AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Seiring Pertemuan


__ADS_3

Kenzo sudah berada di dalam aparteman milik mantan isitrinya, melihat kesekitar sudut ruangan yang di hiasi banyak pernak pernik mewah. Sementara Hani yang tadi menyambut kedatangannya kini sedang memanggil sang tuan rumah.


Cukup lama Kenzo menunggu, sampai Sayup-sayup terdengar suara Aura yang sepertinya sedang memarahi asistennya itu. Kenzo memfokuskan pendengarannya, sampai pada akhirnya dia mengerti bahwa sebab Aura marah adalah kedatangannya.


Kemudian Kenzo merapikan duduknya saat terdengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki yang mulai mendekat.


"Maaf, lama menunggu!" Ucap Aura kemudian duduk di sofa cukup jauh dengan Kenzo.


Sangat jelas terlihat bahwa Aura sangat menjaga jarak dari mantan suaminya itu.


"Ponsel kamu tertigal, aku sempat mengembalikannya dengan mendatangi kantor kamu lagi, tapi ternyata kamu sudah pulang. Untung saja Hani menelphon dan memberikan alamat tempat tinggal kamu." Ucap Kenzo menjelaskan kepada Aura. Kenudian Kenzo pun mengembaikan ponsel kepada pemiliknya.


"Terimakasih, kamu sudah repot-repot datang kesini." Jawab aura dengan singkat, dan tetap menghindar untuk menatap Kenzo.


"Aku senang bisa melakukannya." Jawab Kenzo yang Lagi-lagi membuat Aura bingung dengan kata 'senang' yang di ucapkannya.


"Iya, sekali lagi terimakasih." Ucap Aura yang tiba-tiba merasa cangung.


"Sudah makan malam? aku melihat resto di sebrang apartment ini, sepertinya makanan disana enak." Ajak Kenzo, semula dirinya ragu untuk mengajak Aura makan malam bersama, sebab dia takut Aura akan menolaknya, dan juga ini akan menjadi makan malam pertama setelah mereka bercerai.


Aura bingung harus memberikan jawaban apa, tapi memang dirinya belum makan apapun sejak tadi siang, apa lagi hari ini Aura sudah mengeluarkan berlebih energinya hanya untuk marah-marah.


"Baiklah, tunggu sebentar aku ganti baju dulu." Jawab Aura kemudian.


Kenzo tidak percaya mendengar jawaban dari Aura, padahal dia sudah memperkirakan ajakannya akan langsung di tolak Aura.


Hanya beberpa menit Aura pun kembali dengan pakaian lebih santai. Kenzo melihatnya dengan mata terpana, Bagimana tidak, Aura kini berubah 360° jika tadi dirinya masih memakai pakaian kerja, kini Aura sudah berubah dengan celana jeans dan kaus polosnya. Aura terlihat lebih muda dari usianya, bahakan dia tidak terlihat seperti pemilik perusahaan besar, melainkan seperti gadis SMA yang akan berangkat bermain.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat, benar yang kamu katakan Resto depan memang enak, dan kita hanya berjalan kaki saja sudah sampai disana." Ucap Aura setelah siap untuk berangkat.


Merekapun jalan berdampingan menuju resto yang dimaksud, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya 10 menit dengan berjalan maka akan sampai.


Kenzo tak bisa lepas dari menatap wanita disampingnya, namun Lidahnya tidak bisa bergerak, Terasa kaku, dia hanya bisa mengagumi Aura dalam diam.


Sedangkan Aura mencoba menghindar dari menatap Kenzo, sebisa mungkin mata dan kepalanya dia tahan untuk tidak melirik kearah sampingnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, bahkan angin malampun tidak bisa meredakan suhu tubuhnya yang panas.


Suasana semakin hening dan cangung menghiasi perjalanan mereka. Mereka seperti sepasang remaja yang baru jadian, yang masih sama-sama malu untuk saling menatap bahakan mengobrol.


...****************...


