
Diana sedang bersama sahabatnya, menikmati kopi di sore hari, meringankan pikirannya setelah beradu mulut dengan Aura.
"Suami loe lagi yang telphon?" Tanya Nina teman yang saat ini menemani Diana.
"Iya. males gw!" Jawab Diana mengecilkan volume ponselnya. mengabaikan telphon dari Keanu.
"Semenjak menikah loe jarang nongkrong lagi Di, om Reza nanyain loe terus." Ucap Nina menyebutkan nama pria yang pernah dekat dengan Diana.
"Salam ya ke om Reza, Susah sekarang buat kelua-keluar, gw masih tinggal sama mertua." Ucap Diana tertawa pelan.
"Minta pindah dong. gw punya rumah yang akan di jual, pokoknya bagus banget. Orang sekelas loe cocok tinggal disana." Tawar Nina, karena memang bidang pekerjaannya.
"Gw juga sebenarnya pengan pindah, cuman Keanu tuh gak bisa nolak keinginan orang tuanya."
"Loe gak harus pindah untuk bisa dapetin rumah itu, loe beli aja, invastasi Di."
"Suami gw tuh susah dia ajak diskusi masalah begini. kayanya gw salah milih suami deh." Ucap Diana semabri menyeruput kopinya.
"Loe sendiri yang bilang dia lebih potensial dari om Reza." Ucap Nina tertawa.
"Ngomong-ngomong om Reza masih sendirikan?" Tanya Diana mengedipkan matanya.
"Iya lah, orang dia masih nanyain loe terus. coba loe dulu sama om Reza, semua yang loe mau pasti dia turutin. Dia tuh kurangnya cuman satu, usianya aja."
"Itu dia coba aja dia agak muda dikit, hhmm...."
Dulu Sebelum bersama Keanu, Diana dekat dengan pria yang rela memberikan apapun untuknya. Dia sempat di berikan mobil saat masih di bangku SMA. Dan itu menjadi kebanggan tersendiri untuk Diana. Namun Karena melihat Keanu yang lebih muda dan juga kaya raya. Diana pergi meninggalakan Reza dan memilih Keanu.
Setelah bertemu dengan sahabatnya, dan curhat tentang isi hatinya. Kini beban Diana lebih ringan. Diapun memutuskan untuk pulang, karena sebentar lagi suaminya pulang kerja.
Sampai di rumah Diana sudah di sambut dengan kedua mertuanya, Dianapun bingung karena tarapan mereka sangat tajam ketika melihatnya.
"Ada apa mah?" Tanya Diana saat tatapan Siska sudah mengarah tajam kedirinya.
"Dari mana kamu Di? telphon mama tidak di angkat!" Ucap Siska. Diana segera mengecek ponselnya dan ternyata benar tak hanya suaminya, mertuanya pun berkali-kaki menelphonnya.
"Maaf mah, ponselnya silent mode. Ada apa ya mah?"
"Aura keguguran. Setelah keluar dari atas, dia turun memegangi perut dan darah di kakinya. Apa yang terjadi sampai Aura seperti itu?
__ADS_1
"Maksud mama itu gara-gara aku?" Tanya Diana merasa tertuduh.
"Tidak seperti itu, mama hanya bertanya." Ucap Rian menengahi.
"Memang Aura datang ke kamar, tapi saat itu kebetulan aku mau pergi, jadi kita bertemu selewat dan memang tidak membicarakaan apapun. Mungkin saja dia terjatuh atau apapun itu, sebelum datang kerumah ini dan baru terasa ketika dia ada disini." Ucap Diana dengan ekspresi biasa saja.
"Ya sudah, silahkan masuk ke kamar kamu." Ucap Rian membiarkan Aura pergi dan menenangkan istrinya.
Diana berlari kekamarnya, dia terkejut mendengar itu semua, kemudian dia menatap tangannya sendiri.
"Aku tidak tahu akan seperti ini?" Tanyanya menatap tangan yang tadi sempat ia gunakan berebut kertas dengan Aura.
Kemudian Diana berjalan mendekati cermin, melihat pantulan dirinya sendiri.
"Ini bukan salah kamu Di, salah Aura yang datang memancing keributan. Dia pantas mendaptkannya." Ucapnya tersenyum simrik.
Diana sangat senang dengan kejadian ini, itu berarti sudah tidak ada yang di spesialkan lagi dirumah ini.
Menari dan bersiul itu yang dilakukan Diana dikamarnya. Kemudian dia melihat jam di kamarnya.
"Kenapa keanu belum datang?" Tanyanya dalam hati.
...※※※※...
