AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Sama-Sama Terluka


__ADS_3

Perjalanan Bali-Surabaya memang tidak terlalu jauh, namun bagi Aura sangat mengesalkan karena selain dadakan Aura juga harus kembali bertemu dengan Keanu, orang yang masih ia ingin hindari. Apa lagi Keanu terus saja mengatakan bahwa masih mencintainya. Aura merasa seperti menelan pil pahit mendengar itu semua.


"Maaf bu, mau istirahat atau kita langsung ke kantor HS saja?" Tanya Hani saat setelah sampai di bandara.


"Saya ingin menyelesaikannya sesegera mungkin." Jawab Aura. dan memang itu tujuan awalnya, dia tidak ingin terlalu lama dekat dengan Keanu.


"Baik bu, kita langsung menuju kantor HS saja." Ucap Hani yang di lanjutkan kepada supir untuk langsung menuju kantor Keanu.


Rapat berjalan semestinya, seperti rapat pada umunnya, Keanu dan Aura berusaha tetap seprofesiaonal mungkin, apalagi projek ini akan sangat menguntungkan untuk perusahaan Aura. Itu yang menyebabkan Aura menerima panggilan meeting yang mendadak.


"Bisa tinggalkan kami?" Pinta Kenzo kepada Sekertarisnya dan juga Sekertaris Aura.


Setelah keduanya keluar dari ruang rapat, Mulai lah kenzo mengutarakan apa yang akan dikatakannya.


"Ra, aku sudah menceraikan Diana." Ucapnya seakan memenuhi ruangan rapat yang hanya ada mereka berdua saja.


"Lalu, apa harus aku tahu tentang kalian?" Tanya Aura tak peduli dengan berita yang Kenzo sampaikan.


"Aku lakukan itu demi kamu, kamu sangat tahu larangan di keluarga hartanto." Ucap Keanu kemudian.


Siapa yang tidak tahu larangan itu, karena berkali-kali papa mertuanya selalu mengatakan berulang.


"Kenapa harus demi aku?" Tanya Aura tetap dengan wajah acuhnya.


Dengan ragu Keanu perlahan meraih tangan Aura untuk ia genggam.


"Ra, please aku mau kita kembali lagi seperti dulu. Aku tahu kamu masih mencintaiku." Keanu sangat tahu itu, karena sangat terlihat di kedua mata Aura.


"Tahu dari mana? kamu harus terima kenyataan ini, aku kakak ipar kamu, istri dari kakakmu." Aura menarik tangannya, dan mencoba menyadarkan Keanu tentang kenyataan setatus diantara mereka.


"Sekeras apapun aku tidak bisa menerima semua ini Ra." Keanu tetap memaksa, karena tujuannya hanya Aura.


Tiba-tiba suara pintu terbuka dengan keras, seperti ada yang memaksa untuk masuk. Sontak saja Aura dan Keanu menoleh.


"Kenzo." Ucap Aura tertahan dibibirnya.


Kenzo menatap tajam kearah Aura dan Keanu, seakan luka hatinya tersiram air, sehingga menambah rasa perihnya.


"Sedang apa kamu disini?" Tanya Kenzo menatap tajam Aura lalu beralih kepada adiknya.


"Kamu tidak lihat aku sedang rapat disini, justru aku yang harus tanya, Bagaimana kamu tahu aku disini?" Jawab Aura menujuk kearah beberpa berkas yang masih ada dimeja.


"Bekerja? hanya berdua saja?" Tanya Kenzo tersenyum simrik.

__ADS_1


"Apa salahnya dengan berdua? Lagi pula untuk apa kamu sampai jauh-jauh datang kemari?" Tanya Aura lagi, karena Kenzo belum menjawab alasan dirinya berada di surabaya.


"Untuk ini, apa maksud dengan surut ini?" Kenzo mengangkat surat cerai yang ada di tangannya untuk di tunjukan kepada Aura, Dan Kenzo melupakan bahwa saat ini ada adiknya yang sedang memperhatikan pertengkerannya dengan aura.


"Keputusanku sudah bulat, kamu tinggal bubuhi tandatangan kamu diatas sana." Ucap Aura dengan yakin.


"Itu tidak akan pernah terjadi." Jawab kenzo yang kemudian menrobek surat gugatan cerai yang ada di tangannya.


Semula Keanu tidak mengerti dengan apa yang Kakanya perdebatkan dengan istrinya, sampai Kenzo menujukan sebuah kertas yang ternyata surat cerai Keanu menjadi paham, dan dia ingi memberi ruang untuk kakaknya menyelasaikan masalah. Walaupun dalam hatinya sudah bergetar mendengar Aura meminta cerai dari kakanya. Itu berarti akan mempermudah dirinya untuk memperjuankan Aura.


"Maaf sepertinya kalian butuh waktu berdua." Sela Keanu hendak pergi meninggalkan ruangan.


"Tunggu, jangan dulu pergi." Cegah Aura, sontak saja Keanu menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.


"Aku akan kembali bersama Keanu. Lagi pula Keanu telah bercerai dengan Diana." Ucap Aura menghampiri Keanu dan melingkarkan tangannya di lengan Keanu.


Keanu terkejut dengan sikap Aura. Karena baru saja beberapa menit lalu dia telah di tolak Aura lagi.