Reza mencoba lagi meminta Diana untuk datang kerumahnya dengan membawa anaknya, sudah satu bulan ini Diana selalu menghindar dengan alasan sibuk atau ada acara keluarga dan masih banyak alasan yang sama sekali tidak di pahami Reza.


Namun kali ini Diana menyetujui ajakannya, Reza pun akhirnya senang, karena sudah lama dia tidak memeluk anaknya.


Diana melihat betapa bahagianya Reza saat menggendong anaknya, bahkan Keanu tidak pernah sebahagia ini saat menggendong anaknya. tapi dia tidak bisa terus menerus seperti ini, apa lagi saat ini Keanu sudah kembali. Jika Keanu mengetahui hubungannya dengan om Reza masih berlanjut maka dia akan murka dan mungkin kali ini tiada ampun.


"Om, ini akan menjadi yang terakhir kamu bertemu Anakku." Ucap Diana pelan.


Reza menidurkan anaknya kembali dan berbalik mendekati Diana.


"Tapi kenapa? bukankah selama ini baik-baik saja?" Tanya Reza bingung dengan ucapan Diana yang sangat mendadak.


"Aku dan Keanu kembali bersma." Lanjut Diana


Reza bertambah bingung dengan ucapan Diana yang bertele-tele.

__ADS_1


"Bukankah memang kalian belum benar-benar berpisah." Ucap Reza membenarkan, memang selama ini mereka belum berpisah secara resmi


"Kami kembali tinggal bersama, aku dan Keanu sudah kembali seperti dulu lagi. kami melakukan hubungan lagi. Dan aku ingin om berhenti menggangguku." Ucap Diana menusuk kehati Reza, bahakan setelah selama ini Diana masih saja mengutamakan Keanu yang tidak benar-benar mencintainya.


"Apa aku tidak berarti apapun untuk kamu Di? selama ini aku selalu mengikuti semua kemauanmu. bahkan aku tidak pernah menolak sekalipun." Reza sangat Kecewa, kenyataan bahwa dirinya tidak pernah di anggap oleh Diana.


"Tapi om juga menginginkannya, om setuju untuk itu semua." Ucap Diana, membela dirinya.


"Itu semua karena aku benar-benar mencintai kamu. bahkan disaat suami kamu menyakitimu dan pergi, hanya aku yang membuka tangan selebar-lebarnya menyambut kamu."


"Aku tahu, dan aku berterimakasih untuk itu. seperti om yang ingin selalu berada di dekatku bersamaku, Sama seperi om, akupun juga ingin berada di dekat keanu pria yang aku cintai."


Reza terdiam, hatinya sudah benar-benar terluka. Mengehmpaskan dirinya diatas sofa, kecewa dengan semua yang Diana ucapkan. Sambil duduk menundukan kepalanya Reza sudah bulat dengan keputusan yang seharusnya ia ambil sejak dulu.


"Baiklah, jika kamu memang ingin terus bersama dia, silahkan. Tapi ini kesempatan terakhir kamu Di, jika dia kembali menyakiti kamu, aku akan menutup diriku, menutup mataku, tanganku dan bahuku untuk menjadi sandaran disaat kamu tersakiti." Ucapnya Pelan namun masih terdengar tegas.


Diana terkejut mendengarnya, sebenarnya dia tidak setuju dengan apa yang di ucapkan Reza, dia ingin Reza tetap mempertahankannya dangan mengajukan ide-ide lainnya, bukan seperti ini.


Namun ini adalah kesempatan untuk Diana agar benar-benar lepas dari seorang Reza.


"Terimakasih om, aku harap om akan bahagaia dengan siapapun nanti wanita yang ada di sisi om." Ucap Diana segera mengambil anaknya dan pergi dari Rumah itu.


Reza mengepalkan tangannya, menahan marah dan kecewa yang dirasakannya.


"Aarrrghhh..." Teriak Reza meluapkan kemarahannya.


"Awas saja Di, kita lihat sejauh mana kamu akan bertahan, nanti kamu akan menyadari bahwa pria kamu hanya aku seorang." Ucap Reza memandang wajah Diana di dalam ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2