AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Kesan Buruk


__ADS_3

Ternyata kedatangannya ke Hotel xxx adalah hal yang paling di sesali. Bagimana tidak, kini dirinya ternoda oleh pemandangan yang tidak sepatutnya ia lihat.


Aura yang menyadari bahwa dirinya berada di sebuah kamar hotel tercengang karena melihat sepasang manusia yang sedang bergulat di atas ranjang. Ternyata tebakannya tidak salah. Wanita yang ia kenal sebagai sekretaris Seteven ternyata merangkap sebagai teman tidurnya juga. Dengan refleks Aura menutup matanya dan berbalik.


"Maaf menganggu, saya bisa kembali setelah anda selesai." Ucapnya keluar begitu saja. Aura segera memukul mulutnya pelan karena sembarangan berbicara.


"Tetap disitu." Ucap Seteven menghentikan langkah Aura yang hendak pergi.


Kemudian Seteven bangun dan mengambil handuk kimono lalu memakainya.


"Kamu boleh pergi." Ucap Seteven kepada Abigail yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut, Sedikit kecewa, namun perintah tuannya harus ia patuhi.


Abigail pun beranjak dari tempat tidurnya Lalu ia memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai, untuk segera ia kenakan. Setelah itu ia berjalan kehadapan Aura dan melirik sekilas, menatap sinis kepada Aura. Mungkin dia kesal karena Aura sudah mengganggu kesenangannya.


"Mari kita duduk di sana." Ucap Seteven yang melangkah mendahului Aura menuju kursi besar yang ada di tengah ruangan tersebut.


Aura merasa udara di sekitarnya menjadi panas, bahkan dirinya merasa tak nyaman.


"Saya pikir anda tidak akan datang." Ucap Seteven yang kemudian membuka botol wine dan ia berikan satu gelas untuk Aura.


Aura menerima pemberian Seteven, meskipun dirinya tak begitu menyukainya. Itu hanyalah cara Aura untuk menghargai Seteven sebagai haraoan terakhirnya.


"Saya membawakan sesuatu yang baru, dan saya ingin anda melihatnya." Ucap Aura memberikan berkas untuk dilihat Seteven.


Seteven mengambil berkas itu, namun ia meletakannya begitu saja, bahkan dia tak membukanya sedikitpun.


"Saya akan melihatnya nanti." Ucap Seteven yang kemudian memegang botol wine untuk mengisi lagi gelasnya, juga gelas aura yang masih terisi.


Aurapun segera meneguknya sampai habis, kemudian Seteven mengisi kembali gelas Aura. Aura tak mungkin menolak pemberitaannya.

__ADS_1


"Saya tidak kuat minum." Ucap Aura memberitahu untuk Seteven berhenti memberikannya minuman beralkohol.


"Satu gelas lagi." Pinta Seteven yang sepertinya mulai mabuk. Karena bukan hanya bersama Aura saja, Seteven sudah meminumnya sejak pagi.


Aura kemudian meneguk lagi minumannya, dan memberikan gelas kosong untuk Seteven isi kembali.


"Ini yang terakhir." Ucapnya dalam hati, sebelum benar-benar kembali meneguk minumannya lagi.


Seteven tersenyum melihat Aura yang sudah mulai limbung. Kemudian Seteven bangkit dari duduknya, dengan sempoyongan ia berjalan dan mendekati Aura, kemudian ia tarik tangan Aura untuk berjalan mengikutinya.


Aura yang hampir tak sadar mengikuti Seteven, bahakan Aura tak sengaja menjatuhkan beberapa barang saat mengikuti tarikan tangan Seteven, namun Aura seakan tak peduli dan terus mengikuti Seteven.


...****************...


Setelah bertemu Lexa, Diana mendatangi sahabatnya. Nina memang sengaja meminta bertemu dengan Diana, sebab dirinya baru saja melihat apa yang sangat membuatnya terkejut. Setelah diselidiki dia pun membuat keputusan untuk memberitahukan semua kepada Diana.


