
Keanu tak habis pikir dengan kakaknya, meski umurnya lebih tua, namun tidak menentukan kedewasaan seseorang. Melihat kakaknya yang seperti itu membuat Keanu ingin terus berada di sisi Aura.
Jika kakaknya masih saja membuat Aura sedih, bahkan menangis. Keanu bertekad akan berbuat apa yang menurutnya benar.
Untuk sekarang dia harus bisa mengerem dirinya. Kini Aura sudah bersama dengan suaminya. Jadi dirinya sudah tidak di perlukan lagi disini. Diapun memutuskan untuk pulang.
Sampai dirumah Keanu di panggil papanya. Rupanya Rian sudah menunggu kedatangannya.
"Kemana saja kamu hari ini? kenapa tidak masuk kantor? Bahkan tak cuma kamu, kakak kamu juga tidak masuk hari ini." Dengan bertolak pinggang, Rian memarahi Keanu.
Hari tadi Rian sengaja datang ke kantor untuk menemui Kenzo dan juga Keanu. Namun dia di kejutkan dengan ketidak hadiran anak-anaknya di kantor. Dan itu membuatnya merasa jengkel.
"Maaf pah, tadi aku dan kak Kenzo dari rumah sakit. Kak Aura sedang hamil." Terpaksa Keanu mengatakannya, tadinya dia akan diam saja, dan membiarkan mereka tahu dari Kenzo sendiri. Namun melihat Rian yang marah, tidak ada jalan lain selain mengungkapkan kehamilan Aura demi menyelamatkan dirinya dari kemarahan papanya.
"Aura hamil? ah... pah, akhirnya kita mempunyai cucu." Ucap Riang Siska menghampiri Keanu.
Setelah mendengar alasan Keanu, Rianpun menyudahi marahnya, tergantikan dengan kebahagiaan setelah mendengar kabar dari Keanu.
Namun berbeda dengan Diana yang juga sedang berada di sana. wajahnya nampak tak suka dengan berita yang suaminya bawa. Bahkan mertuanya kini sedang antusias bertanya kepada suaminya. Dan itu membuat Diana merasa gerah. Diapun memutuskan untuk pergi masuk kedalam kamarnya.
Melihat istrinya yang pergi dengan wajah Kesal, keanupun segera mengikutinya.
"Mama dan papa bisa Tanya langsung kak kenzo." Saran Keanu segera pergi menjauh dari orang tuanya.
"Sepertinya kita harus datang kerumah Kenzo." Ajak Siska yang tak sabar ingin menemui Aura. Dia merasa beruntung di beri cucu dari anak pertamanya, meskipun umur pernikahannya belum lama, tapi mereka sudah membawa kabar baik. Berbeda dengan Anak bungsunya.
"Ayo, kita kesana." Jawab Rian yang tak kalah antusiasnya.
...※※※※...
Keanu segera menutup pintu ketika dia sudah berada di delam kamar. Dia melihat Diana sedang duduk membelakanginya.
Perlahan Keanu mendekat dan juga duduk tepat di sebelahnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Tanya Keanu menyebtuh kedua bahu istrinya. Namun di tepis Diana.
"Aku yang harusnya Tanya, Kenapa kamu bisa ikut mengantar Aura ke rumah sakit?" Tanya Diana memendam kekesalannya.
"Kebetulan saja Di, Kenapa kamu harus marah seperti ini, harusnya kita ikut bahagaia." Keanu tidak mengerti mengapa Diana kesal mendengar kehamilan Aura.
"Bahagia kata kamu? Untuk apa aku bahagia? bukan aku yang hamil Nu." Jawab Diana dengan nada tinggi.
"Kenapa kamu berkata seperti itu?"
"Nu, kamu pernah gak merasakan apa yang aku rasakan? Aura saja yang menikah baru beberapa bulan dan bahkan mereka di jodoh kan, secepat itu hamil. sedangkan kita yang sudah lama dan menikah atas keinginan kita, belum juga ada tanda-tanda kehamilan."
"Kita hanya perlu bersabar Di."
"Bukan Nu, itu semua karena kamu yang jarang menyentuhku. Sudah lama aku memendam itu Nu, meskipun pada kenyataanya kamu bersamaku, tapi hati kamu tidak Nu, bahkan kita sudah lama tidak melakukannya, bagaimna aku bisa hamil jika kamu seperti itu terus."
