
Kenzo masuk kedalam rumah orang tuanya dengan tangan memeluk pinggang Aura, Merka menyapa beberapa kerabat yang berpas-pasan dengannya.
"Kenapa baru datang jam segini?" Tegur Keanu yang menyambut kedatangan Kenzo juga Aura.
Memang mereka berdua bukan termasuk tamu, melainkan Tuan rumah, dan sudah seharusnya lebih Awal datang dari tamu-tamu yang lain.
"Tadi kakak terjebak macet." Jawab Kenzo segera mengikuti Keanu menuju tempat yang sudah di sediakan.
"Sayang, Aku temui mama dulu ya." Bisik Aura di telinga Suaminya. Kenzopun mengizinkan untuk Aura menemui mamanya terlebih dahulu, karean Kenzo yang sudah sangat lapar, memilih untuk duduk sambil menyantap makanan yang sudah tersedia di setiap mejanya.
Aura hanya tidak mau jika mertuanya menunggu kedatangannya. kemudian Aura pergi menemui mamanya, sementara Kenzo bersama Keanu.
"Nu, Apa buku kakak masih ada di kamu? karena kakak kehilangan buku itu." Tanya Kenzo yang mengingat koleksi bukunya yang kurang satu.
"Iya kakak, masih di kamar kita yang dulu. kakak bisa ambil, ada di lemari buku sebelah kanan." Keanu pernah meminjam buku Kenzo sewaktu Kenzo berada di Jerman. Dan dia menyimpannya di rak buku di dalam kamar mereka saat sebelum menikah. Karena sekarang mereka sudah menikah, maka kamar itu di jadikan kamar tamu.
"Ya sudah, Kakak ambil dulu." Ucap Kenzo beranjak dari duduknya untuk mengambil buku. Kenzo khawatir jika di tunda pasti akan lupa lagi.
"Sayang, apa kak Kenzo datang sendiri?" Tanya Diana yang melihat Kenzo meninggalkan mejanya.
" Dia datang dengan Aura. Itu Aura sedang menyapa mama." Tunjuk Keanu, mengacungkan jarinya menunjuk Aura yang sedang mengobrol dengan kedua orang tuanya.
"Jaga sikap kamu nanti di depan Aura. Aku tidak ingin melihat kalian bertengkar lagi" Ucap Kenzo memperingati istrinya.
"Sejak awal bukan aku yang mulainya." Jawab Diana Kesal.
"Tetap saja, aku memperingati kamu sebagai seorang suami."
...※※※※...
"Malam mah, pah. Happy anniversary." Ucap Aura memberikan kotak hadiah untuk mertuanya.
Siska memang sudah menunggu Aura. juga sangat menantikan apa yang akan Aura hadiahkan untuknya.
"Terima kasih sayang, Boleh kami buka sekarang?" Tanya Siska begitu antusias.
"Boleh dong, aku harap mama dan papa menyukainya." Jawab Aura penuh harap.
Siska terperangah, dia mendaptkan hadiah jam mewah dari menantunya, apalagi pilihan Aura selalu pas.
"Wah.... Ini bagus sekali, kamu memang paling pintar memilih sesuatu." Puji Siska kembali memeluk Aura.
"Papa pasti akan memakainya." Ucap Rian yang juga menyukai hadiahnya.
__ADS_1
"Aku bersyukur mama dan papa suka hadiah dari kami." Jawab Aura terharu, karena melihat orang tuanya sangat bahagia dengan hadiah yang ia berikan.
"Kenzo mana? kenapa dia tidak ada?" Tanya Siska saat tidak melihat Kenzo di sekitar pandangannya.
"Ada mah, tadi dengan Keanu." Jawab Aura yang juga tidak melihat suaminya.
"Ya sudah kamu nikmati pestanya ya sayang."
"Iya mah, pah, Aku bergambung dengan yang lainnya di sana."
Aura segera kembali ke tempatnya, dan menayakan kepergian Kenzo kepada Keanu.
"Kenzo pergi kemana?" Tanya Aura.
"Dia sedang cari buku miliknya di kamar dekat tangga." Ucap Keanu menjelaskan.
Namun tiba-tiba Keanu mengingat sesuatu. Wajahnya berubah tegang, Dan dia harus segera pergi menemui Kenzo.
"kalian teruskan saja makan, aku teringat sesuatu." Ucapnya segera pergi. Aura dan Diana saling bertatapan melihat Keanu yang tiba-tiba pergi. menyisakan berbagai pertanyaan di benak Aura.
Namun ketika akan menyusulnya, tangannya di tarik Diana.
