AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Kemarahan Winston


__ADS_3

Mobil Aura berhenti tepat di depan kantornya. Disana sudah banyak puluhan reporter yang sedang menunggu kedatangannya.Setelah tahu apa permasalahan yang terjadi, Aurapun siap memberi klarifikasi terkait kejadian ini semua.


Menarik nafas dalam, mencoba tetap tenang dalam menghadapi sejua permasalahannya yang datang disaat tidak tepat, karena di hari yang sama Aura sedang berhadapan dengan klien yang juga sangat penting bagi perusahaannya.


Semua reporter langsung menyerbu, begitu Aura turun dari mobil yang di kendarainya.


Rasa panik tetap ia rasakan, bingung menghadapi puluhan orang dengan pertanyaan yang hampir serupa.


"Saya akan bertanggung jawab penuh kepada para korban.Tak hanya itu, saya juga akan mengusut sampai menemukan siapa dalamg di balim kejadiaan ini, karena saya yakin bahwa produk saya sudah lulus test kesehatan dan lainnya."


"Bagaimana anda bisa yakin bahwa produk anda tidak berbahaya, sedangkan babyak korban berjatuhan."


"Karena saya memiliki bukti kuat tentang itu." Ucap Aura segera masuk begitu selesai dengan apa yang harus di bicarakannya.


Aura bergegas menuju ruangannya, dia segera duduk dan menyandarkan tubuhnya, hari ini adalah hari yang melelahkan baginya, energinya terkuras habis. Bahakan emosi yang ditahannya sudah membuatnya bertambah lelah.


"Apa Kenzo sudah mengetahui ini akan terjadi?" Tanyanya, dengan tangan menopang dagu.


Kini dia mengerti dengan maksud ucapan Kenzo.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


Suara pintu di ketuk dari luar dan membuatnya terkejut.


"Masuk!" Ucap Aura kmudian, dari dalam ruangannya.


Ternyata yang datang adalah Haris, sekretaris kakeknya, Aura mendaptkan perasaan tak enak sejak kedatangan Haris.


"Pak winston ingin bertemu." Ucap Haris yang disabut hembusan kasar dari nafas Aura.


Haris tahu bahwa Aura lelah mengahdapi ini semua, dan dia sedikit bersimpati, Namun seperti yang bosnya katakan, Bahwa Aura hanya anak kecil yang sedang bermain dengan mainan orang dewasa. dengan kata lain belum saatnya Aura duduk di kursi CEO menggantikan Winston. Masih terlalu muda dan mudah terbawa Arus.


Mau tidak mau Aura harus datang menghadap kekeknya. dengan mengikuti Haris dari belakang, Aura pun diantar menuju rumah Kakeknya.


"Tinggalkan kami berdua." Ucap Kakeknya kepada Haris.


Harispun membungkuk dan menunggalkan Aura hanya berdua dengan kakeknya. Aura menatap kepergian Haris, menatap dalam penuh harap, dalam hatinya Aura sangat berharap Haris akan menolongnya. Namun ia sadar hubungan keduanya memamng tidak berjalan baik sejak pertemuan pertama mereka.


"Apa-apaan ini? Merusak prduk yang semula baik-baik saja di pasaran. Kamu lihat apa yang kamu sebabkan?" Teriak Winston dengan melempar berkas-berkas tentang produk baru miliknya.


Aura hanya diam Dengan tatapan menunduk, dan sesekali tersentak karena terikan winston. Dia tidak berani menatap mata sang kakek.


"Jika saja bukan jasmin yang meminta posisi itu untuk kamu, saya tidak sudi memberikannya." Lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Sekarang saya mau kamu mundur dari posisi kamu." Aura terkejut dengan keputusan kakeknya. dia tidak bisa melepaskan posisi yang memang miliknya sejak Awal. sesuai yang di katakan maminya, bahwa Aura lah yang berhak atas semuanya.


"Beri Aura kesempatan, sekali lagi. Aura tidak akan mengecewakan kakek."


"Saya tidak mau melihat kamu lagi, pergi dari sini." Ucap Winston meminta Aura segera meninggalkan ruangannya.


"Seteven gerald. Aura akan bawa dia bergabung dengan perusahaan kita." Ucap Aura menyebutkan sehuah nama.


Kakenya menatap Aura lekat, dan Aura berharap kakeknya akan merubah keputusannya setelah mendengar nama yang ia sebutkan.


Namun kakeknya justru tertawa mendangar ucapan Aura, dia sangat meremehkan Aura, dengan beranggapan ucapan Aura hanya kebohongan belaka, dirinya saja yang sudah mencapai kesuksesan yang hampir semua orang tidak sepertinya, masih sulit untuk bekerja sama dengan Setevan gerald, dan dengan mudahnya Aura mengatakan hal menurutnya lucu.


"Aura serius, kami sebentar lagi mencapai kesepakatan." Ucapnya sedikit berbohong, karena sebenarnya, pembicaraan mereka masih sangat alot.


"Kakek bisa lihat, ini." Aura menujukan photonya bersama Seteven saat mereka sarapan bersama tadi pagi.


Winston terkejut melihatnya, dia pikir Aura hanya berbohong demi mengamankan posisinya. Tapi ternyata dia salah. Kali ini Winston tidak ingin kehilangan Seteven gerald.


"Baiklah, dapatkan kerjasama dengannya, jika tidak ajukan surat pengunduran diri." Ucap Kakeknya yang di barengai senyuman tipis dari Aura.


Aura sangat lega, bahwa kakenya percaya dengan ucapannya. Selebihnya Aura harus mendaptkan ide agar Seteven lebih mempercayainya. apa lagi setelah insiden produk barunya. Aura semakin sulit untuk menggapai Seteven.

__ADS_1


__ADS_2