"Di ternyata kamu salah." Ucap Nina saat begitu Diana datang.


"Ternyata bukan Aura. Aku melihat Keanu dengan wanita lain." Ucap Nina sangat antusias.


Diana mencoba menenangkan sahabatnya, untuk lebih memperjelas ucapannya.


"Coba kamu jelaskan, aku tidak mengerti." Ucap Diana menyimak.


"Aku melihat Keanu merangkul seorang wanita, dan wanita itu bukan Aura. Aku sempat ragu dan mencoba menyelidikinya, dan Sudah berhari-hari Keanu di rumah wanita itu, mereka tinggal bersama."


Sontak saja Diana terkejut dan marah. "Jika bukan Aura, siapa wanita itu?" Tanyanya dengan penuh penekanan.


Diana tak akan rela Keanu bersama wanita manapun selain dirinya. karena Kenau terlahir memang hanya untuk dirinya.

__ADS_1


"Kamu ingat wanita yang dulu menjadi selingkuhan kakak ipar kamu? dia wanita yang sama."


"Apa? mereka Lagi-lagi jatuh pada wanita yang sama, Gila!" Umpat Diana karena kakak beradik hartanto memang sulit di tebak.


Namun Diana sulit untuk percaya ucapan Nina. karena jelas-jelas Keanu mengatakan akan merebut Aura dari kakaknya.


"Ada apa? kamu tidak percaya ucapanku?" Tanya Nina menanggapi diamnya Diana.


"Aku percaya dengan apa yang kamu lihat, tapi untuk mengusir Aura dari hati Keanu sulit untuk di percaya." Diana tahu bagaimana besar cinta Keanu untuk Aura, dan dia sudah mengalaminya selama bertahun-tahun usahanya tak berhasil.


"Aku harus melihatnya sendir." Lanjut Diana yang mengajak Nina untuk mengantarkannya ke tempat wanita tersebut.


...****************...


Ini baru satu hari setelah Aura pergi, namun bagi Kenzo sudah berlalu sangat lama. bahakan sejak pagi dirinya terus menatap ponselnya, sampai sekarang pun di tengah rapatnya, Kenzo berkali-kali melihat ponselnya dia tidak ingin melewatkan satu pesan dari Aura. Namun Aura tak juga menghubunginya, padahal barus semalam dia mendapt kabar dari Aura, namun pagi hari dia sudah merindukan Aura lagi.


"Terimakasih semuanya." Ucap Kenzo menutup rapatnya.


Setelah semuanya keluar, tersisa Kenzo bersama Sekertarisnya.


"Maaf Pak, setelah ini anda ada janji temu dengan klien." Ucap Sekertarisnya saat Kenzo hendak pergi.


Kenzo memejamkan mata, menahan kesal karena terjebak pekerjaan. hal yang tak pernah terjadi terhadapnya, dimana dia ingin terbebas satu hari saja tanpa pekerjaan, karena saat ini pikirannya sedang tak bersaamanya.


"Baiklah." Ucap Kenzo lemas. Mau bagaimana lagi, pegawai andalannya masih sakit, dengan terpaksa ia kerjakan semuanya sendiri.


Jika saja Gea tidak sakit, mungkin semua pekerjaan akan dia serahkan kepada Gea, sementara dirinya terbang menysul Aura.


Lucu memang, seoarang gila kerja kini merasa muak dengan pekerjaannya sendiri.

__ADS_1


"Hubungi Gea, suruh dia masuk kerja walaupun dengan kursi roda." Ucapnya dengan kesal, sebelum pergi untuk rapat di tempat yang sudah dijanjikan.


Sekretaris Kenzo hanya menahan tawa melihat bosnya yang kewalahan saat Gea tak ada. Dia tahu Kenzo hanya kesal sehingga mengeluarkan perintah untuk Gea. Yang sebenarnya dia adalah bos paling mementingkan kesehatan para pegawainya.


__ADS_2