AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Mengubur Sisa Kenangan


__ADS_3

Aura merasa ada tiupan-tiupan hangat yang menyentuh wajahnya, kemudian dia membuka sebelah matanya.


"Aaa..." Teriaknya namun segera ia tutupi mulutnya sendiri. sambil menggeserkan tubuhnya,


aura terkejut mendapti dirinya tertidur di sebelah Kenzo, karena seingatnya semalam Aura tidur di atas kursi panjang itu.


"Kenapa kamu buat kegaduah di pagi hari?" Tanya Kenzo. Aura langsung diam mematung sementara Kenzo membalikan psoisi tidurnya menjadi membelakangi Aura.


"Apa dia masih tidur?" Tanya Aura yang tidak melihat gerakan apapun lagi dari Kenzo.


Hhuuh.... Aura mengembuskan nafasnya, dia merasa lega, karena Kenzo tidak menyadari bahwa Aura tidur di sebelahnya.


Perlahan Aura menurunkan kedua kakinya dan beranjak dari tempat tidur. Lalu Aura berbalik memandangi kasur tempat ia tidur tadi, menyilangkan tangannya seraya berpikir keras. mengingat bagaimana bisa dia pindah tidur di sisi Kenzo.


"Bagaimana aku bisa tidur sana, Apa aku berjalan saat tidur? Argh.... itu bukan kebiasaanku."


Tok...tok...tok...


Suara Ketukan pintu menyudahi Aura dari mengingat kejadian yang tak di ingatnya.


"Diana, ada perlu apa?" Tanya Aura begitu membuka pintu.


"Kak kenzo di panggil Papa. terus mama juga tanya kenapa kalian tidak datang sarapan."


"Nanti aku hubungi mama. terimkasih Di." Ucap Aura kembali menutup pintu.


Kalau saja dia tidak menangis semalaman, mungkin dia tidak akan terlambat bangun.


Aura jadi mengingat percakapannya dengan Keanu semalam, melihat reaksi Keanu yang tidak sesuai dengan isi suratnya. Dan hanya satu orang yang bisa di mintai keterangan, yaitu Diana.


"Di tunggu sebenta!" Panggil Aura kembali.


Diana pun menghentikan langkahnya dan Menoleh. Aura berlari kecil menghampiri Diana yang sudah cukup jauh dari kamarnya.


"Aku ingin tanya sesuatu. Mengenai surat itu, apa kamu memberikan surat yang benar? Tanya Aura.


"Aku sudah memberikannya, tanya saja Keanu." Jawab Diana.


"Tapi, kenapa dia seperti itu?


"Apa sebenarnya maksud kamu, kamu menudingku merubah isi surat itu?" Diana menaikan nada bicaranya, dia merasa tersinggung dengan pertanyaan Aura.


Melihat Reaksi Diana, Aura menjadi merasa bersalah.


"Bukan seperti itu, hanya saja..." Aura mencoba menjelaskan apa yang terjadi, namun Diana memotong ucapan Aura.


"Ra, berhenti terjebak masa lalu. di antara kalian sudah selesai, saat kamu pergi meninggalkannya. Kini Keanu adalah suamiku. jangan ganggu hubungan kami. Urusi saja suami kamu sendiri." Ucap Diana menatap tajam kearah Aura.


"Aku hanya ingin meluruskan, karena Keanu begitu membenciku. aku tidak berniat mengganggu kalian."

__ADS_1


"Terima saja semua itu. kamu memang pantas keanu benci. Aku muak dengan keberadaan kamu. kenyataan kamu adalah kakak iparku sudah membuat kami tertekan. jangan lagi mengungkit masa lalu."


Keanu mendengar suara Diana yang berteriak, diapun segera menghampiri Diana yang sedang bersama Aura.


"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanyanya kepada Diana dan Aura


Diana yang langsung memeluk Keanu dan menangis dalam pelukannya, Keanu yang bingung pun langsung bertanya kepada Aura.


"Apa yang kamu katakan kepada Diana sampai dia menangis seperti ini?" Tanya Keanu dengan tatapan kebencian. Ucapanya bagai bilah pisau yang menyayat hati Aura.


