
"Nona, kita sudah sampai." Ucap supir yang membawa Aura sampai ke depan Hotel, yang menjadi tempat acara ulang tahun perusahaan yang Seteven selenggarakan.
Aura berusaha mengintip dari dalam mobil, melihat suasana Hotel yang kini sudah ramai tamu undangan yang berdatangan. Bahkan beberapa awak media pun sudah berjajajr memenuhi halaman Hotel, untuk mencari berita apapun yang menurutnya menarik. Karena hanya di sanalah mereka diizinkan oleh penyelenggara.
Aura masih menunggu Seteven datang menyambutnya. Karena Aura tidak bisa menghadapi puluhan kamera yang nanti akan menangkap gambar dirinya.
Berusaha menarik nafasnya dalam, jantungnya pun sudah berdetak tak karuan. meskipun Aura sudah merubah seluruh penampilannya agar tidak di kenali, tapi Aura masih merasakan kecemasan. Karena mungkin saja keluarga atau para sahabatnya dan bahkan Kenzo melihat dirinya berada di pesta bersama Seteven dengan setatus sebagai istrinya.
Tiba-tiba pintu mobil di buka dari Arah luar. Aura pun menoleh, dan melihat satu tangan terulur di depannya.
Aura menatap kearah Seteven, menatap kedua bola matanya yang memancarkan sesuatu yang membuat jantungnya semakin berdetak kencang. Mungkin Seteven seperti itu karena dirinya sedang di awasi puluhan kamera yang saat ini tak henti mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dari setiap jepretannya.
Aura kembali menarik nafasnya dalam, sebelum menyembut tangan Seteven, Mata mereka saling beradu pandang, saling melempar senyuman. Karena saat ini Aura sadar harus menjalani peranannya.
Aura tersentak saat tangan Seteven melingkar di pinggangnya, Namun Ia berusaha tetap biasa saja, karena ini hanya sandiwara belaka.
"Tetap tersenyum walaupun kamu gugup." Bisik Seteven yang merasakan tangan Aura semakin dingin di genggamannya.
Aura mengikuti intruksi dari Seteven yang terus tersenyum dan menatap hanya lurus kedapan, karena saat ini beberapa bodyguard berbaris memanjang sampai kedalam Hotel, menghalagi para wartawan untuk terus memotret mereka berdua. Sebenarnya ini adalah permintaan Seteven agar Aura tidak terlalu trekspose dan demi kenyamanan Aura.
Aura masih berjalan dengan menggandengkan tangan dilengan Seteven,memamerkan senyum kesetiap tamu yang menyapanya. bahakan berkali-kali Seteven memperkenalkannya sebagai seorang istri. Dan itu membuat Aura mau tidak mau benar-benar berperan sebagai istri dari Seteven.
"Selamat. Saya senang mendengar berita pernikahan kalian, apa lagi kalian akan di karuniai seorang anak." Ucap salah satu tamu dengan nada santai, seolah mereka memiliki hubungan yang khusus.
"Terimakasih." Jawab Seteven membawa Aura ke pada tamu yang lainnya.
"Siapa? seperti kalian terlihat akrab." Tanya Aura dengan suara pelan.
__ADS_1
"Hany seorang kerabat jauh." Jawab Seteven acuh.
Aura hanya menelan ludah, m3ndengar jawaban singkat dari Seteven. Niat hati membuka pembicaraan agar tidak terlalu tegang, rupanya Seteven berada dalam mode yang tidak bisa di ajak bersantai.
"Ada apa dengan penampilan kamu ini?" Tanya Seteven yang membuat tersenyum karena Seteven mulai mengajaknya berbincang.
"Kenapa, apa terlihat aneh?"
"Kenapa kamu menjawab dengan pertanyaan lagi?" Ucap Seteven kesal.
"Karena ini Laura Gerald." Jawab Aura yang membuat Seteven menghentikan langkahnya.
Seteven kemudian menoleh menatap Aura dari ujung kaki sampai kepalanya. Dia tidak menampik betapa sempurnanya Aura malam ini. Bahkan Seteven terkejut dengan penampilan baru Aura, dan dia sempat tidak mengenalinya. Apa lagi ada tahi lalat di wajah yang semula bersih itu. Namun gengsi baginya untuk mengakui bahwa Aura sangat cantik malam ini. Dan itu tidak ada dalam kamus Seteven untuk memuji seorang wanita.
