AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Tangan Melayang


__ADS_3

Aura dan Seteven berada di meja makan yang sama, Namun Aura sedari radi hanya diam saja, bahkan dia sama sekali tidak melirik kearah Seteven, dia masih marah dan kecewa dengan apa yang telah Seteven lakukan.


Melihat Aura hanya diam, membuat Seteven semakin bersalah, namun gengsinya terlalu tinggi untuk meminta maaf lagi, setelah niatnya untuk meminta maaf, semalam diabaikan Aura.


Seteven kemudian meletakan sendok dan garpunya dengan keras hingga mengeluarkan suara, dia sengaja membuat suara bising, agar Aura tahu, dan setidaknya menoleh sebelum ia berangkat.


Seteven berdecah, dalam hatinya menertawakan diri sendiri, yang telah melakukan hal konyol untuk menarik perhatian wanita di depannya itu.


Kemudian dengan langkah kesal, Seteven meninggalkan meja makan. Bahakan dia harus melampiaskan kekesalannya kepada para pelayan yang mengikutinya sampain ia masuk kedalam mobil.


Setelah Seteven pergi, Aura segera berlari menuju pintu keluar, memastikan bahwa Seteven benar-benar telah meninggalkan rumah.


"Aku harus menemukan ponselku." Ucapnya yang kemudian menuju kamar.


"Kalian bisa pergi, aku ingin beristirahat." Pintanya kepada pelayan untuk tak mengikutinya menuju kamar.


Aura menoleh ke kanan dan kekiri, sebelum menutup rapat pintu kamarnya, dengan langkah pelan Aura masuk kedalam kamar Seteven melalui pintu yang menghubungkan dua kamar itu.


Dia sangat tegang, karena apa yang sedang di lakukannya adalah hal yang tidak terpuji. Namun ini jalan satu-satunya untuk bisa menemukan ponsel yang di simpan Seteven.


Aura berencana untuk pergi dari Seteven. Jika sesuai perjanjian, maka apa yang tertulis di dalam kontrak sudah tak berlaku lagi. Maka Aura boleh melanggar semua kontrak yang telah di tandatanganinya.


Aura mulai mencari di setiap laci yang berada di kamar Seteven, dia juga membuka lemari pakaiannya. Namun ia tak menemukan ponselnya berada di dalam kamar itu.


"Di mana dia sembunyikan ponselku?" Tanyanya yang kesal karena tak juga menemukan ponsel miliknya.


Aura memikirkan sebuah tempat, namun sangat sulit untuk masuk kesana, pasti Aura akan ketahuan, karena cctv yang terpasang di setiap sudut ruangan.


"Aku harus bagaimana?" Tanyanya merasa putus asa.


Cukup lama Aura terdiam,bahkan dia kini berbaring di atas kasur Seteven, Namun tiba-tiba Aura tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa tidak terpikirkan." Ucapnya yang kemudian bangkit untuk menuju kamarnya, namun sebelum itu ia rapikan kembali kasur Seteven.

__ADS_1


Aura melupakan sesuatu, yang seharusnya mudah ia buat sulit. Dari pada mencari ponselnya yang entah di sembunyikan dimana, harusnya ia langsung saja menghubungi Hani dengan ponsel yang Seteven berikan.


...****************...


Ini waktunya untuk kenzo dan Keanu kembali ke tanah air, mereka di jadwalkan pulang siang hari. Karena masih banyak yang akan Kenzo lakukan setelah semalam bertemu dengan wanita mirip Aura. Maka ia akan mencari wanita itu.


Hari masih sangat pagi, namun Kenzo sudah berpakaian rapi. ia hendak menunggu Seteven, karena ia tidak tahu kapan Seteven akan datang ke hotel ini.


"Kamu pulang saja lebih dulu, sepertinya kakak masih ada urusan disini." Ucap Kenzo kepada adiknya yang sedang berkemas.


"Kakak akan menemui Seteven?" Tanya Keanu sedikit khawatir.


"Iya, kamu tenang saja. kakak hanya akan memastikan saja." Ucap Kenzo yang kemudian keluar dari kamar hotel.


