AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Awal Dari Kebencian


__ADS_3

Aura memasuki rumah dengan menenteng dua paperbag hasil belanjanya hari ini, dia bersama kedua sahabatnya mengunjungi sebuah butik, memilih gaun untuk di kenakan di pesta kelulusan kampusnya.


"Mami, kapan sampai?" Tanya Aura saat melihat jasmin sedang duduk menikmati jusnya.


"Hai sayang, satu jam yang lalu. Duduk sini, kebetulan ada yang akan mami sampaikan." Ucap Jasmin, menepuk-nepuk kursi kosong di sampingnya.


Aurapun mendekat dan duduk di samping maminya.


"Coba kamu buka ini." Jasmin memberikan sebuah amplop. dan sesuai apa yang di perintahkan maminya, Aurapun membuka amplop itu.


Ternyada di dalamnya ada photo seorang pria menggunakan jas rapi, nampak masih muda dan sangat berkarisma.


"Dia Kenzo Hartanto. Calon suami kamu." Ucap Jasmin yang membuat Aura melebarkan mata menatap Jasmin.


"Apa?! C-calon suami?" Aura tidak bisa berkata-kata lagi, Kali ini maminya benar-benar keterlaluan. Tanpa berdiskusi,tanpa bertanya, tiba-tiba keputusan sudah di buatnya.


"Apa lagi ini mam, tidak cukup kah aku mengikuti semua keinginan mami, dan sekarang calon suami? bahkan aku tidak punya kebebasan untuk menentukan masa depanku sendiri."


"Kalian akan menikah akhir tahun ini." Ucap Jasmin kemudian, tanpa memperdukikan perasaan anaknya sendiri.


"Tapi mam..."


"Aura sayang, jangan menolak. ini semua keinginan kakek."


"Keinginan seorang kakek, kakek yang bahkan aku sendiri tidak mengenalnya." Kesalnya dalam hati.


"Mam, pernahkah sekali saja mami memikirkan perasanku?


"Mami tidak punya pilihan lain. lagi pula dia pria bertanggung jawab. dan ini yang terakhir, mami tidak akan mencampuri hidup kamu lagi."


"Tapi ini pernikahan mam, aku gak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai, bahkan akupun tidak mengenalnya."


"Setelah bertemu, kalian pasti saling jatuh cinta. Aura, pernikahan ini harus terjadi jika tidak kamu dan mami tidak akan mendaptkan satu persenpun warisan kakek."


"Iya mam, aku sadar selama ini tujuan mami membawaku dari ibu adalah demi warisan kakek. tapi masa depanku, mamipun merenggutnya demi warisan itu." Aura tahu bahwa tujuan Jasmin membawanya adalah untuk mendaptkan warisan dari orang tuanya, sebab Jasmin tidak memiliki keturunan, walaupun sudah menikah 3 kali, kecuali Aura dari suami pertama yang tidak di setujui keluarganya.

__ADS_1


"Aura, itu bukan hanya warisan tapi itu sudah menjadi hak mami dan kamu. dan alasan mami membawa kamu bukan hanya itu sayang, bukan itu." Jasmin tidak ingin Aura salah memahami maksud dan tujuannya membawa Aura kembali kepelukannya.


"Lantas apa, apa lagi alasannya?"


"Ada waktunya kamu akan tahu semua.Tapi untuk sekarang mami mohon kamu ikuti apa yang sudah di tentukan untuk kamu." Jasmin terus memohon kepada Aura. Namun Aura tidak mendengarkannya, diapun meninggalkan Jasmin berjalan lemas menuju kamarnya. dia memang tidak berdaya, hancur sudah harapan dan angan masa depannya, semua rencana yang akan dia lakukan setelah lulus pun berubah menjadi angan-angan semata.


Aura menghempaskan tubuhnya, menatap langi-langit kamarnya. rasa marah, rasa kesal dan rasa kecewa bercampur menjadi satu, ingin sekali Aura pergi meninggalkan semuanya, namun wajah jasmin yang putus asa memohon kepadanya membuat Aura enggan melakukan semua itu.


Aura tidak mengerti dengan apa yang terjadi di antara kakeknya dan juga maminya, seperti mereka mempunyai masalah tersendiri. dan hanya Aura lah yang bisa menyelesaikan masalah itu.


tidak ada yang bisa Aura lakukan selain berbakti dan menuruti semua keinginan Jasmin, untuk menikah dengan laki-laki pilihan kakeknya.


Setelah memikirkan secara matang, tentang bagaimana Aura harus mengambil sikap atas semua ini, dia pun kembali melihat photo Kenzo yang tergeletak begitu saja.


"Apa kamu juga disana meraskan hal yang sama? terkekang keputusan orang tua. Kenapa kamu menerima begitu saja perjodohan ini? Apa kamu tidak peduli dengan hidup dan masa depan kamu?" Tutur Aura berbicara kepada photo Kenzo.


