
Keanu mengerejapkan matanya, cahaya silau matahari pagi membangunkan tidur nyenyaknya, Dia merasakan pegal di sekujur tubuh dan baru menyadari saat dirinya terbangun, ternyata semalaman dia berada di dalam mobil, bahakan dirinya tidur di dalam mobil.
Namun ada yang membuatnya aneh, interior mobilnya berubah dan dia baru menyadari saat melirik kesebelah kirinya ada seorang wanita yang masih tertidur tepat disampingnya.
Diapun mendekat dan menatap lekat wajah Aura, ingatannyapun mundur kemasa lalunya, bertahun-tahun lalu, dimana saat dirinya sering melihat wajah Aura saat terlelap, menjadi sandaraan disaat Aura tidur dan masih banyak kenangan yang sulit di lupakanya, seolah-olah baru terjadi kemarin.
Tangannya mencoba mengusap lembut pelepis aura turun kearah pipinya, menyentuh lembut bibir Aura. Keanu terpejam dia mengingat kecupannya semalam, dia sepenuhnya menyadari itu. Itu ia lakukan dalam keadaan sadar, meskipun ada pengaruh alkohol, namun ia melakukannya atas keinginannya sendiri.
"Keanu." Ucap Aura membuka matanya lebar-lebar, Begitu melihat Wajah Keanu dengan jarak sangat dekat dengannya. Nafasnya naik turun dengan cepat, situasi ini membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
Keanupun sama terkejutnya, karena Aura tiba-tiba terbangun saat jarak antara keduanya begitu dekat, Kemudian diapun lebih mendekatkan lagi wajahnya sehingga bibirnya benar-benar menyentuh bibir Aura. Keanu tidak bisa untuk tidak melakukannya, hasratnya sudah naik diubun-ubun. Memainkan lidahnya untuk melahap lebih dalam lagi.
Aura memejamkan matanya, Dia larut dalam permainan Keanu. Tubuhnya seolah sangat merindukan Keanu. Namun seketika bayangan Kenzo terlintas di kepalanya. Kemudian dia mendorong Keanu hingga terlepas persatuan mereka.
Seketika suasana menjadi hening, hanya deru nafas dari keduanya yang mengisi setiap sudut mobil tersebut. Aura menundukan kepalanya sementara Keanu menatap lurus kearah depannya.
"Ini salah Nu." Ucap Aura lirih, kemudian ia mengusap wajahnya. Aura menyadari yang di lakukannya adalah kesalahan.
"Tidak Ra, kita menginginkannya." Keanu menyangkal, sebab sangat jelas Keanu pun merasakan bahwa Aura sepenuhnya menyambut dirinya.
"Kamu adik iparku, dan kamu sudah memiliki istri bahkan kamu akan menjadi seorang ayah."
"Itu yang membuatku gila Ra. Aku sangat ingin bersamamu, sementara saat aku akan menceraikan Diana ternyata dia sedang mengandung."
"Kamu tidak bisa seperti ini, sekarang kamu turun." Pinta Aura dengan getir. Terdengar jelas dari suaranya Bahwa Aura sangat kecewa kepada Keanu yang begitu memanfaatkan keadaan dan juga kecewa kepada dirinya.
"Oke aku turun, tapi aku tidak pernah menyesal melakukannya." Ucap Keanu sesaat sebelum keluar dari mobil Aura.
Aura segera membawa mobilnya melesat menjauh dari Keanu. Ternyata kedatangannya menghampiri Keanu hanya membawa petaka dalam rumah tangganya.
...¤¤¤¤...
Sesampainya di rumah Keanu masuk begitu saja, melewati kedua orang tuanya dan juga Diana yang kebetulan sedang sarapan.
Keanu melemparkan jas kerjanya sembarang, Kemudian duduk di tepi kasur menundukan kepalanya. Dia tidak menyesal mencium Aura, karena dia tidak pernah memaksakannya itu terjadi begitu saja, namun penolakan dari Aura membuatnya kesal, seakan ingin menarik memaksa Aura untuk pergi dengannya. meninggalkan kenyataan bahwa Aura adalah kakak iparnya.
__ADS_1
"Mas, dari mana saja kamu semalaman?" Tanya Diana yang menyusl suaminya kedalam kamar.
Diana mengusap lembut punggung suaminya, dia bingung melihat suaminya yang pulang dengan keadaan kacau, sementara kemarin Keanu masih baik-baik saja.
"Bukan urusan kamu!" Jawab Keanu menepis tangan Diana.
Diana mengerutkan keningnya, dia yakin sesuatu terjadi kepada Keanu.
"Kamu kenapa lagi, kali ini apa salahku?" Tanya Diana lagi. Sebab perlakuan Keanu tiba-tiba berubah.
