AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Hal Tak Terduga


__ADS_3

Suara ayam berkoko, membangunkan Aura dari tidurnya, rasanya sudah lama tidak mendengar suara Ayam di pagi hari. Memang suasan di rumah ini selalu Aura rindukan.


Kemudian ia melirik kesampingnya, Ada Kenzo yang masih terlelap. Meski beralaskan kasur yang sudah tua, namun dia masih bisa tidur dengan nyenyak.


Aura menatap lekat wajah Kenzo, tidak pernah ia melihatnya sedekat ini, garis-garis lengkung disekitar bibirnya, menandakan dia memiliki senyum yang indah, namun sayangnya tidak pernah ia tunjukan.


"Ah, apa yang aku lakukan!" Keluh aura dalam hatinya. Aura sudah membayangkan dirinya menyentuh setiap inci dari wajah Kenzo. Ia merasa sangat frustasi karena tidak bisa melakukan itu, padahal jarak mereka sangat dekat.


Aura bergegas mandi dan dia akan membantu ibunya menyiapkan sarapan di dapur. Hal yang tidak bisa ia lakukan bersama Sisika, bisa ia lakukan bersama ibunya.


"Sudah selesai, sekarang kamu lihat suami kamu, sudah bangun atau belum."


"Iya bu, aku lihat Kenzo dulu."


Aura pun kembali ke kamarnya dan dia melihat Kenzo yang masih berbaring di atas kasur, sedangkan sinar matahari sudah masuk ke dalam kamarnya melalui celah jendela.


"Uh... pria ini, apa tidak akan bangun." Gerutunya dalam hati.


Aura bingung, bagaimana cara membangunkan Kenzo. Biasanya Kenzo akan bangun sendiri. namun saat ini di masih tertidur.


Aura berjongkok di dekat wajah Kenzo, kemudian dia menepuk-nepuk pundanknya berulang kali.


"Ken bangun, sudah siang!" Ucapnya sambil menatap wajah Kenzo.


Aura mengerejap, begitu Kenzo membuka matanya. Sontak saja Aura hendak berdiri, namun Tengkuknya di tahan Kenzo. Kemudian Kenzo menempelkan bibirnya menyentuh bibir Aura lembut.


Aura langsung menutup matanya, tubuhnya menegang, semua aliran darahnya terhenti. merasakan benda kenyal menempel dibibirnya, meski hanya sekejap, namun sangat membekas.


"Jam berapa sekarng? aku harus berangkat bekerja!" Ucap Kenzo mencairkan suasana, seakan tidak ada yang terjadi di antara mereka.


Namun berbeda dengan Aura, dia masih diam di tempat ia berjongkok tadi. Dan tidak menjawab pertanyaan suaminya, Rupanya butuh waktu untuk Aura memproses apa yang telah terjadi di antar mereka.


"Kkaamu tanya apa tadi? jam? sekarang jam 07.00." Ucap Aura terbata-bata.


Kenzo tersenyum melihat Aura, namun segera Kenzo menghilangkan senyumannya dan kembali memasng wajah dinginnya.


Kemudian Aura berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk, Aura melirik sekilas kearah Kenzo, tidak ada yang berubah dari ekspresinya.


"Kenap wajahnya biasa saja?" Tanya hatinya, sebab Aura saja masih mengendalikan diri paska ciuman tadi, sedangkan Kenzo terlihat biasa saja.


"Mungkin itu hal biasa untuknya, aku saja yang berlebihan." Ucap Aura kembali bersikap seperti biasa.

__ADS_1


"Kamu mandi dulu, nanti kita sarapan." Ucap Aura menyerahkan handuk untuk Kenzo.


"Aku mandi dimana?" Tanya Kenzo bingung, sebab di dalam kamar ini tidak ada pintu lain selain pintu keluar kamar.


"Ah aku lupa. Ayo ikut, aku tunjukan letak kamar mandinya." Ucap Aura menuntun Kenzo menuju kamar mandi yang terletak di dapur.


Sambil menunggu Kenzo mandi, Aura kembali terbayang saat Kenzo mengecupnya.


"Kenapa dia menciumku?" tanyanya sambil memegang bibirnya sendiri.


Sedalam apapun dia menyelami pikirinanya, dia tidak menemukan alasan yang pas atas kejadian tadi.


Aura melihat jam di dinding, jika ia sarapan bersama ibu dan bapak, pasti Kenzo akan datang ke kantor terlambat.


"Bu maaf, sepertinya kami tidak bisa sarapan bersama, kenzo pasti akan terlambat untuk bekerja." Ucap Aura namun segera di sanggah oleh Kenzo yang baru keluar dari kamar.


"Sesekali terlambat nggak masalah, kamu tenang aja sayang, kita bisa sarapan bersama." Ucap Kenzo kepada Ratmi.


Aura merasa aneh dengan sikapnya hari ini, meskipun memang Aura meminta Kenzo untuk bersikap baik kepada ibunya, namun sikapnya hari ini sangat berlebihan. seperti bukan Kenzo yang selama ini ia kenal.


"Bapak mana bu?" Tanya Aura yang melihat hanya mereka bertiga di meja makan.


"Ini buatan ibu? ini enak sekali bu." Ucap Kenzo memuji ratmi.


