
Diana menghempaskan tangan Keanu, Begitu sampai di dalam kamar, Diana terlihat sangat panik, deru nafasnya, naik turun tak beraturan.
"Jangan berani-berani mengatakan hal tidak benar terhadap mama dan papa. Atau kamu akan menyesal." Ucap Diana menunjukan jari telunjuknya kearah Keanu.
"Kenapa aku harus menyesal? memang ini adalah kebenarannya, bahwa Lexa bukanlah anak aku." Tutur Keanu.
"Tunjukan buktinya! kamu mengetahui ini semua hanya karena perkataan om Reza." Tantang Diana, karena yang ia ketahu bahwa Keanu tidak mempunyai apapun untuk ia jadikan bukti.
"Baiklah, mari kita tes DNA." Ucap Keanu yang membuat Diana tersentak, dia tidak boleh membiarkan Keanu melakukan tes DNA. Ia harus mencari cara lain.
"Aku menolak. karena aku sangat yakin bahwa Lexa adalah anak kamu. Dan sebagai gantinya aku turuti keinginan kamu untuk bercerai." Ucap Diana mencoba bernegosiasi, dia lebih baik melepaskan keanu, dari pada melepaskan nama hartanto dari belakang nama anaknya.
"Aku tidak ingn Lexa mendaptkan trauma psikolog karena di ragukan papanya sendiri dengan melakukan tes DNA." Lanjutnya beralasan.
Keanu merenungkan ucapan diana dengan menaruh kedua tangan mencengkram kepalanya. Kemudian Keanu berjalan mendekati lemari pakaiannya, lalu dikeluarkannya sehelai kertas yang ia simpan.
"Baiklah. sepertinya kamu memang sudah memikirkan hal semacam itu. silahkan tandatangani surat cerai ini." Ucap Keanu meberikan surat cerai yang ada di tangannya. yang ada di kepalanya saat ini adalah melepaskan diri dari Diana. untuk hal lainnya dia akan mencari jalan keluarnya nanti.
Dengan ragu Diana menerima surat tersebut, tak lupa ia membaca terlebih dahulu. Dengan tangan bergetar Diana membubuhi tandatangan diatas kertas itu.
"Selamat, kini kamu bisa kembali bersama Aura." Ucapnya menyerahkan kembali surat perceraiannya kepada Keanu.
"Tapi itu tidak akan mudah, lihat saja apa yang akan aku lakukan." lanjutnya dalam hati.
...****************...
Saat ini siska duduk diatas kursi, dengan kepla yang sedari tadi ia tundukan, kini dia harus menerima omelan dari suaminya mengenai sikap kedua anaknya.
__ADS_1
"Bagaimana kedua anakmu bisa seperti ini? kenapa kamu tidak mengajari mereka dengan baik?" Teriak Rian melampiaskan kemarahannya, perceraian adalah aib bagi keluarganya, dan itu di lakukan kedua anaknya.
"Mau di simpan dimana mukaku ini, pasti semua orang berbicara buruk tentang kita, jika berita ini menyebar. Bukan hanya satu, tapi dua dari anak kita gagal semua dalam berumah tangga, merek pasti menduga anak kita yang tidak bertanggung jawab." Cecar Rian.
Siska hanya Diam, tidak berusaha membela atau pun membantah ucapan suaminya.
"Panggil Diana sekarang, kita setidaknya harus tahu alasan dia menerima gugatan dari Keanu." Ucap Rian kemudian.
Siska pun segera pergi untuk memanggil menantunya itu. Dia tidak bisa melawan atau menanggapi kata-kata suaminya, jika suaminya dalam keadaan marah, yang ada suaminya akan bertambah kesal. Semakin lama mengenal Rian, siska semakin paham cara meredakan amarah suaminya, yaitu dengan diam dan mendengarkan setiap omelan Rian. maka kemarahannya akan mereda.
Kebetulan Diana sedang bersama anaknya bermain di belakang rumah, Siska pun segera menghampirinya.
"Di, kamu di panggil papa, biar mama yang menjaga Lexa." Ucap Siska mengambil alih cucunya dari tangan Diana.
