AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Malam Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Gelisah, itu yang saat ini nampak pada wajah Seteven,dalam kondisi yang masih belum pulih, dengan keadaan yang tak berdaya, duduk diatas kursi roda yang membatasi dirinya melakukan semua hal yang di inginkan. Bagaimana bisa dia memperjuangkan Aura, sementara dia sudah setengah mati kesulitan memperjuangkan keberlangsungan hidupnya.


"Ini sudah malam, kenapa Tuan belum tidur?" Tanya Abigail, dia sebenarnya tahu apa yang sedang ada di pikiran Tuannya.


Tak ada pergerakan dari bibir Seteven untuk menjawab pertanyaan itu.


Abigail belum terbiasa dengan keadaan Seteven yang lemah seperti ini, dia sangat sedih melihatnya, jika memang keberadaan Aura bisa membuat Seteven bersemangat lagi ia rela, dari pada melihat Tuannya seperti ini.


"Ini tentang pernikahan Aura, Apa Tuan ingin membatalkan pernikahan mereka? Jika begitu, saya siap pergi untuk membatalkannya, mewakili Tuan. Saya akan bawa Aura kembali kesini lagi." Tutur Abigail, yang tak tega melihat Seteven seperti kehilangan harapan untuk kembali sembuh, hidup seperti sebelumnya.


Seteven mengerskan rahangnya juga menutup mata, menahan rasa sedihnya. Di sisi lain dia ingin mendatangi Aura. Namun walaupun keadaanya sudah membaik, untuk menaiki pesawat lagi butuh keberanian extra.


"Tidak." Tolaknya dengan keras. "Saya tidak yakin bisa membahagiakan Aura. Dengan keadaan seperti ini,hanya akan membuat Aura kesulitan." Seteven selalu saja pesimis dengan hidupnya.


"Kamu bisa pulang!" Pinta Seteven.


Dengan langkah gontai Abigail berjalan menjauhi Tuannya. Dia amat tersiksa harus melihat Seteven hanya melamun di atas kursi rodanya.


Setelah kepergian Abigail, Seteven masuk kedalam kamar Aura saat tinggal di rumahnya. Dia mengamati setiap sudut ruangan, seolah-olah Aura masih bersamanya, berada satu ruangan dengannya.


Huuuffttt....


Suara hembusan nafas Steven terdengar berat dan memilukan.


Ia kembali memutar rodanya, menuju sebuah laci meja rias, Mengluarkan sebuah ponsel milik Aura yang di simpannya.


Menyalakan kembali, dan melihat-lihat gallery di ponsel tersebut.

__ADS_1


"Hanya ini yang bisa aku lakukan saat merindukanmu." Ucapnya melihat satu persatu photo Aura di ponsel tersebut.


Hanya itu barang milik Aura yang tersisa, dengan melihatnya sudah cukup bagi Seteven melepaskan kerinduannya.


...****************...


Setelah Gea dan Melly mengunjungi calon pengantin wanita, Kini giliran Denis dan Keanu yang mendatangi kamar pengantin pria. Namun begitu membuka pintu kamar mereka tak melihat Kenzo berada di dalamnya.


"Kakak dari mana saja?" Tanya Keanu yang melihat Kenzo melewati pintu setelah mereka masuk.


"Kalian sudah datang!" Bukannya menjawab justru Kenzo berjalan lemas kearah sofa.


"Pasti kamu gagal menyelinap untuk bertemu Aura." tebak Denis yang pernah merasakan hal serupa saat semalam sebelum pernikahannya.


"Ini semua gara-gara Melly dan Gea, kalau saja mereka tidak datang." Kesal Kenzo, cemberut seperti anak kecil.


"Lalu kalian berdua ngapain kesini?" Tanya Kenzo menatap sinis, karena menjadi bahan ejekan.


"Kita? jagain kakak supaya tidak kabur." Jawab Keanu yang kemudian meneruskan tawanya.


Kenzo yang kesal melemparkan bantal sofa tepat ke wajah adiknya.


"Gila kalian." Umpat Kenzo yang kemudian beralih kearah dapur karena merasa haus.


"Kak, sudah lihat berita terbaru?" Tanya Keanu yang perlahan mendekai Kenzo.


Keanu mencari sesuatu yang akan ia tunjukan kepada kakaknya, Menjelang pernikahan sang kakak ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. dan ia takut itu akan merusak pernikahaan kakaknya.

__ADS_1


Kenzopun mlihat apa yang di perlihatkan adiknya, dan ternyata sebuah berita tentang Seteven yang kembali dari kematian.


Keanupun melirik kearah kakaknya, dan wajah Kenzo tidak menampakan keterkejutan.


"Kakak sudah mengetahuinya?" Tanya Keanu bingung.


"Beberapa hari lalu, dia menghubungi Aura untuk memberikan selamat." Jawabnya santai.


"Lalu, kakak tidak khawatir jika itu hanya bagian dari permainannya saja."


"Nu, kamu lihat kondisinya saat ini, dia baru saja selamat dari kecelakaan besar. kakak rasa dia tidak mungkin melakukan itu."


Keanu mengerti, tapi itu bukan karakter yabg di miliki Seteven, menyerah begitu saja setelah apa yang dilakukan terhadap Aura.


"Kamu tenang, semua aka baik-baik saja." Ucap Kenzo menepuk bahu kanan adiknya.


Tak di pungkiri Kenzo pun resah dengan kehadiran Seteven kembali di kehidupan Aura, namun ia berusaha mempercayai apa yang Aura katakan.


...****************...


Tidur berjajar dengan wajah penuh masker, mengingatkan kembali masa-masa mereka berjuang bersama untuk dapat menyelesaikan kuliah.


"Waktu memang sangat cepat berlalu." Ucap Melly saat mengingat kembali kenangan kenangan mereka dulu.


"Ya, kalian sudah menikah dan memiliki anak, dan aku yang berikutnya." Ucap Gea menimpal.


"Ternyata sudah selama itu." Kini giliran Aura yang bergelut dengan pikirannya, mencoba memutar kembali kenangan-kenangan lalunya. Dan banyak hal yang sudah ia lalui,baik suka maupun duka, dan ia berhasil melewati semuanya, sampai esok menjelang hari bahagianya. hari pernikahan impian bersama pria yang ia cintai.

__ADS_1


Lika-liku cinta yang tak mudah, dari awal pertemuan tak sengaja,perjodohan, perceraian, sampai memutuskan untuk kembali bersama. Bukan perjalanan yang pendek. Namun karena cinta, yang membuat mereka kembali saling percaya.


__ADS_2