
Saat istirahat kerja Gea mengunjungi resto sahabatnya untuk makan siang juga akan menceritakan apa yang telah terjadi akhir-akhir ini pada hubungannya.
"Apa Bu melly ada di atas?" Tanyanya kepada salah satu pelayan resto.
"Iya bu" Jawab pelayan itu menagguk
"Makanan saya antar ke atas aja ya." Ucap Gea sebelun menaiki tangga.
Sesampai di atas, Gea segera menghampiri bayi cantik yang saat ini sedang bermain seorang diri, dia pun segera menggendongnya sambil mencari keberadaan Melly.
"Kamu sudah cocok Ge." Ucap melly yang datang dari arah belakang, sehingga membuatnya terkejut.
"Dari mama? gak baik ninggalin bayi sendirian." Omel Gea sudah seperti nenek dari sang bayi.
"Sebentar doang, aku ngambil pelembabnya di kamar. Tumben istirahat ke sini?" Tanya Melly yang tiba-tiba ledatangan Gea di siang hari, biasanya gea datang malam hari itu pun semenjak ada Keanu dia jarang datang.
"Mel, menurut kamu Keanu seperti apa?" Tanya Gea hati-hati, dia tidak ingin melly menjadi salah paham dan menyangka hubungannya dalam masalah.
"Dia baik. Memangnya kenapa? kamu yang lebih tahu tentang dia, kalau kamu tanya hal ini ke Aura pasti dia akan menjawab dengan detail." Jawab Melly seolah pertanyaan Gea hanya sebuah lelucon. Namun Gea hanya ingin ada yang menilai Keanu dari kaca mata berbeda.
Melly yang akan mengambil anaknya dari gendongan Gea, terheran karena Gea yang diam seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat.
"Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Melly yang hapal dengan gelagat Gea. Gea sangat jelas menujukan bahwa dirinya tengah bingung dan sepertinya sedang menghadapi suatu permasalahan.
__ADS_1
"Keanu mel, aku merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu."
"Seperti apa?" Tanya Melly yang masih tidak paham dengan ucapan Gea.
"Entah lah, aku tidak tahu pasti. Yang jelas aku merasakan seperti itu. contohnya semalam,dia tiba-tiba pergi, dan dia tidak mengatakan apapun."
"Mungkin itu urusan pekerjaan, kamu lupa, kalau kamu juga sering dapat panggilan dadakan dari Kenzo." Jawab Melly berusaha tetap positive. Karena banyak kemungkinan yang terjadi, dan itu tidak selalu buruk.
"Lalu aku juga menemukan ini."Gea menujukan invoice penerbangan juga belanjaan Keanu.
"Kamu sudah tanyakan hal ini kepadanya?" Tanya Melly, karena menurutnya jika merasa ragu atau pun penasaran dengan semua yang di lakukan pasangan kita, sebaiknya bertanya langusng, dari pada hanya menduga dan belum tentu itu benar.
Gea menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak berani menanyakannya, dia takut Keanu menaggap dirinya wanita pengekang, sama seperti mantan istri Keanu.
"Aku takut Mell, tapi akan aku coba." Jawab Gea, merasa sebagian bebannya terangkat setelah menceritakan semuanya kepada sahabatnya.
...****************...
Dug...dug....dug...
"Mas Reza, buka pintunya." Teriak Diana dari dalam kamarnya.
Semenjak kepulangannya dari apartment Keanu, Reza mengunci Diana di dalm kamar, dan dia hanya membukakan pintu ketuka waktunya makan bahakan ponsel Diana pun di bawa Reza.
__ADS_1
Reza melakukan itu agar Diana tidak berulah menjelang pernikahannya yang hanya beberpa hari lagi.
"Buka pintunya...." Teriaknya lagi. Sudah berkali-kali Diana meneriaki kata yang sama.
tiba-tiba suara kunci terbuka Diana pun segera melangkah mundur. Dan Reza pun akhirnya masuk kedalam kamar dengan ponsel yang ia tunjukan kepada Diana. Karena Saat ini Reza tengah menghubungi siska.
Diana Terberlak melihat itu." Apa yang akan kamu lakukan?" Teruaknya berusaha meraih ponsel dari ge genggaman Reza.
"Aku akan memberitahukan siapa sebenarnya Lexa jika kamu terus melakukan hal bodoh." Ancam Reza.
"Silahkan aku tidak peduli, jika kamu melakukan itu maka kita tidak pernah menikah, dan jangan harap kamu akan bertemu Lexa." Jawab Diana dengan Ancaman yang biasa dia ucapkan. Namun kali ini berbeda nampaknya Reza tidak bergeming, dia masih terus melakukan panggilan kepada siska.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan." Jawab Reza yang sudah kebal dengan Ancaman yang Diana berikan.
Diana terkejut mendengar itu, dia tidak menyangka Reza kini sudah berani kepadanya. Dia terus berpikir, dia tidak mungkin melepas harta milik keluarga hartanto meskipun itu untuk Lexa. Namun dia juga tidak ingin berakhir menjadi istri pria tua. yang akhir-akhir ini sudah nampak tanda-tanda penuannya.
"Matikan telphonnya, aku janji tidak akan seperti ini lagi." Ucap Diana yang kini sudah duduk bersimpuh.
Melihat Diana sudah bertekuk lutut di hadapannya, dengan penuh kemenangan Reza segera mematikan panggilannya, dan kembali menyimpan ponselnya di saku.
"Gadis Baik, ingat ini sayang, kalau kamu melakukan hal seperti ini lagi, maka aku akan memebritahu kebenarannya." Ucap Reza yang membantu membangunkan Diana, dengan sedikit cengkraman di kedua pundaknya.
Diana sekali-kali harus di perlakukan seperti ini agar dia sadar bahwa dirinya kini tidak berarti apapun bagi Reza, seluruh cinta Reza untuk Diana kini sudah terkubur bersama seluruh kesabaran dirinya menunggu sambutan dari Diana.
__ADS_1
Diana gemetar, kini dia sangat takut berada di dekat Reza. Rezanya telah berubah. Reza yang dulu, yang selalu patuh dengan semua ucapannya kini berbalik menyerangnya. Dia tidak mengenal pria yang kini sedang memeluknya. Bahakan pelukan itu kini sudah tak terasa kelembutannya. Seperti ini lah sosok Reza sebenarnya namun Diana telat untuk menyadari itu.