Keanu sedang menunggu kedatangan Kenzo, karena tadi Kenzo sempat menelphon dan Keanu memberitahukan semuanya, lalu Kenzo bergegas menuju rumah sakit, namun sudah 30 menit Kenzo tak kujung datang juga.
"Nu, bagaimana keadaan Aura?" Tanya Kenzo begitu ia datang.
"Dia sedang istirahat di dalam. Tadi Aura histeris, jadi terpaksa dokter menyuntikan obat penenang."
Kaka beradik itupun saling duduk berdampingan, Kenzo hanya tertunduk lemas setelah mendengar penjelasan Keanu.
"Kakak tenang aja, Dokter bilang kalian pasti akan memiliki anak lagi. meskipun butuh usaha yang lebih extra lagi." Ucap Keanu menepuk-nepuk bahu kakaknya
"Thanks ya Nu, kamu sudah menunggu Aura. Harusnya kakak cancel saja rapat tadi. Kakak merasa gagal jadi seorang suami."
"Jangan patah semangat kak, ingat Aura butuh semangat dari kakak. Dia masih belum menerima keadaan ini."
"Nu, Diana pasti cari kamu, lebih baik kamu segera pulang, karena sudah ada kakak yang tunggu Aura disini."
__ADS_1
Sebenarnya Keanu masih ingin menemani Aura, namun dia tidak bisa, karena itu akan membuat Kenzo curiga.
Kenzo masuk kedalam ruangan, melihat Aura yang terbiasa ceria kini hanya terbaring lemas.
"Sayang, kamu sudah sadar?" Tanya Kenzo ketika Aura menggerakan tangannya.
"Mas, anak kita..." Ucap Aura memegangi pipi Kenzo. Dengan airmata yang membajiri pipinya.
"Sudah sayang, dia sudah bahagia." Kenzo menarik Aura kedalam pelukannya.
"Maafkan aku mas..." Ucap Aura lirih.
Kenzo memeluk Aura menyembunyikan Air mata yang juga menetes, dia segera menghapusnya agar Aura tidak melihatnya. karena Aura membutuhkan Kenzo. sehingga dia berusaha tetap terlihat tegar.
...※※※※...
Keanu segera mendatangi Diana untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi dengan Aura. Karena menurut mamanya orang terakhir yang di temui Aura adalah istrinya.
"Kamu mau menuduhku seperti mama dan papa? Ternyata kamu sama saja, aku Kira kamu akan berbeda, kamu akan membelaku, kamu akan bertanya dulu sebelum melayangkan tuduhan seperti itu." Jawab Diana ketika Keanu baru saja akan mempertanyakan kejadian sebenarnya.
"Aku tahu bagaimana hubungan kalian berdua, kalian selalu saja berdebat saat ada kesempatan, dan kali ini mungkin sama."
"Sudahlah Nu, aku capek. Semenjak ada Aura, kamu berubah, kamu sudah tidak percaya ucapanku lagi. bahkan kamu tidak lagi peduli denganku. Karena hanya ada Aura saja di pikiran kamu."
"Kamu sudah keluar konteks Di, aku hanya akan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. bukan akan menuduh kamu." Ucap Keanu, dia tidak di beri kesempatan untuk menanyakan secara baik-baik. karena Diana langsung menyerangnya dengan ucapan bernada tinggi.
"Aku tidak melakukan apapun kepada Aura. Jika dia keguguran, itu berarti salahnya sendiri yang tidak bisa menjaga kehamilannya."
"Diana... bersimpatilah sedikit. Aura itu kakak ipar kamu." Sentak Keanu. Dia tidak menyangka Diana akan mengucapkan kaliamat yang menyakitkan seperti itu. Sebelumnya Diana tidak pernah berlaku seperti ini, dia selalu lembut, bahkan tidak pernah bernada tinggi ketika berbicara dengan Keanu.
"Tidak Nu, Dia hanya duri diantara aku dan kamu. Aku capek selalu saja mengalah demi Aura. kali ini itu tidak akan terjadi lagi." Ucap Diana dengan tatapan mata tajam dan membara.
"Mau kemana kamu Di?" Tanya Keanu ketika Diana sudah membawa tas dan kunci mobilnya.
"Jangan cari aku!" Ucap Diana meninggalkan kamarnya.
Keanu hanya terduduk lemas setelah kepegian Diana.
"Apa ini sifat asli kamu Di? selama ini kamu berhasil menyembunyikannya. Karena memang selama ini kita tidak pernah ada masalah apapun." Ucap Keanu dalam hatinya. Karena belum pernah mereka bertengkar hebat, seperti akhir-akhir ini sering terjadi.
__ADS_1