"Aku tahu, aku minta maaf." Keanu berusaha untum memeluk Diana. Namun Diana lagi-lagi menghindarinya. D
"Sudahlah Nu, aku juga tidak mau jika kamu terpaksa melakukannya." Ucap Diana berbaring, menutup tubuhnya dengan selimut.
...※※※※...
Aura dan Kenzo tengah merasakan kebahgaiaan, karena baru saja mereka mendengarkan secara langsung detak jantung bayinya. Ternyata kehamilan Aura sudah menginjak 8 minggu.
Dikehamilannya, Aura berharap ini adalah titik balik sikap Kenzo kepadanya. Aura melihat Kenzo sangat terharu saat melihat janin yang ada di dalam perutnya. Melihat itu Aurapun berharap lebih kepada suaminya.
"Hati-hati sayang." Ucap Kenzo memapah Aura masuk kedalam rumah.
Aura senang mendaptkan perha?-tian dari suaminya. Padahal baru saja mereka bertengkar hebat. Namun kemarahan itu hilang begitu saja.
"Ra, maafkan aku. Harusnya aku selalu ada di samping kamu." Ucap Kenzo menggenggam tangan Aura.
"Aku baik-baik saja kok, aku senang akhirnya kamu pulang, aku pikir kamu tidak akan kembali."
__ADS_1
"Tidak mungkin aku meninggalkan kamu." Kenzo memeluk Aura erat.
"Mau makan sesuatu?" Tanya Keanu kemudian.
"Aku mau pizza." Jawab Aura.
"Kebetulan mama dan papa akan datang, aku akan minta mereka membawakan pizza." Kenzo segera menelphon orang tuanya untuk membawakan makanan yang aura mau.
Namun Aura tiba-tiba merebut ponsel Kenzo.
"Aku mau kamu sendiri yang beli." Pinta Aura mengusap perutnya yang bahkan belum terlihat.
"Tapi kita baru sampai." Ucap Kenzo. sebenarnya dia lelah setelah penerbangannya dia belum sempat beristirahat, namun melihat Aura yang sangat menginginkan pizza membuat dia tak tega menolak keinginan istrinya.
"Baiklah, kamu tunggu disini aku akan membelinya." Jawab Kenzo, mengambil kunci mobilnya kembali.
Keinginan Aura ini bukan di sengaja, iapun tidak mengerti mengapa mendadak suasana hatinya berubah. ada sesuatu didalam dirinya yang sangat menginginkan itu.
Tak lama Kenzo datang bebarengan dengan kedua orang tuanya.
Siska langsung memeluk Aura dan berterima kasih karena sudah mewujudkan keinginannya untuk memiliki cucu.
"Mama senang sekali mendengar berita kehamilan kamu. Ken, jaga Aura dengan baik. mama akan sering berkunjung kesini." Ucap Siska tak melepaskan senyumannya.
"Bagaimana kalau kalian tinggal lagi bersama kami?" Ucao Rian yang membuat Kenzo terkejut. karena dia tidak pernah membyabgkan akan kembali tinggal satu atap dengan Keanu lagi.
"Itu ide bagus. akan lebih aman untuk Aura jika banyak yang menjaganya. Ada mama dan juga Diana yang akan membantu." Ucap siska menambahkan.
"Aku harus bicarakan dulu dengan Aura mah." Kenzo tidak ingin langsung menolak keinginan orang tuanya, tapi dia juga tidak begitu saja menerima tanpa obrolan lebih lanjut dengan istrinya.
"Aura, kamu setuju kan?" Tanya Sisika kepada Aura.
Aura hanya tersenyum menunggu sinyal dari suaminya.
__ADS_1
"Begini saja, mungkin tidak untuk sekarang, tapi setelah kehamilannya memebesar kalian harus tinggal bersama kami." Ucap Rian. Jika Rian sudah membuat keputusan tegas, tidak ada yang bisa melawannya lagi. Dengan terpaksa Kenzopun menyetujuinya.
Meskipun dirinya sedikit khwatir karena ada Keanu di sana. Namun setelah di pikir-pikir ini demi keselamatn Aura. karena Kenzo tidak mungkin berada di samping Aura 24 jam. Harus ada seseorang yang menemaninya saat dia bekerja.