AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Semangat Pagi


__ADS_3

"Wah... kalian makan-makan, kita gak di ajak." Omel Aura saat turun bersama dengan Kenzo.


Denis dan kedua sahabat Aura tersenyum sumringah, melihat Kenzo dan Aura turun bersamaan dan sangat terlihat akrab, sepertinya mereka berdua sudah mengatasi permasalahanya.


"Sini, kalian kita tunggu dari tadi, baru muncul." Jawab Melly, menggeser duduknya, menyisakan dua kursi saling berhadapan.


"Bagaimana kalo kita liburan bareng." Usul Gea. kalian enak baru balik honeymoon." Lanjutnya kepada pasangan pengantin baru.


Denis dan Melly terkekeh mendengar Ucapan Gea.


"Iya bos, kasih cuti lah pegawainya." sindiran Denis untuk Kenzo. Karena Kenzo gila kerja setelah bercerai dan itu membuat Gea semakin sibuk.


"Oke,oke. Nanti aku kondisikan."


Dhhemm...


Aura berdehem untuk meminta perhatian dari semuanya.


"Sorry banget, aku Lagi sibuk-sibuknya. sepertinya aku nggak ada waktu untuk liburan."


Hufft....


suara hembusan nafas kasar dari Gea.


"Sepertinya bukan waktu yang tepat." Ucapnya menelan kekecewaan.


"Tapi bagaimana kalau kita adakan pesta kecil-kecilan saja di daerah dekat sini." Usul Kenzo kemudian. Karena Kenzo ingin selalu dekat dengan Aura. sebisa mungkin dia akan mendaptak waktunya.


"Setuju...!" Jawab Denis dan Melly bersamaan.


Kini semua mata tertuju kepada Aura yang belum memberikan jawabannya.


"Aku juga setuju." Ucap Aura yang di sambut teriakan gembira dari semuanya.


"Baiklah. Ge, atur semuanya, karena kamu yang sangat menginginkan ini."


"Siap pak bos. saya akan cari tempat yang bagus dan seru." Jawab Gea di ikuti gelak tawa dari semuanya.


Hari semakin larut, waktunya mereka beristirahat, Aura yang juga sudah mengantuk izin pamit pulang kepada Denis dan juga Melly.


"Aku pulang ya..." Ucap Aura kepada semuanya.


"Biar aku yang antar. Jangan menolak!" Ucap Kenzo tegas, dia tidak ingin mendengar kata penolakan dari Aura.


Aurapun menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Kamu juga ikut kita saja Ge, mobil kamu biar di simpan disini." Ajak Aura kepada Gea, sebenarnya dia masih canggung jika hanya berdua dengan Kenzo.


"Nggak usah Ra, arah kita berbeda, kasihan Kenzo. lagi pula besok aku ada rapat pagi." Jawab Gea beralasan, dia hanya ingin membiarkan Aura berlama-lama dengan Kenzo. Karena Gea tahu bahwa mereka masih saling mencintai. hanya menolak untuk jujur satu sama lain saja.


"Ya sudah, ayo Ra!" Ajak Kenzo kemudian.


Rasa gugupnya memaksa Aura untuk berkali-kali mengatur nafasnya. Dia tidak ingin kenzo menyadari ketidak nyamannnya. Dia berusaha tetap enjoy dengan menatap jalan raya didepannya.

__ADS_1


Tiba-tiba sura dering dari ponsel Aura mengejutkannya.


Aura sempat melirik Kenzo sebelum mengangkat telphonnya. Karena yang saat ini menelphonnya adalah Keanu. dan situasinya sangat tidak mendukung.


"Angkatlah...!" Uacp Kenzo seakan menyadari apa yang saat ini di rasakan Aura.


"Hallo...!" Aura mengawali ucapannya.


"Tidak usah menjemput, aku sedang di perjalanan pulang." lanjutnya kemudian.


"Baikalh, sampai bertemu nanti."


Geram yang dirasakan Kenzo saat ini, dia tahu bahwabyang menghubungi Aura adalah adiknya, dan menurut yang ia dengar Kenau mengajak Aura bertemu lagi.


"Mau beli sesuatu?" Tanya Kenzo saat melintas di jalan yang banyak sekali pedagang malam.


Ia sengaja bertanya saat Aura masih menelphon, dia berharap Keanu akan mendengar suaranya.


"Boleh, kebetulan aku haus." Jawab Aura yang kemudian mematikan ponselnya.


Kenzopun menepi, dan menghentikan mobilnya. Kemudian ia turun membeli minuman, sementara Aura menunggu di dalam.


Namun saat ia kembali masuk kedalam mobil, ia menggelengkan kepala sambil tersenyum karena melihat Aura sudah tidur terlelap.


Kenzopun masuk dan menutup pintu mobilnya pelan, dia mendekatkan dirinya lebih dekat dengan Aura,


"Akhirnya aku melihat tidur kamu lagi Ra." Ucap Kenzo menatap lekat wajah manis Aura saat tertidur.


...****************...


"Oh my god, Jangan-jangan aku..." Aura pun segera bangun dan membuka matanya, dia melihat disekelilingnya, ruangan yang tidak asing, dan ternyata dia berada di kamarnya sendiri. Kemudian Aura membuak selimut yang menutupi tubuhnya.


"Syukurlah, pakaianku masih lengkap!" Ucapnya sangat lega.


