AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
PROTECTIVE


__ADS_3

Suara detak jantung terdengar mengisi seisi ruangan, Seteven tertegun, dengan sorot mata berbinar. Dia meraba dadanya sendiri, merasa jantungnya juga ikut berdetak seolah menyapa detak jantung dari calon anaknya.


Seteven sangat tersentuh, begitu melihat layar monitor yang menujukan janin yang belum terlihat sempurna, hidup di dalam perut seseorang.


Sementara Aura merapikan pakaiannya, Dokter sudah kembali duduk dan siap menjelaskan kepada Seteven hasil pemeriksaannya.


"Janin yang ada di dalam perut bu Aura sangat sehat, dan berkembang sesuai dengan umurnya." Ucap Dokter menjelaskan kondisinya.


Seteven dengan senyuman bahagianya fokus mendengarkan semua penjelasan dari dokter.


"Namun ada sedikit permasalahan." Lanjut Dokter yang membuat Seteven dan Aura saling pandang.


"Apa itu dok?" Tanya Seteven menjadi tegang.


"Saya sarankan bu Aura untuk banyak beristirahat, Apa lagi ini bukan kehamilan yang pertamanya, dan sangat beresiko." Ucap Dokter yang membuat Seteven terkejut.


Kemudian Seteven menoleh kearah Aura, kedua matanya menyiratkan banyak pertanyaan.


Setelah mendengar semua penjelasan dokter, Merekapun pamit undur diri.


Aura sengaja berjalan mendahuli Seteven, karena dia tahu bahwa dirinya akan di cerca berbagai pertanyaan dari ucapan dokter tadi.


"Apa makasud dokter kalau ini bukan kehamilan pertamamu?" Tanya Seteven mencekal tangan aura, menahan langkahnya.


"Aku bisa jelaskan, tapi hukan disini." Jawab Aura yang menatap kesekitar, karena kini mereka sedang menjadi perhatian banyak orang. Karena mereka masih di kawasan rumah sakit.


Seakan mengerti dengan isyarat Aura, Seteven pun melepas kan tangannya dan menarik Aura untuk di rangkulnya. kemudian pergi dari tempat itu.


Karena Seteven sangat mendengarkan saran dokter, ia meminta supirnya untuk diantarkan pulang, bahkan iabjuga meminta supirnya untuk membawa mobil dengan sangat pelan dan hati-hati.


Aura hanya menatap lurus menatap kearah jalanan. Dia sedang memikirkan caranya menjelaskan kepada Seteven. karena memang tidak banyak yang Seteven tahu tentangnya, bahakan dirinya pun takningin tahu tentang Seteven karena mereka hanya terikat kontrak semata.


Seteven pun cukup sabar untuk tidak menanyakan hal yang ingin diketahuinya, mungkin karena merkea tidak sedang berdua, melainkan ada supir di sana yang juga turut mendengarkan.

__ADS_1


Semua pelayan sudah berbaris ketika mobil Seteven sudah memasuk halam rumah. Merke semua berdiri tertunduk hormat kepada tuannya.


Aura dikejutkan dengan kursi roda saat dirinya keluar dari dalam mobil.


"Duduklah!" Pinta Seteven


"Aku masih bisa jalan." jawab Aura menolak untuk duduk di atas kursi roda.


"Ini perintah!" Ucap Seteven dengan tegas.


Aura tak bisa lagi menolak saat Seteven memasang wajah seriusnya.


Yang membuatnya semakin terkejut adalah bukan pelayan yang mendorong kursi rodanya, melainkan Seteven sendiri mendorong sampai kedalam kamar. Bahkan saat harus menaiki tangga, dia rela menggendongnya. Aura hanya diam mengikuti saja meski dengan perasaan canggung.


"Biar aku saja." Ucap Aura hendak naik keatas kasur.


Namun Seteven tak mendengarkan, dia tetap menggendong Aura dari kursi roda sampai berbaring diatas kasur. Seteven bahakan tak membiarkan kakinya mengijak lantai.


"Ini demi janin yang hidup di perut kamu. kamu harus lebih peduli lagi, karena ada kehidupan lain di dirimu." Jawab Seteven dengan nada dinginnya. Dan itu sangat menusuk di hati Aura. Namun bukan kesal atau marah yang Aura rasakan, ia lebih merasa tersentuh dengan ucapan Seteven.


Pria angkuh dan arogan sepertinya, tiba-tiba berubah menjadi pria yang sangat peduli meskipun dengan caranya sendiri.


Seteven berjalan mendekati jendela besar di kamarnya, dengan menyilangkan tangan di dadanya. Seteven sadar bahwa beberapa hari ini dia telah tinggal dengan wanita yang sama sekali tidak ia ketahui kisahnya. Dia hanya tahu Aura dari apa yang tertulis di profilnya, yang semua orang sudah pasti tahu jika mencari tentang Aura.


"Aku pernah hamil, dan pada akhirnya aku keguguran. " Ucap Aura.


Seteven berbalik dan perlahan mendekati Aura. dia melihat Aura tertunduk, seperti sedang menanggung beban berat.


"Stop, tak usah diceritakan." Uacap Kenzo menarik tubuh Aura kedalam pelukannya.


Entah apa yang telah terjadi di masa lalunya, karena kini pundaknya mulai basah. Rupanya Aura tengah menangis dalam pelukannya.


...****************...

__ADS_1


Jemputan sudah menunggu Gea di depan kantornya, Gea tersenyum lebar sembari berlari menghampiri Keanu.


"Kita makan malam di mana?" Tanya Gea, yang baru saja mendartkan tubuhnya di kursi samping Keanu.


Keanu hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Gea, dan itu membuat gea menautkan keningnya.


Rupanya mobil Keanu berhenti di depan rumah besar milik keluarga hartantao.


Gea menoleh kearah Keanu dengan wajah bingungnya. Kemudian Keanu menggenggam erat tangan Gea.


"Kita makan malam di rumahku, kamu tenang saja, kamu percayakan kepadaku?" Ucap Keanu meyakinkan Gea bahwa kedua orang tuanya kini sudah menerimanya.


Gea sangat terharu, terlihat bahwa Keanu memang menyayanginya. Keanu sangat berusaha untuk Gea di terima baik di keluarganya.


"Ayo kita masuk." Ajak Keanu menautkan tangan Gea di lengannya.


Gea merasa setiap langkahnya menambah ketegangan yang dirasakannya. Bahkan Gea sedikit menguatkan pegangannya.


Semunya sudah berkumpul bahakan ada Kenzo juga disana, merkea rupanya menunggu kedatangan dirinya dan Keanu.


"Hai..." Ucap Kenzo melambaikan tangannya.


Siska dan Rian heran melihat Kenzo yang begitu akrab dengan rekan kerjanya di kantor.


"Gea tak hanya rekan kerja mah, pah, Dia juga teman nongkrong Kenzo." Jelas Kenzo, tanpa ada yang bertanya.


Siska dan Rian sangat tahu dimana tempat nongkrong anaknya. tak ada tempat lain lagi selain resto Denis.


"Selamat malam om, tante." Ucap Gea menyapa kedua orang tua Keanu.


"Panggil kami mama dan papa. sama seperti halnya Keanu." Ucap Siska, yang berusaha untuk menerima Gea.


Gea tersenyum dan mengulang sapaannya, meski masih terasa canggung namun ini adalah perubahan yang sangat baik dan menandakan bahwa hubungannya dengan Keanu sudah mendaptakan restu dari keduanya.

__ADS_1


__ADS_2