
Aura memainkan ponselnya dia ingin menghubungi Kenzo dan memberitahu tentang dirinya yang kemungkinan akan lama berada di Inggris, namun Aura ragu, karena sebelumnya dia berjanji akan segera pulang setelah urusan dengan Seteven selesai, namun semua yang di rencanakannya harus berubah total, karena Seteven memintanya untuk tinggal sedikit lebih lama.
Namun tak baik membuat Kenzo terus menanti kepulangannya, apa lagi Kenzo selalu menanyakan kapan waktu tepat dirinya akan pulang.
Sama halnya dengan Aura, Kenzo pun sedang menatap ponselnya, menunggu telphon dari Aura.
Kenzo melemparkan ponselnya sembarang ke atas kasurnya, kemudian mendengus kesal dengan tangan bertolak pinggang.
"Apa yang sedang di kerjakannya, sampai tak sempat menghubungiku?" Tanya kesal kenzo, sebab seharian ini Aura belum ada menghubunginya.
Kenzo menoleh kearah ponselnya yang tiba-tiba saja berbunyi, kemudian tersenyum senang saat nama Aura tertulis di layar ponselnya.
"Hallo!" Sapa Kenzo dengan bibir mengembang. Seketika semua rasa kesalnya hilang.
Cukup lama mereka mengborol, bahkan Kenzo menanyakan semua kegiatan Aura selama disana.
"Kapan kamu pulang?" Tanya Kenzo kemudian.
Baru saja Aura berniat memberitahukannya, Namun Kenzo lebih dulu menanyakan hal itu, dan tentu saja membuat Aura menghela nafasnya.
"Ada apa?" Tanya Kenzo saat mendengar hembusan nafas Aura dari seberang sana.
Aura memainkan jemarinya, dia merasa berat dengan apa yang akan ia katakan, karena Aura pun sama ingin segera bertemu dengan Kenzo.
"Maaf," Ucapnya terpotong.
Kenzo terus menunggu kelanjutan kata maaf yang Aura lontarkan, meski sudah banyak perkiraan di kepalanya.
"Sepertinya, aku akan lama di sini. aku harap kamu mengerti." ucap Aura melanjutkan.
__ADS_1
Kenzo sudah menduganya, pertemuan yang dia nantikan ternyata masih sangat lama. Dia kembali berharap agar Gea bisa segera kembali bekerja, namun setelah melihat kondisi Gea kemarin, sepertinya akan sangat lama.
"Tentu saja aku mengerti, Aku hanya harus bersabar untuk pertemuan kita." Ucap Kenzo terdengar pilu.
"Terimakasih. dan satu hal lagi, sepertinya aku harus mengatakannya sekarang, karena terlalu lama jika menunggu saat kita bertemu nanti." Ucap Aura yang membuat Kenzo penasaran dengan apa yang akan di katakan Aura.
"Aku juga masih mencintai kamu." Ucap Aura yang kemudian mematikan ponselnya.
Aura memegang dadanya yang mulai berdebar kencang. sudah lama dia tidak mengatakan hal-hal semacam itu, dan kali ini cukup membuatnya malu sendiri.
Sementara Kenzo berteriak dengan senangnya, mendengar jawaban dari pernyataan cintanya Kepada Aura. Rasanya seperti terangkat ke udara.
Akhirnya Kenzo bisa tidur dengan nyenyak, kini Aura sudah kembali kedalam pelukannya, hanya saja saat pertemuan keduanya nanti. Dan itu membuat Kenzo semakin menanti saat-saat pertemuan itu.
...****************...
Keadaan Gea sudah mulai membaik, dan dia juga meminta Keanu untuk tidak selalu menemani seperti sebelumnya.
"Sepertinya kamu bosan berada di dalam rumah saja, bagaimana jika nanti malam kita makan malam di luar?" Tanya Keanu saat akan berangkat bekerja.
"Iya betul sekali. Kita makan di tempat Melly saja, pasti kamu belum pernah ke tempat itu." Tebak Gea
"Oke, begitu aku pulang, kita berangkat." Ucap Keanu setuju untuk mereka makan makalah di tempat Melly dan Denis. "Hati-hati di rumah" lanjut Keanu lagi.
"Kamu juga hati-hati." Ucap Gea melambaikan tangannya.
Gea merasa sudah seperti seorang istri yang mengantarkan suaminya untuk bekerja. "Sudah cocok!" Ucapnya memuji dirinya sendiri.
"Permisi!" Ucap seseorang wanita
__ADS_1
Gea yang hendak masuk kedalam rumah, berbalik kembali memutar badannya yang memegang tongkat sebagai penahannya.
"Cari siapa?" Tanya Gea, dia mengira wanita itu salah alamat, karena gea tak mengenalnya.
"Perkenalkan saya Diana. Mantan istri dari pria yang baru saja pergi." Ucap Diana memperkenalkan diri.
Gea terkejut, karena dia tak menduga akan di datangi mantan dari Keanu.
"Boleh saya masuk?" Tanya Diana dengan sangat angkuh. Diana menganggap Keanu sudah buta matanya dengan menjadikan wanita di depannya pengganti dirinya.
"Sisilahkan masuk!" Jawab Gea tergagap, mempersilahkan Diana untuk masuk kedalam rumahnya.
Diana menelisik ke setiap sudut rumah Gea yang jauh berbeda dari rumah miliknya maupun milik keluarga hartanto. "Wanita miskin!" Ucapnya dalam hati.
"Silahkan duduk!" Ucap Gea lagi, Gea sangat tidak nyaman dengan sikap yang Diana tunjukan.
"Langsung saja, saya harus memberitahu ini, saya tidak ingin kamu mengalami apa yang saya alami bersama Keanu."
Gea masih mendengarkan wanita yang mengaku mantan istri dari Keanu itu. Dia tidak tahu apa yang akan di bicarakannya.
"Keanu adalah pria yang baik hati, perhatian dan pastinya idaman bagi para wanita. tapi saya harap kamu tidak terlena dengan semua sikapnya, karena kamu tidak akan pernah bisa masuk kedalam hatinya. Saya sudah mengalami bertahun-tahun. Di hatinya hanya ada satu wanita dan tak akan tergantikan, AURA." Ucap Diana menyebutkan satu nama.
"Kamu tidak akan pernah bisa menyingkirkan wanita itu dari dalam hati dan hidupnya, sekeras apapun kamu berusaha, sebesar apapun cinta yang kamu berikan. Itu tidak akan pernah berhasil. Lebih baik kamu mundur sekarang atau nanti kamu akan berakhir seperti saya " Lanjut Diana mengeluarkan semua yang ingin di bicarakannya, dan memang itu sesuai faktanya. Sebesar apapun usahanya tetap dia kalah juga.
Gea tak bergeming, dia tidak tahu bagaimana harus menanggapi semua ucapan Diana. Ada benarnya semua ucapan itu, karena dia pernah mengalami itu dengan Kenzo. Kini dia harus mengalami hal itu lagi dengan berbeda pria namun wanita yang sama.
"Saya permisi!" Ucap Diana tersenyum puas melihat Gea hanya diam kehilangan kata-katanya.
"Gadis bodoh!" Ucap Diana setelah keluar dari rumah Gea.
__ADS_1
Diana merasa puas telah menabur racun pada Gea, yang akan membuat Gea pada akhirnya mundur dan menjauh dari Keanu.