
Hari sudah berganti. Keanu terbangun dan melihat di dalam kamarnya hanya ada ia seorang diri, ternyata Diana tidak pulang ke rumah. Ia mencoba mengambil ponselnya untuk menghubungi Diana. Namun dia urungkan niatnya, dan kembali meletakan ponselnya.
Meskipun Diana tidak ada, tidak merubah apapun aktivitas paginya. Masih menyiapkan keperluan untuk pergi ke kantor seorang diri. karena setiap harinya pun selalu begitu. Tidak ada Diana tidak masalah baginya. Namun masalah yang sesungguhnya bukan pada dirinya, melainkan orang tuanya. Karena mereka pasti akan menanyakan keberadaan istrinya.
Keanu menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi untuk pergi bekerja. Saat dirinya baru duduk di kursi makan, sesuai dugaannya orang tuanya menanyakan keberadaan istrinya.
"Nu, Diana mana? kenapa dia belum turun?" Tanya Siska yang melihat Anaknya hanya turun seorang diri.
"Diana ada di rumah orang tuanya mah, Semalam mamanya menelphon jadi Diana langsung pergi." Ucap Keanu berbohong. karena tidak mungkin dia mengatakan bahwa mereka tengah bertengkar.
"Loh, kenapa kamu tidak menemaninya?" Tanya Rian menambahkan.
"Semalam aku lelah pah setelah pulang dari rumah sakit. Sebelum berangkat ke kantor aku akan mampir dulu kok." Keanu berusaha tenang dan melanjutkan sarapannya.
"Mama ikut mobil kamu ya Nu, mama akan ke rumah sakit.
"Baik mah, aku antar."Jawab Keanu.
Akhirnya Keanu mengantarkan mamanya kerumah sakit, sebelum ia berangkat ke kantor. Karena sebenarnya dia tidak akan kerumah orang tua Diana, karena dia yakin Diana tidak ada di sana.
...※※※※...
Saat ini Diana masih terbaring di tempat tidur, Semilir angin terasa di sekitar wajahnya beraroma harum daun mint. Diapun terbangun dan memicingkan sebelah matanya.
"Aahh... aku masih ngantuk." Ucap Diana kembali menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajahnya.
"Apa kamu tidak akan sarapan?" Tanya seseorang yang sedari tadi sudah menunggu Diana terbangun.
Namun ucapannya tidak mendaptakan respon dari Diana.
"Aku membuat sarapan kesukaan kamu. Atau aku habis kan saja!"
"Jangan dong, kamu kan sudah buat untukku." Ucap Diana kini merespon ancaman tadi.
"Mau bangun sendiri atau Aku gendong?" Tanyanya menggelitik pinggang Diana.
Dianapun terkekeh dan segera bangun dari tidurnya. Tak lupa dia melemparkan bantal membalas kelitikannya tadi.
"Aku mandi dulu." Ucap Diana berlari menuju kamar mandi.
__ADS_1
Baru kali ini dia tertawa lepas, bukan dengan Keanu suaminya. justru Jika dengan Keanu terasa kaku dan terlalu formal. Tidak ada canda tawa, hanya ada batas kesopanan antara suami dan istri.
Diana tidak menjadi diri sendiri jika bersama Keanu, semuanya palsu. Sebisa mungkin Diana membawa diri untuk berlaku anggun di depan suaminya. Keluarga hartantao memang berbeda. mereka sudah terbiasa menjaga batas. menjaga kesopanan. bak keluarga kerajaan.
"Sudah lama aku tidak memakan makanan ini." Ucap Diana saat melihat sarapannya sudah tertata rapi.
Hanya disini Diana di perlakukan seperti seorang ratu, tidak lagi menyentuh dapur. bahakan sudah tersedia di meja apa yang ingin di makannya. selama ini Diana selalu mengikuti gaya makan keluarga suaminya saja.
"Apa kamu tidak pernah makan ini setelah menikah?" Tanya seseorang yang saat ini berada di depan Diana yang menemani sarapannya.
"Tidak pernah. Aku tidak bisa membuatnya."
"Kamu bisa sarapan disini jika menginginkan makanan ini, aku akan membuatkannya untkmu." Ucapnya membuat Diana tersipu.
"Kamu pasti berkata yang sama untuk wanita-wanita kamu yang lain!"
"Tidak ada seorangpun. pintu rumah ini selalu menunggu kamu kembali. Ternyata butuh dua tahun untuk kamu datang kembali."
"Jangan terlalu berharap, mungkin ini kali terakhir aku datang kesini."