"Heemmm... Not bad." Ucap Seteven yang kemudian melanjutkan langkahnya.
...****************...
Gea sedang bersiap untuk berangkat menuju kantornya, dia menoleh untuk kesekian kalinya saat mendengar ponselnya berdering, namun Aura sengaja mengabaikannya. Kalau saja dia ponselnya tidak penting mungkin dia sudah menonaktifkannya atau memasang mode diam. Tapi itu tidak bisa Gea lakukan, karena bisa saja Kenzo tiba-tiba menghubunginya.
Sejak kemarin Gea mengbaikan setiap panggilan dari Keanu, pesan Keanupun tak dibalasnya. Bahkan ketukan pintu dari Kenau pun tak ia buka.
"Keanu, kamu tidur disini?" Tanya Gea terkejut saat melihat Keanu sudab ada di depan rumahnya dengan wajah kusut khas bangun tidur.
Gea tahu semalam Keanu datang dan terus mengetuk pintu rumah sampai tengah malam, namun Gea tidak mengira Keanu akan bermalam di depan rumahnya.
"Kenapa kamu mengabaikanku?" Tanya Kenzo berusaha menyadarkan dirinya yang masih sedikit mengntuk.
__ADS_1
Gea membuang nafas kasar, dan kemudian menarik tangan Keanu untuk masuk kedalam rumahnya. Dia merasa bersalah karena membuat Keanu kedinginan semalaman.
"Bodoh sekali, kenapa kamu menunggu di depan saat aku mengabaikammu, harusnya kamu pulang saja. Kenapa harus menyiksa diri sendiri." Omel Gea sambil menyiakan sarapan untuk Keanu.
Keanu mendengarkan setiap omelan Gea, dia menydari saat ini Gea sedang rapuh, ada alasan mengapa Gea mengabaikannya. Keanu pun menahan lengan Gea, Kemudian membawa Gea dalam pelukannya.
"Kamu bisa mengatakannya kepadaku,apa yang telah terjadi?" Tanya Keanu mengusap lembut rambut kekasihnya.
Keanu merasa pundaknya basah, dia tahu bahwa saat ini Gea sedang menangis. Namun dia bingung mengapa Gea samapi menangis sesedih ini.
Keanu pun melepas pelukannya, kemudian mengusap airmata Gea dengan kedua tangannya.
"Duduk dulu!" Ucap Keanu meminta Gea untuk duduk.
"Ceritakan! Aku akan mendengarkannya." Lanjut Keanu menatap lekat Gea, Agar Gea percaya kepadanya dan mau menceritakan semua permasalahannya.
Gea bingung, karena yang menyebabkan Gea seemosional ini adalah ibu darinkekasihnya sendiri. Dia takut jika nanti dia mengatakan semuanya, dia tidak mendapat pembelaan dari Keanu. Karena Sudah pasti Keanu akan lebih memilih ibunya sendiri.
Namun Keanu adalah pria yang ia miliki dan akan ia jadikan tempat semua keluh kesahnya. Tempat mencurahkan semua isi hatinya. Jika hal seperti ini saja ia sembunyikan itu berarti dia tidak sepenuhnya mempercayai kekasihnya.
Gea mulai menceritakan saat Siska mengajaknya bertemu, dan apa yang dikatakannya kemarin.
Dan hebatnya Keanu dia sama sekali tidak terpancing, dia tidak marah, dia juga tidak kesal. Dia tetap netral. Dia tidak membela siapaun karena dia lebih menyalahkan dirinya sendiri.
"Maafkan mamaku. ini semua karena masa laluku yang buruk. Dan kamu yang harus menanggungnya." Keanu kemudian menggengam erat tangan Gea.
"Tapi kamu tenang saja, aku akan terus berjuang, agar kamu di terima mama, Karean mama belum mengenal kamu. Kamu orang baik Ge, bukan hanya aku, kak Kenzo pun mengakui kamu. mama juga pasti akan mengakui kamu pada akhirnya." Ucap Keanu yang kemudian mengecup kedua tangan Gea.
__ADS_1