Wajah Kenzo menjadi merah padam,kini amarahnya sudah naik kekepalanya. dirinya sudah di kuasai amrah.


"Apa? jadi selama ini kalian...?" Tanya Kezno dengan bentakan, namun terpotong oleh Aura yang seolah tahu apa yang akan Kenzo tanyakan dan mengiyakannya.


"Iya. Ayo Nu bawa aku pergi dari sini." Ajak Aura sedikit mencengkarm lengan Keanu, yang artinya Aura benar-benar harus segera pergi dari hadapan Kenzo.


Aura pun keluar dari ruang rapat bersama keanu dan segera melepaskan gengamannya setelah mereka berada di luar ruangan.


Keanu tak tahu harus membawa Aura kemana, selain apartemen miliknya yang terlintas di kepalanya.


Setelah sampai di dalam aparteman, kaenu memberikan satu gelas air untuk Aura. Agar Aura lebih tenang.


"Maaf Nu, aku terpaksa menyeret kamu kedalam permasalahanku." Ucap Aura lirih.


"It's oke, tapi aku benar-benar tidak mengerti permasalahn diantara kalian. Sebenarnya ada apa? Tanyanya memberanikan diri.


"Aku menggugat cerai Kenzo. Aku tidak bisa membiarkan Kenzo terus bersamaku, dengan kekuranganku ini, sepertinya tidak adil baginya jika aku mempertahankan hubungan ini." Jawab Auar menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya, Entah mengapa kepada Keanu Aura mudah menceritakan semua itu.


"Kamu sudah yakin diagnosa dokter sudah benar?" Tanya Keanu setelah mendengar cerita lengkapnya.


"Iya, tak hanya satu bahkan tiga dokter mengatakan yang sama. dan kamu juga Nu, jika memang benar kamu sudah bercerai dengan Diana, jangan jadikan aku tujuan kamu." Pinta Aura kepada Keanu.


Namun Keanu tak menjawabnya justru dia mengalihkan pembicaraanya.


"Sudahlah, Kamu bisa istirahat disini, Hani sudah aku suruh pulang, jadi kamu bisa tidur disini, jangan berpikiran macam-macam." Ucap Keanu setelah mengantarkan Aura kedalam kamar.

__ADS_1


"Nu...!" Panggil Aura lagi.


"Ada Apa?" Ucap keanu menoleh.


"Maaf, setelah ini hubungan kalian pasti tidak baik-baik saja." Aura memikirkan imbas dari sklikapnya tadi, sebenarnya dia spontan mengatkan hal yang menyakitkan untuk Kenzo itu semua semata-mata agar Kenzo segera menceraikannya.


"Hubungan ku dengan kak Kenzo memang sudah tidak dalam keadaan baik. dan itu bukan salah kamu." Jawab Kenzo sebelum menutup pintu kamarnya.


...****************...


Denis dan Melly tengah dihadapkan dengan Kenzo yang sudah mabuk setelah membeli banyak minuman Kemudian ia bawa keresto Denis, dan dengan terpaksa Denis harus menutup resto awal waktu.


Tanpa mengatakan satu patah katapun Kenzo terus meminum gelas demi gelas, bahakan sebelumnya tidak pernah Kenzo seperti itu.


"Kali ini dia kenapa lagi?" Tanya melly kepada calon suaminya.


"Entahlah, dia tidak menjawab pertanyaanku."Jawab Denis yang juga bingung dengan kedatangan sahabatnya dengan sangat berantakan.


"Sepertinya Aura sudah membuat keputusan." Ucap Melly


"Memutuskan apa? ada yang kamu sembunyikan sayang? Tanya Denis sangat penasaran.


"Mereka akan bercerai, melihat Kenzo seperti itu, sepertinya harinya sudah tiba."


"Masih masalah yang sama?"


"Iya, tapi menurutku kali ini Kenzo harus bisa melepaskan Aura, karena Aura sudah sangat tertekan dengan keadaan rumah tangganya, aku khawatir Aura akan seperti dulu lagi."


"Kita lihat saja, sebagai sahabat kita harus mendukung apapu keputusan yang mereka telah ambil."


Melly dan Denis membicarakan tentang Kenzo dan Aura, tepat di depan orangnya.


"Aku masih bisa dengar kalian." Sela Kenzo masih bisa mendengar pembicaraan sepasang kekasih di depannya.


"Apa Aura sangat kesulitan selama ini?" Tanya Kenzo yang diabarengi anggukan dari melly dan Denis sebagi jawaban dari pertanyaanya.


"Itu berarti aku harus melepaskannya, agar dia tidak lagi kesulitan." Tanya lagi.


Dan lagi-lagi Melly dan Denis hanya mengangguk bebarengan.


"Kenapa kalian hanya mengangguk, kalian sangat tahu bahwa aku sangat mencintainya." Teriak Kenzo melepas semua yang mencuat di hatinya.


"Apa cintaku ini sangat menyakitkan untuknya?"

__ADS_1


Kenzo tidak lagi bisa mengontrol ucapannya, pertanyaan demi pertanyaannya hanya membuat pilu.


"Sudahlah Ken, kamu sudah sangat mabuk." Ucap Denis, menjauhkan minumaan-minumannya. dan memapah Kenzo untuk naik, masuk kerumahnya.


__ADS_2