AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Kekhawatiran Diana


__ADS_3

Keanu dan Diana sudah siap untuk kepulangannya, Mereka tidak memiliki banyak waktu, karena besok hari pernikahan kakanya di selenggarakan, sedangkan Mereka baru bisa berangkat sehari seblum hari H. Karena pekerjaan Keanu yang selesai di luar perkiraan.


Diana sedari tadi hanya fokus kepada ponselnya. Bahkan, perkataan Keanu hanya di jawab dengan satu kata. Yaitu, Iya saja. Itu semua karena Diana sedang membuka pesan dari mertuanya, Siska mengirimkan foto undangan pernikahan kakak iparnya. Sempat membaca sekilas, namun pandangannya terganggu dengan satu buah nama yang tertulis di dalamnya.


"Aura. Aku baru mendengar nama itu lagi. Kenapa calon iparku harus bernama Aura." Ucapnya menyeringai.


Diana beranggapan itu hanya kebetulan semata. Padahal nama itu selalu ingin ia hindari, apa lagi jika suaminya mendengar nama itu disebutkan, Diana khawatir Keanu akan kembali mengingat tentang mantan kekasihnya.


"Kamu sedang lihat apa?" Tanya Keanu kepada istrinya. sebab Kenau merasa Diana terlalu fokus dan mengabaikan dirinya.


"Ah... bukan apa-apa." Jawabnya, segera menyimpan ponsel kedalam tasnya.


Melihat tingkah Diana, Keanu merasa Diana sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Dia sangat penasaran apa yang sedari tadi di lihat istrinya, Namun dia menepis semua kecurigaannya, karena itu adalah privasi untuk Diana, dan dia juga tidak ingin jika privasinya di ganggu, walaupun itu istrinya sendiri.


"Sebaiknya kamu tidur, kamu pasti lelah." Ucap Keanu, mempersilahkan istrinya untuk beristirahat.


"Iya sepertinya aku memang lelah. Terimakasih sayang, kamu selalu perhatian." Ucap Diana mencoba memejamkan matanya untuk tertidur. Namun ketika dia mulai memejamkan matanya, bayangan-bayangan Aura memenuhi pikirannya.


"Tidak mungin itu kamu, jangan!" Teriaknya dalam hati.


Diana kembali membuka matanya terkejut. Dia tidak bisa tidur, di pikirannya terus saja bermunculan wajah Aura,bagaimana kalau benar calon kakak iparnya adalah Aura, Kemudian ia menanyakan tentang masa lalunya. Pasti itu akan mengganggu hubungan Diana dan suaminya.


Dalamnya hati orang siapa yang tahu, selain dirinya sendiri, bahkan ada beberpa yang tidak menyadari apa yang ada di dalam hatinya sendiri. Begitupun Keanu, tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam hatinya, Apa masih ada nama Aura disana atau memang sudah benar-benar terhapus. Karena sampai saat ini Diana masih berusaha meraih hati Keanu. Dari awal mereka berpacaran hingga memutuskan untuk menikah, Diana selalu merasa ada sesuatu yang kurang dari Keanu dan beranggapan bahwa Keanu belum memberikan seluruh hatinya untuk Diana. Meski sikapnya selalu baik, perhatian, tidak pernah sekalipun menyakiti hati Diana, namun Diana tidak pernah mendengar kata-kata cinta terucap dari mulut dan hati Keanu.


"Ada apa? Ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Kenau kembali, Keanu sedari tadi melihat Diana selalu termenung. Keanu tahu setiap perubahan sikap dari istrinya. Dia sudah memgenal Diana sangat lama, jadi dia sangat tahu semua tentang Diana.


Diana mengambil ponsel dari tasnya dan menunjukan photo undangan pernikahan kakaknya. Sebenarnya Diana ingin tahu reaksi suaminya setelah melihat nama mantan kekasihnya itu.


"Ini, aku sangat terganggu dengan ini."Ucap Diana memperlihatkan photo di ponselnya.

__ADS_1


"Undangan pernikahan kak Kenzo?"Tanya Keanu mengangkat sebelah alisanya, Keanu bertanya-tanya apa yang membuat istrinya terganggu dari photo undangan itu


"Aura! Apa dia Aura yang kita kenal? Jika Benar, aku tidak siap bertemu dia kembali." Ucap Diana menunjuk kata dengan Nama Aura.


sorot mata Kenau mengikuti arahan telujuk Diana, Bola matanya membesar, tatakala mulutnya melafalkan nama yang sudah lama tidak keluar dari mulutnya.


