
Jelas sekali terpancar rasa bahagia di wajah Rian dan Siska, rasa syukur dan terimakasih mereka ucapkan berkali-kali saat menyambut kedatangan Diana dan juga Keanu.
Aura sangat memperhatikan setiap wajah dari semua orang yang menyambut datangnya Diana. Tak terkecuali suaminya, Aura melirik ke arah Kenzo. Rupanya saat ini Kenzopun tengah menikmati momen bahagia seperti mama dan papa mertuanya.
Semuanya seolah lupa ada Aura yang saat ini terpaksa harus mengangkat sudut bibirnya untuk merayakan hal yang membuatnya kembali teringat akan kehilangan anak yang di kandungnya. Apalagi keguguran itu bukan semata-mata karena dirinya melainkan karena Diana yang tak sengaja berbenturan dengan perutnya.
Setelah semuanya memberi selamat untuk Diana, kini Diana tersenyum menghadap Aura menuggu ucapan selamat terlontar dari mulut Aura.
"Selamat, sebentar lagi kalian akan jadi seorang ayah dan ibu." Ucap selamat Aura untuk Diana dan juga Keanu.
"Melahirkan keturunan hartanto yang tidak bisa aku lahirkan." Lanjut aura dalam hatinya.
"Terimakasih, Semoga kamu juga akan kembali hamil lagi." Jawab Diana menatap perut rata Aura.
Namun Aura tak suka mendengar jawaban itu, karena lebih terdengar seperti ejekan baginya.
Setelah selesai dengan memberi selamat untuk calon ibu dan Ayah, semuanya duduk di kursi yang sudah disiapkan dengan berbagai hidangan di atas meja.
"Bagaimana kamu bisa tidak tahu bahwa kamu hamil?" Tanya Rian yang masih penasaran mengapa Diana tidak menyadari ada kehidupan di dalam perutnya.
"Sebenarnya aku merasakannya, perubahan didiriku, dari sikapku, mungkin keanu tidak paham itu dan membuat kita selalu bertengkar." Ucap Diana menceritakan kondisi yang dirasakannya.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak menyadari itu."
"Iya nu, terkadang beberapa ibu hamil sering begitu, mulai dari sekarang kamu perlakukan Diana lebih baik lagi." Pinta Siska kepada anak bungsunya.
"Iya mah." Jawab Keanu.
Siska pun bangun dari duduknya, mengingat dia menyimpan cake pemberian Aura di dalam kulkas.
"Apa itu cake mah?" Tanya Diana senang begitu siska datang dengan membawa cake di dalamnya.
"Iya, sengaja mama dinginkan dahulu." Jawab Siska memberi potongan cake tersebut untuk Diana.
"Wah, ini enak sekali mah." Diana melahap satu suapan penuh kedalam mulutnya.
Siska tersenyum melihat Diana yang menyukainya.
"Aura sayang, nanti belikan lagi untuk Diana ya." Pinta Siska kepada Aura.
Aura mengangguk tanda mengiyakan permintaan mertuanya itu
Diana menolehkan kepalanya menatap Aura yang sedang tersenyum kearahnya.
Uhhuk...uhhuk...
Kemudian Diana terbatuk, dia ingin memuntahkan cake yang sudah dimakannya.
"Kenapa Di?" Tanya siska khawatir dan semua yang ada disana pun ikut mengkhawtirkannya.
__ADS_1
"Maaf aku permisi dulu." Ucap Diana, kemudian pergi meninggalkan meja makan malamnya.
Keanu langsung berdiri hendak mengejar Diana, namun di cegah oleh Aura.
"Biar aku saja yang melihat Diana." Ucap Aura yang kemudian mengejar Diana.
Aura mengikuti Diana yang berlari kearah dapur dan dia melihat diana menuntahkan semua yang dimakannya.
"Tenang saja aku tidak meracunimu." Ucap Aura menyilangkan tangan didadanya.
Diana menoleh dan melihat Aura sudah berada di belakangnya.
"Begitulah jika pernah melakukan kejahatan, pasti kamu takut aku menaruh sesuatu yang akan membuat kamu khilangan bayi, seperti aku yang kehilangan bayiku karena ulah kamu." Tambah Aura
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan." Ucap Diana menghindari Aura.
"Mau sampai kapan kamu seolah-olah tidak tahu? aku masih menunggu kamu untuk meminta maaf atas perbuatan kamu. Aku masih menyimpan rahasia keguguranku dari semua orang. karena jika aku mengatakannya, Kamu pasti sudah tidak ada lagi di keluarga ini." Aura sudah tidak bisa lagi menyimpan apa yang harusnya ia katakan sejak awal kepada Diana.
Dengan menahan letupan-letupan di hatinya, aura melontarkan semua yang ingin ia ucapkan kepada Diana. Namun sebisa mungkin dia mengontrol emosinya, karena saat ini Diana sedang hamil. dan dia juga tidak ingin sesuatu terjadi kepada Diana karena perkataannya.
"Hahaha... tapi nyatanya posisi aku saat ini yang paling kuat di keluarga ini. Apa lagi aku akan melahirkan penerus Hartanto. Sedangkan kamu untuk hamil saja kemungkinannya sangat kecil." Ucap Diana sembari tertawa mengejek keadaan Aura.
