
Aura mengerejeap kan mata, silau cahaya matahari mengganggu tidurnya.
"Mas!" Panggil Aura saat bayangan hitam mendekatinya.
"Kamu sudah bangun sayang." Kenzo mendekat mengahmpiri Aura yang baru saja bangun.
Dengan mata sipitnya Aura melihat Kenzo sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Rapi sekalai!"
"Ini hari pertama aku masuk kantor. Kamu lupa sayang?"
"Ah.... Maafkan aku." Ucap Aura menyandarkan dirinya di bahu Kenzo.
"Tidak apa-apa sayang." Kenzo membelai mesra rambut Aura.
"Aku anatar sampai bawah mas."
Setelah kepergian Kenzo, Aura berlari kembali ke kamarnya. Dia merogoh tasnya mencari sebuah kartu nama yang ia simpan di dalam tasnya.
"Ini Dia." Ucapnya ketika menemukan kartu nama bertuliskan Dr. Tia Triana, Dia adalah seorang Dokter kandungan.
Aura berniat menemui dokter Tia yang kebetulan membuka kelinik di salah satu daerah dekat tempat tinggalnya. Dia ingin hanya ingin tahu kondisi dirinya tak hanya dari satu dokter, dia ingin tahu pasti tentang kondisinya dari beberapa dokter.
Aurapun bergega untuk mandi dan bersiap-siap tak lupa dirinya mempersiapkan catatan medisnya dari dokter sebelumnya. Menyusuri jalanan yang sama sekali tidak ia kenali, untung saja Aura mengandalkan Aplikasi Map untuk mencari alamat praktek doter Tia.
Sesaat setelah samapi di depan kelinik, Iapun berjalan menuju ruangan yang bertuliskan nama dokternya. Aura di kejutkan dengan pasien yang sudah banyak datang untuk mengantri. Beberapa datang dengan perut besar dan beberpa yang sama seperti dirinya. Disana Aura menjadi yakin bahwa dokter Tia adalah dokter yang dapat di percaya. Di tambah informasi yang ia dapat dari para ibu-ibu yang sedang menunggu panggilan sama seperti dirinya.
"Ibu Aura winston, silahkan masuk!" Suara perawat memanggil namanya,
Kini gilirannya, setelah dua jam menunggu, akhirnya Aura masuk menemui dokter Tia.
Dokter Tia sangat ramah, bahkan Aura sangat nyaman menanyakan tentang kondisinya. Sampai ia dibuat terkejut dengan ucapan sang Dokter.
Setelah keluar dari ruangan itu, Aura hanya diam saja, wajahnya yang semula tegang kini menjadi datar tanpa eksprsi. Ini bukan kali pertaman dia menemui dokter kandungan, bahkan sudah berkali-kali ia mendengar diagnosa yang sama dan menyakitkan, tapi diagnosa dari dokter Tia, mampu membuat Aura membisu.
Aura menghentikan mobilnya sembarang di pinggir jalan. disana ia menangis sejadi-jadinya. mengetahui kondisinya sendiri membuat Aura merasa sangat terpukul.
...¤¤¤¤...
3 bulan kemudian.
Gea dengan wajah lelah karena pulang bekerja datang menghampiri Melly yang juga baru sampai ke resto milik calon suaminya itu. Rupanya Mereka sudah saling sepakat untuk bertemu selepas bekerja.
"Aku sangat merindukan Aura." Keluh Melly menyandarkan tubuhnya di bahu Gea.
"Aku juga!" Jawab Gea yang juga merasakan hal sama dengan Melly.
"Duh... Apa susahnya, kalian bisa pergi menemuinya." Ucap Densi yang juga mendengar apa yang di obrolkan dua gadis di restonya itu.
"Kita ambil cuti saja Ge, lagi pula sudah lama kita tidak pergi berlibur." Terbesit ide untuk mereka bisa pergi menenui Aura sekalian berlibur.
__ADS_1
"Hhmmm...ide bagus itu!" Jawab Gea setuju.
"Kamu juga harus ikut sayang." Ajak Melly kepada Denis yang masih curi-curi dengar sambil mengerjakan laporan pendapatan Resto miliknya.
"Pastinya. Karena aku gak mau jauh dari kamu." Jawab Denis dengan gombalannya.
Gea dan Melly pun menahan tawa atas gombalan yang Denis Berika. Karena Terasa aneh di telinga mereka berdua.
"Sepertinya kalian sedang bahagia." Sela Kenzo dari arah belakang mereka.
"Kenzo? kamu disini, Aura mana?" Tanya melly antusias saat melihat kedatangan Kenzo.
"Dia di Bali, aku beberapa hari kedepan ada disini." Jawab Kenzo. Karena perusahaannya di jakarta sedang membutuhkan dirinya.
Tiba-tiba suara ponsel Melly berdering, Terlihat nama Aura di layar ponselnya. Melly pun lekas mengusap gambar gagang telphin untuk menerima panggilan vidio dari Sahabatnya itu.
"Hai Ra...!" Sapa Melly.
"Hai mell, lagi apa?"
"Kumpul-kumpul saja seperti biasanya, ada Kenzo juga loh..." Melly memperlihatkan keadaan sekelilingnya, yang kebetulan ada sedang kumpul di resto Denis.
"Hai sayang, aku mampir untuk makan malam." Ucap Kenzo saat melly mengarahkan ke wajahnya.
"Aku juga baru selesai makan."Jawab Aura kepada suaminya.
"Hai Ra..." Kini giliran Gea yang menyapa Aura.