Aura mengepalkan tangannya,melihat perubahan Sikap dari Diana saat sebelum Keanu datang dan setelah Keanu Datang. Semula dia berteriak marah dan saat ini dia menangis seolah di adalah korbanya.


"Kalian benar-benar mengecewakan." Ucap Aura berbalik meninggalkan Diana bersama Keanu.


"Aura tunggu...!" Ucap Keanu memanggilnya kembali. Namun Aura tidak menggubrisnya.


Lalu tangannya di cekal dan membuat Aura menghentikan langkahnya.


Sakit. itu yang saat ini Aura rasakan, tangan dan hatinya sangat sakit. Lalu Aura menghempaskan tangannya sehingga tangan Keanu terlepas dari memegang tangannya.


"Apa lagi?" Tanya Aura menahan tangisannya


"Jangan pernah mengusik Diana, Dan jangan salahkan dia atas berakhirnya hubungan kita. Karena Diana yang selama ini ada di sisiku setelah kamu pergi meninggalkanku." Ucapnya sebelum berbalik kembali menghampiri Diana.


Aura tidak bisa berkata-kata lagi. Kini dia hanya menatap nanar Kepergian Keanu.


"Aku tidak pernah meninggalkanmu, justru kamu yang tidak bisa menunggu." Ucapnya lirih.


"Apa dia melihat pertengkaran tadi?" Tanyanya dalam hati, namun dari eksprsinya, Aura tidak melihat hal itu.


"Ada apa? apa kamu membuat Keanu kesal? Tanya Kenzo.


"Nggak, Tadi mereka datang dan memberi tahu bahwa Papa mencari kamu, dan menanyakan mengapa kita tidak datang untuk sarapan." Jawab Aura sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.


"Kenapa Keanu tidak langsung memberitahuku dan harus melalui kamu?" Tanya Kenzo yang mengikuti.


"Tanyakan saja sendiri, aku tidak tahu!"


...※※※※...


Sesampainya di dalam kamar, Keanu langsung menanyakan alasan istrinya menangis.


"Apa yang terajdi, mengapa Aura meneriaki kamu?" Tanya Keanu.


"Dia menyalahkan aku atas semua ini, atas sikap kamu kepadanya. dia bilang, aku sudah menghasut kamu supaya membencinya, dulu maupun sekarang. Sekarang aku tanya sama kamu, apa aku pernah menghasut kamu untuk membenci dia? Apa aku pernah menjelek-jelakan dia?" Ucap Diana sambil beruraian air mata.


"Tidak, tidak pernah sekalipun kamu seperti itu. Di, jangan dengarkan ucapannya." Jawab Keanu merangkul istirnya dan membiarkannya bersandar di dadanya.


"Aku takut dia menghasut kamu untuk membenciku. jadi mulai sekarang jangan pernah mempercayai ucapannya."

__ADS_1


"Kamu tenang saja, kamu paling tahu aku tidak mudah percaya orang lain." Ucap Keanu memeluk istrinya.


"Tapi dia bukan orang lain, dia Aura, dia pernah adi di dalam hati kamu." Diana meletakan tangannya didada Keanu.


"Tapi saat ini hanya kamu yang adi di dalamnya." Ucap Keanu, yang mampu membuat Diana kembali tersenyum.


Keanu tidak menyangka Aura akan berani menanyakana kepad Diana tentang dirinya, seharusnya itu hanya menjadi urusan mereka berdua, karena tidak ada sangkut pautnya dengan Diana. Justru Dianalah yang selalu hadir di saat hari-hari terburuknya. Masikipun sampai saat ini Keanu belum bisa memebri hatinya seutuhnya. namun dia selalu berterimakasih atas segala yang Diana telah berikan selama ini.


Kenau harus segera menyelsaikan semuanya dengan Aura, Agar mereka bisa hidup nyaman menjalani hidup sebagai saudara.


Keanupun ingin perasaannya bebas, dan tidak merasakan sakit hati atau kemarahan apapun saat bertemu dengan Aura.


Diapun menghubungi Aura, mengajaknya bertemu sebelum kepulangan mereka ke indonesia.


