
Sudah berkali-kali Diana menunda janji temunya dengan desainer baju pengantin, dan itu membuat Reza kesal dan juga merasa sedang di bodohi.
Reza merasa dia harus melakukan sesuatu. Akhirnya dia menyuruh orang untuk memata-matai Diana. Kemana saja Diana pergi, apa benar Diana menemui Lexa dan itu sesuai dengan alasan yang selalu ia utarakan, Atau pergi ketempat lain yang Reza tidak boleh mengetahuinya.
Dan benar saja dugaannya, selama ini Diana berbohong, Lagi-lagi Reza sangat mudah percaya kepada Diana.
"Apa sebenarnya tujuan kamu?" Tanya Reza saat mendengar semua laporan dari orang yang selama satu minggu ini memata-matai Diana.
Reza mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas meja. Dia terus memikirkan tujuan sebenarnya Diana menemui mantan mertuanya bahkan dia juga menamui kekasih dari mantan suaminya.
"Ah... aku tahu tujuan kamu." Ucap Reza yang kemudian meninggalkan ruangannya.
Dengan langkah tergesa-gesa Reza menuju kearah parkiran dimana tempat ia memarkirkan mobilnya.
Kemudian Reza membawa mobilnya melaju ke suatu daerah, dan berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah.
Kali ini apa yang dia lakukan akan membuat Diana mengalah dan mengikuti kemauannya. Dia harus memainkan permainan yang sama cerdiknya dengan yang selama ini Diana lakukan.
Reza pun keluar dari dalam mobil dan ia kemudian memijit bell rumah tersebut.
Seorang satpam lari dengan tergopoh-gopoh, menghampiri Reza.
"Anda cari siapa?" Tanya satpam rumah itu.
"Saya Reza, Om dari Diana. Boleh saya masuk, saya hanya ingin menengok Lexa." Ucap Reza yang kemudian di bukakan pintu gerbang untuknya agar bisa masuk.
Reza kemudian diantar untuk menemui siska, yang sedang menyiram bunga tak jauh dari pintu masuk.
"Bu ada tamu." Ucap Satpam memberitahu.
__ADS_1
Siska pun menoleh dan segera menyalami Reza karena ia tahu bahwa Reza adalah om dari Diana.
"Silahkan masuk!" Ucap Siska mempersilahka Reza untuk masuk.
"Dan silahkan duduk, saya ambil Lexa dulu." Lanjutnya yang kemudian meninggalkan Reza untuk mengambil Lexa agar bertemu dengan Reza.
"Dduuhh... anak om sudah besar!" Ucap Reza yang mengambil alih Lexa dari gendongan Siska.
"Iya, tidak terasa sebentar lagi usianya satu tahun." Ucap siska menimpal.
Lexa sepertinya sangat tahu siapa yang saat ini sedang menggendongnya, karena Lexa tak menangis dan rewel sedikitpun. Bahakan Lexa hanya menatap kedua bola mata Reza.
"Silahkan bermain dengan Lexa, saya buatkan minum dulu." Siska pun berbalik untuk pergi mengambilkan minuman untuk Reza.
Setelah kepergian siska barulah Reza membuka ponselnya dan mengirim kan sebuah photo untuk Diana. Photo saat dirinya sedang berdua dengan lexa anaknya sendiri.
Reza hanya tersenyum dan mengabaikan pesan yang Diana kirimkan, Kemudian dia melanjutkan bermain dengan anak semata wayangnya.
"Anaku, ada saatnya kita akan berkumpul bersma, kamu, ayah dan ibumu." Ucap Reza dengan suara pelan.
Lexa seakan mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan Reza, dengan tersenyum bahagia menanggapinya.
Cukup lama Reza berada di rumah siska dengan di temani siska bermain bersama Lexa. Bahkan panggilan Diana di ponselnya pun terus di abaikannya.
...****************...
Diana menunggu gelisah di rumah Reza, dia tidak mungkin ikut menysul keruamah mertuanya, karena dia takut Reza akan melakukan sesuatu yang membuat rahasianya terbongkar.
Diana memdengar suara mobil berhenti ia pun segera keluar dan mengahmpiri Reza yang baru saja tiba di rumahnya.
__ADS_1
"Apa yang coba om lakukan?" Tanya Diana menyerang Reza, dengan memukuli dadanya.
Reza menahan kedua tangan Diana, menghentikan dari memukulinya.
"Ayo kita langsungkan pernikahan." Pinta Reza kepada Diana.
Tubuh Diana seketika lemas, dia tidak bisa lagi lari dari Reza. Dia tidak bisa lagi lari dari pernikahannya. Karena Reza pasti akan memgungkapkan kebenarannya. Kini Reza sudah tidak memiliki ketakutan apapun. Ancaman darinya sudah tak berarti lagi.
"Baiklah. Tapi jangan temui Lexa lagi." Ucap Dian yang kemduian berbalik untuk masuk kedalam rumah, meninggalkan Reza dengan perasaan tak berdaya.
Reza tersenyum penuh kemenangan, kenapa tidak sedari dulu ia melakukan hal seperti ini kepada Diana?. Reza bahakan terkejut bahwa Diana setuju dengan sangat mudah tanpa pertengkaran terlebih dahulu.
"Kamu tahu Lexa sudah besar, bahak dia terlihat mirip sekali denganku." Ucap Reza saat masuk kedalam kamar.
Diana hanya mendengarkan dengan berselimut menutupi dirinya.
"Dan satu hal lagi, sepertinya dia tahu bahwa aku ini adalah ayahnya." Lanjut Reza, masih membayangkan bagaimana tatapan suci anaknya.
"Jangan asal Om. Lexa hanya punya satu papah. Yaitu Keanu." Timpal Diana yang tak setuju dengan ucapan Reza.
Diana kemudian duduk bersandar di kepala ranjang, membuka selimut yang menutupi kepalanya.
"Om, berhenti membicarakan Lexa, karena om bukan ayahnya." Ucap Diana mengingatkan kembali kepada janji yang pernah Reza ucapkan.
Reza perlahan mendekat, dan duduk di atas kasur. Dia perlahan mengyibakan rambut-rambut halus yang mengahalngi tatapan tajam Diana kepadanya.
"Tergantung kamu sayang, jika kamu membuat ini menjadi mudah, om pasti tidak akan seperti ini." Ucap Reza membuat kedua sudut mata Diana bergetar.
Om Rezanya telah berubah. Diana sama sekali tidak mengenal pria yang saat ini berada di depannya. Dia tidak menyangka sifat asli Reza seperti ini.
__ADS_1