"Dia suamiku. kamu tidak ada hak untuk penasaran dengan yang di lakukannya." Ucap Diana. Dan dengan terpaksa Aura duduk Kembali. Memang benar yang di katakannya, tidak ada hak untuk Aura penasaran dengan apa yang terjadi pada Keanu. Namun tetap saja hatinya merasa gelisah.
...※※※※...
Kenzo perlahan mulai mencari buku miliknya, sebab buku itu adalah buku terakhir dari koleksi buku seriesnya.
"Ini Dia!" Ucapnya saat menemukan buku yang di carinya.
Saat Kenzo menarik untuk memgambil buku itu, tiba-tiba sebuah buku lain jatuh dalam keadaan terbuka menimpa kakinya. Rupanya buku itu di letakan sembarang di atas buku miliknya.
Kenzopun memungutnya dan hendak menyimpannya kembali, namun tak sengaja dia melihat nama yang sama dengan nama Istrinya tertulis jelas di dalam buku itu.
Ternyata setelah di lihat itu adalah sebuah buku jurnal pribadi milik seseorang di rumah ini.
Kenzo yang semakin penasaran, memberanikan diri membuka setiap halaman demi halaman buku itu.
Disana tertulis jelas sebuah kisah perjalanan dua sejoli yang saling mencintai.
Matanya memerah membaca kata demi kata yang tertulis di dalamnya. hatinya seakan di hantam sesuatu benda yang sangat keras. Kenyataan yang baru ia ketahui. Merasa selama ini telah berjalan diantara kebohongan orang sekitarnya. Seolah tak terjadi apapun mereka tega bermain peran di depannya.
"Kak, aku bisa jelaskan semuanya!" Ucap Keanu, saat melihat Kenzo berdiri memegang buku jurnalnya. Dia terlambat untuk mencegah itu. Keanu benar-benar lupa bahwa ia menyimpan jurnalnya disana.
__ADS_1
"Tidak perlu. Disini sangat jelas bagaimana hubungan kalian." Ucap Kenzo masih dengan membalik setiap halaman di buku itu.
"Kami sudah berakhir kak, kami tidak ada hubungan apapun lagi." Ucap Keanu mencoba menjelaskan.
Buugh....
Kenzo melemparkan buku jurnal itu tepat di tubuh Keanu. Kemudian dia pergi keluar dari kamar itu kembali ke tengah pesta.
"Kita pulang sekarang!" Ajak Kenzo menarik tangan Aura secara paksa untuk segera meninggalkan rumah orang tuanya.
"Mas, lepas tanganku sakit!" Ucap Aura pelan. karena disekitarnya masih banyak tamu mamanya. Namun ucapannya tidak di dengar sama sekali.
Aura berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Kenzo, sebab langkah Kenzo sangat cepat.
"Masuk!" Bentak Kenzo saat Mereka sudah sampai di tempat mobilnya terparkir.
Aura tersentak, dia sangat bingung dengan apa yang telah terjadi dengan suaminya. Suaminya datang dengan wajah marah dan menghardik dirinya.
"Kamu kenapa mas? Apa yang terjadi?" Tanya Aura dengan sisa keberaniannya, karena saat ini Kenzo sedang menatap tajam kearahnya.
"Wanita macam apa kamu ini?" Tanya kenzo yang membuat Aura merinding mendengarnya.
"Aaappa maksud kamu?" Tanyanya terbata-bata.
"Memang kamu ahli memperdaya para lelaki." Ucap Kenzo kemudian. Mendengar itu, hati aura sakit, dengan tega suaminya mengatakan hal seperti itu kepadanya.
Kenzo melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia bahkan tidak memikirkan keselamatan orang yang ada di dalamnya.
Aura mengamil nafas dalam di setiap injakan gas yang Kenzo lakukan. berharap dirinya masih di berikan keselamatan oleh yang maha kuasa.
"Kamu ingin kita mati!" Ucap Aura langsung turun dari mobil begitu sampai dipekarangan rumahnya.
"Aura, sampai mana kamu akan terus membohongiku?"
Aura menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Kenzo.
"Apa maksud kamu, kebohongan apa?" Tanyanya ragu, sebab tadi Aura melihat Kenzo muncul bersamaan dengan Keanu.
"Jangan-jangan Kenzo sudah mengetahuinya?"
"Pantas saja, dia sangat tahu tentang Alergi kamu, bahkan berkali-kali aku memergoki kalian bersama. Sejauh mana hubungan kalian berdua?" Tanyanya lagi.
Kini Aura paham arah pembicaraan suaminya. Dia telah mengetahui hubungannya dengan adiknya di masa lalu, namun sepertinya ada kesalah pahaman. dia beranggapan bahwa Aura masih terus berhubungan dengan Keanu sampai saat ini.
__ADS_1