...※※※※...


Suasana malam yang damai, terasa angin berhembus menyejukan hati siapaun yang sedang memanas. berharap cuaca ini akan mendukung denga suasana hati mereka nanti.


Keanu sudah duduk menunggu Aura, sudah sepuluh menit dia menunggu, tapi Aura tak juga datang.


"Maaf aku terlambat. tadi aku harus menemui mama dulu." Ucap Aura, Dan diapun langsung duduk di kursi depan Keanu.


Keanu nampak sulit untuk memulai pembicaraannya, duduk saling berhadapan dengan Aura menimbulkan reaksi lain di dalam tubuhnya. Apalagi saat ini mereka hanya berdua. Namun ini bukan waktunya untuk menanggapi rasa lain di dalam hatinya, justru pertemuan ini untuk menyingkirkan segala sesuatu yang mengganggu di hatinya.


"Ra, mari kita berdamai, lupakan masa lalu, dan kita jalani hidup sebagaimana mestinya. Tapi, sebelumnya aku ingin kita saling jujur." Ucap keanu menghindari kontak mata dengan Aura.


"Baiklah mari kita saling jujur. Pasti kamu sangat penasaran bagaimana aku bisa mendapatak uang itu. Dan aku sudah menjelaskan semuanya di surat itu. Dengan sejelas-jelasnya. Jadi seharusnya kamu tidak akan bertanya lagi" Ucap Aura. Dia tidak ingin menjelaskan lagi dengan mulutnya, karena dia sudah menejelaskan di dalam suratnya. Bhakan jika memang Kenau mencintai Aura, maka dia tidak akan meminta penjelasan apapun. dia akan percaya dengan cintanya.


Namun sepertinya Keanu memang sudah tidak mencintainya. terbukti dengan dia menjalin cinta dengan wanita lain.


"Baiklah, aku percaya dengan tulisan dalam surat itu. lalu apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Mengapa menikahi Diana?" Tanya Aura. Dengan maksud keanu akan memberi alasan mengapa tidak menunggu untuk dirinya.


"Seperti kamu menikah dengan Kak Kenzo akupun demikian. Dan dia selalu ada tanpa aku meminta." Jawab Keanu.


"Kamu mencintai Dia?" Tanya Aura kembali, dia menelisik mencari mata Keanu yang menghindari tatapannya.


"Sudah jelas, Dia istriku. Sudah pasti aku mencintainya!" Ucap Keanu tersenyum, Kemudian menatap Aura.


Ada tekanan yang menusuk di hati Aura. Dia sadar bahwa keanu tidak mungkin kembali bersamanya. Bahkan saat di mengetahu Keanu menikah pun dia sadar. Namun dia hanya ingin keanu memberi alasan mengapa menikah dengan Diana? bukan menunggu untuknya. Dan alasan itu tidak ada dalam ucapannya.


"Aku mengerti. Selamat tinggal." Ucap Aura pamit pergi meninggalkan Keanu.


Aura berjalan meyusuri jalanan. Gelapnya malam serta dinginnya angin menemani di setiap langkahnya. Dugaannya selama ini benar, keanu memang memilih untuk tidak menunggunya. Ternyata kehadiran Aura di samping Keanu tergantikan dengan sosok yang baru, yang kini telah jadi istrinya.


Aura menyadari, bahwa meninggalakan Keanu saat itu, berarti harus siap kehilangannya, ternyata Cinta Keanu tidak sebesar cintanya. Dia tidak mampu untuk menunggu cintanya kembali, justru dia lebih memilih untuk melepasakan.


Aura menghapus air mata yang terus membanjiri pipinya, dia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. Namun kakinya terus melangkah sampai depan kamarnya. Aura tidak berani masuk kedalam, Lalu dia pun duduk dan memandangi langit malam.

__ADS_1


Sungguh hidup yang memilukan, tidak ada satu orangpun yang bisa Aura jadikan sandaran disaat hatinya sakit dan hancur. saat ini Aura butuh pelukan, butuh dukungan. Namun siapa yang akan memberikan itu semua, dirinya hanya seorang diri di tempat asing ini.


__ADS_2