"Di, aku akan bertanya lagi, kali ini aku mau kamu jujur, sejujur-jujurnya. Sebenarnya siapa ayah dari anak yang kamu kandung itu?" Tanya Keanu dengan tatapan tajam.
Diana terkejut mendapat pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya. Dia pikir Keanu sudah mempercayai ucapannya. Tapi ternyata Keanu masih menyimpan ragu.
"Aku sudah mengatakannya Nu, ini anak kamu, aku tidak pernah tidur dengan siapapun kecuali kamu. Memang aku salah telah menghilangkan kepercayaanmu. Tapi aku berani sumpah Nu." Ucap Diana dengan keyakinannya.
"Tapi kenapa Dia mendatangiku dan mengaku dia ayah dari anak yang kamu kandung." Ucap Keanu menaikan nada bicarannya. saat ini Keanu sangat berusaha menahan amarahnya.
"Dia siapa?" "Maksud kamu om Reza? jangan percaya Nu, dia hanya menginginkan kamu untuk meninggalkanku."
Diana bersimpuh memeluk kaki Keanu, meminta Keanu untuk mempercayainya.
"Aku mohon Nu, percaya aku sekali ini saja. aku bersumpah demi anak yang aku kandung ini, aku tidak akan memisahkan dia dari ayah kandungnya, yang jelas itu kamu."
"Stop Di, aku harus segera berangkat kerja lagi." Keanu melepaskan tangan Diana yang membelit dikakinya. dan melangkah masuk kamar mandi. Keanu tidak ingin mendengar lagi kalimat yang akan diucapkan Diana, karena Keanu sulit untuk mempercayainya lagi.
Begitu Keanu tak terlihat lagi, Diana segera mencari ponselnya dan menghungi Reza.
"Kenapa om menemui suamiku?" Tanya Diana dengan suara tertahan, dia tidak ingin suaminya mendengar pembicaraanya dengan Reza.
"Apa lagi yang harus aku lakukan sementara kamu sulit di hubungi." Jawab Reza, yang pada akhirnya wanita yang di tunggunya menghubungi.
"Aku sudah peringatkan om ya, untuk menjauh dari kehidupanku." Ancam Diana.
"Itu tidak akan pernah, karena aku akan menjadi seorang ayah."
__ADS_1
"Sampai kapan om bisa sadar, bahwa anak ini adalah anak Keanu."
"Kamu tahu dari mana bahwa itu anak Keanu? karena itu anakku." Reza begitu yakin bahwa anak dalam kandungan Diana adalah anaknya. Dia akan memperjuakannya karena Reza tidak memiliki keturunan dari pernikahan sebelumnya.
"Aku tidak peduli, yang jelas aku tetap dengan keputusanku dengan menganggap anak yang aku kandung ini anak Keanu." Diana segera menutup telphonnya, karena sudah tidak terdengar lagi suara air di dalam kamar mandi, yang berarti Keanu akan segera selesai.
Saat Keanu kekuar dari kamar mandi matanya menatap tajam Diana, dan itu membuat Diana salah tingkah.
"Aku sudah siapkan pakaian kerja kamu." Ucap Diana meyalurkan rasa paniknya.
Namun Keanu tidak meresponnya, bahkan keanu tidak memakai pakaian yang telah dipilihkan Diana untuknya.
...¤¤¤¤...
Kenzo menolah saat pintu kamar terbuka, sedangkan dirinya sedang memakai pakaian kerjanya.
"Bagaimana semalam? pasti seru, karena kalian bertiga sudah lama tidak berkumpul bersama." Tanya Kenzo saat Aura datang ke dalam kamarnya.
Bukannya menjawab Aura hanya Diam terpaku, karena semalam dia tidak bersama dengan kedua sahabatnya.
"Kenapa sayang, apa semalam terjadi sesuatu?" Tanya Kenzo, menghampiri istrinya.
"Kenapa kamu harus tahu tentang tadi malam?" Ucap Auar dengan nada kesalnya.
Kenzo langsung terdiam dan tidak membahasnya lagi.
"Kamu sarapan di kantor saja." Ucap Aura kemudian.
"Kamu sakit sayang?" Tanya Kenzo memgusap pucuk kepala Aura, karena Aura langsung berbaring begitu sampai di kamarnya.
"Aku hanya kurang tidur saja." Ucapnya berbohong.
"Maafkan aku Ken, aku tidak bisa menghadapi kamu. Aku merasa sangat bersalah." Tak terasa mata Aura sudah basah di balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Ya sudah, kamu istirahat saja. hari ini aku akan menemui papa." Kenzopun mengecup pucuk kepala Aura, kemudian keluar dari kamarnya. Tanpa menyadari bahwa saat ini istrinya sedang menangis meratapi kesalahnnya.
__ADS_1