AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Karena Itu Masa Lalu


__ADS_3

Pesta pernikahan berlangsung sampai malam hari, kali ini giliran pesta yang diselengarakan oleh leluarga Kenzo. Berbeda dengan pesta mewah tadi siang, kini lebih intimate, hanya di hadiri sahabat dan kerabat dekat saja.


Acaranya pun sangat sederhana, yaitu pertunjukan dansa dari sepasang penagantin baru, juga makan malam bersama.


semua orang sedang bersiap untuk acara malam, termasuk juga Aura dan Kenzo yang juga tengah berganti pakaian di kamar hotel yang sama.


Aura lebih dulu sampai di kamarnya, sementara Kenzo masih menyambut beberapa tamu undangan yang kebanyakan rekan kerja dan teman semasa SMAnya.


"Lelah sekali hari ini." Ucap Aura menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


"Kini aku sudah menjadi seorang istri. Arrgghh... betapa tidak beruntungnya aku dipertemukan dengan pria dingin seperti Kenzo." Keluh Aura menatap langit-langit kamar hotelnya.


Cklek...


Suara pintu kamar terbuka. Aura lekas bangun dari posisi tidurnya. Dan menoleh kearah pintu. Ternyata Kenzo yang baru saja masuk, dan dia melewati Aura begitu saja, tanpa permisi ataupun menyapa.


Mata Aura mengikuti kemana saja Kenzo bergerak, Dia membuka jasnya dan melemparkan sembarang, kemudian mendaratkan tubuhnya duduk bersandar di kursi. Terlihat dari wajahnya bahwa saat ini dia sangat lelah. Seakan pernikahan ini hanya melelahkan dirinya saja, buktinya tidak ada yang merasa bahagia diantara Kenzo maupun Aura.


Hening. Suasan yang menggambarkan keadaan di kamar saat ini, meskipun ada dua orang di dalamnya, namun mereka berdua hanya saling diam dan saling membuang pandangan.


Bibir Aura seakan kering, Ingin mengawali pembicaraan namun di yakini akan percuma. Lelaki itu memang tidak berniat untuk mengenalnya.


Tak lama datanglah para asisten yang akan membantu Aura dan Kenzo mempersiapkan diri untuk acara malam hari. Aura bisa bernafas lega setelah kedatangan mereka.


"Aduh non, kenapa bajunya belum di lepas?" Tanya Nia, asisten maminya yang datang untuk mengecek Aura.


"Susah tau." Jawb Aura berbisik.


"Mas Kenzo, kenapa tidak bantu non Aura melepas gaunnya?" Tanya Nia kemudian,


Namun Aura segera mencubit Nia, atas pertanyaan yang di lontarkan untuk Kenzo.


"Aku saja tidak bisa, apa lagi dia." Ucap Aura kembali berbisik, namun masih terdengr jelas oleh Kenzo.


"Jika saja kamu minta bantuan, pasti saya akan membantu." Ucap Kenzo membela dirinya sendiri.


Akhirnya Aura mendengar juga Suara Kenzo. sebab terakhir dia mendengarnya saat pesta tadi pagi. Suara berat yang dimiliknya sangat khas dan sesuai dengan dirinya. jika saja Suara itu di ucapkan beserta kata-kata romantis pasti akan membuat siapapun yang mendengarnya meleleh.


"Non Aura memang sedikit pemalu." Ucap Nia yang membuat Aura menjadi cemberut.


Tak ada tanggapan lagi dari Kenzo, dia hanya diam dan sibuk dengan ponselnya.


...※※※※...


Acara malampun akan segera di mulai. Aura dan Kenzo sudah berdiri saling berdampingan, karena sebentar lagi mereka akan masuk bersama.

__ADS_1


"Silahkan masuk dan non Aura silahkan gandneg lengan suaminya."


Aura ragu, namun dia berusaha tetap santai, mengambil nafas dalam dan mulai membawa tangannya memeluk lengan Kenzo.


Namun sepertinya hanya aura yang merasa Tegang, Karena Aura sempat melirik Kenzo dan dia hanya berdiri dengan wajah tanpa eksprsi.


Sepertinya memang ekpresi ini yang akan mewarnai hari-hari Aura kedepannya, dan dia hanya akan menerima tanpa mengeluh.


Aura mencoba tersenyum, saat kakinya mulai melangkah masuk, terlihat beberapa tamu sudah berdiri dan melihat kearahnya. Bahkan suara musik dan tepuk tangan menyambut kedatangan mereka.


Di lirik lagi Suaminya, dan dia melihat segaris senyuman yang nampaknya terpaksa di bibir Kenzo. Dia memang tidak mengharapkan lebih dari Kenzo.


Mereka sudah berada di tengah-tengah, untuk memulai pesta malam ini, dengan pertunjukan Dansa dari pengantin baru.


Aura mulai meletakan tangannya di bahu Kenzo, Begitupun Kenzo merengkuh pinggang Aura, sementara tangan yang lain saling menyambut. Dan mereka pun mulai mengikuti alunan musik. Berada sedekat ini membuatnya sulit untuk bernafas. sebisa mungkin aura menjalankan peran dengan baik. meskipun berkali-kali saling pandang namun secepatnya pandangan mereka menghindar.


Musikpun berheti, menandakan bahwa Dansanya telah selesai. Mereka segera saling melepaskan diri, seperti dua kutub magnet yang saling tolak menolak.


Setelah selesai berdansa Mereka di persilahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Disana sudah ada kedua orang tua Kenzo dan juga adiknya.


"Pengantin kita sudah datang!" Ucap Rian menyambut kedatangan Aura dan juga Kenzo.


"Kamu terlihat sangat cantik sekali, sayang. dan juga kamu hari ini sangat menawan." Puji sisika kepada Aura dan Kenzo.


