah kuat. Bukan hanya hubungan diantara pria dan wanita saja."
"Apa masalah terebrat kamu selama bersahabat dengan Kenzo?"
"Apa ya...? sepertinya tidak ada." Ucap Denis sedikit berpikir.
Melly dan Gea serentak menggelangkan kepala tidak percaya ucapan Denis.
"Jangan pura-pura tidak mengingatnya." Ucap Kenzo dari arah pintu masuk.
Serentak semua melihat kearah datangnya Kenzo dan Aura.
"Hai bro..., tenang gw nggak akan lupa." Ucap Denis terkekeh, di susul juga tawa dari Melly dan Gea. Karena ucapan Denis yang ketahuan sedang berbohong.
...※※※※...
Brugh....
"Diana...." Teriak siska saat melihat menantunya jatuh tepat di depan matanya.
Siska segera menghampiri Diana dan mengoncang-goncangkan tubuhnya
Tak lama datang Rian dengan wajah paniknya dan ikut berjongkok di sebelah istirnya.
"Apa yang terjadi mah?" Tanya Rian
"Mama tidak tahu. Diana tiba-tiba saja terjatuh dan tak sadarkan diri."
Merekapun segera membawa Diana menuju rumah sakit. Rasa khawatir pasti ada karena sebelumnya Diana sangat sehat bahkan Diana jarang sakit. Namun kali ini secara mendadak Diana jatuh tak sadarkan diri.
"Bagaimana dok keadaan menantu saya?" Tanya Rian kepada dokter yang baru saja selesai memeriksa Diana.
"Ibu Diana hanya kelelahan saja, sudah biasa terjadi pada awal trimester ke 3."
"Maksud dokter menantu saya sedang hamil?" Tanya siska terkejut.
Sama halnya dengan siska, meskipun tidak mengerti ucapan dokter tapi pertanyaan dari istrinya membuanya terkejut.
"Tunggu sebentar pak, bu. Anda berdua belum mengetahui tentang kehamilan bu Diana?"
"Benar dok, kami baru tahu sekarang."
"Baiklah bu. Ibu Diana tengah mengandung, dan saat ini usia kandungannya menginjak minggu ke 25."
__ADS_1
"Tapi dok, kenapa perutnya tidak membesar?"
"Ada beberapa yang seperti itu, namun akan terlihat di usia kandungan 28 minggu sampai 30 minggu. Meskipun begitu bayi di dalam kandungan bu Diana sehat dan semuanya normal."
"Terimakaih dok atas penjelasannya."
Dokter pun meninggalkan ruangan, tersisa tinggal pasangan yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai nenek dan kakek.
"Pah, akhirnya kita akan memiliki cucu." Ucap Siska sangat bahagia.
"Iya mah, papa tidak menyangka."
"Bukankah seharusnya kita beritahu Keanu, dan menyuruhnya pulang. Dan bujuk Kenzo untuk kembali memindahkan pekerjaan Keanu ke Jakarta. Keanu harus dekat dengan istri dan calon anaknya." Pinta siska kepada suaminya.
"Iya mah papa pun berpikir demikian. Ya sudah mama jaga Diana disini, papa hubungi Keanu dulu." Rianpun keluar dari ruangan untuk menelphon Keanu memberitahu kehamilan Diana.
Sementara siska menggenggam tangan Diana dan tak berhenti untuk tersenyum.
"Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan harapan untuk keluarga ini. setelah keguguran Aura, akhirnya kamu bisa memberi cahaya untuk keluarga ini." Siska sangat mengkhawatirkan keturunan keluarganya. Karena dia takut jika kedua anaknya tidak bisa meneruskan nama Hartanto.
Diana merasakan badannya yang kaku, dan juga hangat tangan yang saat ini sedang di genggam Siska. Matanyapun mulai membuka perlahan, terlihat cahaya silau berasal dari lampu di atasnya.
Diliriknya kearah tangannya yang sedari tadi terasa hangat, Rupanya tanganya sedang di genggam erat oleh mama mertuanya.
"Mama, aku ada dimana?" Tanya Diana yang tidak menyadari keberadaannya.
"Di, kamu sudah sadar, kamu berada di rumah sakit. kamu tadi pingsan di dapur, tapi Syukurlah, kamu baik-baik saja, dan bayi di dalam perut kamu juga baik-baik saja.
"Bayi mah?" Tanya Diana bingung.
"Iya, bayi. kamu sedang hamilkan?" Tanya Siska, sebab siska menduga Diana selama ini menyembunyikan kehamilannya.
"Aku hamil? tidak mungkin!" Diana tetap menyangkalnya, karena dia sama sekali tidak merasakan apapun bahakan bentuk perutnya pun tidak membesar, meskipun ia tahu berat badannya bertambah, namun ia kira itu hanya karena pola makannya yang berubah.
"Jadi kamu juga tidak mengetahuinya. bukan ingin menyembunyikannya?" Tanya Siska lagi, kali ini siska sama bingungnya dengan Aura. sebab aneh saja jika pemilik tubuh tidak merasakan perubahan dalam tubuhnya, apa lagi ada mahluk hidup yang tinggal di perutnya.
"Untuk apa aku menyembunyikan kehamilanku, yang sudah pasti itu membuat mama dan papa bahagia."
"Tapi nyatanya kamu saat ini sedang hamil dan usia kehamilannya sudah 25 minggu." Siska terus memberitahu Diana agar percaya bahawa dirinya sedang mengandung.
Diana tak percaya dengan apa yang di dengarnya, sebab dia tidak merasakan tanda atau pun gejala kehamilan seperti kebanyakan orang. Satu yang berubah darinya akhir-akhir ini adalah dia selalu ingin dimanja dan di beri perhatian. Maka dari itu ia selalu menemui Om Reza karena dia tidak mendaptkannya dari Keanu.
Dokter pun datang dan kembali memeriksa Diana, serta memperlihatkan bayi yang ada di dalam perutnya.
Terlihat jelas ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya, Diana meneteskan air mata melihat betapa indahnya ciptaan tuhan yang di titipkan di rahminya.
"Aku hamil mah, itu bayiku." Ucap Diana takjub.
__ADS_1
"Iya Sayang, itu anak mu. Cucu mama." Jawab siska yang juga takjub melihatnya. Jika saja Aura tidak mengalami keguguran sudah pasti usianya tak jauh berbeda. Namun tuhan berkehndak lain, sebagai gantinya tuhan titipkan pada menatunya yang lain.