Karena dia menginap di tempat Seteven, maka ini lebih mudah untuknya bisa menemui Seteven, menunggu di restoran hotel, menghadap kearah pintu masuk, di temani dengan segelas kopi. Melihat orang-orang datang dan pergi melewati pintu kaca itu. Bahakan Kenzo menahan matanya tidak mengedip agar tidak terlewat saat Seteven memasuki hotel.


cukup lama dia duduk, hampir tiga jam juga lima gelas minuman yang telah ia habiskan, barulah ia melihat Seteven masuk melewati pintu kaca itu, dan dengan berlari Kenzo menghampiri Seteven.


"Pak Seteven." Panggil Kenzo tepat berada di belakang Seteven.


"Ada perlu apa?" Tanya Seteven terap ramah, karena dia berada di hotel miliknya sendiri juga pria itu adalah tamu hotelnya.


"Bisa kita bicara, hanya sebentar saja." Pinta kenzo denga hormat. Karena sikap Seteven yang santun, maka ia juga akan memperlakukannya dengan sama.


"Mari keruangan saya." Ucap Seteven yang kemudian meneruskan langkahnya, dengan di ikuti Kenzo.


"Silahkan duduk. karena hari ini saya banyak pekerjaan, silahkan langusng pada intinya saja." Ucap Seteven dengan lugas.


"Saya Kenzo hartanto." Ucap Kenzo menyebutkan namanya, kemudian Kenzo mengeluarkan selembar photo, dan ia tunjukan kepada Seteven.


"Wanita dalam photo ini, kekasihku. Aura winston" Kenzo memperlihatkan photo Aura, lalu Kenzo mengambil satu kembar lagi dari sakunya.


"Dan ini, Laura gerald. Aku yakin mereka orang yang sama." Lanjut Kenzo menujukan photo Laura yang sangat mirip dengan Aura.

__ADS_1


Seteven menearap kedua photo itu, ia kemudian menggaruk lehernya yang tak gatal, mencerna sejenak apa yang di ucapkan pria di depannya. Dan iapun mengingat pernah bertemu dengannya di pesta semalam.


"Merka berbeda. Ini Laura, istri saya, sementara saya tidak kenal dengan wanita ini." Jawab Kenzo menggeser pohoto Aura.


Mendengar jawaban Seteven Kenzo tersenyum, jelas Seteven sedang berbohong. Dia tidak mungkin tidak mengenali Aura, Sementara Aura sedang mengejar kerja samanya dengan Seteven.


Seteven menatap bingung, mengartikan Senyuman Kenzo.


"Bebaskan Aura. Saya tahu Laura adalah aura. Berhenti mengancamnya." Ucap Kenzo menatap tajam.


Seteven pun menatap lekat kedua mata Kenzo, dengan graham yang sudah mengeras.


"Dia istriku. Sudah sepatunya seorang istri bersama suaminya."


Kenzo mengepalkan tangannya, menahan rasa marah dengan apa yang telah di ucapakan Seteven.


Kenzo kemudian menarik kerah pakaian Seteven, dengan wajah yang sudah memerah karena marahnya.


"Tidak, kalian tidak menikah. Aura hanya tak berdaya dengan ancaman kamu."


"Kamu lupa dengan perutnya yang membesar. Itu karena dia sedang mengandung anakku."


Bugh....


Tinju Kenzo mendarat di wajah Seteven,membuat Seteven jatuh tersungkur.


Seteven menyentuh bibirnya yang perih, lalu dia melihat darah diujung jarinya. Seteven tersenyum simrik. Kemudian memanggil pengawal untuk mengusir Kenzo dari ruangannya.


"Jangan pernah datang dan cari istriku lagi." Ucap Seteven saat Kenzo di tarik paksa oleh pengawalnya.


"Aku tidak akan diam saja, kamu akan tahu akbiatnya." Teriak Kenzo saat di gusur ke luar ruang Seteven.


Seteven duduk dengan memegangi bubirnya yang terluka, dia benar-benar terkejut karena Kenzo punya nyali dan berani melakukan hal seperti ini kepadanya.

__ADS_1


"Aargghh..... Sial. Cari tahu siapa pria itu." Pinta Seteven kepada pengawalnya.


Seteven selalu membalas apa yang telah di terimanya. dengan Kenzo melakukan hal ini kepadanya, maka Kenzo pasti akan menerima akibat dari apa yang di lakukannya.


__ADS_2