"Di, apa tidak ada jalan lain selain perceraian?" Tanya siska lagi, yang membuat Diana kembali berbalik.
"Ini sudah keputusan kami berdua mah." Jawab Diana lirih.
Diana menarik nafas dalam sebelum tangannya mengetuk pintu ruang kerja mertuanya. Dia sudah mendaptakan alasan yang pasti tidak akan di tolak oleh Rian.
Tok...tok...tok...
"Masuk" Suara berat dari dalam sana menyurihnya untuk masuk.
"Pah..." sapa Diana perlahan mendekat.
Rian menatap Diana sekilas, dia mengingat saat pertama Diana berkunjung kerumah ini, saat Diana selalu di dekat Kenau, meghadapi sifat acuh anaknya. Sampai anaknya datang meminta izin untuk menikahi gadis yang setia berada di sisinya. Bahakan dirinya sempat mengingatkan berulang kali keputusan anaknya pada waktu itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu menyerah menghadapi Keanu?" Tanya Rian, karena dia tahu Selama ini Diana telah kuat dan sabar mendampingi anaknya.
"Maaf pah, ternyata selama ini Keanu tidak pernah mencintai Diana, bahakan setelah kami memiliki Lexa. Ternyata Kenau masih mencintai mantan kekasihnya. Dan aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya di cintai dengan tulus." Ucap Diana yang mulai terisak.
"Maksud kamu Keanu berselingkuh?" Tanya Rian Geram.
"Mungkin secara fisik tidak, tapi hatinya memang sudah untuk orang lain." Jelas Diana, membuat Rian setidaknya sedikit lega, karena anaknya bukan seorang bajingan.
"Kamu mengenal wanita itu?" Tanya Rian kemudian.
"Aku mengenalnya pah. Tapi sudahlah, selama ini usaha ku tidak pernah terlihat dimata Keanu."
"Apa dia wanita seratus jutanya?" Tanya Rian menduga-duga. sebab dia hanya tahu dua wanita yang dekat dengan anaknya.
"Lalu, apa maksud Keanu dengan mengatakan kamu telah berbohong?" Tanya Rian lagi, sebab alasan Keanu ingij menceraikan Diana karena hubungannya di dasari kebohongan.
"Itu karena aku tidak jujur mengenai mantan kekasihnya, aku tidak ingin Keanu terluka. Jadi terpaksa menyembunyikan semua yang aku tahu tentang wanita itu. Padahal semua ini Demi keanu, tapi tetap saja keanu tidak pernah melupakan wanita itu." Dian mulai meneteskan air matanya di depan Rian.
"Papa tidak tahu kamu tersiksa selama ini, papapun sangat membenci hal ini, papa malu, Keanu sangat tidak bertanggung jawab. Tapi kalian mempunyai Lexa, kami tidak ingin berpisah dari cucu kami." Ucap Rian, yang membuat Diana terkejut.
"Maksud papa, papa akan memisahkan kami berdua?" Tanya Diana lirih.
"Kamu bisa setiap hari datang untuk melihatnya, bahakan jika kamu ingin tetap tinggal di sini, itu juga tidak masalah, yang terpenting kami bisa melihat cucu kami setiap hari. jangan hiraukan Keanu, papa akan memintanya pergi dan tinggal di tempat lain." Ucap Rian membuat hati Diana berteriak riang. bagaimana bisa ini sesuai dengan keinginannya.
"Aku tidak bisa memutuskannya, aku harus memikirkannya terlebih dahulu."
"Baiklah, pertimbangkan demi kebaikan bersama. papa tunggu keputusan kamu."
__ADS_1
Diana pun keluar dari ruangan Rian, setelah semuanya tersampaikan. Senyuman kebahagiaan terlihat di wajah Diana setelah menemui Rian, dia tidak menyangka tanggapan perceraiannya akan membawa banyak keuntungan untuk dirinya.
Sudah past Diana akan membiarkan lexa tetap berada di rumah ini sebagai pewaris tunggal keluarga hartanto. di tambah lagi akses dirinya keluar masuk kerumah ini tidak di batasi. maka dirinya akan bebas berada di luaran, sementara anaknya sudah terjamin segala-galanya.