
Hari ini adalah jadwal Gea untuk kontrol, dan Keanu sudah siap untuk mengantarnya. Saat ini Keanu sedang memanaskan mobil yang akan ia gunakan. Dia melihat halaman rumah Gea sangat berantakan, rumput-rumput sudah menjulangvtinggi, mungkin karena sibuk dan harus mengalami kecelakan, membuat halam itu tidak terawat.
Keanupun berinisatif untuk memberskan semuanya, agar indah dinpandang. lagi pula Gea seperti sekarang karena ulahnya.
Sementara Gea yang sedang bersiap masih kesusahan untuk menggunakan pakaiannya sendiri. Namun dia harus bisa melakukannya, karena tidak mungkin Keanu ikut membantunya juga dalam hal-hal bersifat pribadi, sedangkan mereka hanya dua orang asing yang kebetulan bertemu karena sebuah kecelakaan.
Cahaya silau matahari pagi memantul di cermin meja riasnya, Gea pun memutar kursi rodanya untuk menutu goreng memblokir cahaya yang masuk, Namun dia terpana oleh pemandangan yang saat ini di lihatnya, Secara bersamaan Gea membayangkan jika dia dan Keanu adalah sepasang suami istri, pasti mereka akan terlihat bahagia. Apalagi Keanu adalah sosok pria yang bertanggung jawab. Berkali-kali Gea tersenyum terlena dengan khayalannya sendiri.
Gea secepat mungkin memoles wajahnya, dan dia segera keluar menghampiri Keanu.
"Wah... kamu membersihkan semua ini?"Tanya Gea seolah-olah dia terkejut, namun pada kenyataannya dia melihat semuavyang Keanu lakukan.
"Aku hanya iseng saja." Jawab Keanu tersipu. Awalnya dia akan menyembunyikan apa yang sudah di lakukannya.
"Ayo masuk, kita sarapan dulu." Ajak Kenau mendorong kursi roda Gea.
"Aku berterimakasih banget Nu, kamu sangat baik." Ucap Gea mengusap lembut tangn Keanu yang berada tepat di sampin bahunya.
Entah mengapa jantung Keanu berdetak kencang menerima sentuhan lembut dari Gea. Dalam hatinya ada sesuatu getaran yang sulit untuk ia artikan.
Keanu merasa sangat di butuhkan Gea, dia merasa seperti pria sejati, dan itu pernah ia rasakan saat bersama Aura, saat Aura belum menjadi sedewasa dan mandiri seperti sekarang.
__ADS_1
...****************...
Aura berada dalam perjalanan menuju bandara, dia saat ini berada di dalam mobil bersama Kenzo di sebelahnya. Sepanjang perjalanan Aura hanya diam saja, dia bahakn belum mengucap satuvkatapun, setelah apa yang dilakukannya bersama Kenzo berdua tadi pagi. Begitu juga Kenzo, dia hanya menatap lurus jalanan di depannya. Melihat kebisuan Aura, menjadikan Kenzo tak berani untuk bertanya atau mejulai percakapan. Namun Kenzo tidak menyesalinya. Ini bagian dari resiko yang harus diambil, namun dia juga tak akan membiarkan ini terlalu lama.
Kenzo menginjak Rem Begitu mereka sudah sampai di bandara, Kenzo pun berniat membukakan pintu untuk Aura, namu dia kalah cepat, karena Aura sudah lebih dulu keluar dengan sendirinya.
Kemudian Kenzo beralih membuka bagasi mobil dan hendak mengeluarkan koper milik Aura, namun Lagi-lagi Aura mengambil alih, menolak bantuannya.
Semakin lama Kenzo pun kesal, Aura terlalu lama mendiaminya, sedangkan apa yang twrjadi diantara mereka berdua adalah atas kemauan bersama.
"Sebenarnya kamu kenapa?" Tanya Kezno berdiri menghadap Aura yang membelakanginya.
Aurapun menggengam erat pegangan di kopernya, dan perlahan berbalik.
"Aku? bukankah kita sama-sama setuju?" Jawab Kenzo dengan pertanyaan lagi.
Aura yang tak ingin moodnya rusak, diapun berbalik mengabaikan Kenzo, dan meneruskan langkahnya.
Kenzo membuang nafas Kesal. dia sama sekali tidak mengerti dengan Aura, dengan maksdu Aura. Hanya gara-gara itu, Aura mendiaminya, Bahakan Aura sangat menikmatinya, tak hanya Aura, diapun merasakan yang sama. Namun mengapa harus sampai sekesal itu?.
Aura berjalan dengan langkah cepat, kemudian dia menoleh kearah belakangnya. Lalu dia mendengus kesala.
__ADS_1
"Bahkan kamu tidak berusaha mengejarku!" Ucap nya dangan menghentak-hentakan kakinya berkali kali.
Aura masih ragu dengan perasaan Kenzo sebenarnya, meskipun apa yang di lakukan Kenzo tadi pagi sudah bisa menjawab semuanya. Namun semua itu percuma saat Aura kembali mengingat ketidak sempurnaan dirinya.
Kenzo masib berada di depan bandara, dia ingin mengejar Aura, namun ia ragu. Tapi dia juga tidak ingin membiarkan Aura pergi dengan masih merasa kesal kepadanya.
Akhirnya Kenzopun berlari masuk, melewati beberapa orang yang juga sedang berjalan kearah yang sama dengannya.
"Aura..." Teriak Kenzo.
Aura pun menoleh, dan segera ia pasang wajah kesalnya.
"Apa lagi?" Jawab Aura dengan wajah cemberut.
"Aku mencintai kamu." Ucapnya segera memeluk Aura.
Aura terpaku, ungkapan cinta dari Kenzo semakin membuatnya berat untuk lepas sepenuhnya dari lelaki yang juga masih ia cintai.
"Aku harus segera naik." Bukan jawaban cinta Kenzo yang Aura jawab, namun Aura berusaha untuk kembali tersenyum setelah Kenzo mendengar ungkapan hati Kenzo.
"Tunggu aku!" Ucap Aura, melepas tangan dari genggaman Kenzo.
__ADS_1
Aura akan kembali memikirkan hubungannya dengan Kenzo. Karena tujuannya pergi ke inggris bukan hanya untuk alasan bisnis. Tapi ada tujuan lain. setelah itu dia akan mengambil keputusan untuk masa depannya.