"Tidak mungkin itu Dia, Aku yakin dia pasti sudah menikah dengan pria itu. Tapi kenapa kamu tidak siap jika bertemu dia lagi?" Semua Keanu tepis, karena yang keanu tahu Aura sudah menikah dengan lelaki yang membawanya dulu.


"Dia pasti sangat membeciku. Dia pasti beranggapan bahwa aku yang merebut kamu."


"Biarkan saja dia dengan pemikirannya sendiri. yang jelas kamu tidak melakukan itu. justru dia yang pergi." Keanu menggengam tangan istrinya. membuatnya tenang adalah hal yang harus Keanu lakukan.


"Terimkasih sayang, kamu selalu membuat aku tenang."


"Jangan pikirkan hal-hal yang tidak penting. Oke?"


Diana mengangguk dan menyandarkan kepalnya di bahu Keanu.


Jasmin sangat bersemangat mengurusi pernikahan Aura, bahkan dia ingn yang terbaik untuk anaknya, semua sudah di rencanakan secara matang.


"Aura sayang, coba kamu coba gaun pengantin ini!" Teriak Jasmin memanggil anaknya.


Berbeda dengan Aura, dia sediki lebih santai, karena semua dia serahkan kepada maminya. dia tidak ingin repot mengurusi pernikahan yang bahkan bukan keinginan sendiri.


Aura yang sedang menikmati secangkir kopi harus menunda meminum kopinya dan menghampiri Jasmin.


"Apa tidak terlalu berlebihan? ini sangat..." Ucapnya terpotong.


Aura tidak suka dengan gaun yang Jasmin berikan.

__ADS_1


"Tidak sayang, ini sudah sesuai dengan kamu. sangat elegan."


"Tapi mam, bagian ini terlalu terbuka!" Aura menunjuk bagian bahu sampai ke punggung belakang yang sengaja terbuka.


"Justru bagian itu yang harus kamu tonjolkan, itu kelebihan kamu sayang." Ucap Jasmin mengusap punggung Aura. Memang tubuh bagian belakang Aura sangat indah.


"Baiklah, aku ikut saja. Ucap Aura mengalah, karena percuma juga pernikahnnya tinggal satu hari lagi.


"satu hal lagi, Kapan ibu dan bapak akan datang?" Tanya Aura Kemudian.


Jasmin perlahan mendekati Aura, meraih kedua pundak anaknya. Melihat sikap maminya Aura merasakan ada kejanggalan.


"Mereka tidak akan datang!" Ucap Jasmin pelan.


"Tapi, mami sudah janji."


"Itu sebelum kakek kamu memutuskan untuk datang. papah tidak boleh bertemu kak Ratmi. Jika kamu memang sangat peduli dan sayang kepada ibu dan bapak, sebiknya ikuti apa kata mami. Kamu bisa mengunjungi mereka setelah menikah."


Aura mengehmpaskan kedua tangan Jasmin, matanya mulai berkaca-kaca, dia sudah berharap akan ada kedua orang tuanya saat nanti dia menikah.


"Aku capek mam, mami selalu saja begini. mami tidak pernah memikirkanku. Semua keinginan mami aku turuti, sedangkan keinginanku yang sederhana tidak bisa mami turuti, mami hanya janji dan selalu janji. apa sesulit itu untuk aku bertemu dengan ibu dan bapak?" Ucap Aura disertai tangisannya.


"Kali ini saja. setelah menikah, kamu bebas. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan."


"Sudahlah, aku capek selalu berdebat dengan mami."


Aura berlari masuk kedalam kamarnya. dia sangat kecewa dengan Jasmin, dia sangat ingin pernikahannya di saksikan oleh kedua orang tuanya, namun semuanya sirna, gara-gara sang kakek yang tiba-tiba akan datang menyaksikan pernikahannya.


Kakek yang tidak pernah aura kenal, bahakan wajahnya pun dia tidak tahu. Tapi dia harus mematuhi semua perkatannya. perkataan orang yang tidak dilenalnya.

__ADS_1


Itu semua karena Aura tidak bisa berbuat apa-apa, dia telah berjanji akan membantu Jasmin untuk mendaptkan warisan dari orang tuanya. Sebagai syarat darinya, jasmin akan menanggung semua biaya rumah sakit ibunya. bahakn kedua orang tuanya di daftarkan asuransi.


Meski semuanya diawali karena uang, Namun Aura merasa kasih sayang yang Jasmin berikan sangat tulus. Itu yang menyebabkan Aura masih bertahan hidup dengan Jasmin. tidak ada kepalsuan dari Jasmin. semua itu karena ikatan batin antara keduanya.


__ADS_2