Aura sudah berpikir yang aneh tentang Kenzo, bahwa kemungkinan dia dan kenzo melakukan hal-hal seperti dulu yang biasa mereka lakukan saat masih menjadi suami istri.


"Bodoh, apa yang sudah aku pikirkan, tidak mungkin itu terjadi!" Ucapnya segera bangun dan mendinginkan pikirannya di bawah shower.


Saat keluar dari kamar mandi, dia mendengar suara-suara dari luar kamarnya, lebih tepat dari dapur, iapun segera keluar kamar untuk melihatnya dia masih berpikiran bahwa itu adalah Kenzo.


"Hani, sejak kapan kamu datang?" Dan ternyata itu bukan kenzo melaikan asistennya.


"Sejak semalam, kenapa bu Aura terlihat kecewa?" Tanya Hani seaakn bisa menebak apa yang saat ini dirasakanya.


"Kamu bicara apa sih. lain kali kasih tahu sebelumnya jika kamu akan datang." Kesal Aura.


"Loh, bukannya semalam ibu tahu saya datang, kitakan bertemu di depan pintu. mungkin semalam anda sangat ngantuk karena semalam anda di gendong pak kenzo." Ucap Hani sabil terkekeh.


"Jadi Kenzo yang mengantarkan saya sampai atas kasur?" Tanya Aura terkejut, karena dia tidak ingat sama sekali.


"Iya bu, saya mana kuat." Jawab Hani lagi.


"Ya sudah, buatkan saya sarapan seperti biasa." Ucap Aura menahan malu, karena asistennya terang-terangan mengejeknya.

__ADS_1


Setelah kembali masuk kedalam kamarnya, Aura segera mencari ponselnya, dan menatap ponselnya bingung.


"Apa yang harus aku ucapkan kepad Kenzo?" Tanya Aura dalam hatinya. Ia terus saja memainkan ponselnya tanpa tahu harus bagaimana.


Kemudian terlintas dalam kepalanya untuk mengirim pesan kepada Kenzo.


Terimakasih, semalam pasti sangat merepotkanmu.


Namun aura menggelengkan kepalanya ,isi pesannya sangat aneh, iapun menghapusnya dan kembali mengetik lagi.


Terimakasih atas bantuannya.


Belum sempat memijit icon untuk mengirim, Lagi-lagi Aura menghapus pesannya, karena masih namoak aneh menurutnya.


Terimakasih sudah mengatarku pulang. lain kali aku traktir minum.


Tanpa sengaja Aura menyentuh icon kirim, dan pesan itu benar-benar terkirim kepada Kenzo.


"Argh... Kenapa aku ingin mentraktirnya minum? Tanya Aura saat mebaca ulang pesannya, "apa ini tidak bisa di hapus? Tanyanya gusar.


Namun nampaknya pesan yang ia kirim sudah dibaca Kenzo. dan kini Kenzo membelasnya dengan emot tersenyum dan oke.


"ah sudah lah..." Ucap Aura lemas, dan melemparkan ponselnya ke atas kasur.


...****************...


Kenzo senyum-senyum sendiri, menatap layar ponselnya, bagaimana tidak harinya sudah di buat gemas dengan datangnya pesan teks yang membuatnya sangat bersemangat.


"Duh... kayanya lagi bahagia banget!" Seru siska melihat Kenzo yang tersenyum menatap ponselnya dan mengabaikan sarapan kesukaannya.


Sudah beberapa hari ini, Kenzo tinggal di rumah orang tuanya, dan memang itu permintaan siska, karena tidak ada yang mengurusnya. Jika tinggal bersama kembali, Ada Siska yang akan mengurus keperluan Kenzo.


"Iya mah aku senang banget hari ini." Jawab Kenzo yang segera menyembunyikan ponselnya. Karena Keanu dan Diana sudah berada di ruang makan.


"Ada apa mah?" Tanya Diana yang penasaran, karena mereka berhenti berbicara saat dirinya datang.


"Itu loh, kakakmu sepertinya sudah menemukan pengganti Aura." Ucap Siska


"Apa benar begitu? Selamat kak." Ucap Diana beralih menatap Kenzo.


"Jangan dengarkan mama, itu sama sekali tidak benar!" elak Kenzo.


"Lantas kapan kamu akan membawa wanita pilihanmu kerumah ini?" Kesal siska karena Kenzo tak kunjung mendaptkan pengganti Aura. Siska sudah ingin memperkenalkan ke beberapa anak temannya, namun itu semua di cegah oleh Rian, karena dikhwatirkan akan berujung sama dengan aura, jika bukan Kenzo sendiri yang memilihnya.


"Akan ada waktunya mam." Ucap Kenzo, yang di ikuti lirikan matanya melihat kearah Keanu.


Keanu tahu maksud lirikan itu, Kenzo tidak akan membawa wanita lain selain Aura. karena semalam dia sempat mendengar suara lelaki saat menelphon Aura, dan sudah pasti itu suara kakaknya.


"Tidak semudah itu kak." Ucap Geram Keanu dalam hatinya.


"Iya mam, mungkin kak Kenzo sedang memilih yang terbaik." Ucap Diana membela Kenzo.


Kenzo tersenyum kecut, dia sama sekali tidak membutuhkan dukungan atau pembelaan dari siapapun apa lagi dari Diana.

__ADS_1


__ADS_2