Aura duduk tepat di samping Kenzo dan juga siska. sementara dia harus saling berhadapan dengan Keanu juga Diana. Sedikit canggung, namun Aura berusaha senormal mungkin, apalagi Keanu sangat menghindari menatapnya.


Aura masih tidak mengerti mengapa Keanu bersikap seperti itu, apa kesalahan yang Aura lakukan? Aura merasa tidak pernah melakukan hal yang membuat Keanu seperti itu. Jika ini karena dirinya yang pergi meninggalkan Keanu. Rasanya tidak sebanding. Justru seharusnya Auralah yang marah, benci dan Kecewa karena Keanu meninggalkannya dan menikahi Diana.


Mereka semua mulai menyantap hidangan makan malam yang sudah tersedia. saling membuka pembicaraan, bahkan sampai tertawa, karena ada hal yang menurut mereka lucu. Aura hanya duduk mendengarkan, ketika yang lain tertawa, diapun ikut tertawa, meski tidak mengerti dengan apa yang mereka tertawakan. Di tempat seramai ini dia masih saja merasa sendiri.


Aura memperhatikan satu demi satu wajah anggota keluarga barunya. Terlihat sangat akrab, apa lagi antara Keanu Diana dan Kenzo. Aura melihat semua itu, dan merasa dirinya seperti tamu yang tak di undang.


"Maaf ya Nak, memang kami jika berkumpuk banyak sekali pembahasan, kamu pasti akan terbiasa." Ucap Siska mengelus tangan menantu barunya.


Rupanya siska peka dengan apa yang saat ini di rasakan Aura.


"Iya mah." Ucap Aura tersenyum.


"Kalian akan bulan madu dimana?" Tanya Diana kepada Aura.


Namun bukannya Aura yang menjawab, justru papa mertuanya yang menjawab mendahului Aura.


"Bukan hanya pengantin baru, tapi kita semua akan pergi berbulan madu bersama." Ucap Rian menunjukan beberpa tiket pesawat.


"Kita akan pergi ke Santorini!" Sisika melengkapi ucapan suaminya.

__ADS_1


Terlihat wajah berseri-seri dari Diana dan juga Keanu. Namun pasangan pengantin baru hanya menangapi dengan senyum seadanya.


"Serius pah? Wah sepertinya papa yang traktir nih." Keanu merasa ini momen yang langka, jarang sekali papanya menghamburkan uangnya, jangankan untuk liburan, untuk dirinya sendiri saja jarang.


"Ini adalah hadian untuk anak-anak papa." Ucap Rian yang juga bahagia melihat anak-anaknya bahagia.


"Wah.... hebat sekali." Diana bertepuk tangan memuji mertuanya.


"Bagaimana Aura?" Tanya Sisika yang tidak mendengar suara apapun dari sebelahnya, dari pasangan pengantin baru.


"Ah... iya, aku juga senang bisa pergi bersama kalain semua." Jawab Aura setelah sekilas melirik kearah Kenzo, namun Kenzo hanya diam dan masih meneruskan makannya, menurutnya pembahasan tentang bulan madu tidak begitu menarik.


"Oke, kita akan pergi besok."


"Kak, tunda malam pertama kalain. hahaha..." Ejek Keanu kepada Kenzo. yang di sambut gelak tawa orang tuanya.


...※※※※...


Aura berjalan di koridor hotel, ia pamit untuk istirahat lebih dulu, karena Kenzo dan juga mertuanya masih mengobrol, apalagi topik obrolan mereka tidak jauh dari pekerjaan.


Di tengah perjalanannya, Aura tak sengaja bertemu dengan Diana, sepertinya dia baru saja keluar dari kamarnya.


"Bisa kita bicara?" Ajak Diana.


Aurapun setuju dan mengikuti kemana Diana akan membawanya. Rupanya Diana mengajak Aura masuk kedalam kamarnya,


"Kenapa harus di dalam kamar?" Tanya Aura dalam hatinya, karena saat ini dia terganggu akan sesuatu hal, dia melihat di dalam kamar ada Keanu yang sedang tertidur.


"Lebih baik disini saja." Aura tidak mau melangkah lagi, dia berhenti tepat depan pintu kamar.


Diana mengerti kenapa Aura berhenti sampai di pintu.


"Ah... Ada Keanu sedang tidur." Ucap Diana kemudian.


Padahal aura sudah melihatnya bahkan nampak seperti sengaja untuk di lihat Aura.


"Aku senang bertemu kamu lagi!" Diana tiba-tiba memeluk erat Aura.


Refleks Aura melepaskan pelukan Diana.


"Sorry, Aku bingung harus mengatakan apa, karena sebelumnya, kalian seperti tidak mengenalku." Ucap Aura, yang merasa risih dapat pelukan dari Diana.


"Itu karena Kenzo. menurutku dia tidak perlu tahu tentang kita. apa lagi tentang kamu dan Keanu."


"Baiklah, sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan, tapi rasanya percuma karena itu adalah masa lalu. Mari kita tetap seperti ini. Aku Aura, kakak ipar kamu dan kamu adik iparku. Aku permisi dulu." Ucap Aura sebelum keluar dari kamar Diana.

__ADS_1


Aura sangat kesal, bahkan setelah apa yang di lakukannya, dia masih bisa berkata seringan itu. Bahkan kata maaf yang di nantikan Aura pun tak terlontar dari bibirnya.


Setelah apa yang mereka lakukan pasca kepergiannya, sudah selayaknya dia mendengar permintaan maaf dari Diana karena dia tahu pada saat itu Aura masih menjalin hubungan dengan Keanu. Atau pun dari Keanu, yang memilih untuk tidak menunggunya setelah membaca penjelasan Aura di dalam suratnya dulu.


__ADS_2