"Aku tidak pernah berharap dengan apa yang tidak mungkin terjadi. karena semua keyakinanku selalu menjadi kenyataan. Meski menurutmu ini yang terakhir tapi aku yakin ini adalah awal untukku."
"Itulah kelebihan diriku." Jawabnya atas pujian yang Diana berikan.
Setelah selesai sarapan, Diana mencari ponselnya, Namun dia sangat kecewa tidak ada satu pesan atau panggilan dari suaminya. Keanu benar-benar tidak pernah mengkhawtirkannya.
"Menunggu telphon dari suami kamu?" Tanya seseorang tadi memeluk Diana dari belakang.
Segera Diana menyembunyikan ponselnya, dia tidak ingin ada yang mengetahui bahwa suaminya tidak mencarinya sama sekali, itu sangat memalukan.
"Untuk apa aku menunggu Dia." Ucap Diana melepas pelukannya dan berjalan menjauhinya.
"Kamu selalu saja bermain tarik ulur." Ucap seseorang itu, hatinya terluka saat Diana kembali pergi menghindarinya. Selalu saja seperti itu, senanaknya datang dan pergi. Namun dia tidak bisa berbuat apapun selain menerima semua itu, yang terpenting dia selalu berada di dekat Diana.
...※※※※...
Kondisi Aura semakin membaik, setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari di rumah sakit. Saat ini Aura bisa mengontrol emosinya, dia bisa menyembunyikan kesedihannya, dia sadar tidak baik terlalut dalam kesediahan.
Saat ini Aura sedang menunggu Kenzo yang sedang membereskan administrasi, semua barang miliknya sudah di siapkan Kenzo untuk di bawa pulang.
__ADS_1
Aura mengusap perutnya yang sudah tidak ada apapun di dalamnya.
"Harusnya mama bisa menjagamu nak." Ucap Aura segera menghapus air matanya, karena kebetulan Kenzo sudah datang.
"Mas, sudah selesai?" Tanya aura berusaha turun dari tempat tidurnya.
"Biar aku bantu." Kenzo segera membantu Aura untuk duduk di kursi roda.
"Semuanya sudah selesai, mari kita pulang." Kenzo mulai mendorong kursi roda yang di duduki Aura.
Akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit, yang menjadi saksi kesedihan mereka.
"Mas, aku mau jenguk baby K." Ucap Aura di tengah-tengah perjalanan.
"Nanti saja, kalau kamu sudah membaik." Jawab Kenzo.
"Tapi aku mau melihatnya sebentar saja." Pinta Aura dengan wajah sedihnya. Melihat itu Kenzo merasa bersalah.
"Hanya sebentar saja, datanglah dengan senyuman." Ucap Kenzo kemudian. Dia hanya tidak ingin Aura kembali sedih lagi.
"Baik mas." Jawab Aura berusqhq melebarkan senyumannya.
Kenzopun membawa mobilnya ke arah dimana anaknya dikuburkan. Ini ia lakukan Demi Aura agar tidak sedih lagi.
Sampailah mereka di komplek kuburan yang sangat rapi. Kenaupun turun dan membantu Aura untuk keluar dari mobil dan berjalan menuju kuburan anaknya.
"Sayang, mama datang!" Ucap Aura mencoba tersenyum sambil mengusap papan nisan bertuliskan nama anaknya.
"Maafkan mama baru bisa menemui kamu sekarang, maafkan mama tidak bisa menjaga kamu, maafkan mama..." Ucapnya sambil terisak. airmata yang tak bisa ia bendung meskipun sudah berjanji tidak akan menangis.
Kenzo memeluk Istrinya memberikan ketenangan, meski dirinya pun tidak bisa menahan airmata untuk tidak menetes. Melihat Aura menagis seperti itu, hatinya terluka.
"Ayo sayang, kita pulang!" Ajak Kenzo. Dia tidak ingin Aura merasa sedih jika berlama-lama disini.
"Mama pasti kembali lagi." Ucap Aura lirih.
Karena sudah cukup lama mereka disana, Aurapun memutuskan untuk menyudahinya, dengan dibantu Kenzo berjalan, Aura menjauhi kuburan anaknya.
Setelah menemui anaknya sedikit beban dihatinya terangkat, sekarang Aura tahu anaknya sudah tenang dan kembali ke asalnya. Meski ia tidak pernah menyentuhnya bahakan melihatnya namun di dalam hatinya seakan sudah melalui banyak hal bersama anaknya.
__ADS_1