"Kamu bagaimana, masakn istri sendiri tidak tahu. Itu aura yang buat. Aura pintar masak, memang Aura belum pernah membuat sesuatu untuk kamu?" Tanya Ratmi, Kenzo terkejut dengan ucapan Ratmi, bahwa saat ini dia sedang menikmati pasakan istrinya.


Satu poin untuk Aura. karena Kenzo sudah salah menilainya. Dia menganggap Aura hanya wanita manja yang apapun harus dilayani. Ternyata banyak yang ia tidak ketahui tentang Aura.


"Di rumah sudah ada yang memasak bu." Jawab Kenzo.


"Pantas saja. Ngomong-ngomong kenapa kamu memanggil suami kamu dengan namanya saja?" Kini giliran Aura yang terkejut dengan pertanyaan ibunya. jika semakin lama berada di sini maka semakin banyak tahu ibu tentang hubungannya dengan Kenzo.


"Maaf bu, Aura belum terbiasa." Jawab Aura.


"Masih lupa-lupa bu, nanti juga Aura terbiasa." Ucap Kenzo menambahkan.


"Beruntung kamu Ra, Kenzo sangat baik dan pengertian. Tapi jangan di biasakan seperti itu." Lagi-lagi ibu memuji Kenzo, memang jika di lihat dari sikap Kenzo saat ini, dia sangat sempurna dan tanpa celah. Tapi kenyataannya, cukup Aura saja yang merasakan betapa dinginnya pria itu. dan berubah panas jika dia marah.


...※※※※...


Diana yang kesal karena keanu tidak mau memperjuakan haknya, membuat dia berinisiatif untuk menanyakan langsung kepada Rian kebenarannya.

__ADS_1


"Maaf pah, Diana ingin bicara." Ucap Diana saat sudah masuk kedalam ruang kerja papa mertuanya.


"Ada apa Di, tumben sekali, kamu serius seperti ini?" Tanya Rian.


"Ini masalah Keanu pah, papa pernah janji akan memberi jabatan Direktur itu untuk Keanu, tapi papa justru memberikannya kepada kak Kenzo. Memang aku tidak punya hak membicarakan ini, tapi papa berjanji hal yang sama juga kepada Diana." Rian sudah menduga, pasti Diana yang akan datang menanyakan itu. Karena Tidak mungkin Keanu berani melakukannya. dia tidak akan mengingkari janji yang telah ia buat.


"Baiklah papa mengerti, tapi ini bukan keinginan papa, ini sepenuhnya keputusan perusahaan. Mungkin kamu tidak akan mengerti, tapi papa tetap akan membuat kamu mengerti agar tidak menanyakan hal ini kembali. Ini karena Pernikahan Kenzo dan Aura. sehingga Membuat Kenzo berhak atas posisi itu. Silahkan kamu tanya langsung Kenau." Jawab Rian.


Setelah mengerti Diana pun pamit, dan keluar dari ruangan itu.


Diana kembali kedalam kamarnya, Kemudian dia berfikir keras, dia mengerti mengapa Kenzo yang mendaptkan posisi itu. namun dia masih tidak mengerti mengapa nama Aura di sebut, sepenting apa Seorang Aura, sehingga bisa mempengaruhi jabatan perusahaan.


"Siapa kamu sebenarnya Aura?"


Tiba-tiba Diana mengingat surat yang pernah Aura titipkan untuk Keanu, disana tertulis bahwa Aura akan tinggal bersama ibu kandungnya. Karena ibu kandungnya yang telah membayar semua biaya rumah sakit ibunya.


"Apa ibu kandungnya sangat kaya raya? jika di lihat dari penampilan Aura, sepertinya begitu. Aaarrghh.... Kenapa harus Aura yang mendapatkan hal seperti itu?" Teriak Diana yang semakin membenci Aura.


Dari dulu Diana mendambaka hidup mewah, terlahir dari orang tua berkecukupan, membuat Diana menginginkan kemewahan. Bahkan dia rela mendekati pria tua hanya demi sebuah mobil.


Meski kini hidupnya telah berbalik, kini dia tinggal di rumah yang mewah bahkan dia pernah tinggal di luar negri. Seperti kehidupan yang ia inginkan.


Namun, ketika dipertemukan kembali dengan Aura, Diana mulai mengeluhkan kehidupannya, apa yang dia miliki tidak sebanding dengan yang di miliki Aura.


Jika melihat Aura, darahnya mendidih, apa yang Aura kenakan selalu jadi perhatiaanya.


Bahkan setelah menikah dengan Kenau pun dia tidak pernah bisa seperti Aura.


Tok...tok...tok...


"Di, mama panggi kamu!" Teriak Aura dari luar kamar Diana.


Panjang umur untuk Aura, baru saja Diana memikirkannya, dia sudah ada di depan kamar.


"Mama mau apa lagi?" Tanya Diana sambil membukakan pintu.


"Mama mau kita menemaninya ke mall." Jawab Aura.


Kemudian Diana kembali kedalam kamar membawa tasnya, dan Merekapun turun menemui Siska.


"Sudah siap semua, kalian nanti bantu mama pilihkan tas dan sepatu, karena malam ini mama akan menghadiri pesta ulang tahun teman mama." Ucap Sisika

__ADS_1


__ADS_2