
Kenzo segera mengambil kunci mobilnya, ia hendak menyusul Aura pergi ke bandara. Setelah kejadian Aura dengan Reza, Kenzo selalu khawatir jika ada pria asing lagi di dekat Aura, Apalagi pria kali ini cukup membuatnya tidak percaya diri.
"Kosongkan jadwal saya hari ini." Pinta Kenzo kepada Sekertarisnya.
"Tapi pak, sebentar lagi rapat akan di mulai." Ucap Sekertarisnya mengingatkan Kenzo pada rapat yang beberapa kali sempat tertunda karena masalah Aura.
Terpaksa Kenzo harus menunda lagi rapatnya, karena dia harus segera kebandara. dia tidak tahu apa yang akan pria itu lakukan kepada Aura.
Kenzo memiliki firasat buruk tentang pria tersebut. Pria itu terlihat seperti penjahat wanita. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi kepada Aura.
"Besok. Kita tunda sampai esok hari." Ucap Kenzo dengan tergesa-gesa.
Kenzo berlari menuju basement tempat mobilnya terparkir. kemudian masuk kedalam mobilnya dan segera menginjak gas. Tak butuh waktu lama, karena Kenzo sudah sampai di bandara international. Dia pun segera masuk dan mencari keberadaan Aura.
Langkahnya terhenti, ketika dia melihat Aura sedang berjalan dengan langkah yang lambat, tak jauh di depannya, dengan kepala yang menunduk dan tangan memegang sesuatu.
Kenzo tahu bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan perkiraan Aura. Karena Aura berjalan lesu seakan kehabisan tenaga.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kenzo saat Aura sudah semakin dekat dengannya.
Aura yang tidak menyadari ada seseorang di depannya, iapun terkejut, dan segera mengantungi kertas yang di pegangnya sedari tadi.
"Kenzo, kenapa kamu ada disini?" Tanya Aura yang tidak menyangka Kenzo akan menyusul dirinya.
"Aku khawatir." Jawab Kenzo singkat. Aurapun tersenyum menaggapi kekhawatiran yang nampak di wajah Kenzo.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Ucap Aura sedikit terkekeh. "Ayo kita pergi dari sini." Lanjutnya dengan menarik tangan Kenzo.
Namun Kenzo menahan langkahnya, dan itu membuat aura menoleh dan menautkan keningnya.
"Ap yang tadi kamu simpan di saku?" Tanya Kenzo, dia merasa harus menanyakan itu. jika tidak ia mungkin akan menyesal.
"Bukan apa-apa kok." Jawab Aura santai. seolah Kezno tidak mesti tahu tentang ini.
Namun Kenzo menahan tangan Aura untuk tidak melanjutkan langkahnya.
"Ada yang kamu sembunyikan?" Tanyanya lagi, seakan tidak puas dengan jawaban yang Aura berikan.
Karena memang Aura tidak sedang menyembunyikan apapun dia akhirnya mengambil kertas alamat yang di berikan Seteven untuk ia tunjukan kepada Kenzo.
"Ini, jika kamu ingin melihatnya." Ucap Auar yang kemudian berjalan mendahului Kenzo.
"Sebuah alamat? Apa kamu di minta menemuinya di inggris?" Tanya kenzo yang kemudian mengejar Aura.
"Iya. Tapi aku masih belum memutuskan." Jawab Aura yang masih terus berjalan di depan Kenzo.
Kenzo ingin sekali meminta Aura untuk tidak pergi, karena berada di inggri, itu di luar jangkauannya. Namun siapalah dirinya yang berani meminta hal tersebut. Lagi pula Aura belum memutuskan apa yang akan ia lakukan, Kenzo hanya berharap Aura tidak mengambil langkah yang berbahaya.
...****************...
Reza masih berada di villanya bersama Diana, dia sengaja belum kembali ke jakarta, karena masih menghindari orang-orang yang akan mempertanyakan kejadian kemarin, yang sudah pasti dia harus mengahdapi Aura secara langsung. Untuk sementara waktu dirinya akan tetap bersembunyi sampai benar-benar mereda.
__ADS_1
"Sayang, menurut kamu apa yang akan terjadi kepada Aura setelah kejadian kemarin?" Tanya Diana mendekat dan bersandar manja di dada Reza.
"Sudah pasti dia kehilanagn kepercayaan kakeknya. Karena untuk mengambil alih perusaahn twins grup dia harus bisa mengambil hati kakeknya. dan dia sudah gagal."
"Aku sangat senang mendengarnya. Seperti aku, dia juga harus kehilangan banyak hal." Ucap Diana penuh dendam.
"Kamu masih memiliki diriku." Ucap Reza mengelus lembut rambut Diana.
Benar yang di ucapkan reza, meski telah kehilangan Keanu dia masih memiliki reza si sampingnya.
"Sampai kapan kita disini?" Tanyanya lagi, karena dia sudah terlalu lama hanya berdiam diri divilla saja. dia juga butuh untuk bertemu teman-temannya untuk sekedar menghabiskan uang pria yang ada di sampainya.
"Aku masih ingin menikmati waktu berdua kita." Ucap Reza beralasan, Reza sengaja menyembunyikan kabar terbaru tentang kejadian kemarin, karena yang sebenarnya nama Aura sudah aman. dia tidak ingin Diana mengetahui itu, dan akan meminta dirinya untuk menghancurkan Aura lebih parah lagi. Karena yang sebenarnya dia tidak bisa berbuat apapun kepada Aura selama Aura masih di lindungi winston.
Tidak ada yang tahu tentang ini semua kecuali Reza dan Haris. Bahwa yang membereskan kekacauan kemarin tak lain adalah kakek dari Aura sendiri. Meski secara tersembunyi. semuanya terselesaikan dengan mudah. Bahkan Reza sendiri merasa Heran dengan sikap winston, diluar seolah membenci Aura tapi sebenarnya dalam hatinya tetap saja merasa khawatir.
"Kok melamun sih?" Tanya Diana saat tangan Reza berhenti tak lagi mengusap kepalanya.
"Nggak kok sayang, aku hanya membayangkan bagaimana kita nanti setelah menikah." Ucap Reza yang membuat Diana sedikit menggeser tubuhnya, tak lagi bersandar di dada Reza.
"Menikah?" Tanya Diana terkejut, karena terlalu dadakan baginya. Bahkan menikah dengan Reza tak pernah ia bayangkan.
"kenapa? kamu tidak mau menikah denganku?" Tanya Reza bingung dengan keterkejutan Diana.
"Bukan begitu, Aku baru saja menerima lamaran om, tapi untuk menikah rasanya terlalu dadakan." Ucap Diana dengan hati-hati, karena dia tidak ingin membuat Reza marah, sedangkan dirinya berada di tempat entah berantah.
__ADS_1
"Oke, Im sorry. Seharusnya kiat bicarakan dulu tentang ini." Ucap Reza yang kemudian meraih Diana untuk ia peluk kembali.
Reza harus bisa menahan rasa kesalnya dari wanita yang terus saja menggantung dirinya. Karena dengan begini rencana yang telah lama ia susun akan berhasil.