"Aku suka, thanks ya atas rekomendasinya." Sudah berkali-kali Gea pindah dari pekerjaannya, sampai Aura merekomendasikan Gea untuk melamar di kantor kilik Kenzo.
"Ya sudah, kalian teruskan saja. Bye...." Ucap Aura sebelum mengakhiri telphonnya.
"Aku senang melihat Aura ceria. sepertinya berada di tempat baru sangat cocok untuknya." ucap melly menyimpan kembali ponselnya.
"Ya memang benar, apa lagi saat ini dia punya kesibukan baru."
"Dia bekerja?" Tanya Denis. dan kedua sahabat aura.
"Aku tidak bisa melarangnya, mungkin diam dirumah saja membuatnya sesak. Dia harus sering bertemu orang banyak." Jelas Kenzo kemudian.
"Jadi kamu tidak lagi di perusahaan winston."
"Iya, aku akan lebih fokus disini, apa lagi kemarin ada penurunan. Untung saja ada Gea yang menghandel semuanya." perusahaan kenzo memeng ada sedikit masalah, mungkin karena fokus kenzo terbelah. Sehingga Rian meminta Kenzo untuk memilih salah satunya.
"Selmat Ge, dapat pujian dari bos. Sepertinya izin cutipun akan mudah." Ucap Melly membuat Gea malu di depan bosanya, meskipun mereka bukan berada di kantor, tapi tetap saja sekarang Kenzo bukan hanya sekedar suami temannya, tapi seorang atasan.
"Apaan sih Mell." Jawab Gea mencubit pelan tangan Melly.
Mendengar ucapan Melly, kenzo pun bertanya tentang rencana Gea.
"Kamu akan mengajukan cuti?"
__ADS_1
Dengan terpaksa Geapun mengutarakan niatnya, sebelumnya dia ragubuntuk memibta cuti, karena mengingat belum lama dirinya bekerja di perusahaan Kenzo.
"Kami berencana akan menemui Aura." Jawab Gea kemudian.
"Kamu tinggal izin saja Ge, kantor kita tidak akan mempersulitnya." Jawab Kenzo yang mendapati anggukan dari Gea.
...¤¤¤¤...
Aura termenung di dalam ruangannya, Mengingat tentang vidio call semalam bersama sahabatnya. dia tidak tahu bahwa saat itu ada suaminya juga disana, bahkan Gea pun berada di tempat yang sama.
Jika mengingat dulu Gea pernah jatuh cinta kepada Kenzo, dan mencoba menguburnya saat tahu Kenzo adalah suami dari sahabatnya. Aura yakin rasa itu tidak akan mungkin hilang dengan secepat itu, bahakn dirinyapun tak menampik bahwa hatinya masih bereaksi jika bertenu dengan Keanu.
"Aku yakin kamu orangnya Ge." Ucap Suara dalam hatinya.
Lamunannyapun buyar ketika Aura mendengar suara ketukan pintu.
"Masuk!"
"Maaf bu, lima menit lagi rapat akan di mulai."
"Baik, saya akan segera kesana." Aurapun berisap, merapikan pakaiannya dia tidak ingin ada satu kesalah dalam penampilannya.
Aura perlahan membuka pintu ruang rapat, rupanya semua kursi sudah terisi, menarik nafas dalam sebelum kakinya melangkah menuju ke tempat duduknya. Aura sangat gugup, karena ini adalah rapat pertamanya setelah Kenzo meneyrahkan perusahaan kepadanya.
"Baiklah silahkan mulai." Ucap Aura cukup tenang. Di rapat kali ini Aura hanya akan mendengarkan laporan kerja tiap divisi. Rapat berlangsung sampai jam istirahat.
Setelah rapat selesai, aurapun sudah mendengar semua laporan dan menerima berkas laporannya, Sekretarisnya yang bernama Hani mendatanginya lagi.
"Bu jadwal selanjutnya, makan siang dengan klien dari surabaya sambil membahas proyek kerjasama kita." Ucap Hani Mendekati Aura.
"Mana saya lihat bekasnya." Hanipun memberikan berkas di tangannya.
"Sebelumya Pak Hendrik telah menyetujuinya, Bu aura hanya tinggal meneruskan." Ucapnya Menjelaskan.
"Baiklah, sepertinya prospeknya akan bagus. siapkan semuanya sebelum kita berangkat." Ucap Aura setelah selesai membaca berkas yang Hani berikan.
"Baik bu."
Kesibukan Aura ternyata mampu melupakan masalah yang sedang di hadapi, namun jika dia hanya seorang diri dia tidak berhenti untuk memikirkannya, memikirkan tentang diagnosa yang Dokter berikan, memikirkan kelanjutan hubungannya dengan Kenzo dengan kekurangan yang di milikinya.
Aura mengambil ponselnya. dia mencari nomor jasmin dan menelphonnya.
"Mam, Aku akan bercerai." Ucap Aura begitu Jasmin menerima panggilannya.
Jasmin terkejut dengan keputusan yang tiba-tiba dari anaknya,
"Kamu bicara apa sayang?" Tanya Jasmin seakan tidak percaya dengan ucapan Aura.
"Aku sudah berulang kali memikirkannya, tapi sepertinya solusinya hanya itu." Jelas Aura. Aura tidak terpikirkan jalan lain lagi. selama ini dia menganggap itu semua beban, dan dia ingin terbebas dari beban tersebut.
"Tunggu. Jangan lakukan apapun, mami akan pulang." Ucap Jasmin segera menutup telphonnya.
__ADS_1
Jasmin harus segera menemui anaknya, sebelum Aura melanjutkan niatannya, jika itu terjadi. maka akan timbul masalah baru bagi kedua keluarga.