Aura mengepalkan tangannya, bukan permintaan maaf yang keluar dari mulut Diana, melainkan hinaan yang menyakiti hatinya.
Ketika Aura akan membalas ucapan Diana, tiba-tiba keanu datang dan menahan semua makian diujung lidah Aura.
Keanu melihat Aura terdiam dengan air mata yang sudah menggunung di pelupuk matanya.
Aurapun segera membuang wajahnya ketika Keanu menyadari bahwa didirnya sedang menahan tangisnya.
"Ayo sayang, aku sudah selesai." Ajak Diana merangkul tangan Keanu.
Mereka berduapun meninggalkan Aura yang masih terdiam di dapur. Namun sesekali Keanu menolehkan kepalanya kembali melihat Aura.
"Apa yang terjadi?" Tanya Keanu sedikit berbisik kepada Diana.
Keanu yakin ada sesuatu yang telah terjadi di dapur yang membuat Aura seperti itu.
"Tidak ada sayang, Aura tadi hanya terharu setelah memegang perutku, aku berharap Aura segera bisa hamil lagi." Jawab Diana sambil mempercepat jalannya.
Diana tahu bahwa Keanu menyadari sesuatu telah terjadi dengan Aura. Karena suaminya itu sangat mengenal Aura. Namun Diana berusaha untuk membuat Keanu tidak lagi terpikirkan tentang Aura.
...¤¤¤¤...
Sepulang dari rumah orang tuanya, Kenzo mendapati Aura hanya terdiam saja, Sejak menyusul Diana, Aura kembali dengan wajah datarnya. Kenzo menjadi khawatir diapun dengan pelan mencoba bertanya kepada Aura.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Keanu saat sudah berada di dalam rumah.
Namun Aura hanya diam saja sambil meneruskan langkahnya menuju dapur untuk mengambil minum.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu diam saja?" Tanya Kenzo kemudian.
Aura meletakan gelasnya dan membalikan badan menghadap suaminya.
"Ken, kenapa aku belum hamil lagi?" Bukannya menjawab Aura justru bertanya kepada Kenzo.
"Apa yang kamu katakan sayang, ini baru beberapa hari setelah kejadian itu. Setidaknya perut kamu juga butuh penyembuhan. Lagi pula aku sudah katakan, bahwa aku masih ingin berdua dulu dengan kamu."
"Bagaimana jika aku tidak bisa hamil?" Pertanyaan yang sama di lontarkan kedua kali oleh Aura.
"Aku tidak mau memikirkan apapun yang belum terjadi."
Namun jawaban Kenzo hukan yang Aura inginkan.
"Kamu pasti meninggalkanku." Ucap Aura kemudian.
Kenzo membuang nafasnya kasar, dia sudah bersabar menahan kesalnya atas ucapan Aura.
"Stop Ra. Berhenti membahas masalah ini. disini bukan hanya kamu yang merasa sakit atas kehilangan bayi kita, aku juga sama Ra. tolong posiskan aku sama seperti kamu. Aku juga sama kehilangannya Ra." Ucap Kenzo dengan nada bentakannya.
Aura tersentak, diapun segera meninggalkan Kenzo pergi masuk kedalam kamarnya.
"Aura...Ra... maafkan aku, aku tidak bermaksud membentak kamu." Ucap Kenzo mengejar Aura.
"Selalu saja begitu, kamu selalu saja tidak bisa menahan amarah kamu. Aku tahu kamu juga sama seperti aku. kamu sedih, kamu kehilangan, tapi coba kamu pikirkan aku disini lebih menderita Ken. Aku kemungkinan susah hamil lagi. Sedangkan kamu bisa saja..." Aura mengeluarkan semua kekesalannya namun dia tidak bisa menyelsaikan ucapannya.
"Aku bisa apa? menghamili wanita lain selain kamu, begitu?" Tanya Kenzo menebak kelanjutan kalimat Aura yang terpotong.
"Iya seperti itu." Jawab Aura mengiyakan dengan membuang wajahnya keluar jendela.
Aura menarik nafas dan menghebuskannya perlahan sebelum dia meneruskan ucapannya.
"Aku ingin bercerai Ken." Ucap Aura kemudian,
Kenzo terbelak mendengar permintaan Aura diapun segera menghampiri Aura dan memeluknya dari belakang.
"Tidak Ra, aku tidak akan pernah menceriakanmu." Ucap Kenzo mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin melepaskan Aura.
"Aku cacat Ken, kamu bisa menikah lagi dan hidup bahagia bersama anakmu kelak."
"Tidak sayang, berhenti mengatakan hal yang tidak mungkin aku lakukan."
Susana hening menyelimuti dua orang yang tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing, mencerna setiap kata yang baru saja terlontarkan.
"Maafkan aku Ken, hanya saja hari ini membuat aku lelah." Ucap Aura memecah keheningan diantara mereka berdua.
Kenzopun membalikan badan Aura, meraup wajahnya, menatap dalam kesorot matanya.
"Kamu bisa beristirahat, tapi berhenti untuk meminta aku meninggalkanmu, karena itu tidak akan pernah terjadi." Ucap Kenzo, kemudian mencium kening Aura dan menggiring Aura untuk berbaring di tempat tidur, sementara Kenzo membelai lembut kepala Aura sampai Aura tertidur.
__ADS_1