Kemudian Aura pun melemparkan photo kenzo, dia tidak peduli dengan siapapun dia menikah, karena dia tidak ada kewewnangan untuk menolaknya.


"Kenzo hartanto mari kita tidak saling bertemu, dan mari bertemu pada nanti saat pernikahan."


Aura berlari keluar kamarnya untuk menemui jasmin dan mengatakan pendapatnya.


"Aku akan menikah dengan dia. Tapi, izinkan aku tetap di sini sampai hari pernikahan tiba."


Jasmin yang mendengar itu nampak terkejut, karena sebelum pernikahan harus ada pertemuan dulu baik secara pribadi maupun keluarga. Dan juga mengurus pernikahan dan lain sebagainya harus ada peranan Aura disana.


"Tapi kalian perlu bertemu dulu sebelum menikah." Jasmin tidak bisa begitu saja setuju dengan pendapat Aura.


"Untuk apa? saling berkenal, mencocokan diri satu sama lain? tidak perlu, karena pada akhirnya aku harus menikah dengan dia. lebih baik aku tetap disini menikmati hidupku sebelum menikah!"


"Baiklah jika itu sudah keputusan kamu. tapi pegang janji kamu, bahwa kamu akan datang pada hari nanti kamu menikah." Jasmin akan mengurus semuanya, yang penting Aura sudah setuju untuk menikah.


"Iya mam. Aku pasti pegang janjiku."


...※※※※...

__ADS_1


Kenzo merasa kesal, setelah mendengar bahwa Calon istrinya menolak untuk bertemu dengannya. Harusnya mereka bertemu setelah kelulusan Aura, untuk saling memperkenalkan diri. Namun Kenzo mendapat kabar bahwa Aura tidak bisa datang dan akan bertemu Kenzo saat nanti mereka menikah.


Kenzo membawa mobilnya menuju rumah temannya, dia butuh menenangkan diri, melampiaskan kekesalannya setelah mendapat penghinaan dari calon istrinya. Bagi Kenzo Aura telah menghina dirinya, tidak menghargai dirinya.


Sebelumnya, selama 8 tahun Kenzo berhubungan dengan temannya hanya lewat telphon. Semenjak kepulanngannya, Kenzo sering datang menemui Denis untuk sekedar mengisi waktu ataupun menjernihkan pikirannya.


"Dia pikir dia siapa bisa melakukan itu, aku gak bisa diam saja. Lihat saja, kamu tidak akan beruntung karena bertemu denganku. Aku akan membuat kamu menyesal." Ucap kesal Kenzo sambil memukuli setir mobilnya.


Semula Kenzo ingin mengikuti apa kata papanya, meskipun mereka di jodohkan, Kenzo ingin melakukan pendekatan terlebih dahulu.saling mengenal sifat masing-masing, karena dia sadar bahwa menikah itu tidak lah mudah, apalagi bagi mereka yang sama sekali belum pernah bertemu.


Namun saat Kenzo mengajak Aura untuk bertemu, dia mendaptkan penolakan dan itu sangat melukai harga dirinya.


Kenzo memarkirkan mobilnya di depan resto milik Denis sahabatnya saat di SMA. Setelah kepulangannya Kenzo sering berada di Resto milik Denis, karena di bagian paling atas adalah tempat tinggal Denis.


"Hai man, ada apa dengan wajah itu?" Tanya Denis saat Kenzo masuk dengan wajah kesalnya.


"wanita sombong, dia pikir dia punya segalanya." gerutu Kenzo yang tidak di pahami Denis


"Calm down man, datang-datang langsung marah gitu. Ada apa?"


"Loe pikir deh, bukankah wajar jika sebelum menikah kita harus bertemu dulu, minimal satu kali. Tapi, dia nolak ketemu gw, dia bialng nanti saja saat di pernikahan kita bertemu. Gila gak tuh!"


"Wah... hebat. dia nolak pesona loe." Ucap Denis, karena sebelumnya Kenzo selalu di kagumi para wanita. Namun tidak ada satupun yang berhasil menaklukan hatinya.


"Kalau gw bisa batalin pernikahan ini, gw batalin. dan gw yakin dia tidak bisa menyombongkan diri lagi." Ucapnya kemudian.


"Tapi sayangnya loe gak bisa melakukan itu." Ucap Denis menanggapi.


"Itu yang bikin gw kesel Den." Disaat keinginan papanya bertolak belakang dengan keinginannya, tidak ada yang bisa Kenzo lakukan. Selain mengeluarkan kekesalan di belakang papanya.


"Terus dia dimana sekarang?"


"Dia masih di inggris, Seminggu sebelum pernikahan dia akan datang."


"Selamat bro loe akan nikah dengan cewek yang sama sekali loe gak kenal." Ejek Denis menepuk kedua bahu Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2